Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Persepsi Pemustaka terhadap Sikap Pustakawan Layanan Sirkulasi di Perpustakaan Kota Yogyakarta Asnawi Asnawi
Jurnal Adabiya Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Adabiya
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.236 KB) | DOI: 10.22373/adabiya.v20i1.6778

Abstract

Public library of Yogyakarta is a public space open for people and become a place for Yogyakarta’s people to read, discuss and study. Library service must be organized maximumly to meet people’s satisfaction. The ability to produce a good service is a main requirement of librarian especially for circulation service staff. Circulation service is a main core of the library. This research is aimed to know the perception of user on li- brarian’s attitude in circulation service. This research used the quantitative descriptive method. The result of research in circulation service in city library using skill based is good enough. This can be seen from the respon of librarian in giving good informations, the service is also meet the expectation of the users, librarian’s atti- tude is showing care, kind and fun. But the respon on book demand and positive inputs from users still need to be improved
PERILAKU PENCARIAN INFORMASI MELALUI JURNAL ELEKTRONIK OLEH MAHASISWA PRODI ILMU PERPUSTAKAAN MENGGUNAKAN MODEL ELLIS Anggia Fitra Hutapea; Ruslan Ruslan; Asnawi Asnawi
Jurnal Adabiya Vol 23, No 1 (2021): JURNAL ADABIYA
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/adabiya.v23i1.8047

Abstract

Information seeking behavior is a micro-level search behavior, which is shown by a person when interacting with all types of information systems. This study examines information seeking behavior through electronic journals using the Ellis model which has 8 (eight) stages of information search, namely starting, chaining, browsing, differentiating, monitoring, extracting, verification, and ending. This study also examines the constraints faced by Library Science students in searching for information through electronic journals. This study uses quantitative methods using purposive sampling technique, with a total of 57 respondents. The results showed that there was a small proportion of Library Science students who did not start, namely collecting initial information through experts, lecturers, or friends. At the chaining stage, some students do not use bibliographies of books, journals, scientific papers and also do not specify keywords before searching. At the browsing stage, a small proportion of students did not limit their search so that the information displayed did not come out of the desired topic. While the obstacles they face in searching for electronic journals are networks that often have problems, difficulty in determining keywords, limited information displayed in electronic journals, limited foreign language skills, and also advertisements that appear in electronic journals.
Perpustakaan Desa Sebagai Sumber Layanan Informasi Utama Asnawi Asnawi
Media Pustakawan Vol 22, No 3 (2015): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.915 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v22i3.210

Abstract

Perpustakaan sebagaimana yang ada dan berkembang sekarang telah digunakan sebagai salah satu pusat informasi, sumber ilmu pengetahuan, penelitian, rekreasi, pelestarian khazanah budaya bangsa, serta memberikan berbagai jasa layanan lainnya. Salah satu jenis perpustakaan yang ada di Indonesia adalah perpustakaan desa. Perpustakaan Desa merupakan perpustakaan umum yang berada ditingkat pemerintahan paling rendah dalam struktur perpustakaan umum. Landasan keberadaan Perpustakaan Desa adalah Instruksi Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 50 Tahun 2000. Perpustakaan Umum Desa berfungsi sebagai kepanjangan tangan dari perpustakaan umum kabupaten/kota.Pemerintah desa adalah bagian dari sistem pemerintahan negara, yang strukturnya terdiri atas desa,AbstrakPerpustakaan sebagaimana yang ada dan berkembang sekarang, telah digunakan sebagai salah satu pusat informasi, sumber ilmu pengetahuan, penelitian, rekreasi, pelestarian khazanah budaya bangsa, serta memberikan berbagai jasa layanan lainnya. Pelayanan sumber informasi di perpustakaan desa merupakan ujung tombak kesuksesan kegiatan perpustakaan. Perpustakaan desa yang sudah dibentuk merupakan subsistem dalam sistem nasional perpustakaan. Tujuan utama pembentukan Perpustakaan Desa adalah sebagai satu sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan membaca guna mencerdaskan kehidupan masyarakat desa. Nilai-nilai dasar yang ada dalam perpustakaan desa bisa dijadikan sebagai sumber informasi utama bagi perpustakaan desa dalam melayani masyarakat, baik yang mau belajar, meneliti, berkarya, memperluas wawasan, mencari pengetahuan baru serta informasi-informasi lainya yang dibutuhkan. Keberhasilan suatu perpustakaan desa dapat diukur berdasarkan pada tinggi rendahnya kemampuan perpustakaan tersebut dalam melaksanakan fungsinya sebagai pusat kegiatan belajar mandiri serta pusat pelayanan informasi dan rekreasi masyarakat. Adapun kendala-kendala yang dihadapi perpustakaan desa adalah keberadaan perpustakaan yang belum dikenal luas, kondisi perpustakaan yang serba terbatas, pengelolaan perpustakaan yang belum optimal, akses informasi yang relatif sulit, cara memanfaatkan dan kegunaannya yang belum efektif dan pembinaan perpustakaan desa yang belum diselenggarakan dengan baik.
Perpustakaan Desa sebagai Pusat Informasi: Jembatan penghubung ilmu pengetahuan masyarakat pedesaan Asnawi Asnawi
Media Pustakawan Vol 22, No 3 (2015): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.915 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v22i3.211

