Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Validasi Isi Pengembangan Instrumen Evaluasi Kualitas Program Preceptorship Keperawatan Dengan Menggunakan Content Validity Ratio Simbolon, Harlon; Simbolon, Idauli
NUTRIX Vol 9 No 2 (2025): Volume 9, Issue 2, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i2.1400

Abstract

A good research instrument is a valid instrument that is useful for measuring what it is supposed to measure. One important step in obtaining a valid instrument is conducting content validation. Therefore, the purpose of this study was to validate the content of the nursing preceptorship program quality evaluation instrument being developed. Content validation determines which items are valid and which are invalid. Content validity provides evidence of the extent to which the instrument's elements are relevant and representative of the construct targeted for the assessment purpose. The method used in this validation is to calculate the Content Validity Ratio (CVR). The developed instrument contains 238 questions consisting of three dimensions: structure, process, and outcome. This questionnaire was sent to nine experts in the field of preceptorship who were selected based on their specific expertise and length of work in the preceptor field. To determine whether the instrument items were valid or not, the CVR value for the nine experts was 0.75-1. In other words, all items with a CVR value <0.75 were considered invalid and were eliminated. Based on the results of the CVR value analysis of 238 questions, it was found that there were 43 items whose CVR value was <0.75 so these items were eliminated. Thus, there are 195 valid questions with a CVR value of 0.75 or higher. The content validation stage of this instrument development has been carried out in accordance with instrument development principles and will proceed to the next stage, pilot testing. Instrumen penelitian yang baik adalah instrumen yang valid yang berguna untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Salah satu tahapan penting dalam mendapatkan instrumen yang valid adalah melakukan melakukan validasi isi. Untuk itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan validasi isi instrumen evaluasi kualitas program preseptorship keperawatan yang sedang dikembangkan. Validasi isi menentukan butir mana yang valid dan butir mana yang tidak valid. Validitas isi memberikan bukti tentang sejauh mana unsur-unsur instrumen relevan dan representatif terhadap konstruk yang ditargetkan untuk tujuan penilaian tersebut. Metode yang digunakan dalam validasi ini adalah dengan menghitung nilai Content Validity Ratio (CVR). Instrumen yang dikembangkan berisi 238 butir pertanyaan yang terdiri dari 3 dimensi yaitu struktur, proses, dan hasil. Kuesioner ini dikirimkan kepada sembilan pakar dibidang preceptorship yang dipilih berdasarkan kepakaran khusus dan lamanya bekerja dibidang preceptor. Untuk menentukan butir instrumen valid atau tidak, nilai CVR untuk jumlah 9 pakar adalah 0,75-1. Dengan kata lain semua item yang nilai CVR <0.75 dianggap tidak valid dan dieliminasi. Berdasarkan hasil analisis nilai CVR dari 238 butir pertanyaan ditemukan ada 43 item yang nilai CVRnya <0.75 sehingga butir tersebut dieliminasi. Dengan demikian ada 195 butir pertanyaan yang valid dimana nilai CVR 0,75 keatas. Tahapan validasi isi pengembangan instrumen ini telah dilakukan sesuai dengan kaidah pengembangan instrumen dan akan dilanjutkan kepada tahapan berikutnya yaitu pilot testing.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Pasien yang Berobat di Klinik Universitas Advent Indonesia Abineno, Relvan; Simbolon, Idauli
NUTRIX Vol 8 No 1 (2024): Volume 8, Issue 1, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i1.1111

