Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Media Farmasi

UJI TOKSISITAS AKUT DAN LD50 EKSTRAK ETANOL DAUN KIRINYUH (Euphatorium odoratum Linn) PADA MENCIT (Mus musculus) Jumain Jumain; Syahruni Syahruni; Farid Farid
Media Farmasi XXX Vol 14, No 1 (2018): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.169 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i1.82

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang  Uji Toksisitas Akut dan LD50 Ekstrak Etanol Daun Kirinyuh (Euphatorium odoratum Linn) Pada Mencit (Mus musculus.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai Lethal Dosis 50 (LD50) atau dosis dari ekstrak etanol daun kirinyuh yang dapat membunuh 50% mencit (Mus musculus), sehingga dapat memberikan data dasar keamanan dosis dari daun kirinyuh yang dapat digunakan.  Dalam penelitian ini menggunakan metode perhitungan Reed dan Muench, yang menggunakan 30 ekor mencit masing-masing 15 ekor betina dan jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, masing-masing terdiri atas 6 ekor mencit 3 ekor betina dan 3 ekor jantan. Kelompok I  NaCMC 1% sebagai Kontrol , Kelompok II diberi ekstrak etanol daun kirinyuh dengan dosis 10% b/v. Kelompok III diberi ekstrak etanol daun kirinyuh dengan dosis 20% b/v. Kelompok IV diberi ekstrak etanol daun kirinyuh dengan dosis 40% b/v,  sedangkan untuk Kelompok V diberikan dosis tertinggi 80% b/v pada mencit. Sediaan uji diberikan secara oral dengan hanya satu kali pemberian pada awal masa penelitian. Gejala toksik yang dominan yaitu parasimpatomimetik (diare dan urinasi). Hasil penelitian yang didapatkan Nilai LD50 yang diperoleh dari hasil pengujian toksisitas akut ekstrak etanol daun kirinyuh (Euphatorium odoratum Linn) yaitu sebesar 14,1416 g/Kg BB atau 28,82 % ekstrak dan termasuk dalam kategori “Toksik Ringan” Kata kunci : Daun Kirinyuh (Euphatorium odoratum Linn), Ekstrak kental, Toksisitas akut, LD50
PENENTUAN NILAI “SUN PROTECTION FACTOR” ( SPF ) SEDIAAN LOTION YANG MENGANDUNG KOMBINASI EKSTRAK DAUN KELOR DENGAN RIMPANG BANGLE SEBAGAI TABIR SURYA Jumain Jumain; Tajuddin Abdullah; Asmawati Asmawati
Media Farmasi XXX Vol 17, No 1 (2021): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v17i1.2001

