Ngesti W. Utami
Unknown Affiliation

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG POSYANDU DENGAN KEAKTIFAN IBU MENGIKUTI POSYANDU Marlina Sumida Liem; Ngesti W. Utami; Susmini Susmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.409 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1561

Abstract

Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan untuk masyarakat dengan dukungan teknis dari petugas kesehatan. Pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan berbasis masyarakat secara optimal seperti Posyandu merupakan salah satu pendekatan dan pelayanan kesehatan dasar ditingkat masyarakat yang berguna untuk mengatasi masalah salah satunya kesehatan ibu, bayi dan balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang posyandu dengan keaktifan ibu mengikuti posyandu, di posyandu Melati kelurahan Tlogomas. Desain penelitian yang digunakan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi di kelurahan Tlogomas Malang sejumlah 80 orang dengan teknik purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 30. Analisis data menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu tentang Posyandu sebagian besar dikategorikan baik sebanyak 19 orang (63,33%), keaktifan ibu mengikuti Posyandu sebagian besar aktif sebanyak 22 orang (73,33%). Hasil analisis diperoleh nilai sgnifikan 0,007≤ 0,05) artinya terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang posyandu dengan keaktifan ibu mengikuti posyandu di Posyandu Melati Kelurahan Tlogomas Malang. Ibu dapat menambah pengetahuan dengan aktif berkomunikasi atau bertukar pikiran dengan ibu yang memiliki pengalaman, dengan demikian dapat memperoleh banyak informasi tentang posyandu, manfaat kesehatan yang didapatkan jika aktif mengikuti Posyandu. ABSTRACT Posyandu is one form of health efforts for the community with technical support from health workers. Optimal use of community-based health care facilities such as Posyandu is one approach and basic health services at the community level that are useful for addressing problems such as maternal, infant and toddler health. The purpose of this study was to determine the relationship of knowledge of mothers about posyandu with the activity of mothers participating in posyandu, at the Melati posyandu in Tlogomas village. The research design used was cross sectional. The population in this study were mothers who had babies in the village of Tlogomas Malang with a total of 80 people with a purposive sampling technique obtained as many as 30 samples. Analysis of the data using the Spearman rank test. The results showed that the knowledge of mothers about Posyandu was mostly categorized as good as 19 people (63.33%), the activity of mothers participating in Posyandu was mostly active as many as 22 people (73.33%). The results of the analysis obtained significant values of 0.007 ≤ 0.05) meaning that there was a relationship between the level of knowledge of mothers about the posyandu and the activity of mothers participating in the posyandu at the Melati Posyandu in Tlogomas Malang. Mothers can increase their knowledge by actively communicating or exchanging ideas with mothers who have experience, thus obtaining a lot of information about Posyandu, the health benefits that can be obtained if actively participating in Posyandu. Keywords : Level of ratification; activity; mother; posyandu.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERSALINAN SC PADA IBU DI RSIA MELATI HUSADA MALANG Maria Kristiani; Ngesti W. Utami; Susmini Susmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.04 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.663

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pengambilan keputusan persalinan sectio caesaria pada ibu di RSIA Melati Husada. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif populasinya adalah ibu yang melahirkan di RSIA Melati Husada sesuai dengan kriteria inklusi. Besar sampel sebanyak 50 ibu dengan tehnik pengambilan sampel acidental sampling. Analisa data menggunakan analisa deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwabahwa mayoritas responden adalah ibu dengan rentang usia 20 – 40 tahun, tingkat pendidikan tinggi, ibu bekerja, gravida 2. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pengambilan keputusan persalinan SC adalah faktor janin 16%, faktor ibu 74%, faktor keduanya 10% ( faktor ibu dan janin) dan faktor lain-lain 0%. Disarankan untuk ibu hamil melakukan ANC (ante natal care) yang rutin, minimal 4 kali selama kehamilan, untuk mencegah terjadinya komplikasi dari persalinan Sectio Caesaria.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PAUD KECAMATAN MAGELANG SELATAN Cendy Dwiayu Ashari; Ngesti W. Utami; Susmini Susmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.68 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i2.533

