Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH LAJU VAKSINASI PENYEBARAN PENYAKIT COVID-19 DENGAN VAKSINASI DUA DOSIS Valentinna, Arindria Sekar Putri; Ali Kusnanto; Sianturi, Paian; Sumarno, Hadi; Ardana, Ngakan Komang Kutha
MILANG Journal of Mathematics and Its Applications Vol. 19 No. 2 (2023): MILANG Journal of Mathematics and Its Applications
Publisher : School of Data Science, Mathematics and Informatics, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/milang.19.2.117-128

Abstract

Penyakit Coronavirus 2019 (Covid-19) adalah penyakit karena virus SARS-CoV-2. Upaya melawan penyebaran penyakit ini salah satunya dengan vaksinasi. Penyebaran Covid-19 dan proses vaksinasi dua dosis ini dimodelkan menggunakan model matematika SEIV1V2RS. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh laju vaksinasi terhadap perubahan bilangan reproduksi dasar (. Berdasarkan analisis terhadap sensitivitas parameter, yang memiliki pengaruh signifikan terhadap adalah laju efektif penularan penyakit, laju vaksinasi dosis 1 dan laju vaksinasi dosis 2. Dari data yang dipilih pada penelitian ini menunjukkan bahwa jika hanya vaksinasi dosis 1 yang dilakukan maka lajunya harus dinaikkan sebesar 50% baru dapat membuat penyakit akan hilang. Tanpa vaksinasi dosis 1, laju vaksinasi dosis 2 harus dinaikkan 25 kali lipat agar penyakit akan hilang.
PENERAPAN MODEL PERSAMAAN STRUKTURAL UNTUK EVALUASI KUALITAS KINERJA BIMBINGAN KONSELING SMA NEGERI 1 DRAMAGA Taufik, Akmal; Suharjo, Budi; Sumarno, Hadi; Ardana, N. K. Kutha; Rohman, Abdur; Kusnanto, Ali; Sianturi, Paian
MILANG Journal of Mathematics and Its Applications Vol. 20 No. 1 (2024): MILANG Journal of Mathematics and Its Applications
Publisher : School of Data Science, Mathematics and Informatics, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/milang.20.1.31-42

Abstract

Bimbingan konseling (BK) pada jenjang pendidikan SMA memiliki peran penting dalam memberikan layanan konsultasi akademik maupun non akademik kepada para siswa. Oleh karenanya, kemampuan dan kepribadian guru BK, serta fasilitas penunjang yang memadai sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan membangun model empiris untuk mengevaluasi kinerja layanan BK berbasis kepuasan siswa, terhadap faktor-faktor yang memengaruhi kualitas kinerja BK SMA Negeri 1 Dramaga. Penelitian ini melibatkan 125 siswa dengan cara mengisi kuesioner secara online. Pendugaan parameter model dilakukan menggunakan Structural Equation Model (SEM). Tingkat kepuasan siswa secara keseluruhan terhadap layanan BK sebesar 94%. Kemampuan Guru BK dan program kerja konsultasi memiliki peran dominan dalam memengaruhi kepuasan. Layanan informasi BK berpengaruh positif terhadap kepuasan, sedangkan faktor kepribadian, fasilitas ruang diskusi, dan program kerja klasikal berpengaruh negatif terhadap kepuasan siswa. Upaya untuk meningkatkan kualitas kinerja BK SMA Negeri 1 Dramaga diprioritaskan melalui peningkatan kinerja program kerja klasikal dengan memperbaiki kualitas penyampaian informasi seputar perguruan tinggi.
PENGARUH INTERAKSI MANGSA DAN PEMANGSA PERTAMA YANG BERADA DALAM SATU LINGKUNGAN PADA MODEL SATU MANGSA DUA PEMANGSA Kusnanto, Ali; Ilmi, Salsabilla Fitri; Sianturi, Paian; Ardana, N K Kutha; Julianto, MT
MILANG Journal of Mathematics and Its Applications Vol. 20 No. 2 (2024): MILANG Journal of Mathematics and Its Applications
Publisher : School of Data Science, Mathematics and Informatics, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/milang.20.2.101-109