Abstract

Determination Of The SPF (Sun Protection Factor)  Value For Lotions Containing A Combination Of Moringa Leaf Extract And Bangle Rhizome As Sunscreen The development of sunscreens with natural ingredients is generally accepted by the public hence, it is necessary to develop sunscreen lotions from natural ingredients such as a combination of Moringa Leaves and Bangle Rhizome. This research aims to determine the "SPF" value of the lotion containing a combination of moringa leaf extract and bangle rhizome. The samples were extracted using the maceration method. Thereafter, a lotion was made with various concentrations of moringa leaf extract and bangle rhizome with a ratio of 0: 10, 10%: 0, 7.5: 2.5, 5%, : 5, 2.5, and 7.5%. Physical quality test was carried out before and after the accelerated test which includes Organoleptic, Homogeneity, pH and Viscosity. Furthermore, the SPF value was obtained using a UV-Visible Spectrophotometer with a wavelength of 290 - 320 nm. The results showed that the sunscreen lotion met the physical quality requirements with a pH value of 5.6 - 6.5, viscosity of 32.100 - 49.050 cp. Therefore, the "SPF" value for sunscreen lotion containing 7.5% Moringa leaf extract and 25% Bangle rhizome had the greatest activity reaching 21.86 (Ultra protection).Keywords: Extract, Moringa leaf, Bangle rhizome, Lotion Preparation, Sunscreen and SPF Value.Perkembangan tabir surya dengan bahan alami lebih gampang di terima oleh kalangan masyarakat sehingga perlu dikembangan Lotion tabir Surya dari Bahan Alam seperti kombinasi Daun Kelor dan Rimpang Bangle. Tujuan penelitian ini mengetahui nilai “SPF” sediaan Lotion yang mengandung ekstrak daun kelor kombinasi ekstrak Rimpang bangle. Sampel daun kelor dan rimpang bangle diekstraksi dengan metode maserasi, kemudian dibuat Lotion dengan variasi pada konsentrasi Ekstrak daun kelor dan Rimpang Bangle dengan perbandingan 0 : 10% , 10% : 0, 7,5% : 2,5%, 5% : 5% dan 2,5% : 7,5%. Pengujian mutu fisik dilakukan sebelum dan sesudah uji dipercepat meliputi  Organoleptis, Homogenitas, pH dan Viskositas. Serta Pengujian Nilai SPF menggunakan  Spektrofotometer UV-Visibel dengan panjang  gelombang 290 – 320 nm. Hasil penelitian menunjukkan sediaan lotion tabir surya memenuhi syarat mutu fisik dengan nilai pH diperoleh 5,6 – 6,5, Viskositas 32.100 – 49.050 cp serta Nilai “SPF” Sediaan lotion tabir surya yang mengandung ekstrak daun kelor 7,5% dengan Ekstrak rimpang bangle 25 % memilki aktivitas terbesar mencapai 21,86 (proteksi Ultra).Kata Kunci: Ekstrak, daun Kelor, rimpang bangle, Sediaan Lotion, Tabir surya  dan Nilai    SPF.
EFEK SARI BUAH KERSEN (Muntingia calabura L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH MENCIT (Mus musculus) Jumain Jumain; Asmawati Asmawati; Farid F T; Riskah Riskah
Media Farmasi XXX Vol 15, No 2 (2019): MEDIA FARMASI
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.508 KB) | DOI: 10.32382/mf.v15i2.1134

Abstract

Empirically, Kersen Fruit has been used as an antidiabetic substance by the community. However, scientific data on its efficacy is not yet available. The purpose of this study is to determine the decrease in blood sugar levels after the administration of Kersen Juice (Muntingia calabura L.). The mice test animals used were divided into 5 treatment groups, each consisting of 3 males. The group I was used as a negative control with the aquadest. The Kersen juice concentration was 15% v / v, 30% v / v, and 60% v / v in group II, III, and IV respectively. Group IV was a positive control (glibenclamide suspension 0.002% w / v) with a volume of 1 ml / 20 gram BW. The Measurement of blood sugar levels of mice after induction is carried out every 60 minutes for 3 hours. The results showed that the average decrease in blood sugar levels of each treatment group was 66.2%, 106.9%, 119.6%, 122%, and 126.3%. From the statistical analysis using the Variance test, there was no significant difference (p <0.05) between 30% and 80% Kersen juice with the positive control (Glibenclamide 0.002% w / v). Keywords: Kersen Fruit (Muntingia calabura L.), Blood Sugar, Mice (Mus musculus)Secara empiris Buah Kersen telah digunakan oleh masyarakat sebagai antidiabetes. Namun data ilmiah tentang khasiat tersebut belum ada. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan penurunan kadar gula darah setelah diberikan Sari Buah Kersen (Muntingia calabura L.). Hewan uji mencit yang digunakan dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Setiap kelompok terdiri 3 ekor mencit jantan, kelompok I kontrol negatif dengan aquadest,  kelompok II Sari Buah Kersen konsentrasi 15% v/v, kelompok III Sari Buah Kersen konsentrasi 30% v/v, kelompok IV Sari Buah Kersen konsentrasi 60% v/v kelompok IV kontrol positif (suspensi glibenklamid 0,002% b/v), dengan volume pemberian 1 ml/20 gram BB. Pengukuran kadar gula darah mencit  setelah induksidilakukan tiap 60 menit selama 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penurunan kadar gula darah tiap-tiap kelompok perlakuan adalah sebesar 66,2% , 106,9% , 119,6%, 122% dan 126,3%. Berdasarkan analisis statistik menggunakan uji Varians menunjukkan adanya perbedaan yang tidak bermakna ( p < 0,05) antara Sari Buah Kersen 30 % dan 80 % dengan kontrol positif (Glibenklamid 0,002 %b/v). Kata kunci : Buah Kersen (Muntingia calabura L.), Gula Darah, Mencit (Mus musculus)
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN AFRIKA (Vernonia amygdalina Del.) TERHADAP KADAR ASAM URAT DARAH MENCIT JANTAN (Mus musculus) Jumain Jumain
Media Farmasi XXX Vol 14, No 2 (2018): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1223.622 KB) | DOI: 10.32382/mf.v14i2.374

