Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Description Of Anxiety, Depression, And Stress In Diploma Nursing Students Caring For The Elderly During Clinical Practice Sianipar, Claudia Vytha Cantica; Simbolon, Idauli
NUTRIX Vol 9 No 2 (2025): Volume 9, Issue 2, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i2.1364

Abstract

Clinical practice is beneficial in gaining definite experience to achieve professional skills including knowledge, technical and social skills or good communication. However, during the practical placement, often nursing students experience anxiety, depression and stress. This study aims to describe the level of anxiety, depression and stress experienced, identify the factors causing anxiety faced, and identify coping strategies used by D3 Nursing students in overcoming anxiety, depression and stress when caring for the elderly during clinical practice in hospitals. This study uses a mixed method with explanatory sequential design.  The study population is D3 Nursing students of Surya Nusantara University who care for the elderly during clinical practice in hospitals, while the sample is total sample of 30 students for quantitative data, and 5 students based on data saturation for qualitative data. Data collection procedures used the DASS 21 (Depression Anxiety Stress Scale 21) instrument for qualitative data, and an online interview using zoom meeting by initiating open-ended questions for qualitative data. Qualitative data is analyzed using SPSS descriptive analysis while qualitative data is analyzed through content analysis. Both quantitative and qualitative found that nursing students were experience anxiety, depression, and stress with various level of anxiety, depression and stress from range of mild to very severe with anxiety occupying the most prominent position compared to the other two conditions. Based on qualitative data, the cause, the symptoms, and copying strategy for anxiety, depression, and stress are also found. The recommendations are directed toward preceptors, nursing students themselves and their junior. Praktik klinis bermanfaat dalam memperoleh pengalaman nyata untuk mencapai keterampilan profesional, termasuk pengetahuan, keterampilan teknis dan sosial, atau komunikasi yang baik. Namun, selama praktik kerja, mahasiswa keperawatan seringkali mengalami kecemasan, depresi, dan stres. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kecemasan, depresi, dan stres yang dialami, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kecemasan yang dihadapi, dan mengidentifikasi strategi koping yang digunakan mahasiswa D3 Keperawatan dalam mengatasi kecemasan, depresi, dan stres saat merawat lansia selama praktik klinis di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan desain ekplanatory sequential. Populasi penelitian adalah mahasiswa D3 Keperawatan Universitas Surya Nusantara yang merawat lansia selama praktik klinis di rumah sakit, sedangkan sampel penelitian adalah total sampel sebanyak 30 mahasiswa untuk data kuantitatif, dan 5 mahasiswa berdasarkan saturasi data untuk data kualitatif. Prosedur pengumpulan data menggunakan instrumen DASS 21 (Depression Anxiety Stress Scale 21) untuk data kualitatif, dan wawancara daring menggunakan zoom meeting dengan mengajukan pertanyaan terbuka untuk data kualitatif. Data kualitatif dianalisis menggunakan analisis deskriptif SPSS, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui analisis isi. Baik secara kuantitatif maupun kualitatif, ditemukan bahwa mahasiswa keperawatan mengalami kecemasan, depresi, dan stres dengan berbagai tingkat kecemasan, depresi, dan stres, mulai dari ringan hingga sangat berat, dengan kecemasan menempati posisi paling menonjol dibandingkan dua kondisi lainnya. Berdasarkan data kualitatif, penyebab, gejala, dan strategi meniru kecemasan, depresi, dan stres juga ditemukan. Rekomendasi ditujukan kepada preceptor, mahasiswa keperawatan itu sendiri, dan junior mereka.
Validasi Isi Pengembangan Instrumen Evaluasi Kualitas Program Preceptorship Keperawatan Dengan Menggunakan Content Validity Ratio Simbolon, Harlon; Simbolon, Idauli
NUTRIX Vol 9 No 2 (2025): Volume 9, Issue 2, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i2.1400

