Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Tingkat Stres Mahasiswa Pada Pembelajaran Luring Masa Pandemi COVID-19 Albinur Limbong; Idauli Simbolon
Jurnal Informasi dan Teknologi 2022, Vol. 4, No. 4
Publisher : SEULANGA SYSTEM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/jidt.v4i4.239

Abstract

This research is a study of the stress level of students in offline learning at the beginning of the odd semester 2022/2023. Since the beginning of the COVID-19 pandemic, the learning model at the Indonesian Adventist University (UNAI) has changed from offline. Before the pandemic, online lectures were conducted (online) and later became hybrid learning (online and offline). After 1 year of the pandemic period, offline lectures will be implemented again starting in the 2022/2023 Odd Semester. This change in learning model has an impact on the stress level of students. The population data processed in this study were all students who took offline learning in the first month of the 2022/2023 Odd Semester, totaling 1,411 students. From the population, the test data was determined as many as 97 people who were chosen randomly. The test data has represented all students of each faculty, year of admission and gender. The results showed that the stress level of students in the low category. There is no significant difference in stress levels between the 6 faculties. Stress levels were also not significantly different between new and old students, between men and women, and between students who took a few courses and many. Academic and extracurricular programs conducted on campus and campus dormitories contribute to the low level of stress experienced by students at the beginning of the offline learning semester.
PERAWATAN SETELAH KEMATIAN DALAM BUDAYA SUKU BATAK TOBA: STUDI ETNOGRAFI Idauli Simbolon; Albinur Limbong
NUTRIX Vol 6 No 2 (2022): Volume 6, Issue 2, 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol6.Iss2.862

Abstract

Abstract Various cultural and religious traditions and practices associated with death. The nurse must ensure that any ritual is implied according to the client's belief and culture. The purpose of the study is to explore the cultural activities of care after the death of Christian elderly in Batak Tobanese culture in Indonesia. Method of this study is qualitative with an ethnography approach. Data is obtained by in-depth interviews with six traditional kings of the Batak Tobanese tribe. Informants were approached by snowballing. Data were analyzed using content analysis. Several themes and categories emerged: the level of death, personal care, position of the hands, wailing, piece of linen (Ulos), and cemetery. Care after death in Batak Tobanese culture is very unique and different from other tribes. Each symbol implies important meaning. Inappropriate in executing the meaning of these symbols may cause problems in the funeral procession. Therefore, nurses responsible for providing appropriate handling start from the beginning such as personal care and proper hand position according to the level of the death before the dead body is discharged from hospital. Key word: after death, Batak Toba, Care Abstrak Berbagai tradisi dan praktik budaya dan agama terkait dengan kematian. Perawat harus memastikan bahwa setiap ritual diaplikasikan sesuai dengan keyakinan dan budaya klien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kegiatan budaya perawatan setelah kematian lansia Kristen dalam budaya Batak Toba di Indonesia. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh dengan wawancara mendalam dengan enam raja adat suku Batak Toba. Informan didekati dengan cara snowballing. Data dianalisis menggunakan analisis isi. Beberapa tema dan kategori muncul: tingkat kematian, perawatan, posisi tangan, ratapan, kain ulos, dan kuburan. Perawatan setelah kematian dalam budaya Batak Toba sangat unik dan berbeda dengan suku-suku lainnya. Setiap simbol menyiratkan makna penting. Ketidaktepatan dalam melaksanakan makna simbol-simbol tersebut dapat menimbulkan masalah dalam prosesi pemakaman. Oleh karena itu, perawat bertanggung jawab untuk memberikan penanganan yang tepat mulai dari awal seperti perawatan diri dan posisi tangan yang tepat sesuai dengan tingkat kematian sebelum jenazah dipulangkan dari rumah sakit. Key word: Batak Toba, Perawatan, Setelah Kematian
Kajian Tingkat Kecemasan Mahasiswa Dalam Menyusun Tugas Akhir Berdasarkan Visual Analogue Scales Rusmita Sitorus; Idauli Simbolon
NUTRIX Vol 7 No 2 (2023): Volume 7, Issue 2, 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v7i2.1028