Abstract

ABSTRAK  Telah dilakukan penelitian twntang Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Afrika (Vernonia amygdalina Del.) Terhadap Kadar Asam Urat Darah Mencit Jantan (Mus musculus)” .Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun afrika (Vernonia amygdalina Del.) terhadap penurunan kadar asam urat dalam darah mencit (Mus musculus) yang diinduksi kalium oksonat. Penelitian ini menggunakan 15 ekor mencit jantan yang dibagi atas 5 kelompok masing-masing diberi ektstrak etanol daun afrika 0,3%, 0,6%, 0,9% b/v sebagai kelompok perlakuan, diberi Na.CMC 1% b/v sebagai kelompok kontrol negatif dan diberi Allopurinol 0,116% sebagai kelompok positif. Pengukuran kadar asam urat dilakukan sebanyak tiga tahap yaitu pengukuran kadar asam urat awal, pengukuran pasca induksi , pengukuran kadar asam urat setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun afrika dengan konsentrasi 0,3%, 0,6% dan 0,9% b/v dapat menurunkan kadar asam urat pada mencit jantan. Pada pemberian ekstrak etanol daun afrika 0,9% menunjukkan penurunan kadar asam urat yang lebih baik pada mencit jantan, tetapi masih berbeda secara bermakna dengan  suspensi allopurinol 0,116% b/v (P<0,05).  Kata Kunci : Daun Afrika, Ekstrak, Asam Urat, Kalium Oksonat , Mencit Jantan. 
EFEKTIVITAS ANTIMIKROBA SEDIAAN GARGARISMA YANG MENGANDUNG KOMBINASI DAUN SIRIH MERAH ( Piper crocatum Ruiz & Pav. ) DAN DAUN MINT (Mentha piperita) TERHADAP PERTUMBUHAN Streptococcus mutans PENYEBAB KARIES GIGI Jumain Jumain; Syamsuddin Abubakar
Media Farmasi XXX Vol 16, No 1 (2020): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.879 KB) | DOI: 10.32382/mf.v16i1.1391