Abstract

A good research instrument is a valid instrument that is useful for measuring what it is supposed to measure. One important step in obtaining a valid instrument is conducting content validation. Therefore, the purpose of this study was to validate the content of the nursing preceptorship program quality evaluation instrument being developed. Content validation determines which items are valid and which are invalid. Content validity provides evidence of the extent to which the instrument's elements are relevant and representative of the construct targeted for the assessment purpose. The method used in this validation is to calculate the Content Validity Ratio (CVR). The developed instrument contains 238 questions consisting of three dimensions: structure, process, and outcome. This questionnaire was sent to nine experts in the field of preceptorship who were selected based on their specific expertise and length of work in the preceptor field. To determine whether the instrument items were valid or not, the CVR value for the nine experts was 0.75-1. In other words, all items with a CVR value <0.75 were considered invalid and were eliminated. Based on the results of the CVR value analysis of 238 questions, it was found that there were 43 items whose CVR value was <0.75 so these items were eliminated. Thus, there are 195 valid questions with a CVR value of 0.75 or higher. The content validation stage of this instrument development has been carried out in accordance with instrument development principles and will proceed to the next stage, pilot testing. Instrumen penelitian yang baik adalah instrumen yang valid yang berguna untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Salah satu tahapan penting dalam mendapatkan instrumen yang valid adalah melakukan melakukan validasi isi. Untuk itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan validasi isi instrumen evaluasi kualitas program preseptorship keperawatan yang sedang dikembangkan. Validasi isi menentukan butir mana yang valid dan butir mana yang tidak valid. Validitas isi memberikan bukti tentang sejauh mana unsur-unsur instrumen relevan dan representatif terhadap konstruk yang ditargetkan untuk tujuan penilaian tersebut. Metode yang digunakan dalam validasi ini adalah dengan menghitung nilai Content Validity Ratio (CVR). Instrumen yang dikembangkan berisi 238 butir pertanyaan yang terdiri dari 3 dimensi yaitu struktur, proses, dan hasil. Kuesioner ini dikirimkan kepada sembilan pakar dibidang preceptorship yang dipilih berdasarkan kepakaran khusus dan lamanya bekerja dibidang preceptor. Untuk menentukan butir instrumen valid atau tidak, nilai CVR untuk jumlah 9 pakar adalah 0,75-1. Dengan kata lain semua item yang nilai CVR <0.75 dianggap tidak valid dan dieliminasi. Berdasarkan hasil analisis nilai CVR dari 238 butir pertanyaan ditemukan ada 43 item yang nilai CVRnya <0.75 sehingga butir tersebut dieliminasi. Dengan demikian ada 195 butir pertanyaan yang valid dimana nilai CVR 0,75 keatas. Tahapan validasi isi pengembangan instrumen ini telah dilakukan sesuai dengan kaidah pengembangan instrumen dan akan dilanjutkan kepada tahapan berikutnya yaitu pilot testing.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Pasien yang Berobat di Klinik Universitas Advent Indonesia Abineno, Relvan; Simbolon, Idauli
NUTRIX Vol 8 No 1 (2024): Volume 8, Issue 1, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i1.1111

Abstract

Hypertension is a condition where blood pressure exceeds normal limits and is a serious problem that attacks people of all ages. Observation results showed that there were many patients seeking treatment at the UNAI Clinic who had a history of hypertension. The aim of this study was not to explore the factors associated with the incidence of hypertension in patients seeking treatment at the UNAI clinic. The method used is a quantitative method with an associative (correlation) design. The population is hypertension sufferers with a sample size of 30 people selected based on purposive sampling technique. Data collection was carried out cross-sectionally using a research instrument in the form of a questionnaire adopted from previous research which has been validated and has a Cronbach alpha value of 0.661. For demographic data, descriptive statistical tests were carried out and for relationship tests, Spearman correlation tests were carried out in relation to the data obtained in categorical form. The results of the study showed that there was a significant relationship with the incidence of hypertension, with age (p. value=0.011). However, there was no significant relationship between the incidence of hypertension and other factors, including: family history of hypertension (p. value=0.244), and consumption of salty foods (p. value=0.133), gender (p. value=0.755), level of activity (p. value=0.694), smoking habits (p. value=0.804), coffee drinking habits (p. value=0.463), and body mass index (p. value=0.068). Thus, it can be concluded that the factor related to the incidence of hypertension is age. It is recommended for future researchers to study with a larger sample size, and other factors such as stress, depression, and so on. Hipertensi merupakan keadaan tekanan darah melebihi batas normal dan menjadi masalah serius dengan menyerang masyarakat dengan semua kalangan usia. Hasil observasi didapati bahwa terdapat banyak pasien yang berobat di Klinik UNAI memiliki riwayat penyakit hipertensi. Tujuan penelitian ini unutuk mengeksplorasi faktor-faktor yang terkait dengan kejadian hipertensi pada pasien yang berobat ke klinik UNAI. Metode yang digunakan adalah studi analitik dengan metode kuantitatif. Korelatif. Sampel yang digunakan berjumlah 30 orang berdasarkan Teknik sampling secara purposive. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang diadaptasi untuk mengukur hubungan faktor dengan kejadian hipertensi. Data yang diperoleh diolah menggunakan SPSS dengan menggunakan uji univariat dan bivariat (uji pearson correlation). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi, diantaranya: usia (p. value=0,010), riwayat hipertensi dalam keluarga (p. value=0,003), dan konsumsi makanan asin (p. value=0,024). Hasil penelitian juga menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi seperti faktor: jenis kelamin (p. value=0,755), tingkat aktivitas (p. value=0,716), kebiasaan merokok (p. value=0,804), kebiasaan minum kopi (p. value=0,529), dan indeks massa tubuh (p. value=0,164). Dengan demikian dapat disimpulkan ada satu faktor yang dapat dikontrol yang berhubungan dengan hipertensi, yaitu konsumsi makanan bergaram. Untuk itu disarakan pada kelompok responden ini untuk mengurangi konsumsi garam setiap harinya. Dengan demikian tekanan darah dapat diturunkan dan dosis obat dapat dikurangi penggunaannya.
Exploring The Essence of Web-Based Interactive Learning to Enhance Higher Order Thinking Skills in Nursing Students: A Focus Group Study: Web-based interactive learning for nursing education Tambunan, Evelyn Hemme; Simbolon, Idauli; Rantung, Jeanny
NUTRIX Vol 8 No 2 (2024): Volume 8, Issue 2, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i2.1190