Abstract

Based on preliminary research, students who are preparing research or final assignments experience many obstacles that cause anxiety. Anxiety is a condition that causes a person to feel uneasy, uncomfortable, afraid, worried, and uneasy about everything, which is followed by various physical symptoms. This research aims to determine the level of student anxiety in preparing their final assignment using quantitative descriptive methods by collecting data using a questionnaire that uses a visual analog scale (VAS). The results of this research showed that the anxiety scale of students who were completing their final assignments was in the heavy category. The tension scale of students who are completing their final assignment is in the medium category. The fear of failure scale of students who are completing their final assignment is in the severe category. The sleep pattern scale of students who are completing their final assignments is in the medium category. The concentration scale of students who are completing their final assignments is in the medium category. The depression scale of students who are completing their final assignment is in the medium category. There were differences in the scales of anxiety, tension, fear of failure, sleep patterns, concentration, and depression between men and women. There were differences in the scales of anxiety, tension, fear of failure, sleep patterns, concentration, and depression based on the type of final project (KTI, Thesis, and KIA). It is recommended to investigate further the factors that cause female students to be more anxious, more tense, more depressed and have sleep disorders than male students. Likewise, there are factors that cause male students to have more difficulty concentrating and are more afraid of failure than female students. Keywords: Anxiety, Final Assignments, Visual Analog Scale Abstrak Berdasarkan studi pendahuluan bahwa mahasiswa yang sedang menyusun penelitian ataupun tugas akhir banyak mengalami kendala yang menyebabkan kecemasan. Kecemasan merupakan keadaan dimana mengakibatkan seseorang merasa tidak tenang, tidak nyaman, rasa takut, khawatir, dan tidak tentram dalam segala hal sehingga diikuti berbagai gejala fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan mahasiswa dalam menyusun tugas akhir dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner yang menggunakan visual analog scale (VAS). Hasil penelitian ini didapat bahwa skala cemas mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir berada dalam kategori berat. Skala tegang mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir berada dalam kategori sedang. Skala takut gagal mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir berada dalam kategori berat. Skala pola tidur mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir berada dalam kategori sedang. Skala konsentrasi mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir berada dalam kategori sedang. Skala depresi mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir berada dalam kategori sedang. Ditemukan perbedaan skala cemas, tegang, takut gagal, pola tidur, konsentrasi, dan depresi antara laki-laki dan perempuan. Ditemukan perbedaan skala cemas, tegang, takut gagal, pola tidur, konsentrasi, dan depresi berdasarkan jenis tugas akhir (KTI, Skripsi, dan KIA). Disarankan untuk diteliti lebih lanjut faktor-faktor yang menyebabkan mengapa perempuan lebih cemas, lebih tegang, lebih depresi dan terganggu tidur dibanding laki-laki. Begitu juga dengan faktor-faktor yang menyebabkan laki-laki lebih sulit berkonsentrasi dan lebih takut gagal dibanding perempuan. Kata Kunci: Kecemasan, Tugas akhir, Visual Analogue Scales
COMPARISON OF AUTHENTICITY AND TRANSFORMATIONAL TRAITS BETWEEN NURSING STUDENTS LEVEL 1 TO 4 Idauli Simbolon; Albinur Limbong; Mori Agustina Br Perangin-angin
Nurse and Health: Jurnal Keperawatan Vol 12 No 2 (2023): Nurse and Health: Jurnal Keperawatan
Publisher : Institute for Research and Community Service of Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/nhjk.v12i2.533