Abstract

Hypertension is a condition where blood pressure exceeds normal limits and is a serious problem that attacks people of all ages. Observation results showed that there were many patients seeking treatment at the UNAI Clinic who had a history of hypertension. The aim of this study was not to explore the factors associated with the incidence of hypertension in patients seeking treatment at the UNAI clinic. The method used is a quantitative method with an associative (correlation) design. The population is hypertension sufferers with a sample size of 30 people selected based on purposive sampling technique. Data collection was carried out cross-sectionally using a research instrument in the form of a questionnaire adopted from previous research which has been validated and has a Cronbach alpha value of 0.661. For demographic data, descriptive statistical tests were carried out and for relationship tests, Spearman correlation tests were carried out in relation to the data obtained in categorical form. The results of the study showed that there was a significant relationship with the incidence of hypertension, with age (p. value=0.011). However, there was no significant relationship between the incidence of hypertension and other factors, including: family history of hypertension (p. value=0.244), and consumption of salty foods (p. value=0.133), gender (p. value=0.755), level of activity (p. value=0.694), smoking habits (p. value=0.804), coffee drinking habits (p. value=0.463), and body mass index (p. value=0.068). Thus, it can be concluded that the factor related to the incidence of hypertension is age. It is recommended for future researchers to study with a larger sample size, and other factors such as stress, depression, and so on. Hipertensi merupakan keadaan tekanan darah melebihi batas normal dan menjadi masalah serius dengan menyerang masyarakat dengan semua kalangan usia. Hasil observasi didapati bahwa terdapat banyak pasien yang berobat di Klinik UNAI memiliki riwayat penyakit hipertensi. Tujuan penelitian ini unutuk mengeksplorasi faktor-faktor yang terkait dengan kejadian hipertensi pada pasien yang berobat ke klinik UNAI. Metode yang digunakan adalah studi analitik dengan metode kuantitatif. Korelatif. Sampel yang digunakan berjumlah 30 orang berdasarkan Teknik sampling secara purposive. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang diadaptasi untuk mengukur hubungan faktor dengan kejadian hipertensi. Data yang diperoleh diolah menggunakan SPSS dengan menggunakan uji univariat dan bivariat (uji pearson correlation). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi, diantaranya: usia (p. value=0,010), riwayat hipertensi dalam keluarga (p. value=0,003), dan konsumsi makanan asin (p. value=0,024). Hasil penelitian juga menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi seperti faktor: jenis kelamin (p. value=0,755), tingkat aktivitas (p. value=0,716), kebiasaan merokok (p. value=0,804), kebiasaan minum kopi (p. value=0,529), dan indeks massa tubuh (p. value=0,164). Dengan demikian dapat disimpulkan ada satu faktor yang dapat dikontrol yang berhubungan dengan hipertensi, yaitu konsumsi makanan bergaram. Untuk itu disarakan pada kelompok responden ini untuk mengurangi konsumsi garam setiap harinya. Dengan demikian tekanan darah dapat diturunkan dan dosis obat dapat dikurangi penggunaannya.
Exploring The Essence of Web-Based Interactive Learning to Enhance Higher Order Thinking Skills in Nursing Students: A Focus Group Study: Web-based interactive learning for nursing education Tambunan, Evelyn Hemme; Simbolon, Idauli; Rantung, Jeanny
NUTRIX Vol 8 No 2 (2024): Volume 8, Issue 2, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i2.1190

Abstract

This study aims to explore the essence of web-based interactive learning to enhance HOTS-analyzing, evaluating and creating in nursing students. This study implemented a qualitative research approach based on two focus group interviews on a sample of 20 resource participants including nursing students and faculty members from bachelor nursing program and information technology program at Universitas Advent Indonesia. All interviews were recorded, transcribed verbatim and analyzed for thematic contents using the standard to a consensus on thematic coding, the investigators finally convened to examine, classify, and arrange themes and categories. A thematic content analysis yielded three core themes: Gaps in Current Learning Methods, Potential Benefits of Web-Based Interactive Tools, Perceived Challenges. Categories were consented as variability in learning paces, engagement with teaching material, adaptability in learning approaches, feedback timeliness, interactive learning, resource and scalability limitations, enhanced flexibility, increased engagement through interactive features, personalized learning experiences, improved access to resources, support for collaborative learning, efficiency and scalability, technical issues, digital divide, reduced face-to-face interaction, equity and inclusivity, potential over-reliance on technology, privacy and security. This study highlights the multifaceted nature of the essence of web-based interactive learning to enhance higher order thinking nursing students. Implications are seen as valuable for enhancing higher order thinking skills to teaching, learning and academic support resources.
Pengaruh Hasil Evaluasi Dosen Terhadap Nilai Mahasiswa di Fakultas Keperawatan Universitas Advent Indonesia Simbolon, Idauli; Limbong, Albinur
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 11, No 2 (2023): Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48134/jurkessutra.v11i2.158

Abstract

AbstrakPandemi covid-19 telah dinilai hampir berakhir, dimana penyakit ini dianggap seperti penyakit flu biasa saja. Pandemi ini tentu membawa dampak kepada duni pendidikan, khususnya di perguruan tinggi. Adalah menarik untuk diketahui apakah pandemic covid-19 memberikan dampak atau tidak terhadap kinerja mahasiswa maupun dosen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ada tidaknya perbedaan antara kinerja dosen, yang dilihat dari evaluasi dosen oleh mahasiswa, kinerja maahsiswa, yang dilihat dari nilai mata kuliah yang diambil mahasiswa, dan pengaruh hasil evaluasi dosen terhadap nilai mahasiswa. Untuk menjawab tujuan atau pertanyaan di atas maka diambil data evaluasi dosen dan nilai mahasiswa fakultas keperawatan seluruh mata kuliah  atau kelas yang diampu oleh semua dosen fakultas keperawatan yang mengajar  selama 3 tahun ajaran 2019-2020, 2020-2021 dan 2021-2022 atau selama 6 semester. Laporan data ini tersedia secara online dari sistem online Universitas Advent Indonesia (UNAI) pada modul wakil rektor bidang akademik UNAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan nilai evaluasi dosen selama 6 semester berturut-turut. Ada perbedaan yang signifikan rerata nilai mahasiswa selama 6 semester berturut-turut, dan tidak ada pengaruh yang signifikan antara hasil evaluasi dosen yang diberikan oleh mahasiswa pada dosen terhadap nilai mata kuliah yang diberikan dosen pada mahasiswa. Penelitian ini perlu ditindaklanjuti untuk melihat apakah hasil penelitian ini tetap sama pada masa kenormalan baru sekarang ini.     Kata-kata kunci: Evaluasi dosen, nilai mahasiswa, pandemic covid-19
The Effect of the COVID-19 on Students’ Learning Model Preferences in the New Normal Era Limbong, Albinur; Simbolon, Idauli
JUKI : Jurnal Komputer dan Informatika Vol. 6 No. 1 (2024): JUKI : Jurnal Komputer dan Informatika, Edisi Mei 2024
Publisher : Yayasan Kita Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53842/juki.v6i1.473

