Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

KEAKURATAN DEBIT MAKSIMUM METODE NAKAYASU PADA SUNGAI TEMEF Seran, Yulita M. H.; Nasjono, Judi K.; Ramang, Ruslan
Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.916 KB)

Abstract

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu daerah yang mengalami kekurangan air permukaan pada musim kemarau, oleh sebab itu daerah ini membutuhkan bangunan air. Karena kekurangan data pengukuran debit sungai yang dibutuhkan dalam manajemen air maka penelitian ini bertujuan untuk mencari debit maksimum Sungai Temef dengan menggunakan Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu kemudian dibandingkan dengan debit terukur Sungai Temef yang diperoleh dengan menggunakan persamaan kurva lengkung debit. Hasil analisis dengan menggunakan persamaan kurva lengkung debit diperoleh debit maksimum terjadi pada tanggal 3 Januari 2013 sebesar 36,14 m3/dtk. Pada waktu yang sama analisis debit dengan hidrograf satuan sintetik Nakayasu diperoleh sebesar 89,35 m3/dtk. Kemudian analisis dengan menggunakan hidrograf satuan sintetik Nakayasu diperoleh debit maksimum terjadi pada tanggal 9 Maret 2009 sebesar 330,67 m3/dtk, pada waktu yang sama debit terukur diperoleh sebesar 13,80 m3/dtk. Sehingga diperoleh nilai eror untuk HSS Nakayasu sebesar -227,54.East Nusa Tenggara (NTT) is one of the areas that experienced surface water shortages during the dry season, therefore this area needs water construction. Because of the lack of river discharge measurement data needed in water management, this study aims to find the maximum flow of the Temef River using the Nakayasu Synthetic Hydrograph (HSS) and then compared with the measured flow of the Temef River obtained using the curve curve curve equation. The results of the analysis using the equation of the curve of the curve of discharge obtained maximum discharge occurred on January 3, 2013 amounting to 36,14 m3 / sec. At the same time the discharge analysis with the Nakayasu synthetic unit hydrograph was obtained at 89,35 m3 / sec. Then the analysis using the Nakayasu synthetic unit hydrograph obtained the maximum discharge occurred on March 9, 2009 amounting to 330,67 m3 / sec, at the same time the measured discharge was obtained at 13,80 m3 / sec. The error value for Nakayasu HSS was -227,54.
PERKIRAAN SEDIMENTASI MENGGUNAKAN METODE USLE DI BENDUNGAN ROTIKLOT Sari, Linda; Nasjono, Judi K.; Rizal, Andi H.
Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.398 KB)

Abstract

Bendungan Rotiklot merupakan bendungan terbesar ketiga di Nusa Tenggara Timur yang memiliki kapasitas tampungan 2,67 juta meter kubik air untuk memenuhi kebutuhan air baku dan pengembangan daerah irigasi. Bendungan Rotiklot terletak di daerah dengan tingkat curah hujan tahunan rerata yang tinggi berkisar antara 1.200 – 1.400 mm dan kemiringan lereng berkisar antara 26-40% di wilayah Kabupaten Belu. Hal ini menyebabkan besarnya kemungkinan terjadinya erosi dan sedimentasi di Bendungan Rotiklot, sehingga perlu dilakukan prediksi erosi dan sedimentasi di Daerah Aliran Sungai Bendungan Rotiklot. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai prediksi erosi dan sedimentasi pada Daerah Aliran sungai Bendungan Rotiklot menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE) dengan dua persamaan erosivitas, serta untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh dalam hasil prediksi erosi. Hasil penelitian diperoleh besarnya erosi pada DAS Rotiklot yang dihitung menggunakan metode USLE dengan persamaan erosivitas Bols adalah 13,03 ton/ha/tahun dan persamaan erosivitas Lenvain adalah 131,19 ton/ha/tahun. Hasil perhitungan volume sedimen dengan menggunakan metode USLE untuk persamaan Bols adalah 1.741,51 m3/tahun dan persamaan Lenvain adalah 17.535,64 m3/tahun. Perbedaan nilai erosi dan sedimen antara kedua persamaan disebabkan oleh perbedaan perhitungan nilai erosivitas hujan.Rotiklot dam is the third largest dam in East Nusa Tenggara that has 2,67 million cubic meter storage capacity of water to meet the standard water requirement and irigation territory development. Rotiklot dam located in the area who have high grade yearly average rain precipitation which the value is between 1.200 – 1400 mm and the slope is 26-40% in Belu District. This causes most likely to occur the erosion and sedimentation in Rotiklot dam, so it needs to do the erosion and sedimentation prediction in the Rotiklot dam watershed. The purpose of this research is to find the erosion and sedimentation prediction value in Rotiklot dam watershed using Universal Soil Loss Equation (USLE) method with two erosivity equation, also to find the most influence factor in erosion prediction result. From the result, we know that the erosion in Rotiklot watershed that calculated using USLE method with Bols’ erosivity equation is 13,03 ton/ha/year and Lenvain’s erosivity equation results 131,19 ton/ha/year. The sediment volume calculation result that used USLE method for Bols’s equation is 1.741,51 m3/year and Lenvain’s equation is 17.535,64 m3/year. The erosion and sediment value difference between two equations cause by the difference of rain erosivity value calculation.
KEAKURATAN DEBIT MAKSIMUM METODE NAKAYASU PADA SUNGAI TEMEF Seran, Yulita M. H.; Nasjono, Judi K.; Ramang, Ruslan
Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.916 KB)