Abstract

AbstrakPerpustakaan sebagaimana yang ada dan berkembang sekarang, telah digunakan sebagai salah satu pusat informasi, sumber ilmu pengetahuan, penelitian, rekreasi, pelestarian khazanah budaya bangsa, serta memberikan berbagai jasa layanan lainnya. Pelayanan sumber informasi di perpustakaan desa merupakan ujung tombak kesuksesan kegiatan perpustakaan. Perpustakaan desa yang sudah dibentuk merupakan subsistem dalam sistem nasional perpustakaan. Tujuan utama pembentukan Perpustakaan Desa adalah sebagai satu sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan membaca guna mencerdaskan kehidupan masyarakat desa. Nilai-nilai dasar yang ada dalam perpustakaan desa bisa dijadikan sebagai sumber informasi utama bagi perpustakaan desa dalam melayani masyarakat, baik yang mau belajar, meneliti, berkarya, memperluas wawasan, mencari pengetahuan baru serta informasi-informasi lainya yang dibutuhkan. Keberhasilan suatu perpustakaan desa dapat diukur berdasarkan pada tinggi rendahnya kemampuan perpustakaan tersebut dalam melaksanakan fungsinya sebagai pusat kegiatan belajar mandiri serta pusat pelayanan informasi dan rekreasi masyarakat. Adapun kendala-kendala yang dihadapi perpustakaan desa adalah keberadaan perpustakaan yang belum dikenal luas, kondisi perpustakaan yang serba terbatas, pengelolaan perpustakaan yang belum optimal, akses informasi yang relatif sulit, cara memanfaatkan dan kegunaannya yang belum efektif dan pembinaan perpustakaan desa yang belum diselenggarakan dengan baik.
Pencegahan Bibliocrime sebagai Upaya Preventif Pelestarian Koleksi (Evaluasi pada Perpustakaan Universitas Ubudiyah Indonesia) Nurrahmi Nurrahmi; Rizky Aries Munandar; Asnawi Asnawi
Jurnal Adabiya Vol 25, No 1 (2023): JURNAL ADABIYA
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/adabiya.v25i1.16789

Abstract

Berangkat dari masalah masih adanya perilaku bibliocrime walaupun pihak pengelola perpustakaan Universitas Ubudiyah Indonesia Aceh telah melakukan usaha pencegahan terhadap bibliocrime, maka perlu dievaluasi kembali setiap usaha pencegahan bibliocrime tersebut guna melihat sejauh mana keberhasilan upaya pencegahan yang telah diterapkan dan dapat ditingkatkan lagi untuk kedepannya agar lebih efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya pencegahan bibliocrime yang dilakukan di Perpustakaan Universitas Ubudiyah Indonesia Aceh dan dampak dari penerapan upaya pencegahan bibliocrime terhadap pelestarian koleksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yaitu pihak pengelola perpustakaan Universitas Ubudiyah Indonesia Aceh yang berjumlah satu orang, sedangkan objek penelitian ini yaitu upaya preventif yang dilakukan oleh pihak pengelola Perpustakaan Universitas Ubudiyah Indonesia Aceh dalam mencegah bibliocrime. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Model evaluasi yang digunakan yaitu model discrepancy dimana penilaian suatu program berdasarkan kesenjangan antara standar yang diharapkan dengan fakta di lapangan. Analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pencegahan bibliocrime yang dilakukan oleh pengelola Perpustakaan Ubudiyah Indonesia Aceh yaitu arsitektur gedung dan desain ruangan, loker, petugas keamanan, security gate, barcode, pemeriksaan ketat buku yang baru dikembalikan, denda dan sanksi, dan program orientasi perpustakaan. Walaupun demikian, upaya pencegahan yang sudah sesuai dengan standar adalah pemeriksaan ketat pada buku yang baru dikembalikan. Dampak dari upaya pencegahan bibliocrime di perpustakaan Universitas Ubudiyah Indonesia Aceh terhadap pelestarian koleksi yaitu dengan adanya upaya pencegahan yang telah dilakukan tingkat bibliocrime menjadi lebih rendah sehingga menyebabkan terjaminnya kelestarian koleksi yang ada di perpustakaan.
PEMANFAATAN CLOUD COMPUTING UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN SKALABILITAS SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN DIGITAL Febri Nahla; Zulaikha, Sri Rohyanti; Adan, Asnawi
Indonesian Journal of Library and Information Science Vol. 6 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Library and Information Science
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ijlis.v6i1.4955

Abstract

This research illustrates the importance of implementing cloud computing in improving the operational efficiency and scalability of digital library information systems. Utilizing library research methods to review related literature, the research findings highlight that cloud computing enables libraries to respond faster to service needs, manage technology resources with flexibility, and improve user satisfaction through easier access and time savings. With a focus on resource management, automation, remote access, cost savings, data security, and analytics, this research shows that cloud computing not only provides an efficient solution, but is also an important strategic step in facing future challenges for digital libraries
ANALYSIS OF USER SATISFACTION LEVEL OF INTEGRATED LIBRARY SYSTEM (INLISLITE) SOFTWARE WITH END USER COMPUTING SATISFACTION (EUCS) METHOD Asnawi, Asnawi; Maulidin, Ikhsan Khairul; Che Ibrahim, Hassan Bin; Mukhtaruddin, Mukhtaruddin
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v10i1.23396