Abstract

Although teeth are hard body tissues, they might suffer damage caused by bacteria in the oral cavity, such as Streptococcus mutants that cause dental caries. This research formulates gargarism preparations containing a combination of red betel and mint leaves effectiveness and examines its antimicrobial potential against Streptococcus mutans. Red Betel and Mint Leaves obtained from the Makassar city are infused and formulated into gargarism with a ratio of 0: 10%, 10%: 0, 5%: 5%, 7.5%: 2.5%, and 2.5%: 7.5%. Gargarism preparations were tested for physical quality before and after the accelerated stability test, including Organoleptic Test, pH, Viscosity, and clarity. These components were tested for antimicrobial activity against Streptococcus mutans, where all formulas met the physical quality requirements. The results of antibacterial effectiveness testing against Streptococcus mutans showed the average inhibition zone as follows; Negative control 8.40 mm, formula 10%: 0 at 20.80 mm, 0: 10% at 18.80 mm, 5%: 5% at 25.00 mm, 7.5%: 2.5% by 23.4 mm, 2.5%: 7.5% by 20.8 mm and positive control by 27.4 mm. These results show that the formula with a ratio of red betel leaf: mint leaves at 7.5%: 2.5% is most optimal compared to other concentrations (p <0.05), though smaller than the positive control (p <0.05).Keywords: Gargarism; infusion combination of red betel leaf and mint leaves; Streptococcus mutansGigi merupakan jaringan tubuh yang keras, namun dapat terjadi kerusakan yang disebabkan  oleh bakteri di dalam rongga mulut seperti Streptococcus mutans yang menyebabkan terbentuknya karies gigi.. Tujuan Penelitian ini untuk memformulasi sediaan gargarisma  yang mengandung kombinasi daun Sirih merah dan daun Mint serta menguji efektivitas antimikrobanya terhadap Streptococcus mutans. Daun Sirih Merah dan Daun Mint yang diperoleh dari kota Makassar dibuat  Infus dan diformulasi menjadi gargarisma dengan perbandingan konsentrasi infus Daun Sirih Merah berbanding Infus Daun Mint sebesar 0:10%, 10%:0, 5%:5%, 7,5%:2,5%, dan 2,5%:7,5% Sediaan gargarisma diuji mutu fisiknya sebelum dan sesudah uji stabilitas dipercepat meliputi Uji Organoleptis, pH, Viskositas dan kejernihan serta diuji aktivitas antimikroba terhadap Streptococcus mutans. Hasil pengujian mutu fisik menunjukkan semua formula memenuhi persyaratan mutu fisik dan  Hasil Pengujian efektivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans menunjukan rata – rata zona hambatan sebagai berikut   Kontrol negatif 8,40 mm, formula 10%:0 sebesar 20,80 mm, formula 0:10% sebesar 18,80mm,  formula 5%:5% sebesar 25,00 mm, formula 7,5%:2,5% sebesar 23,4 mm, formula 2,5%:7,5% sebesar 20,8 mm dan  kontrol positif sebesar 27,4 mm. Dari hasil dapat disimpulkan bahwa formula dengan perbandingan infus daun sirih merah : daun mint sebesar 7,5%:2,5% memberikan efek yang optimal dibandingkan dengan konsentrasi yang lain (p < 0,05) tetapi masih lebih kecil dari kontrol positif (p <0,05)Kata Kunci :  Infus Daun Sirih Merah kombinasi daun Mint, Obat Kumur. Streptococcus mutans
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Jamblang (Egenia cumini Merr.) Terhadap Pertumbuhan Streptococcus pyogenes Asmawati Asmawati; Jumain Jumain
Media Farmasi XXX Vol 16, No 2 (2020): MEDIA FARMASI
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v16i2.1663

Abstract

The flavonoids content of the leaf of Jamblang or Java plum (Egenia cumini Merr.) have the potential to be developed as an anti-microbial agents, especially for Streptococcus pyogenes infections. This research aims to determine the antibacterial activity of Java plum leaf extract (Egenia cumini Merr.) against the growth of Streptococcus pyogenes bacteria. The java plum leaf obtained in the Tamalanrea area of Makassar City was extracted using 96% ethanol by maceration. The dry extract obtained was prepared with concentrations of 2%, 4% and 8% w/v respectively and then tested for anti-bacteria by the agar diffusion method using Nutrient Agar media with a tetracycline comparison. The results showed that the inhibition zone diameter in Java plum Leaf Extract (Egenia cumini Merr.) at a concentration of 2% w/v was 29.0 mm, 4% w/v was 35.0 mm, and 8% w/v was 42.0 mm as well as with Tetracyclines was 78, mm. Therefore, it was concluded that Java plum Leaf Extract (Egenia cumini Merr.) at a concentration of 8% w/v has the greatest antibacterial power (p <0.05), but the effect was smaller compared to Tetracycline (p <0.05).Keywords  Anti-Bacteria, Extract, Java Plum Leaf, Streptococcus pyogenesKandungan Flavonoid dalam Daun Jamblang (Egenia cumini Merr.) berpotensi dikembangkan sebagai anti mikroba terutama pada infeksi Streptococcus pyogenes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun jamblang (Egenia cumini Merr.) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes. Daun jamblang Diperoleh di daerah Tamalanrea Kota Makassar, dibuat Ekstrak Menggunakan Etanol 96% secara Maserasi. Ekstrak  kering yang diperoleh dibuat Konsentrasi masing – masing 2% b/v, 4% b/v dan 8% b/v lalu diuji anti bakterinya dengan metode Difusi Agar  menggunakan Media  Nutrient Agar dengan pembanding Tetrasiklin. Hasil penelitian menunjukkan diameter zona hambatan rata-rata pada Ekstrak Daun Jamlang (Egenia cumini Merr.) 2 % b/v sebesar 29,0 mm, pada konsentrasi 4 % b/v sebesar 35,0 mm, dan pada konsentrasi 8% b/v sebesar 42,0 mm serta Tetrasiklin sebesar 78, mm, sehigga dapat disimpulkan Ekstrak Daun Jamblang (Egenia cumini Merr.) pada konsentrasi 8 % b/v mempunyai daya antibakteri terbesar (p < 0,05), namun efek tersebut masih lebih kecil bila dibandingkan dengan Tetrasiklin ( p<0.05).Kata Kunci  Anti Bakteri, Ekstrak, Daun Jamblang, Streptococcus pyogenes
EFEK ANALGETIK EKSTRAK ETANOL DAUN ZIG-ZAG (Pedilanthus tithymaloides (L.) Poit.) TERHADAP MENCIT JANTAN (Mus musculus) Jumain Jumain; Asmawati Asmawati; Huslina Nunuk
Media Farmasi XXX Vol 13, No 2 (2017): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.245 KB) | DOI: 10.32382/mf.v13i2.785