Abstract

Background: Today nursing students are the future leader. Based on behavioral theory, leaders are made. So, nursing college is one of the institutions that produce nursing leaders. There are 25 traits of successful leaders that can be learned and practiced in nursing schools. So, it is necessary for nursing schools to evaluate these leadership traits among the students. The study benefits the schools whether to maintain or revise the curriculum related to leadership and management courses. Objectives: This study aimed to describe and to compare nursing students’ Authenticity and transformational leadership traits between level 1 to 4. Methods: Comparative design was used in this study with the participation of 144 nursing students from level 1-4. Data are collected by using self-authentic and transformation questionnaire. Data are analyzed using SPSS descriptive and comparative analysis. Results: There are three Authenticity &Transformational traits that have been practiced as always by level 4 students who have working experience with the highest mean value of 4.0. They are fair, self-directed, and clear in communication & collaboration. There are different mean values of Authenticity &Transformational traits at each level of students. There are significant differences found in several levels. Conclusion: Based on the result, there is a big room for improvement in terms of practicing Authenticity &Transformational traits among nursing students. It is necessary for nursing schools to review and revise the leadership and management class instruction and activities in developing Authenticity &Transformational traits to a maximum level.
Association Between Nurses' Personal Pain Sensitivity Towards Knowledge and Attitude of Pain Management Ernawaty Siagian; Idauli Simbolon
NurseLine Journal Vol 8 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/nlj.v8i2.41159

Abstract

Effective pain management requires the right attitudes, judgments, skills, and knowledge that have an impact on pain treatment outcomes. A careful assessment of each individual’s pain sensitivity is invaluable for the prevention, evaluation, and treatment of pain. This study aimed to determine the relationship of pain sensitivity of professional nurses to pain management knowledge and attitudes. The method used in this research is cross-sectional study with a survey design that provides a quantitative picture of pain sensitivity, knowledge, and attitudes towards pain management in a population, by studying a sample of 160 nurses. Pain Sensitivity Questionnaire (PSQ) and Attitudes of Nurses Regarding Pain. The frequency and percentage of knowledge and attitude regarding pain in category lack (96.87%). Pain sensitivity question score are PSQ Minor score in average value 4.63 and PSQ Moderate score in average score 6.15. There is a significant relationship between attitudes and education with a sig 0.017 (P<0.050. There is a significant relationship between knowledge and attitudes with a sig value of 0.022 (P<0.05), there is no significant relationship between knowledge and pain sensitivity with a sig value 0f 0.689 (p<0.05), there is no significant relationship between attitudes and pain sensitivity with a sig 0.0640 (p<0.05). Efforts to improve knowledge, attitudes, skills and pain sensitivity among healthcare professionals are needed, monitored and evaluated by the hospital administration to improve nurses’ skill in paint management for better patient outcomes
Perspektif Mahasiswa yang Bekerja Tentang Pembelajaran Online Pasca Pandemik Covid-19 Situmorang, Rameaty; Simbolon, Idauli
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.10660

Abstract

Pada masa Pandemic COVID-19 pembelajaran online merupakan salah satunya metode pembelajaran yang dianjurkan untuk menghindari kerumunan dalam pencegahan penyebaran COVID-19. Setelah Pandemi, banyak yang berpendapat bahwa pembelajaran sebaiknya dilaksanakan secara offline khususnya dalam bidang keperawatan. Namun banyak juga yang masih setuju untuk melanjutkan pembelajaran online. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perspektif perawat yang bekerja sambil berkuliah terhadap pembelajaran online. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Populasinya adalah mahasiswa perawat yang bekerja dengan sampel sebanyak lima orang yang dipilih secara purposif. Hasil yang didapatkan ada 4 tema utama yang terdiri dari:  mamfaat-mamfaat pembelajaran online, kerugian, kendala-kendala, dan rekomendasi. Dari keempat tema utama tersebut didapati 23 sub-tema. Dapat disimpulkan bahwa semua responden setuju dengan pembelajaran online karena sangat menguntungkan dengan status mereka sebagai karyawan. Responden mengatakan dengan pembelajaran online mereka memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana keperawatan dan beberapa keuntungan lainnya. Para responden lebih memilih kelas online dari pada kelas offline. Karena manfaatnya yang cocok dengan kondisi kerja mereka. Untuk mengurangi kendala-kendala pembelajaran online ada beberapa rekomendasi yang diberikan termasuk perbaikan mutu internet, strategi mengajar dan lain-lain. Para responden menyarankan agar keberlangsungan pembelajaran online tetap ada khususnya bagi mereka yang sambil bekerja.  
PENGUATAN PERAN LANSIA DALAM PENCEGAHAN STUNTING DALAM KELUARGA DI DESA CIHANJUANG RAHAYU Simbolon, Idauli; Tambunan, Evelyn Hemme; Wulandari, Imanuel Sri Mei
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i1.24152