Abstract

Pola asuh orang tua adalah pola perilaku yang diterapkan pada anak dan bersifat relatif konsisten dari waktu ke waktu. Pola perilaku ini dapat dirasakan oleh anak dan bisa memberi efek negatif maupun positif. Orangtua memiliki cara dan pola tersendiri dalam mengasuh dan membimbing anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan kognitif anak usia 3-4 tahun di PAUD Kecamatan Magelang Selatan. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian menggunakan wawancara untuk orang tua dan tes perkembangan kognitif untuk anak. Sebagian besar pola asuh orang tua adalah pola asuh demokratis (53,3%) dan mayoritas perkembangan kognitif adalah kriteria diatas rata-rata (83%). Analisa data menggunakan uji korelasi product moment dengan kategori korelasi point biserial. Uji hipotesis menunjukkan r hitung > r tabel, r hitung = 0,439 sedangkan r tabel (0,374) maka terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan kognitif yang artinya pola asuh orang tua sangat mempengaruhi tingkat perkembangan kognitif anak dengan hasil uji analisis dengan hasil hubungan yang kuat. Dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua murid PAUD Kecamatan Magelang Selatan adalah demokratis dan kriteria perkembangan kognitif murid PAUD Kecamatan Magelang Selatan yaitu diatas rata-rata. Disarankan orang tua untuk mempertahankan dan meningkatkan pola asuh orang tua yang baik untuk masa depan anak dengan lebih sering membaca dan mencari tahu agar wawasan lebih berkembang mengenai teori-teori ataupun metode pengasuhan anak terbaru. Kata Kunci : Perkembangan kognitif, pola asuh, orang tua.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA PASIEN TENTANG TUBERCULOSIS DENGAN KEPATUHAN MENGGUNAKAN ALAT PELINDUNG DIRI DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT PANTI WALUYA MALANG Francisca Yenny P.; Ngesti W. Utami; Susmini Susmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.364 KB) | DOI: 10.33366/nn.v1i1.394

Abstract

Tuberkulosis terus menjadi masalah kesehatan di dunia, terutama di negara-negara berkembang, meskipun anti-TB obat telah ditemukan dan vaksinasi BCG telah dilakukan TB tidak bisa diberantas tetap habis karena penularan TB paru terjadi melalui udara yang menyebar melalui percikan partikel mikroskopis ketika seseorang batuk, bersin, berbicara bahasa, berteriak atau bernyanyi perlu keterlibatan keluarga sebagai orang terdekat pasien di pemakainAPD untuk menekan penyebaran penyakit TB paru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang pasien keluarga tuberkulosis dengan kepatuhan menggunakan alat pelindung diri di ruang perawatan rumah sakit Panti Waluya Sawahan Rumah Sakit Malang. Desain penelitian ini menggunakan korelasi. Teknik pengambilan sampel adalah Accidental Sampling. Data dianalisis dengan menggunakan Korelasi Pearson dengan α = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 19 orang (95%) dan responden yang patuh menggunakan alat pelindung diri sebanyak 12 orang (60%) sehingga ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan untuk menggunakan alat pelindung diri dengan 0,024 p < 0,05 dan r = 0.501. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan tentang TBC mempengaruhi keluarga kepatuhan menggunakan alat pelindung diri. Disarankan agar rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dapat menerapkan pengendalian infeksi sehingga untuk melindungi kesehatan pekerja dan masyarakat dari penularan penyakit TB paru. Kata kunci: Tingkat Pengetahuan Keluarga, Kepatuhan, Alat Pelindung Diri
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG NUTRISI IBU HAMIL DENGAN PERILAKU PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI IBU HAMIL DI PUSKESMAS DINOYO MALANG Hermina Nona; Ngesti W. Utami; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i2.1112

Abstract

Kehamilan yang sehat menandakan janin yang akan dilahirkan dalam kondisi yang sehat pula, karena apapun kondisi ibu akan mempengaruhi kondisi janin yang dikandungnya itu. Oleh karena itu untuk mendapatkan anak dengan otak yang cemerlang, untuk mendapatkan perkembangan positif bagi kecerdasan anak sejak dalam kandungan, maka faktor yang menyangkut kebutuhan - kebutuhan biologis (fisik) berupa nutrisi bagi ibu hamil benar-benar terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang nutrisi ibu hamil dengan perilaku pemenuhan kebutuhan nutrisi pada ibu hamil. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi. Populasi sebanyak 122 ibu hamil dengan pengambilan sampel secara insidental sampling sebanyak 30 ibu hamil. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 60% responden mempunyai pengetahuan yang baik dan perilaku pemenuhan kebutuhan nutrisi yang cukup baik. Hasil uji statistik diketahui bahwa nilai p-value sebesar 0,019 (α < 0,05) r=0,547 artinya ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku pemenuhan kebutuhan nutrisi ibu hamil di Puskesmas Dinoyo Malang. Kesimpulan penelitian ini adalah adanya hubungan pengetahuan tentang nutrisi ibu hamil dengan perilaku pemenuhan kebutuhan nutrisi pada ibu hamil. Diharapkan kepada ibu hamil agar mengkonsumsi bervariasi jenis makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air dengan frekuensi makan 5x sehari (3x makan utama dan 2x makan selingan). ABSTRACT A healthy pregnancy indicates that the fetus will be born in a healthy condition, because whatever the condition of the mother will affect the condition of the fetus it contains. Therefore, to get a child with a brilliant brain, to get a positive development for the intelligence of the child from the womb, the factors related to the biological (physical) needs of nutrition for pregnant women are truly fulfilled. This study aims to determine the relationship of knowledge about nutrition of pregnant women with the behavior of meeting the nutritional needs of pregnant women. The design used in this study is correlation. The population is 122 pregnant women with incidental sampling of 30 pregnant women. The results showed that as many as 60% of respondents had good knowledge and the behavior of meeting nutritional needs was quite good. The results of statistical tests found that the p-value of 0.019 (α
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KB TERHADAP MOTIVASI DALAM MEMILIH ALAT KONTRASEPSI DI DESA BERA DOLU SUMBA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR (NTT) Anggraini Jaga Ulle; Ngesti W. Utami; Susmini Susmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.173 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.562