Abstract

Pandemi COVID-19 telah berdampak pada berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk institusi pendidikan. Sejak pandemi ini, model pembelajaran berubah dari luring menjadi daring murni pada masa puncak pandemi, kemudian menjadi hibrid (daring dan luring secara bersamaan) pada saat pandemi mulai mereda, dan akhirnya kembali menjadi luring pada masa normal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh pandemi COVID-19 atau pengaruh perubahan model pembelajaran terhadap preferensi model pembelajaran mahasiswa UNAI di era new normal saat ini. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa UNAI yang mengikuti pembelajaran luring pada semester gasal 2023/2024 yang berjumlah 1223 orang, dengan sampel acak sebanyak 125 orang. Angket yang berisi 18 pertanyaan tentang kegiatan pembelajaran, hasil belajar dan kegiatan ekstrakurikuler, dibuat dalam Google form, dan diisi oleh sampel secara sukarela. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 31,2% siswa lebih senang atau puas dengan kegiatan pembelajaran daring dibandingkan offline, 31,4% siswa merasa puas dengan hasil pembelajaran daring, dan 31,2% siswa merasa puas dengan kegiatan ekstrakurikuler. Artinya, pembelajaran daring di masa pandemi COVID-19 setidaknya berdampak pada 31% siswa yang puas dengan pembelajaran daring. Tidak terdapat perbedaan rata-rata kepuasan yang signifikan antara mahasiswa laki-laki dan perempuan dalam pembelajaran daring, namun dari segi kelas terdapat perbedaan rata-rata kepuasan yang signifikan setiap angkatan (tahun masuk) mahasiswa dimana angkatan 2022 (mahasiswa baru) adalah yang tertinggi. Dan menurut fakultas, terdapat perbedaan rata-rata kepuasan mahasiswa yang signifikan diantara 6 fakultas yang ada, dimana mahasiswa fakultas IPA mempunyai kepuasan yang paling tinggi. Sekitar sepertiga siswa mengalami perubahan selama masa normal baru akibat pandemi COVID-19 .
Kebiasaan, Perilaku, dan Perspektif Lansia Suku Sunda Dalam Menghadapi Hipertensi Manullang, Donna Patricia; Simbolon, Idauli
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/7191pn17

Abstract

Lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit degeneratif, termasuk hipertensi, dan di Kabupaten Bandung mayoritas penduduknya adalah suku Sunda, di mana nilai-nilai budaya lokal sangat memengaruhi gaya hidup, kebiasaan makan, aktivitas sehari-hari, dan persepsi terhadap kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi kebiasaan, perilaku, dan perspektif lansia suku Sunda dalam menjalani kehidupan dengan hipertensi serta memahami bagaimana nilai-nilai budaya membentuk strategi coping dan pengelolaan penyakit kronis. . Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola perilaku, kebiasaan, dan makna subjektif pengalaman partisipan. Hasil menunjukkan bahwa lansia menjalani kehidupan yang sederhana dengan dukungan keluarga dan komunitas, memaknai hipertensi sebagai penyakit yang harus dijaga melalui pengendalian pola makan, aktivitas fisik ringan, serta rutinitas ibadah, dan menggabungkan pendekatan rasional serta spiritual dalam pengobatan. Nilai budaya Sunda seperti narima, sabar, dan ikhlas menjadi kekuatan psikososial yang menjaga keseimbangan hidup mereka. Pentingnya dukungan keluarga dan pendekatan kesehatan berbasis budaya untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan dan pengelolaan hipertensi secara proaktif pada lansia.
Instrumen Evaluasi Program Preseptorship dalam Pendidikan Klinis Keperawatan: Systematic Literature Review Harlon Simbolon; Idauli Simbolon
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43651

