Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Toxicity test of Kedayan root infusion (Aristolochia sp.) using brine shrimp lethality test method Syuhada Syuhada; Benazir Evita Rukaya; Budi Setiawan
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 19, No 2: September 2022
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.166 KB) | DOI: 10.12928/mf.v19i2.21045

Abstract

Kedayan roots are still used by the Lundayeh Dayak people as traditional medicine. This plant is one of the Aristolochia sp. species whose production and distribution as traditional medicine or food supplements are prohibited by the Food and Drug Supervisory Agency of the Republic of Indonesia because it has side effects that are harmful to the body. The purpose of this study was to determine the toxicity of kedayan root infusion using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method based on the LC50 value. Toxicity test was carried out by varying the concentration of Kedayan root infusion, namely 100, 500, and 1000 ppm, as an intervention against Artemia salina Leach with a negative control in the form of 2.8% saline solution for 24 hours with 3 replications, then observing the presence or absence of movement of Artemia salina L. Larvae. Test results data in the form of % mortality obtained, then analyzed using the probit regression analysis method to determine the LC50 value. The results of this study indicate that the kedayan root infusion has very high toxicity, the LC50 value is 101.9278 ppm.
Gambaran Penggunaan Obat Antihipertensi di Apotek Rawat Jalan Rumah Sakit “X” Tarakan Tahun 2022 Benyamin; Syuhada Syuhada; Benazir Evita Rukaya
Journal Borneo Vol. 3 No. 1 (2023): Volume 3 Issue 1 tahun 2023
Publisher : Politeknik Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.672 KB) | DOI: 10.57174/j.born.v3i1.81

Abstract

Hypertension is a global health problem often encountered, and the appropriate use of antihypertensive drugs is very important for optimal blood pressure control. Therefore, it is necessary to research the description of the use of antihypertensive drugs in various health facilities. The purpose of this study was to describe the prescription of antihypertensive drugs in patients at "X" hospital in the outpatient department. The research data obtained were digital data from prescription services from January-December 2022. This study used retrospective data by accessing computer service data at the "X" hospital outpatient pharmacy to track the history of past hypertensive patients’ treatment. The sampling technique used is total sampling. The results showed that the most prescribed antihypertensive drugs were amlodipine, with 13,203 prescription items. Bisoprolol with 10,704 prescription items, and candesartan with 9,885 prescription items. The frequency of prescribing the antihypertensive drug class the most was calcium channel blockers, as much as 13,784 (23.41%), while for the drug class which was the least prescribed, namely alpha-2 agonists, there were 68 drugs (0.12%). Based on the study results, it can be concluded that the most widely prescribed antihypertensive drugs at the outpatient pharmacy at "X" hospital are amlodipine, bisoprolol, and candesartan.
Potensi Sitotoksik Akar Kedayan (Aristolochia foveolata Merr.) pada Sel Telur Tripneustes gratilla Terfertilisasi Syuhada Syuhada; Benazir Evita Rukaya
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 21 No 1 (2023): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v21i1.1130

Abstract

The cytotoxicity test is a screening test used to evaluate the reaction of live cells to implants in cell culture tests. This study aims to determine the cytotoxic activity of akar kedayan in fertilized Tripneustes gratilla eggs, which have an impact on inhibiting the development of fertile cells. This study used an experimental method by comparing the inhibition of Tripneustes gratilla egg cell division in the ethanol extract group of akar kedayan at concentrations of 10, 100, and 1000 ppm, with negative control, then observing embryo cell division at 1, 2, 4, and 12 hours. After fertilization, a comparative statistical analysis was conducted using the ANOVA test, followed by the Tukey HSD Post Hoc Test. The results showed that the negative control and 10 ppm concentration did not inhibit the division of the fertile Tripneustes gratilla eggs (P-value>0.05), while the ethanol extracts of 100 and 1000 ppm significantly inhibited the division of Tripneustes gratilla eggs (P-value< 0.05). This study concludes that the ethanol extract of akar kedayan has cytotoxic ability by inhibiting the development of Tripneustes gratilla fertile eggs with the optimum cytotoxic dose range at concentrations of 10-100 ppm.
Gambaran penggunaan obat dengan aktivitas psikotik pada pasien di praktik dokter “X” kota Tarakan periode Oktober-Desember 2021 Ilham Ilham; Syuhada Syuhada; Benazir Evita Rukaya
Journal Borneo Vol. 2 No. 2 (2022): Volume 2 Issue 2 tahun 2022
Publisher : Politeknik Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.155 KB) | DOI: 10.57174/jborn.v2i2.44

