Endarto Yudo Wardhono
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SINTESIS NANOPRTIKEL KITOSAN MELALUI TEKNIK EMULSIFIKASI SIMULTAN DAN SELF-ASSEMBLY NANOPARTICLES SEBAGAI MATERIAL KEMASAN AKTIF Sri Agustina; Endarto Yudo Wardhono; Namiroh Namiroh; Ahmad Aldrian Alfiansyah
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 8 NOMOR 2 DESEMBER 2019
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v8i2.6822

Abstract

Salah satu masalah ketahanan pangan di Indonesia adalah daya tahan produk pangan buah dan sayuran pertanian yang terbatas akibat proses distribusi dibatasi oleh jarak dan waktu. Teknologi smart packaging atau kemasan pintar dapat digunakan untuk meningkatkan daya tahan produk pangan buah dan sayuran pertanian. Teknologi ini akan mempertahankan integritas struktur bahan, menahan komponen bawaan yang mudah menguap, dan pembawa komponen tambahan (agen antimikroba dan antioksidan). Namun hingga saat ini, pengembangan penggunaan kemasan pintar sebagai bahan pengemas komersial masih sangat terbatas penggunaanya. Salah satu masalah yang menghambat adalah sulitnya mengintegrasikan kandungan senyawa aktif ke dalam senyawa polimer nanopartikel, sehingga kandungan senyawa aktif yang dapat terbawa oleh nanopartikel masih rendah secara kuantitas. Selain itu, kemungkinan terjadinya migrasi kandungan aktif dari material polimer ke produk pangan dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya toksisitas yang dapat membahayakan fungsi organ tubuh manusia. Mengacu pada beberapa hal tersebut di atas, maka perlu diciptakan inovasi baru dalam proses preparasi material kemasan pintar yang lebih efektif dalam membawa senyawa komponen aktif dan efisien dalam alur proses pembuatannya. Melalui usulan penelitian ini, preparasi material kemasan aktif dilakukan dengan menerapkan teknologi nanopartikel berbahan dasar kitosan melalui teknik double emulsi dan self-assembly nanopaticles. Melalui modifikasi dua proses emulsifikasi yang berlangsung secara simultan, kandungan bioaktif yang terbawa oleh nanopartikel dapat ditingkatkan sehingga memiliki daya guna yang lebih baik.
EKSTRAKSI KITOSAN BERBASIS CANGKANG KEONG MAS (Pomacea canaliculata) MENGGUNAKAN GELOMBANG ULTRASONIKASI Nufus Kanani; Endarto Yudo Wardhono; Muhammad Triyogo Adiwibowo; Mekro Permana Pinem; Wardalia Wardalia; Harly Demustila; Muhamad Farhan; Ropi Anwari
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v12i2.22217

Abstract

Kitosan adalah polisakarida yang berasal dari kitin, suatu zat yang ditemukan dalam cangkang hewan golonagn krustasea. Kitosan memiliki sifat-sifat tertentu yang membuatnya bermanfaat dalam berbagai bidang industri, seperti farmasi, kesehatan, dan pangan. Kitosan merupakan hasil deasetilasi dari kitin. Sumber kitin bisa diperoleh dari jenis hewan arthropoda salah satunya yaitu pada keong mas (Pomacea canaliculata). Keong mas adalah organisme invasif yang dapat merusak tanaman padi dan tanaman air lainnya dan dapat menjadi ancaman serius bagi pertanian. Proses ekstraksi untuk mendapatkan kitosan dari cangkang keong mas melalui tiga tahapan proses yaitu deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi menggunakan gelombang ultrasonikasi yang membutuhkan beberapa variasi agar mendapatkan hasil optimal. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menginvestigasi pengaruh jenis pelarut pada proses demineralisasi (HCl 1M, FeCl3 1%, dan HCl : FeCl3 2:1), konsentrasi NaOH pada proses deasetilasi (20, 30, dan 40%), serta lama waktu ekstraksi terhadap derajat deasetilasi (DD) dari kitosan. Perhitungan DD dilakukan menggunakan metode titrasi. Nilai derajat deasetilasi optimal diperoleh pada penggunaan variasi demineralisasi menggunakan pelarut HCl 1M : FeCl3 1% 2:1, dengan konsentrasi NaOH proses deasetilasi yaitu 40% dan lama waktu deasetilasi selama 60 menit menghasilkan nilai derajat deasetilasi sebesar 88,35%.