Abstract

ABSTRAKAngka stunting di Indonesia termasuk di Jawa Barat dan khususnya Bandung masih tinggi. Pemerintah berupaya untuk menurunkan angka stunting hingga 14 persen pada tahun 2024.Seluruh lapisan masyarakat di dorong untuk berpartisipasi dalam pencegahan dan penanggulangan masalah stunting tak terkecuali para lansia. Lansia dalam menjani fase penurunan kapasitas tubuh tetap memiliki potensi dalam berperan dalam keluarga. Salah satu perannya adalah pengasuh anggota keluarga dalam hal ini terlibat dalam melakukan kegiatan merawat dan menjaga cucu. Berdasarkan studi bahwa banyak lansia yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang pencegahan stunting. Lansia membutuhkan penguatan untuk melakukan peran mereka khusunya dalam mencegah stunting dalam keluarga. Oleh karena itu tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk memberi penguatan peran lansia dalam mencegah stunting melalui edukasi. Metode yang digunakan adalah melalui penyuluhan kesehatan mengenai stunting dan demonstrasi  masak makanan bernutrisi lengkap di desa Mokla, Cihanjuang Rahayu Kecamatan Parongpong, Bandung Barat. Setelah kegiatan PKM ini, penyuluhan dan demo masak, para peserta lansia memiliki pemahaman tentang stunting dan cara pencegahannya melalui menjaga kebersihan diri anak supaya tidak mudah terkena infeksi dan juga memiliki ketrampilan dalam menyediakan makanan yang bergizi lengkap. Disarankan penguata ini dilakukan secara berkesinambungan dan teratur dimana lansia memiliki kecenderungan untuk lupa.Kata Kunci: pencegahan; penguatan; peran lansia; stunting ABSTRAKThe stunting rate in Indonesia, including in West Java and especially Bandung, is still high. The government is working to reduce the stunting rate to 14 percent by 2024. All levels of society are encouraged to participate in preventing and overcoming the stunting problem, including the elderly. Elderly people who are in the phase of decreasing body capacity still have the potential to play a role in the family. One of those who applied was a caregiver for a family member, in this case involved in carrying out activities to care for and look after grandchildren. Based on research, many elderly people do not have sufficient knowledge about stunting prevention. The elderly need strengthening to carry out their role, especially in preventing stunting in the family. Therefore, the aim of this community service is aimed at empowering the role of the elderly in preventing stunting through education. The method used is through health education regarding stunting and cooking complete nutritious food in Mokla village, Cihanjuang Rahayu, Parongpong District, West Bandung. After this PKM activity, counseling and cooking demonstration, the elderly participants had an understanding of stunting and how to prevent it by maintaining children's personal hygiene so that they are not susceptible to infection and also had the skills to provide complete nutritious food. It is recommended that this strengthening be carried out continuously and regularly because the elderly have a tendency to forget.Keywords: elderly role; empowerment; prevention; stunting
Instrumen Evaluasi Program Preseptorship dalam Pendidikan Klinis Keperawatan: Systematic Literature Review Simbolon, Harlon; Simbolon, Idauli
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43651