Abstract

Tingginya angka kejadian gangguan jiwa dikalangan masyarakat meningkatkan pula penggunaan obat-obat antipsikotik dalam penanganannya. Salah satu fasilitas kesehatan dasar di Tarakan yang melayani konsultasi masalah kejiwaan adalah praktik dokter “X”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penggunaan obat-obatan antipsikotik yang digunakan pada praktik dokter “X” di Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif retrospektif dengan mengkaji resep pasien yang mengandung obat-obat dengan aktivitas psikotik pada praktik dokter “X” di kota Tarakan periode Oktober-Desember 2021, penetapan sampel data penelitian menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan obat-obat antipsikotik yang digunakan adalah risperidone, chlorpromazine, clozapine, escitalopram, fluoxetine, olanzapine, sertraline, maprotilin, aripiprazole, haloperidol, quetapine fumarate, sedangkan obat-obat anxiolityc adalah lorazepam, diazepam, clobazam, alprazolam, chlordiazepoxide, clonazepam, nitrazepam. Kesimpulan penelitian ini adalah peresepan obat psikotik tertinggi diberikan pada pasien Middle-age adults (42,29%), jumlah obat yang diperoleh pasien sebesar 2,6 obat per pertemuan, persentase obat generik yang diresepkan sebanyak 27%, dan pesentase frekuensi pemberian tertinggi berdasarkan kelas terapinya yaitu risperidon (19,7%) dan lorazepam (11,64%).
PEMBUATAN DAN VALIDASI KUESIONER EVALUASI PENERAPAN PERMENKES NOMOR 73 TAHUN 2016 DI APOTEK SWASTA KOTA TARAKAN Benazir Evita Rukaya; Syuhada Syuhada; Tahuti Mustika
Jurnal Farmasindo Vol 5 No 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standar pelayanan kefarmasian merupakan tolak ukur yang digunakan sebagai pedoman bagi tenaga farmasi dalam penyelenggaraan pelayanan di Apotek. Dimana kualitas pelayanan dapat dievaluasi dan dinilai berdasarkan tingkat kepuasan dari pengguna jasa layanan. Untuk mengukur tingkat kepuasan tentunya membutuhkan instrumen yang valid dan reliabel agar hasil yang diberikan konsisten dan dapat dipercaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat kuesioner yang relevan dengan Permenkes nomor 73 Tahun 2016 dan tentunya telah diuji validitas dan realibilitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian analisis deskritif kualitatif, dengan menggunakan teknik purposive sampling dalam penentuan responden. Penilaian dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 8 responden yang merupakan apoteker. Adapun metode penyebaran kuesioner yang digunakan adalah metode tes ulang atau test-retest-method. Metode tersebut merupakan metode yang dilakukan lebih dari satu kali yaitu hari ke-1, 3 dan 6, menggunakan instrumen yang sama, kemudian hasil dari tes tersebut dikorelasikan menggunakan Software SKALO V.0.4. dan Software SPSS untuk menilai validitas dan realibilitas instrument yang digunakan. Hasil dari uji validitas dan reabilitas kuesioner ini dinyatakan valid dan reliabel dimana berdasarkan pendapat dari 8 responden yang ada juga menyatakan bahwa kuesioner ini relevan dengan Permenkes Nomor 73 Tahun 2016. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kuesioner ini dapat menjadi alternatif pilihan untuk dijadikan alat ukur evaluasi pelayanan kefarmasian di Apotek karena telah dinyatakan valid, reliabel dan relevan dengan Permenkes Nomor 73 Tahun 2016.
The Analysis between the Diagnose of Preeclampsia and Eclampsia to Treatment at Dr. H. Jusuf SK Hospital Indonesia Azizah, Shafira Aisyah; Wijayanti, Sari; Syuhada, Syuhada; Noviani, Doris
Tropical Health and Medical Research Vol. 5 No. 2 (2023): Tropical Health and Medical Research
Publisher : Baiman Bauntung Batuah Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35916/thmr.v5i1.86