Abstract

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu daerah yang mengalami kekurangan air permukaan pada musim kemarau, oleh sebab itu daerah ini membutuhkan bangunan air. Karena kekurangan data pengukuran debit sungai yang dibutuhkan dalam manajemen air maka penelitian ini bertujuan untuk mencari debit maksimum Sungai Temef dengan menggunakan Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu kemudian dibandingkan dengan debit terukur Sungai Temef yang diperoleh dengan menggunakan persamaan kurva lengkung debit. Hasil analisis dengan menggunakan persamaan kurva lengkung debit diperoleh debit maksimum terjadi pada tanggal 3 Januari 2013 sebesar 36,14 m3/dtk. Pada waktu yang sama analisis debit dengan hidrograf satuan sintetik Nakayasu diperoleh sebesar 89,35 m3/dtk. Kemudian analisis dengan menggunakan hidrograf satuan sintetik Nakayasu diperoleh debit maksimum terjadi pada tanggal 9 Maret 2009 sebesar 330,67 m3/dtk, pada waktu yang sama debit terukur diperoleh sebesar 13,80 m3/dtk. Sehingga diperoleh nilai eror untuk HSS Nakayasu sebesar -227,54.East Nusa Tenggara (NTT) is one of the areas that experienced surface water shortages during the dry season, therefore this area needs water construction. Because of the lack of river discharge measurement data needed in water management, this study aims to find the maximum flow of the Temef River using the Nakayasu Synthetic Hydrograph (HSS) and then compared with the measured flow of the Temef River obtained using the curve curve curve equation. The results of the analysis using the equation of the curve of the curve of discharge obtained maximum discharge occurred on January 3, 2013 amounting to 36,14 m3 / sec. At the same time the discharge analysis with the Nakayasu synthetic unit hydrograph was obtained at 89,35 m3 / sec. Then the analysis using the Nakayasu synthetic unit hydrograph obtained the maximum discharge occurred on March 9, 2009 amounting to 330,67 m3 / sec, at the same time the measured discharge was obtained at 13,80 m3 / sec. The error value for Nakayasu HSS was -227,54.
POLA PENYEBARAN SALINITAS PADA AKUIFER PANTAI PASIR PANJANG, KOTA KUPANG, NTT Judi K. Nasjono
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 10 No 2 (2010)
Publisher : Environmental Research Center (PPLH) of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