Abstract

Telah Dilakukan Penelitian Tentang Uji Efek Analgetik Ekstrak Etanol Daun Zig-Zag (Pedilanthus tithymaloides (L.)  Poit.) terhadap Mencit Jantan (Mus musculus)” .Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya efek analgetik ekstrak daun zig-zag dengan konsentrasi 1% b/v,2% b/v dan 3% b/v pada mencit jantan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan 15 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (Na. CMC  1%), kelompok kontrol positif (Parasetamol) dan kelompok ekstrak daun Zig-zag.Metode ini menggunakan metode induksi kimia yaitu menggeliat (Writhing Test) digunakan asam asetat 0,5% v/v dengan cara disuntikkan secara intraperitonial yang diberikan 30 menit setelah pemberian bahan uji secara oral dengan melihat jumlah geliat yang ditunjukkan dengan bagian abdomen menyentuh dasar tempat berpijak dan kedua pasang kaki ditarik ke belakang. Pengamatan dilakukan selama 60 menit dengan selang waktu 10 menit. Berdasarkan analisis statistik dengan menggunakan analisis varians dan uji lanjutan rentang Newman-Keuls menunjukkan bahwa terdapat perbedaan efek yang nyata antara konsentrasi yang digunakan (α =0,05). Efek optimal diperoleh pada konsentrasi 3% b/v tetapi efeknya masih lebih rendah  dengan kontrol positif yaitu parasetamol 0,17%b/v. Kata Kunci : Analgetik, Daun Zig-Zag, Mencit.
EFEK AFRODISIAK EKSTRAK BUAH TERUNG UNGU (Solanum melongena L) TERHADAP HEWAN UJI MENCIT JANTAN (Mus musculus) Jumain Jumain; Asri Ramadhan; Asmawati Asmawati
Media Farmasi XXX Vol 15, No 1 (2019): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.065 KB) | DOI: 10.32382/mf.v15i1.935

