Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STATUS KERENTANAN AEDES AEGYPTI (LINN.) TERHADAP INSEKTISIDA DAN KAITANNYA DENGAN KEJADIAN KASUS DEMAM BERDARAH DI KOTA BANDA ACEH Isfanda Isfanda; Ade Kiki Riezky
Sel Jurnal Penelitian Kesehatan Vol 6 No 1 (2019): SEL Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.537 KB) | DOI: 10.22435/sel.v6i1.1727

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi virus akut menular. Penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang mengandung virus dengue dalam kelenjar saliva untuk di transmisikan ke tubuh hospes melalui gigitan. Pengendalian vektor secara kimiawi dengan menggunakan insektisida merupakan cara yang paling efektif dalam memutuskan rantai penularan penyakit DBD. Penggunaan insektisida yang sama secara terus menerus akan menyebabkan resistensi terhadap serangga sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data status kerentanan nyamuk Ae. aegypti terhadap insektisida malation dan deltametrin. Sampel telur nyamuk dari empat kecamatan yang dipilih lokasinya sesuai dengan banyaknya kasus selama lima tahun terakhir. Telur Ae. aegypti yang dikumpulkan dari masing-masing lokasi ditetaskan secara terpisah. Insektisida yang digunakan untuk pengujian menggunakan kertas berinsektisida (impregnated paper) malation 0,8% dan deltametrin 0,05% dengan menggunakan WHO test kit. Hasil analisis menunjukkan lima dari delapan lokasi yang di uji telah resisten terhadap malation 0,8%, dan tujuh dari delapan gampong telah resisten terhadap deltametrin 0,05%. Adapun dua gampong yang masih rentan terhadap malation yaitu Gampong Ateuk Pahlawan, dan Jeulingke. Gampong yang masih toleran terhadap malation yaitu Punge Blang Cut. Sedangkan gampong yang masih toleran terhadap deltametrin yaitu Ateuk Pahlawan. Gampong Sukaramai merupakan daerah yang paling resisten terhadap malation yang merupakan daerah yang paling tinggi angka kasus DBD di Kota Banda Aceh periode tahun 2013-2017. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious acute viral infection that is often found in tropical and subtropical regions, including Indonesia. DHF is transmitted through the bite of Aedes aegypti mosquitoes that contain the dengue virus in the salivary glands to be transmitted to the host’s body through bites. Chemical vector control using insecticides is the most effective way to break the chain of transmission of DHF. The use of the same insecticide continuously will cause resistance to the target insect. This study aims to obtain data on the susceptibility status of Ae. aegypti mosquitoes to malation dan deltametrin insecticides. Samples of mosquito eggs from the four sub-districts that were chosen were located in accordance with the number of cases in the last five years. Insecticides used for testing were inpregnated paper malathion 0.8% and deltamtrin 0.05% using WHO test kit. The analysis showed that five of eight gampongs tested were resistant to malathion 0.8%, and seven out of eight gampongs were resistant to deltametrin 0.05%. The two Gampongs susceptible to malathion were the Ateuk Pahlawan Gampong, and Jeulingke Gampong. Gampong which was still tolerant of malathion is Punge Blang Cut. Gampong is Ateuk Pahlawan was still tolerant of deltametrin Gampong Sukaramai is the most resistant area to malation which is the area with the highest number of dengue cases in Banda Aceh for the last five years.
PERSEPSI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER TERHADAP LINGKUNGAN PEMBELAJARAN Ade Kiki Riezky; Syarifah Nora Andriaty; Muath Bin Aslim
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i2.5543

Abstract

Abstrak: Lingkungan pembelajaran berperan penting dalam memaksimalkan sistem pembelajaran yang ada, sehingga penting bagi institusi memiliki pendekatan yang valid dan andal dalam mengukur komponen yang membentuk lingkungan pembelajaran kedokteran. Persepsi mahasiswa terhadap lingkungan pembelajaran terbukti mempengaruhi prestasi, kepuasan dan kesuksesan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menilai gambaranpersepsi mahasiswa program studi pendidikan dokter terhadap lingkungan pembelajaran di Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama Aceh Besar. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif,dilakukan pada Maret 2021 terhadap mahasiswa angkatan 2019 dan 2020. Data persepsi terhadap lingkungan pembelajaran didapat dari kuesioner Dundee Ready Educational Environment Measure (DREEM). Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat. Hasil nilai total DREEM menunjukkan lingkungan yang lebih positif, nilai total rerata DREEM persepsi mahasiswa tentang proses pembelajaran yang baik sebanyak 130 mahasiswa (80.7%), staff pengajar menyelesaikan tugasnya dengan baik sebanyak 131 mahasiswa (81.4%),prestasi akademik yang baik sebanyak 90 mahasiswa (55.9%), suasana pembelajaran yang kondusif sebanyak 122 mahasiswa (75.8%), dan lingkungan sosial yang mendukung proses pembelajaran sebanyak 148 mahasiswa (91.9%). kesimpulannya mahasiswa Fakultas Kedokteran Abulyatama memiliki persepsi positif terhadap lingkungan pembelajaran. Peningkatan kualitas secara berkala dan inovasi merupakan hal yang esensial dalam pendidikan kedokteran. 
Peningkatan Kesadaran Pencegahan dan Pengobatan Tuberkulosis Paru Melalui Edukasi Kesehatan Bastian, Farid; Atika, Ratih Ayu; Nora, Syarifah; Lidiawati, Meri; Fadhil, Iziddin; Safirza, Satria; Elmiyati; Ade Kiki Riezky
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 3 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i3.582

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi yang ditularkan melalui udara dan disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini masih menjadi persoalan kesehatan yang signifikan di Indonesia. Data dari WHO tahun 2023 menunjukkan bahwa Indonesia berada pada posisi ketiga dalam jumlah kasus TB terbanyak di dunia. Penyakit TB paru merupakan penyakit yang dapat dengan mudah menular melalui droplet yang dilepaskan saat penderita batuk atau bersin. Pemahaman masyarakat mengenai tanda-tanda klinis, mekanisme penularan, dan pentingnya kepatuhan terhadap pengobatan masih rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai TB paru. Edukasi dilakukan secara langsung melalui penyuluhan kepada pasien dan pengunjung di ruang tunggu poli rawat jalan, dengan pendekatan visual dan partisipatif. Hasil dari kegiatan ini mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami secara utuh tentang TB paru dan masih adanya stigma negatif terhadap penderita, yang menjadi hambatan dalam penanganan penyakit. Melalui sosialisasi ini, masyarakat didorong untuk menerapkan gaya hidup sehat, mengenali gejala lebih awal, dan memberikan dukungan kepada penderita TB agar dapat menyelesaikan pengobatan secara konsisten dengan mengonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Tingkat keberhasilan terapi sangat ditentukan oleh tingkat kepatuhan pasien, yang dapat ditingkatkan melalui pendekatan kolaboratif dan dukungan dari lingkungan sosial. Kegiatan ini menekankan pentingnya peran aktif tenaga kesehatan dan edukasi yang berkelanjutan dalam menurunkan angka kejadian dan penularan TB paru di masyarakat.