Abstract

Dalam tulisan ini dianalisis model satu mangsa dua pemangsa dimana mangsa dan pemangsa berada dalam lingkungan yang sama. Pemangsa kedua berada di lingkungan berbeda dan memakan mangsa dan pemangsa pertama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi antara mangsa dan pemangsa pertama dalam dinamika ketiga populasi yang terjadi. Proses yang digunakan untuk analisis adalah mencari kestabilan titik tetap dan melakukan simulasi numerik. Diperoleh enam titik tetap yang kestabilannya bergantung pada nilai parameter yang dipilih. Untuk mencapai ekosistem yang seimbang antara populasi mangsa dan pemangsa, dalam penelitian ini dilakukan dengan mengendalikan populasi pemangsa pertama. Dalam penelitian ini diperoleh bahwa semakin menaikkan interaksi yang dilakukan antara mangsa dengan pemangsa pertama mengakibatkan populasi mangsa menurun dan pemangsa pertama naik. Tetapi jika tingkat interaksi ini terus dilakukan maka pemangsa kedua akan menurun ke arah kepunahan. Untuk menanggulangi ini maka tingkat pemangsaan antara pemangsa pertama oleh pemangsa kedua perlu ditingatkan, walaupun peningkatan ini jika terlalu besar akan membuat pemangsa pertama punah.
PENGARUH MASUKNYA HAMA TERINFEKSI DALAM MODEL MANGSA-PEMANGSA HAMA TANAMAN DAN PEMAKAN HAMA D. Ananda Osferi; Kusnanto, Ali; Paian Sianturi; N. K. Kutha Ardana
MILANG Journal of Mathematics and Its Applications Vol. 21 No. 1 (2025): MILANG Journal of Mathematics and Its Applications
Publisher : School of Data Science, Mathematics and Informatics, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/milang.21.1.67-74

Abstract

Hubungan dinamis antara hama tanaman dan pemakan hama dapat dimodelkan dalam bentuk model mangsa dan pemangsa. Untuk menahan berkembangnya populasi hama, ditambahkan populasi hama yang terinveksi penyakit menular. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh interaksi antara hama rentan, hama yang terinveksi penyakit dan pemakan hama, dalam mengontrol keseluruhan populasi hama. Langkah yang dilakukan adalah merekonstruksi model, menganalisis kestabilan titik tetap, mencari keberadaan bifurkasi Hopf, dan melakukan simulasi numerik untuk menunjukkan kesesuaian analisis dengan solusi numeriknya. Didapat lima titik tetap bernilai positif dengan kestabilan titik tetap bergantung terhadap nilai parameter yang dipilih. Melalui simulasi numerik, terlihat bahwa parameter yang digunakan untuk mengontrol hama adalah tingkat keparahan mangsa terinfeksi penyakit, Dengan mengurangi tingkat keparahan mangsa yang terinfeksi penyakit, populasi hama akan turun sampai setengahnya.
Sensitivity Analyses of The Dynamics of Covid-19 Transmission in Response to Reinfection Putri, Nurul Qorima; Sianturi, Paian; Sumarno, Hadi
Jambura Journal of Biomathematics (JJBM) Volume 4, Issue 1: June 2023
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jjbm.v4i1.18394

Abstract

SARS-CoV-2 brings on the pandemic known as Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). The Covid-19 spread model developed by Bugalia et al.(2020) has been modified in this study by incorporating reinfection and covid-19-related death during medical isolation. This model has two equilibrium points: the point of equilibrium without disease and the point of equilibrium with the disease. In addition, the equilibrium point's stability and the basic reproduction number (R0) will be discussed. A sensitivity analysis based on Covid-19 data from India was carried out to identify sensitive parameters. Lockdown's effectiveness is one of the sensitivity analysis parameters that impact changes in R0.
Stochastic Model of Pneumonia and Meningitis Co-infection Using Continuous Time Markov Chain Approach Praptaningsih, Anggun; Sumarno, Hadi; Sianturi, Paian
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 12 (2023): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i12.6108