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Uji Efek Afrodisiak Ekstrak Etanol Buah Terung Ungu (Solanum melongena L) Terhadap Hewan Uji Mencit Jantan (Mus musculus). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek afrodisiak ekstrak etanol Buah Terung Ungu (Solanum melongena L) terhadap hewan Uji Mencit jantan (Mus musculus). Hewan uji yang digunakan sebanyak 8 ekor mencit yang dibagi atas 4 kelompok perlakuan, tiap kelompok terdiri atas 1 mencit jantan dan 1 mencit betina. Kelompok 1 diberikan larutan Na-CMC 1% sebagai kontrol negatif, kelompok 2 diberikan larutan ekstrak etanol buah terung ungu 2% b/v, kelompok 3 diberikan ekstrak etanol buah terung ungu 4% b/v, dan kelompok 4 diberikan ekstrak etanol buah terung ungu 8% b/v. Pemberian dilakukan secara oral pada hewan uji mencit jantan, kemudian pengamatan dilakukan selama 5 hari berturut-turut,kemudian dilihat dan dihitung jumlah frekuensi pendekatan dan koitus. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah terung ungu memberikan efek dimana konsentrasi 8% memberikan efek terbesar dalam meningkatkan frekuensi pendekatan dan koitus/kawin.Hasil analisis statistika menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol buah terung ungu memberikan efek yang nyata pada frekuensi pendekatan sedangkan pada frekuensi kawin memberikan efek tetapi tidak begitu nyata.Kata kunci : Ekstrak, Buah Terung Ungu (Solanum melongena L), afrodisiak, mencit, pendekatan, kawin/koitus
Pengaruh Pemberian Sabun Cair Pembersih Kewanitaan Ekstrak Daun Iler (Coleus scutellariodes L.) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans Jumain Jumain; Asmawati Asmawati
Media Farmasi XXX Vol 17, No 2 (2021): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v17i2.2281

Abstract

Leucorrhoea is one of the many disorders of the reproductive organs in women caused by a fungus which is characterized by excessive discharge of fluid in the female organs, causing an unpleasant odor. The fungus Candida albicans is a normal flora found in the female genitalia that causes vaginal discharge. Iler leaves (Coleus scutellariodes L) contain active components, including: flavonoids, tannins, triterpenoids, steroids and volatile oils that have antimicrobial properties. The purpose of this study was to determine the effect of giving female cleansing liquid soap containing slobber leaf extract on the growth of the fungus Candida albicans and to determine the optimal concentration that can inhibit / kill the growth of the fungus Candida albicans. The type of research carried out was a laboratory experiment. , the material used as the active substance is slobber leaves then extracted by maceration using a liquid extract, namely 96% v/v alcohol, the liquid extract obtained was stiffened by evaporation to obtain a thick extract. The active substance of slobber leaf extract is used in the manufacture of liquid soap for feminine hygiene with varying levels of 1%, 2%, and 4%. The feminine cleansing soap that has been made is then tested for the quality of the preparations, including pH and organoleptic testing, while testing its antifungal power against the growth of the fungus Candida albicans using the disk diffusion method (Test Kirby and Bauer). Based on the results of the study, it was shown that female cleansing liquid soap containing the active substance of Iler leaf extract at a concentration of 4% could inhibit/kill the growth of the Candida albicans fungus optimally when compared to concentrations of 1% and 2%, but the effect was still lower than of  positive control ( p<0.05). Keputihan adalah  satu dari sekian banyak gangguan pada  organ reproduksi pada wanita diakibatkan  oleh jamur seperi Candida albicans. Daun Iler (Coleus scutellariodes L) mengandung komponen zat aktif antara lain flavonoid, tanninum, triterpenoide, steroida dan minyak-minyak menguap yang berkhasiat sebagai antimikroba. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian sabun cair pembersih kewanitaan yang mengandung Ekstrak Daun Iler terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans dan untuk mengetahui konsentrasi optimal yang dapat menghambat / membunuh pertumbuhan jamur Candida albicans. Adapun jenis penelitian yang dilakukan ini adalah eksperimen laboratorium, bahan yang digunakan sebagai bahan uji adalah Daun Iler yang diekstraksi secara  maserasi menggunakan alkohol 96% v/v, ekstrak cair  yang diperoleh dilakukan penguapan hingga diperoleh ekstrak kental. Zat aktif Ekstrak Daun Iler digunakan dalam pembuatan sabun cair pembersih kewanitaan dengan variasi kadar yaitu 1%, 2%, dan 4%. Sabun pembersih kewanitaan yang sudah dibuat kemudian dilakukan pengujian kualitas sediaan antara lain pengujian pH, dan organoleptis sedangkan pada pengujian daya antijamurnya terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans dengan memakai  metode disk diffusion (Test Kirby dan Bauer). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun cair pembersih kewanitaan yang mengandung zat aktif Ekstrak Daun Iler konsentrasi 4% dapat menghambat/membunuh pertumbuhan jamur Candida albicans secara optimal jika dibandingkan dengan konsentrasi 1 % dan 2% , tetapi efeknya masih lebih rendah dibanding dengan  sebagai kontrol positif (p<0,05).Kata kunci : Sediaan, Sabun Cair, Ekstrak, Daun Iler dan Candida albicans
Formulasi Pasta Gigi Berbahan Aktif Herbal Kombinasi Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) Dan Ekstrak Daun Mint (Mentha piperita) Sebagai Anti Mikroba Pada Gigi Dan Mulut Jumain Jumain; Syamsuddin Abubakar; Asmawati Asmawati
Media Farmasi XXX Vol 18, No 1 (2022): MEDIA FARMASI
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v18i1.2584