Abstract

This study aims to analyze the level of user satisfaction of the Integrated Library System (INLIS) Software in the Pidie Regency Library and Archives using the End User Computing Satisfaction (EUCS) method. The measurement of this satisfaction is based on five main dimensions, namely content, accuracy, format, ease of use, and timeliness. The methodology used is qualitative research with data collection methods, namely interviews and documentation. The number of informants in this study was 5 people consisting of 4 librarians and 1 head of the library service division. The results of the study indicate that the application content variables are in accordance with the needs of librarians, while the accuracy of the information provided by the application is reliable and trustworthy. In terms of format, INLISLite is considered very flexible and easy to use, with a user-friendly interface and intuitive menu placement, so that users do not feel tired. The ease of use of the application is considered high, covering the entire menu from acquisition to reporting. The application response time is also considered very fast, allowing librarians to access information efficiently. In addition, INLISLite's data security feature that limits user access to certain menus is considered reliable. Overall, the INLISLite application is considered to have met the needs of users, both librarians and users, and facilitates the work of librarians in carrying out daily tasks. Based on these findings, librarians at the Pidie Regency Library and Archives Service generally feel very satisfied with the use of the INLISLite application.
Pengembangan Perpustakaan Desa Berbasis Inklusi Sosial Bulkisma Putri; Nazaruddin; Asnawi
Indonesian Journal of Library and Information Science Vol. 3 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Library and Information Science
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ijlis.v3i2.2513

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengembangan layanan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Tengah serta apa saja kendala dalam pengembangan layanan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan layanan perpustakaan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Tengah dan mengetahui kendala dalam pengembangan layanan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh yaitu pengembangan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Tengah dilakukan dengan beberapa kegiatan yaitu, pemberian fasilitas kepada perpustakaan desa, sosialisasi, bimtek pengelola perpustakaan, bimtek revitalisasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, advokasi, peerlearning Meeting (PLM), stake holder meeting, dan pelibatan masyarakat. Adapun kendalanya yaitu keterbatasan anggaran, rendahnya SDM, dan kurangnya dukungan pemerintah desa
Penerapan Personal Information Management (PIM) Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Ulfa Rizkina; Ruslan; Asnawi, Asnawi
Indonesian Journal of Library and Information Science Vol. 4 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Library and Information Science
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ijlis.v4i1.3090

Abstract

Personal Information Management (PIM) is a method or practice that can assist in managing personal information stored in storage media, making it easier to find the information owned. One of them is the final year students of the Library Science Study Program who are expected to be able to manage personal information effectively, both past and current information. This phenomenon makes its own interest to find out the description of Personal Information Management developed by UIN Ar-Raniry students during the thesis work period. The method used in this research is descriptive quantitative method. The subject of this research is the 2018 class of Library Science Study Program students consisting of 57 respondents. The data collection technique used is using questionnaire distribution and the data analysis method used is using the mean formula. The results of the research on the finding indicator show that 64.9% of students explore thesis material from various sources, then 47.4% of students connect keywords related to the search for thesis material, and 43.9% of students conduct direct searches for thesis material using specific keywords and reading material flashes. Furthermore, keeping and organizing information shows 54.4% of students agree to select the usefulness of the information before it is actually stored and 56.1% of students store thesis material in folders that are easy to remember. For Meta-level, information maintenance 64.9% of students will back-up and update information and 61.4% of students agree to always manage information in and out of storage media in order to save storage space.
Perilaku Pencarian Informasi dan Strategi Promosi Informasi Kesehatan Stunting oleh Tenaga Kesehatan Fadhillah, Sauma; Ruslan; Asnawi
Indonesian Journal of Library and Information Science Vol. 4 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Library and Information Science
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ijlis.v4i2.4029

Abstract

Penelitian ini berjudul “Perilaku Pencarian Informasi dan Strategi Promosi Informasi Kesehatan Stunting Oleh Tenaga Kesehatan”. Tujuan penelitian ini adalah untuk Perilaku pencarian informasi dan promosi informasi kesehatan stunting yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara dan dokumentasi. Analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pencarian informasi kesehatan stunting yang paling utama dilakukan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Ulee Kareng ialah tahapan eksploration dan collection. Sedangkan strategi promosi informasi kesehatan stunting yang paling dominan dilakukan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Ulee Kareng berupa dukungan sosial. Adapun kendala yang dihadapi dalam perilaku pencarian informasi dan strategi promosi informasi kesehatan stunting di Puskesmas Ulee Kareng ialah banyaknya informasi dari sumber atau artikel yang tertutup akses, kurangnya tenaga kesehatan dan kurangnya feedback dari stakeholder terhadap kerjasama terkait promosi kesehatan stunting.