Abstract

Program pelayanan Keluarga Berencana mempunyai arti penting dalam mewujudkan masyarakat indonesia yang sejahtera, disamping program pendidikan dan kesehatan. Kesadaran mengenai pentingnya kontrasepsi di indonesia masih perlu di tingkatkan untuk mencegah terjadinya peningkatan jumlah penduduk di Indonesia pada tahun 2015.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan tentang Keluar ga Berencana terhadapmotivasi dalam memilih alat kontrasepsi. Desain penelitian mengunakan desain pre-eksperimental dengan one group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah Pasangan Usia Subur yang belum menggunakan alat kontrasepsi sebanyak 167 orang yang berada di Desa Bera Dolu Sumba Barat NTT. Sampel dalam penelitian ini adalah pasangan usia subur yang memenuhi kriteria inklusi yaitu telah memiliki anak, belum pernah menggunakan alat kontrasepsi dan tidak ada kontraindikasi dalam menggunakan kontrasepsi. Dengan teknik purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 33 pasangan usia subur. Instrument yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian membuktikan bahwa sebanyak 63,6% responden memiliki motivasi yang lemah dalam memilih alat kontrasepsi sebelum penyuluhan. Setelah dilakukan penyuluhan sebanyak 81,8% responden memiliki motivasi yang kuat dalam memilih alat kontrasepsi. Berdasarkan nilai signifikansi yaitu 0,001 dengan nilai α (0,05), dapat disimpulkan terdapat pengaruh penyuluhan kesehatan tentang Keluarga Berencana terhadap motivasi dalam memilih alat kontrasepsi di Desa Bera Dolu Sumba Barat NTT. Berdasarkan uraian diatas, perlu ditingkatkan frekuensi pemberian penyuluhan sehingga pasangan usia subur mememiliki pemahaman dalam menggunakan alat kontrasepsi.
HUBUNGAN TINGKAT STRESS DENGAN PERUBAHAN SIKLUS MENSTRUASI PADA SISWI DI SMA NEGERI 1 TEBAS SAMBAS KALIMANTAN BARAT Fitri Hayati; Ngesti W. Utami; Susmini Susmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.829 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.649

Abstract

Adanya fenomena pada perempuan usia 18-55 tahun mengalami gangguan menstruasi dan pelajar lebih sering menunjukkan variasi menstruasi yang bermasalah, seperti menstruasi tidak teratur. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat stress dengan perubahan siklus menstruasi. Penelitian ini termasuk analitik korelasional. Populasi adalah pelajar putri kelas 3 yang rentang usianya 15-18 tahun dengan jumlah 127 orang. Sampel sebanyak 96 responden diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Uji statistik menggunakan SPSS versi 16 for windows dengan uji korelasi Spearman Rank. Hasil diketahui sebagian besar (74%) responden mengalami stress normal sebanyak 71 orang dan hampir seluruhnya (91%) responden mengalami menstruasi normal sebanyak 87 orang. Hasil uji statistic disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan tingkat stress dengan perubahan siklus menstruasi. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan melakukan pengkajian lebih mendalam lagi terutama masalah yang berkaitan dengan tingkat stress kaitannya dengan perubahan siklus menstruasi dengan metode kuesionernya lebih terarah lagi terutama kuesioner perubahan siklus menstruasi.
HUBUNGAN PERAN SUAMI DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU BERSALIN DI BIDAN PRAKTEK SWASTA DESA SUMBER SEKAR KECAMATAN DAU MALANG Yohana Oktavia Sulastri Jemadur; Ngesti W. Utami; Susmini Susmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i2.1126