Abstract

Formulation Of Dental Pass With Active Herbal Leaf Extract Combination Of Red Betel Leaf (Piper crocatum Ruiz & Pav.) and Mint (Mentha piperita) Leaf Extract As Anti-Microbial On The Tooth And MouthBacteria are normal flora in the oral cavity, including Streptococcus mutans, when there is an increase in population, it causes the formation of dental caries. Various ways are done to prevent the formation of dental caries, namely the use of toothpaste to inhibit the bacteria that cause dental caries. This study aims to make a toothpaste with the active ingredients of red betel leaf extract in combination with mint leaf extract. The research sample was red betel leaf and mint leaf obtained in Lajoa Kab. Soppeng and Makassar city, the extract was obtained by means of sample extraction by Maceration using 70 %v/v ethanol. The extracts were tested for heavy metal contamination, moisture content, total ash content and acid insoluble ash content. Toothpaste is made with a variety of active ingredients formulas: F1 (Ex. SM 20 %), F2 (Ex. DM 20 %), F3 (Ex. SM 10% and Ex. DM 10 %), F4 (Ex. SM 15% ) and Ex. DM 5 %), F5 (Ex. SM 5 % and Ex. DM 15 %) and F6 (+). Physical Quality Testing: Organoleptic, Homogeneity, pH, and Viscosity. The results showed that the quality of the extract met the requirements of FH. Physical quality test Toothpaste, statistically analyzed showed no significant difference with variations in sample concentration and storage time (p>0.05) meaning all formulas met the physical quality requirements.Keywords: Red betel leaf, Mint leaf, Toothpaste, dental and oral disease.Bakteri merupakan flora normal di rongga mulut antara lain Streptococcus mutans, bila terjadi peningkatan populasi menyebabkan terbentuknya karies gigi. Berbagai cara dilakukan untuk mencegah terbentuknya karies gigi yaitu penggunaan pasta gigi untuk menghambat bakteri penyebab karies gigi.  Penelitian ini bertujuan untuk membuat pasta gigi dengan bahan aktif ekstrak daun Sirih merah kombinasi ekstrak daun Mint. Sampel penelitian adalah daun sirih merah dan daun mint diperoleh di Lajoa Kab. Soppeng dan kota Makassar, ekstrak diperoleh dengan cara ekstraksi sampel secara Maserasi menggunakan etanol 70 %v/v.  Ekstrak diuji cemaran logam berat, kadar air, kadar abu total dan kadar abu yang tidak larut asam. Pasta gigi di buat dengan variasi bahan aktif formula: F1 (Eks. SM 20 %), F2 ( Eks. DM 20 % ), F3 (Eks. SM 10 % dan Eks. DM 10 %), F4 (Eks. SM 15 % dan Eks. DM 5 %),F5 (Eks. SM 5 % dan Eks. DM 15 %) dan F6 (+). Pengujian Mutu fisik : Organoleptis, Homogenitas,  pH, dan Viskositas. Hasilnya menunjukkan bahwa kualitas ekstrak memenuhi syarat FH. Pengujian mutu fisik Pasta gigi,dianalisis statistik  menunjukkan tidak ada perbedaan  bermakna dengan Variasi konsentrasi sampel dan lama penyimpanan (p>0.05) berarti semua formula memenuhi syarat mutu fisik.Kata Kunci : Daun sirih merah, Daun mint, Pasta gigi, penyakit gigi dan mulut.