Abstract

Preeclampsia and eclampsia are types of gestational hypertension that are considered causes of maternal and perinatal death. Preeclampsia in severe conditions will result in eclampsia accompanied by symptoms of seizures or decreased consciousness. In the condition of preeclampsia, antihypertensive therapy is needed. The use of antihypertensives in patients with Preeclampsia and Eclampsia, namely methyldopa and labetalol, is the first line, and hydralazine, nifedipine, prazosin, and clonidine are the second line. The design of this study is a descriptive cross-sectional study to see the relationship between diagnoses and types of treatment. This research was conducted at Dr.H.Jusuf SK Hospital, Tarakan City, North Kalimantan Province, with secondary data from medical records as research data. The research subjects were pregnant women diagnosed with preeclampsia and eclampsia without accompanying comorbid diseases, with a sample of 49 respondents using a total sampling system. The results of this study found that one patient was diagnosed with Mild Preeclampsia with a single therapy, 45 patients were diagnosed with Severe Preeclampsia with a single therapy, a combination of 2 drugs and a combination of 3 drugs, and three patients were diagnosed with eclampsia with single therapy and a combination of 4 drugs. The data from this study showed a relationship between diagnosis and the type of treatment therapy with a significant value of 0.004 (p<0.05). The findings of this study can be used as a guide for medical therapy by healthcare professionals.
Studi Toksisitas Infusa Rimpang Pacing (Costus speciosus) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Benazir Evita Rukaya; Syuhada Syuhada; Fajar Wahyu
Journal Borneo Vol 4 No 3 (2024): Volume 4 Issue 2 tahun 2024
Publisher : Politeknik Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57174/j.born.v4i3.155

Abstract

Costus speciosus atau Pacing, merupakan tanaman herbal yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di berbagai negara Asia. Tanaman ini dilaporkan memiliki aktivitas biologis seperti antidiabetes, antiinflamasi, dan antikanker. Namun, informasi mengenai toksisitasnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas infusa rimpang Costus speciosus menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Metode ini memanfaatkan larva Artemia salina Leach sebagai organisme model untuk menilai potensi toksisitas. Rimpang pacing diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan alkaloid yang memiliki potensi farmakologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusa rimpang pacing memiliki toksisitas yang sangat tinggi berdasarkan kategori toksisitas Clarkson dengan nilai LC50 sebesar 54,99 ppm. Temuan ini memberikan dasar untuk penelitian lebih lanjut terkait keamanan dan aplikasi farmakologis rimpang pacing sebagai bahan obat herbal.
Evaluası Tıngkat Kepuasan Pengobatan Atopıc Dermatıtıs berdasarkan Ulasan Konsumen darı WEBMD Nuriska Aza Syafitri; Syuhada Syuhada; Benazir Evita Rukya
Journal Borneo Vol 4 No 3 (2024): Volume 4 Issue 2 tahun 2024
Publisher : Politeknik Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57174/j.born.v4i3.167