Abstract

Ada peningkatan tingkat kecemasan ibu yang akan menjalani proses persalinan. Hal ini akan menyebabkan perlambatan proses persalinan sehingga beresiko terhadap keselamatan ibu dan bayi. Dukungan suami diperlukan selama proses persalinan karena adanya dukungan suami dapat meningkatkan produksi hormon oksitosin yang mampu meningkatkan kontraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran suami dengan tingkat kecemasan ibu bersalin di Bidan Praktek Swasta Desa Sumber Sekar Kecamatan Dau Malang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional. Sampel penelitian sebanyak 16 orang ibu bersalin yang didampingi oleh suaminya. Data diperoleh menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan uji Spearman Rank (p< 0,05). Hasil penelitian menunjukan sebagian besar peran suami telah tergolong dalam kategori baik (62,5%) sedangkan tingkat kecemasan ibu tergolong dalam kategori tidak cemas (56,3%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan kuat antara peran suami dengan tingkat kecemasan ibu bersalin. Semakin baik peran suami dalam proses persalinan maka akan semakin rendah pula kecemasan yang terjadi pada saat ibu bersalin. ABSTRACT There is an increase of mothers’ anxiety levels that will undergo the process of childbirth. This will lead to a slowing of the labor process, thus putting the mother and baby at risk of safety. Husband support is necessary during labor due to the increase of oxytocin hormone production that can increase contraction. This study aims to determine the relationship between the roles of husbands with maternal anxiety level in Private Practice Midwife Sumber Sekar Dau Malang. This research is an observational research. The sample of research was 16 labor mothers accompanied by her husband. Data were obtained using questionnaire, then analyzed by Spearman Rank test (p
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI POSYANDU MAWAR KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Sanima Sanima; Ngesti W. Utami; Lasri Lasri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.517 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.576

Abstract

Bagi seorang ibu menyusui merupakan kewajiban yang harus dijalankan, karena kelancaran produksi ASI sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nitrisi dan gizi bayi, salah satu cara meningkatkan produksi ASI yaitu dengan melakukan pola makan yang baik seperti makan teratur, tercukupi dan bergizi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pola makan terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Posyandu Mawar Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain analitik korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 ibu menyusui dengan penentuan sampel penelitian menggunakan total sampling yang berarti seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu korelasi spearmen rank dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan pola makan ibu menyusui lebih dari separuh (66,7%) masuk kategori baik dan produksi ASI ibu menyusui lebih dari separuh (60,0%) masuk kategori sangat baik. Hasil korelasi spearmen rank didapatkan p-value= (0,002) < (0,050) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pola makan dengan produksi ASI pada ibu menyusui di Posyandu Mawar Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Berdasarkan hasil penelitian maka cara ibu untuk meningkatkan produksi ASI yaitu dengan memperhatikan pola makan seperti makan tepat waktu dan mengkonsumsi makanan secukupnya berupa sayuran, daging, kacang-kacangan, buah-buahan, susu dan air putih.
HUBUNGAN BERMAIN MEGENAL WARNA DENGAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK DHARMA WANITA KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Rita Ratnasari; Ngesti W. Utami; Yanti Rosdiana
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.348 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i2.495

Abstract

Bermain memiliki fungsi yang sangat luas bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, baik secara fisik, kognitif, bahasa, sosial emosional, maupun psikomotorik. Perkembangan secara atau tanpa mempergunakan alat yang menghasilkan pengertian atau memberikan jnformasi, memberikan kesenangan maupun mengebangkan imajinasi yang lebih mendominan pada belahan otak kiri anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bermain megenal warna dengan perkembangan kognitif anak usia prasekolah di TK Dharma Wanita Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru. Desain penelitian ini dilakukan dengan metode korelasi yang bersifat cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putera di asrama Sanggau Landungsari Malang angkatan tahun 2016 sebanyak 35 orang dan sampel penelitian menggunakan total sampling yaitu semua anggota populasi dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bermain mengenal warna, sebagian besar responden dikategorikan cukup yaitu sebanyak 19 orang (54,3%), perkembangan kognitif anak usia prasekolah sebagian besar dikategorikan kurang sesuai yaitu sebanyak 18 orang (51,4%), dan hasil analisis data menggunakan uji speraman rank didapatkan nilai signifikan sebesar 0,000 (p ≤ 0,05), artinya ada hubungan bermain megenal warna dengan perkembangan kognitif anak usia prasekola di TK Dharma Wanita Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru dengan nilai korelasi 0,686. Orang tua harus memberikan stimulasi dengan melakukan permainan seperti mengenal warna pada anak sesering mungkin agar kemampuan mengenal warna anak meningkat terutama pada kemampuan menunjuk dan menyebut warna. Kata Kunci : Anak usia bermain mengenal warna, perkembangan kognitif.