Abstract

Bimbingan Klinis atau Preceptorship merupakan salah satu elemen penting dalam pendidikan keperawatan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi klinis mahasiswa serta kualitas perawatan pasien. Untuk itu preceptorship perlu dijaga mutunya agar dapat menghasilkan perawat perawat yang kompeten dan siap bekerja. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mengevaluasi berbagai model preceptorship, seperti one-on-one preceptorship, peer learning, team preceptorship, dan hybrid models, serta instrumen evaluasi yang digunakan dalam menilai efektivitasnya. Artikel penelitian dicari melalui basis data MEDLINE, CINAHL, dan ERIC dengan rentang waktu 2015–2025, menggunakan kata kunci yang sesuai dengan Medical Subject Headings (MeSH). Dari ratusan artikel yang ditemukan, diterapkan kriteria inklusi dan eksklusi hingga diperoleh 7 artikel yang paling relevan untuk dianalisis lebih dalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preceptorship yang terstruktur dapat meningkatkan keterampilan teknis, kepercayaan diri mahasiswa, serta mengurangi tingkat kesalahan medis. Namun, efektivitasnya bergantung pada beberapa faktor, termasuk dukungan bagi preseptor, metode umpan balik, dan adaptasi model terhadap kebutuhan spesifik mahasiswa serta lingkungan kerja. Oleh karena itu, evaluasi preceptorship yang lebih sistematis sangat diperlukan. Studi ini merekomendasikan penggunaan instrumen evaluasi berbasis model Donabedian, yang mencakup struktur, proses, dan outcome, serta integrasi teknologi seperti virtual reality (VR), augmented reality (AR), dan e-learning untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran klinis. Dengan menerapkan pendekatan berbasis bukti dan evaluasi yang komprehensif, preceptorship dapat semakin berkontribusi dalam menciptakan tenaga keperawatan yang kompeten dan berkualitas tinggi
Penggunaan dan Dampak dari AI terhadap Pencapaian Mahasiswa Pada Mata Kuliah Matematika Albinur Limbong; Idauli Simbolon
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Vol 15 No 1: Februari 2026
Publisher : This journal is published by the Department of Electrical and Information Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jnteti.v15i1.23253

Abstract

Artificial intelligence (AI) programs are now being widely used and their impact has been proven to enhance student achievement. The aim of the study is to observe the use and impact of AI on students’ achievement in Mathematics and Statistics courses. The population in this study was all students of the Faculty of Information Technology, Universitas Advent Indonesia, taking or have taken Mathematics and Statistics courses from the lecturer (the first author of this paper), totalling 191 students. The study showed that 48% of students admitted that AI could improve their academic performance, while around 44% of students became more active and satisfied in learning mathematics and statistics. However, the students’ achievements were not permanent, as 71.3% of students admitted that their achievements were not lasting. The results indicate, based on experimental research comparing the results of quizzes (which were discussed after the tests) with mid or final exam results (derived from quizzes), that there was no improvement in test scores and even no significant impact (and correlation) between quiz results and mid or final exams. In fact, the majority (60.6%) of students were unsure, disagreed, or even strongly disagreed whether the impact of AI is more positive than negative on their learning. The results of this study suggest that AI is best used as a learning tool not merely to achieve learning outcomes, but assist deep learning to improve critical thinking.
Enhancing Knowledge and Preventive Behavior Against Tuberculosis Through Family Based Interactive Education in Cihanjuang Rahayu Village, West Bandung Evelyn Hemme Tambunan; Idauli Simbolon
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.3012

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a major public health concern in Indonesia, where high prevalence rates are often linked to limited community awareness of prevention, transmission, and treatment adherence. This Community Service Program (PkM) aimed to improve knowledge and strengthen preventive behaviors among residents of Cihanjuang Rahayu Village, West Bandung, through an interactive family based educational intervention. A quasi experimental design with pre and post test assessments was applied to 45 high risk participants, including family heads and core household members. Educational sessions focused on TB symptoms, proper cough etiquette, home ventilation, and the implementation of the Family Directly Observed Treatment Short course (F-DOTS) model. Findings revealed significant improvements in knowledge (mean pre test = 58.2; post test = 87.9; p < 0.001) and preventive behavior (mean pre test = 65.1; post test = 90.3; p < 0.001). These outcomes demonstrate the effectiveness of interactive learning strategies such as group discussions, simulations, and family centered case studies in promoting behavioral change. The family based approach was especially valuable, as family members play a pivotal role in supporting treatment compliance and maintaining healthy home environments. The program’s success suggests the need for integrating similar educational initiatives into local primary health center (Puskesmas) outreach to accelerate Indonesia’s TB elimination target by 2030.