Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : PROSIDING SEMINAR NASIONAL

HUBUNGAN POLA ASUH OTORITATIF DENGAN PERKEMBANGAN MENTAL EMOSIONAL PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK MELATI PUTIH BANYUMANIK Luthfia Nur Farida; Elsa Naviati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.449 KB)

Abstract

Masa prasekolah merupakan pondasi tumbuh kembang bagi masa depan anak. Perkembangan mental emosional anak tidak selamanya stabil. Prevalensi gangguan mental emosional pada anak cukup tinggi. Masalah mental emosional diketahui melalui deteksi dini, apabila tidak diselesaikan dengan baik akan memberikan dampak negatif terhadap perkembangan anak. Gaya pengasuhan orangtua mempengaruhi perkembangan mental emosional. Pola asuh otoritatif menerapkankeseimbangan antara pengawasan dan kebebasan perilaku anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pola asuh otoritatif dengan perkembangan mental emosional pada anak usia prasekolah di TK Melati Putih Banyumanik. Desain penelitian adalah deskriptif korelasi. Pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan total sampling dengan teknik purposive sampling yaitu 42 rsesponden, responden dalam penelitian ini menerapkan pola asuh otoritatif, dengan hasil perkembangan mental emosional baik sebesar 83,3%. Hasil uji statistika dengan Spearman rank didapatkan nilai p 0.003 sehingga terdapat hubungan antara pola asuh otoritatif dengan perkembangan mental anak usia prasekolah. Orangtua diharapkan dapat menerapkan polaasuh otoritatif karena dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan mental emosional anak.Kata Kunci: pola asuh otoritatif, perkembangan mental emosional, prasekolah
EFEKTIVITAS SENAM KEGEL PADA IBU TERHADAP TINGKAT NYERI SAAT MELAKUKAN HUBUNGAN SEKSUAL Dwi Susilawati; Elsa Naviati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menopause adalah saat ketika kesuburan sistem reproduksi berhenti. Menopause akan menyebabkan perubahan dalam hubungan seksual. Hubungan seksual adalah masuknya penis ke vagina yang memberikan rangsangan sehingga mencapai orgasme. Adanya menopause akanmenyebabkan perubahan struktur dan elastisitas dinding vagina. Kondisi ini juga menyebabkan vagina kering sehingga keluhan nyeri saat coitus dapat terjadi yang menyebabkan hubungan seksual tidak optimal. Senam kegel terbukti efektif untuk meningkatkan pasokan darah. Latihan inijuga dapat menambah libido, kepekaan dan meningkatkan kekuatan orgasme pada menopause. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektifitas senam kegel terhadap tingkat nyeri saat melakukan hubungan seksual di Kelurahan Bandarjo. Senam kegel adalah senam yang bertujuan untuk memperkuat otot-otot dasar panggul sehingga dapat memperkuat otot-otot vagina untuk memuaskan suaminya saat berhubungan seks. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimenmenggunakan rancangan “pre-test-post-test with control group”. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu menopause sejumlah 60 orang, 30 orang untuk kelompok intervensi dan 30 orang untuk kelompok kontrol. Pengambilan sampel dengan menggunakan total sampel. Analisis efektifitas senam kegel terhadap tingkat nyeri saat melakukan hubungan seksual dengan menggunakan chisquare. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyeri sebelum dan sesudah senam kegel dalam kelompok intervensi (p value 0,000) dan tidak ada perbedaan nyeri sebelum dan sesudah senam kegel dalam kelompok kontrol. Disarankan ibu menopause hendaknya lebih rajin melakukan senam kegel sehingga bermanfaat untuk dirinya dan pasangannya.Kata Kunci : Menopause, senam kegel, tingkat nyeri