For water demand, people use dug well getting groundwater stored in aquifer at Pasir Panjang, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, NTT. It situated close to Kupang Bay. Thus the aquifer potentially being seawater intrusion when excessive groundwater pumping. Pattern of groundwater salinity distribution is important data for groundwater management. In this study we applied Electric Conductivity (EC) method to measure saline in dug wells. Location, deep of well and groundwater table data took also. Linier regression analysis show that low salinity found on dug well far from coastline and high saline found nearby coastline. The map with contour line show spatial distribution which different on western and eastern of map. Indicating that high intrusion happened on eastern
PENINGKATAN JARINGAN AIR TANAH DAN TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT PEMAKAI AIR TANAH DESA BATAKTE Nasjono, Judi K.; Krisnayanti, Denik S.; Frans, John; Simatupang, Partogi; Hunggurami, Elia; Kumalawati, Andi; Seuk, Maria Desideria
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan air bersih yang meliputi sumur bor, reservoir, jaringan pipa dan bak hidran umum telah tersedia di Desa Batakte. Dengan adanya sistim air pedesaan ini masyarakat sekitar diharapkan dapat terpenuhi kebutuhan air mereka. Namun kenyataan saat ini pembagian air untuk masyarakat masih belum terpenuhi karena beberapa anggota masyarakat masih tinggal relatif jauh dari hidran umum sehingga memerlukan usaha lebih dalam memenuhi kebutuhan air, Beberapa kerusakan pada sistim jaringan air bersih telah berhasil diidentifikasi mempengaruhi distribusi air pada msayarakat. Penelitian oleh mahasiswa memperlihatkan tingkat kepuasan masyarakat atas jaringan air yang tersedia. Perbaikan jaringan dan perluasan telah dikarjakan dan telah dinikmati masyarakat. Mayoritas masyarakat pemakai air bekerja sebagai petani, pekerjaan tidak tetap lainnya, mereka umumnya puas dengan adanya jaringan air tanah di lingkungannya dan berpartisipasi penuh dalam kegiatan menyangkut perbaikan dan perluasan jaringan air baku ini.
Analisis Kestabilan Lereng pada Inlet dan Outlet dengan Perkuatan Shotcrete dan Soil Nailing (Studi Kasus: Bangunan Pengambilan Bendungan Manikin) Lomi, Desinta Banni; Nasjono, Judi K.; Krisnayanti, Denik Sri
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 No. 1 Mei 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v5i1.22771

Abstract

Bendungan Manikin terletak di Desa Kuaklalo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan kondisi geologi yang kurang baik yang didominasi oleh tanah lempung bobonaro yang merupakan salah satu jenis tanah yang ekspansif. Tujuan penelitian ini adalah: Mengetahui nilai faktor keamanan pada lereng inlet dan outlet bangunan pengambilan tanpa perkuatan shotcrete dan soil nailing dan akibat adanya pembebanan dan setelah diberikan perkuatan shotcrete dan soil nailing. Analisis stabilitas lereng inlet dengan Geostudio menggunakan dua kondisi yaitu kondisi nonNWL (slope/w) tanpa perkuatan SF=1.141, dengan perkuatan SF=1.303, dan kondisi NWL (seep/w) tanpa perkuatan SF=1.528, dengan perkuatan SF=1.844. Dengan perhitungan manual stabilitas lereng inlet tanpa perkuatan SF= 1.260, akibat adanya gempa SF= 1.148 dan analisis stabilitas dengan perkuatan shotcrete dan soil nailing terhadap keruntuhan global SF=1,708. Hasil perhitungan stabilitas lereng outlet tanpa perkuatan slope/w SF=1.490, dengan perkuatan 1.597 lalu dengan perhitungan manual tanpa perkuatan menggunakan metode Bishop SF=1.791, akibat gempa SF= 1.600 dan analisis stabilitas dengan perkuatan shotcrete dan soil nailing terhadap keruntuhan global SF=1,665.
Pengembangan Awal Beton Kinerja Tinggi dengan Quarry Nobo Riberu, Dominikus Putra Sanjaya; Simatupang, Partogi H.; Nasjono, Judi K.
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 4 No 2 (2024): Volume 4 No.2 September 2024
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v4i2.17708

Abstract

Pada Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Flores Timur, Kecamatan Ile Boleng, di Desa Nobo terdapat quarry yang dikelola oleh warga setempat. Penelitian beton kinerja tinggi dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal di Kota Larantuka masih sangat kurang. Hal ini mendorong dilakukannya penelitian untuk menciptakan beton dengan kualitas yang tinggi dengan menggunakan material alami dari quarry di Desa Nobo. Metode yang digunakan adalah metode statistik deskriptif. yaitu dengan mengkaji hasil penelitan yang didapat di laboratorium yang disajikan dalam bentuk tabel ataupun grafik. Dilakukan pengujian slump dan kuat tekan terhadap 3 jenis komposisi preliminary. Hasil pengujian menunjukan nilai slump untuk 3 jenis campuran memenuhi target yaitu >14 cm, dan hasil kuat tekan beton untuk 3 jenis campuran dengan variasi umur pengujian 7, 14 , dan 28 hari. menunjukkan bahwa beton kinerja tinggi yang dibuat mengalami kenaikan kuat tekan seiring bertambahnya umur beton.