Abstract

Pneumonia disease is a lung infection caused by Streptococcus pneumoniae. Meningitis is an infection of the meninges and cerebrospinal fluid caused by Streptococcus pneumoniae. Both diseases may occur at the same time. A mathematical model is needed to represent the spread of pneumonia and meningitis co-infection. This study aims to build the stochastic model of pneumonia and meningitis co-infection with CTMC, determine the transition and outbreak probability, and conduct simulations to assess the effect of increasing the contact rate on pneumonia  and meningitis . Based on the computer simulation undertaken, it can be concluded that if  was decreased while was set to be fixed, the probability of disease outbreak decreased.  If was set to be fixed while  was decreased, the probability of disease outbreak decreased. However, the latter is smaller than the previous. Similarly, if  was increased while was set to be fixed, the probability of disease outbreak increased.  If was set to be fixed while  was increased, the probability of disease outbreak increased. However, the latter is smaller than the previous. Moreover, if both  and  were decreased, the probability of disease outbreak was equal to zero.
Sensitivity Analysis of SEIRS Model with Quarantine on the Spread of Covid-19 Hardianti, Wiwik Tri; Sumarno, Hadi; Sianturi, Paian
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 6, No 4 (2022): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jtam.v6i4.9627

Abstract

Since the Covid-19 pandemic, various mathematical models have been developed to describe its spread using the compartment model. The purpose of this research was to construct a new model of Covid-19. This formulated model is an application of SEIRS epidemic model by Zhang & Teng (2007) and a modification of the Covid-19 model by Chatterjee et al. (2020) by adding variations of quarantine. The model is analyzed by determining the disease-free fixed point and basic reproduction number 〖(R〗_0) through the next generation matrix method. The next step is to analyze the sensitivity to find out the parameters that have the most influence on the spread of Covid-19. The disease will not spread in the population if the value of R_0<1, while the disease will spread if the value of R_0>1. The result of the sensitivity analysis stated the parameters that can be controlled and have the most significant effect, respectively, are the transmission rate from symptomatic infected individuals (β_2 ),transmission rates from asymptomatic infected individuals (β_1 ), quarantine rates for symptomatic infected individuals (θ_3), and quarantine rates for asymptomatic infected individuals (θ_2). Parameters β_2 and β_1 have a negative index, while θ_3 and θ_2 have a negative index. It means decreasing the transmission rate from infected individuals and increasing the quarantine rate for infected individuals can decrease the spread of Covid-19. Therefore there will not be an outbreak in the long term. 
ANALISIS MODEL MANGSA-PEMANGSA DENGAN STRUKTUR UMUR PADA MANGSA KASUS WERENG BATANG COKLAT (NILAPARVATA LUGENS) Kusnanto, Ali; Sianturi, Paian; Ardana, N K Kutha; Maharani, Faizah
MILANG Journal of Mathematics and Its Applications Vol. 21 No. 2 (2025): MILANG Journal of Mathematics and Its Applications
Publisher : School of Data Science, Mathematics and Informatics, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/milang.21.2.117-127

Abstract

Dalam penelitian ini dianalisis suatu model interaksi mangsa–pemangsa dengan struktur umur pada mangsa, yang dibedakan menjadi mangsa muda (nimfa wereng) dan mangsa dewasa (wereng), serta satu jenis pemangsa yaitu kepik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh interaksi antara mangsa muda, mangsa dewasa, dan pemangsa terhadap dinamika ketiga populasi tersebut. Metode yang digunakan dalam analisis meliputi penentuan titik ekuilibrium beserta sifat kestabilannya, serta simulasi numerik. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga titik ekuilibrium, dengan kestabilan yang bergantung pada nilai parameter yang digunakan. Selain itu, diperoleh bahwa peningkatan tingkat pemanenan terhadap mangsa dewasa (pemberantasan wereng dewasa) menyebabkan penurunan populasi mangsa dewasa dan populasi pemangsa. Sementara itu, peningkatan tingkat kejenuhan pemangsaan mengakibatkan peningkatan populasi mangsa muda dan mangsa dewasa, namun menurunkan populasi pemangsa. Kata kunci: Kestabilan, mangsa dewasa, mangsa muda, pemangsa, titik tetap.