Abstract

Bimbingan Klinis atau Preceptorship merupakan salah satu elemen penting dalam pendidikan keperawatan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi klinis mahasiswa serta kualitas perawatan pasien. Untuk itu preceptorship perlu dijaga mutunya agar dapat menghasilkan perawat perawat yang kompeten dan siap bekerja. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mengevaluasi berbagai model preceptorship, seperti one-on-one preceptorship, peer learning, team preceptorship, dan hybrid models, serta instrumen evaluasi yang digunakan dalam menilai efektivitasnya. Artikel penelitian dicari melalui basis data MEDLINE, CINAHL, dan ERIC dengan rentang waktu 2015–2025, menggunakan kata kunci yang sesuai dengan Medical Subject Headings (MeSH). Dari ratusan artikel yang ditemukan, diterapkan kriteria inklusi dan eksklusi hingga diperoleh 7 artikel yang paling relevan untuk dianalisis lebih dalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preceptorship yang terstruktur dapat meningkatkan keterampilan teknis, kepercayaan diri mahasiswa, serta mengurangi tingkat kesalahan medis. Namun, efektivitasnya bergantung pada beberapa faktor, termasuk dukungan bagi preseptor, metode umpan balik, dan adaptasi model terhadap kebutuhan spesifik mahasiswa serta lingkungan kerja. Oleh karena itu, evaluasi preceptorship yang lebih sistematis sangat diperlukan. Studi ini merekomendasikan penggunaan instrumen evaluasi berbasis model Donabedian, yang mencakup struktur, proses, dan outcome, serta integrasi teknologi seperti virtual reality (VR), augmented reality (AR), dan e-learning untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran klinis. Dengan menerapkan pendekatan berbasis bukti dan evaluasi yang komprehensif, preceptorship dapat semakin berkontribusi dalam menciptakan tenaga keperawatan yang kompeten dan berkualitas tinggi
Tantangan dan Strategi Perawat Tamatan Indonesia dalam Beradaptasi Kerja di Southern California: Studi Fenomenologi Boyoh, Ellen Angeline; Simbolon, Idauli
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i4.4012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan dan strategi adaptasi yang dihadapi oleh perawat tamatan Indonesia yang bekerja di Southern California. Menggunakan pendekatan fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan perawat yang telah berkarir di luar negeri selama minimal enam bulan. Hasil penelitian mengidentifikasi beberapa tantangan utama, termasuk hambatan bahasa dan komunikasi, perbedaan budaya, serta kesulitan dalam beradaptasi dengan teknologi dan sistem dokumentasi yang lebih maju. Selain itu, kebijakan medis yang ketat juga menjadi tantangan signifikan bagi perawat dalam menjalankan tugas mereka. Untuk mengatasi tantangan ini, para perawat menerapkan berbagai strategi adaptasi, seperti belajar aktif melalui pelatihan formal, membangun jaringan dukungan sosial dengan sesama perawat, dan mengembangkan sikap terbuka terhadap kritik serta perubahan. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi institusi pendidikan keperawatan dan organisasi terkait dalam mempersiapkan perawat untuk menghadapi lingkungan kerja internasional. Dengan memahami tantangan dan strategi adaptasi ini, diharapkan perawat Indonesia dapat berkontribusi lebih efektif dalam sistem kesehatan global, khususnya di Amerika Serikat.
Edukasi Kesehatan Tentang Kebutuhan Minum Air Putih Berdasarkan Berat Badan Simbolon, Idauli
Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Multikultural Vol 3 No 2: BATIK Agustus 2025
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia (IRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/batik.v3i2.2012

Abstract

Water is the most important need of the human body to function properly and optimally. Consuming enough water can prevent various diseases. However, the problem is that many people ignore drinking water so that their bodies experience dehydration ranging from mild, moderate and severe which causes body functions to not work optimally and even causes various health problems. Among the many factors that cause individuals not to consume enough water, one of them is a lack of knowledge and self-awareness. For this reason, this Community Service activity is to provide health education that aims to increase public knowledge, and increase self-awareness of the importance of drinking water according to the body's needs every day. The method used is the lecture and question and answer method. The results of this PKM found that many participants who attended had limited knowledge about the benefits of water and how much should be consumed each day. This PKM has helped participants in having sufficient knowledge and motivation to consume water regularly and adequately. It is recommended that health education, especially about the importance of drinking water, should continue to be encouraged for all age groups. Of course, all elements of society are invited to participate, especially health workers in this case, especially nurses.