Abstract

This study aims to explore the essence of web-based interactive learning to enhance HOTS-analyzing, evaluating and creating in nursing students. This study implemented a qualitative research approach based on two focus group interviews on a sample of 20 resource participants including nursing students and faculty members from bachelor nursing program and information technology program at Universitas Advent Indonesia. All interviews were recorded, transcribed verbatim and analyzed for thematic contents using the standard to a consensus on thematic coding, the investigators finally convened to examine, classify, and arrange themes and categories. A thematic content analysis yielded three core themes: Gaps in Current Learning Methods, Potential Benefits of Web-Based Interactive Tools, Perceived Challenges. Categories were consented as variability in learning paces, engagement with teaching material, adaptability in learning approaches, feedback timeliness, interactive learning, resource and scalability limitations, enhanced flexibility, increased engagement through interactive features, personalized learning experiences, improved access to resources, support for collaborative learning, efficiency and scalability, technical issues, digital divide, reduced face-to-face interaction, equity and inclusivity, potential over-reliance on technology, privacy and security. This study highlights the multifaceted nature of the essence of web-based interactive learning to enhance higher order thinking nursing students. Implications are seen as valuable for enhancing higher order thinking skills to teaching, learning and academic support resources.
Pengaruh Hasil Evaluasi Dosen Terhadap Nilai Mahasiswa di Fakultas Keperawatan Universitas Advent Indonesia Simbolon, Idauli; Limbong, Albinur
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 11, No 2 (2023): Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48134/jurkessutra.v11i2.158

Abstract

AbstrakPandemi covid-19 telah dinilai hampir berakhir, dimana penyakit ini dianggap seperti penyakit flu biasa saja. Pandemi ini tentu membawa dampak kepada duni pendidikan, khususnya di perguruan tinggi. Adalah menarik untuk diketahui apakah pandemic covid-19 memberikan dampak atau tidak terhadap kinerja mahasiswa maupun dosen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ada tidaknya perbedaan antara kinerja dosen, yang dilihat dari evaluasi dosen oleh mahasiswa, kinerja maahsiswa, yang dilihat dari nilai mata kuliah yang diambil mahasiswa, dan pengaruh hasil evaluasi dosen terhadap nilai mahasiswa. Untuk menjawab tujuan atau pertanyaan di atas maka diambil data evaluasi dosen dan nilai mahasiswa fakultas keperawatan seluruh mata kuliah  atau kelas yang diampu oleh semua dosen fakultas keperawatan yang mengajar  selama 3 tahun ajaran 2019-2020, 2020-2021 dan 2021-2022 atau selama 6 semester. Laporan data ini tersedia secara online dari sistem online Universitas Advent Indonesia (UNAI) pada modul wakil rektor bidang akademik UNAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan nilai evaluasi dosen selama 6 semester berturut-turut. Ada perbedaan yang signifikan rerata nilai mahasiswa selama 6 semester berturut-turut, dan tidak ada pengaruh yang signifikan antara hasil evaluasi dosen yang diberikan oleh mahasiswa pada dosen terhadap nilai mata kuliah yang diberikan dosen pada mahasiswa. Penelitian ini perlu ditindaklanjuti untuk melihat apakah hasil penelitian ini tetap sama pada masa kenormalan baru sekarang ini.     Kata-kata kunci: Evaluasi dosen, nilai mahasiswa, pandemic covid-19
The Effect of the COVID-19 on Students’ Learning Model Preferences in the New Normal Era Limbong, Albinur; Simbolon, Idauli
JUKI : Jurnal Komputer dan Informatika Vol. 6 No. 1 (2024): JUKI : Jurnal Komputer dan Informatika, Edisi Mei 2024
Publisher : Yayasan Kita Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53842/juki.v6i1.473

