Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Drug Management Quality During the Covid-19 Pandemic at Inpatient Health Centers in Kendari City Sabarudin Sabarudin; Sunandar Ihsan; Fifi Nirmala; Rifa’atul Mahmudah
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v9i2.25466

Abstract

Background: WHO has declared Covid-19 a global pandemic after the infection case reached more than 121,000 cases. Puskesmas is the primary service closest to the community, so it has a significant role in dealing with COVID-19. The quality of health services at Puskesmas was influenced by drug management. On the other hand, the COVID-19 pandemic has resulted in changes in health services at Puskesmas. Hence, it is necessary to evaluate the quality of drug management at Puskesmas during the Covid-19 pandemic. Aims: This study aimed to evaluate the quality of drug management during the COVID-19 pandemic in all inpatient Puskesmas in Kendari City. Methods: This research was descriptive non-experimental, with retrospective data collection in all inpatient Puskesmas in Kendari City during the COVID-19 pandemic. Research subjects were indicators used by Satibi, and research objects include drug stock cards, LPLPO, RKO, and several other documents. The instruments used were observation sheets and interview guides. Results: All puskesmas were still active in proposing drugs to Fornas. The percentage of compliance of available drug items with Fornas, planning accuracy, conformity of requests, and the suitability of receipts was not up to standard. Storage according to dosage form, temperature, LASA, and FEFO were per standards, distribution accuracy, empty stock, insufficient stock, safe stock, the excess stock was not meet standards, and there were expired or damaged drugs. The suitability of the physical amount of the drug met the standard, but there were no inpatient health centers that conducted periodic drug management evaluations during 2020. Conclusion: The quality of drug management during the COVID-19 pandemic in all inpatient Puskesmas in Kendari City had not fully met the standards that have been set.
EDUKASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK RASIONAL DI DESA PESISIR WAWORAHA KECAMATAN SOROPIA KONAWE SELATAN SULAWESI TENGGARA Sunandar Ihsan; Ruslin Ruslin; Henny Kasmawati; Dian Munasari Solo
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi Agustus 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/mosiraha.v1i2.23

Abstract

Penggunaan antibiotik di indikasikan untuk infeksi bakteri, namun dalam praktek penggunaanya di masyarakat masih banyak dijumpai tidak rasional. Hal ini dapat menyebabkan resistensi antibiotik yang terus meningkat. Diperlukan edukasi pada masyarakat untuk meningkatkan penggunaan antibiotik yang bijak dan rasional. Kegiatan ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat pesisir agar menggunakan antibiotik lebih tepat, aman dan efektif. Kegiatan ini dilakukan Desa Waworaha Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe Selatan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab. Target sosialisasi adalah masyarakat umum dengan target khusus berupa ibu-ibu PKK, karang taruna dan warga sekitar lokasi sosialisasi yaitu di Balai Desa Waworaha. Selain ceramah juga dibagikan leaflet yang berisi informasi penggunaan antibiotik yang rasional. Pembagian leaflet dilakukan oleh mahasiswa PSPPA FF UHO yang tersebar diantara peserta sosialisasi yang bertujuan untuk pemberian informasi lebih lanjut dari materi edukasi yang diberikan. Hasil kegiatan menunjukan masyarakat antusias dengan materi sosialisasi yang ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta sosialisasi. Pertanyaan tersebut berkaitan dengan apa itu antibiotik, bagaimana cara minum obatnya, apa yang harusnya dihindari kalau minum amntibiotik, bisakah minum antibiotik untuk sakit gigi, demam dan flu serta apakah antibiotik diminum hanya diwaktu sakit saja. Pertanyaan ini menunjukan tingkat pengetahuan warga tentang antibiotik memang masih kurang. Diharapkan dengan informasi yang diberikan baik dari materi sosialisasi, leaflet dan jawaban dari pertanyaan yang diajukan, pemahaman masyarakat Desa Waworaha dapat lebih bijak dan rasional dalam menggunakan antibiotik. Oleh karena itu peningkatan pemahaman terhadap masyarakat perlu terus dilakukan untuk menjamin peningkatan penggunaan antibiotik yang lebih bijak dan rasional.