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kepuasan pengguna terhadap pengobatan Atopic Dermatitis (AD) berdasarkan ulasan konsumen dari WebMD. Data diperoleh dari dataset publik pada website Zenodo.org, mencakup rating pengguna terhadap kemudahan penggunaan, efektivitas, harga, dan kepuasan obat AD. Analisis deskriptif dilakukan menggunakan aplikasi GraphPad® dan Microsoft Excel®. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas dan kemudahan penggunaan lebih berperan dalam kepuasan pengguna dibandingkan harga. Obat dengan kepuasan tertinggi, seperti Diflorasone dan Amcinonide, dinilai sangat efektif meskipun memiliki harga relatif tinggi. Sebaliknya, obat dengan kepuasan lebih rendah, seperti Hydrocortisone Probutate, menunjukkan bahwa harga mahal tidak selalu menjamin efektivitas. Oleh karena itu, pemilihan terapi sebaiknya lebih mempertimbangkan efektivitas dan kenyamanan penggunaan.
Uji Validitas Kuisioner Kualitas Hidup NSF 11 Untuk Pasien Neuropati Diabetik di Puskesmas Sebengkok Tarakan Indriawati Indriawati; Syuhada Syuhada; Benazir Evita Rukaya
Journal Borneo Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 Issue 1 tahun 2025
Publisher : Politeknik Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57174/j.born.v5i1.168

Abstract

Penilaian kualitas hidup pasien neuropati merupakan aspek penting dalam evaluasi klinis dan pengambilan keputusan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas dan reliabilitas kuesioner kualitas hidup Neuropathy Short Form-11 (NSF-11) bagi pasien neuropati di Puskesmas Sebengkok Tarakan. Penelitian ini melibatkan 30 pasien diabetes yang memenuhi kriteria inklusi dan menjalani terapi dengan obat antidiabetes oral. Validitas kuesioner diuji menggunakan analisis korelasi Pearson untuk menilai hubungan antara setiap item dengan total skor, sedangkan reliabilitas diuji menggunakan Cronbach’s Alpha. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa seluruh item dalam kuesioner memiliki korelasi signifikan (r = 0,536 hingga 0,699, p ≤ 0,002), yang mengindikasikan bahwa kuesioner ini dapat mengukur kualitas hidup dengan baik. Uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,820, yang menunjukkan bahwa instrumen ini memiliki konsistensi internal yang sangat baik. Dengan demikian, kuesioner ini terbukti valid dan reliabel dalam menilai kualitas hidup pasien neuropati diabetik.
Gambaran Peresepan Obat pada Pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Karang Rejo Tarakan Periode April-Juni Tahun 2024 Monika Limbong; Syuhada Syuhada; Benazir Evita Rukaya
Journal Borneo Vol 4 No 3 (2024): Volume 4 Issue 2 tahun 2024
Publisher : Politeknik Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57174/j.born.v4i3.169

Abstract

Diabetes mellitus memerlukan terapi farmakologis untuk mengontrol kadar glukosa darah dan mencegah komplikasi. Evaluasi pola peresepan obat di Puskesmas penting untuk menilai kesesuaian terapi dengan pedoman klinis. Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan pertama dan mudah diakses oleh masyarakat, terutama untuk penyakit umum dan kronis salah satunya yaitu penyakit Diabetes mellitus. Penelitian ini menganalisis pola peresepan obat pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Karang Rejo, Tarakan, meliputi jumlah item obat per resep, jenis obat yang paling sering diresepkan, dan distribusi peresepan berdasarkan golongan farmakologi. Penelitian ini merupakan studi deskriptif retrospektif dengan metode total sampling, menggunakan data rekam medis pasien diabetes mellitus. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien adalah perempuan (66%) dengan rata-rata usia 57,89 tahun dan berat badan 60,69 kg. Rata-rata jumlah item obat per resep adalah 3,29, dengan antidiabetes oral sebagai kelompok obat yang paling banyak diresepkan (36,28%), diikuti oleh antihipertensi (16,45%) dan vitamin neurotropik (13,28%). Selain itu, 15,07% resep mengandung ≥5 jenis obat, menunjukkan adanya polifarmasi yang perlu diawasi untuk mencegah interaksi obat dan efek samping. Pola peresepan obat di Puskesmas Karang Rejo berdasarkan kebutuhan terapi pasien diabetes mellitus. Namun, pemantauan rutin tetap diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanan terapi, terutama bagi pasien dengan polifarmasi.