Abstract

Pandemi COVID-19 telah berdampak pada berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk institusi pendidikan. Sejak pandemi ini, model pembelajaran berubah dari luring menjadi daring murni pada masa puncak pandemi, kemudian menjadi hibrid (daring dan luring secara bersamaan) pada saat pandemi mulai mereda, dan akhirnya kembali menjadi luring pada masa normal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh pandemi COVID-19 atau pengaruh perubahan model pembelajaran terhadap preferensi model pembelajaran mahasiswa UNAI di era new normal saat ini. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa UNAI yang mengikuti pembelajaran luring pada semester gasal 2023/2024 yang berjumlah 1223 orang, dengan sampel acak sebanyak 125 orang. Angket yang berisi 18 pertanyaan tentang kegiatan pembelajaran, hasil belajar dan kegiatan ekstrakurikuler, dibuat dalam Google form, dan diisi oleh sampel secara sukarela. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 31,2% siswa lebih senang atau puas dengan kegiatan pembelajaran daring dibandingkan offline, 31,4% siswa merasa puas dengan hasil pembelajaran daring, dan 31,2% siswa merasa puas dengan kegiatan ekstrakurikuler. Artinya, pembelajaran daring di masa pandemi COVID-19 setidaknya berdampak pada 31% siswa yang puas dengan pembelajaran daring. Tidak terdapat perbedaan rata-rata kepuasan yang signifikan antara mahasiswa laki-laki dan perempuan dalam pembelajaran daring, namun dari segi kelas terdapat perbedaan rata-rata kepuasan yang signifikan setiap angkatan (tahun masuk) mahasiswa dimana angkatan 2022 (mahasiswa baru) adalah yang tertinggi. Dan menurut fakultas, terdapat perbedaan rata-rata kepuasan mahasiswa yang signifikan diantara 6 fakultas yang ada, dimana mahasiswa fakultas IPA mempunyai kepuasan yang paling tinggi. Sekitar sepertiga siswa mengalami perubahan selama masa normal baru akibat pandemi COVID-19 .
Kebiasaan, Perilaku, dan Perspektif Lansia Suku Sunda Dalam Menghadapi Hipertensi Manullang, Donna Patricia; Simbolon, Idauli
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/7191pn17

Abstract

Lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit degeneratif, termasuk hipertensi, dan di Kabupaten Bandung mayoritas penduduknya adalah suku Sunda, di mana nilai-nilai budaya lokal sangat memengaruhi gaya hidup, kebiasaan makan, aktivitas sehari-hari, dan persepsi terhadap kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi kebiasaan, perilaku, dan perspektif lansia suku Sunda dalam menjalani kehidupan dengan hipertensi serta memahami bagaimana nilai-nilai budaya membentuk strategi coping dan pengelolaan penyakit kronis. . Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola perilaku, kebiasaan, dan makna subjektif pengalaman partisipan. Hasil menunjukkan bahwa lansia menjalani kehidupan yang sederhana dengan dukungan keluarga dan komunitas, memaknai hipertensi sebagai penyakit yang harus dijaga melalui pengendalian pola makan, aktivitas fisik ringan, serta rutinitas ibadah, dan menggabungkan pendekatan rasional serta spiritual dalam pengobatan. Nilai budaya Sunda seperti narima, sabar, dan ikhlas menjadi kekuatan psikososial yang menjaga keseimbangan hidup mereka. Pentingnya dukungan keluarga dan pendekatan kesehatan berbasis budaya untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan dan pengelolaan hipertensi secara proaktif pada lansia.