Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 1-3 TAHUN Beauty Grace Nainggolan; Monalisa Sitompul
NUTRIX Vol 3 No 1 (2019): Volume 3, Issue 1, 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.954 KB) | DOI: 10.37771/nj.Vol3.Iss1.390

Abstract

Abstrak Gizi merupakan bagian penting dalam pertumbuhan dan perkembangan, karena terdapat keterkaitan antara kesehatan dan kecerdasan. Permasalahan gizi, khususnya stunting pada anak merupakan salah satu keadaan kekurangan gizi yang menjadi perhatian utama di dunia terutama di negara-negara berkembang. Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai kebutuhan gizi dan merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia, dan daya saing bangsa Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara BBLR dengan kejadian stunting pada anak usia 1-3 tahun. Penelitian ini menggunakan metode descriptiv. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara terbuka. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 38 responden dengan menggunakan total sampling dan uji yang digunakan adalah Chi Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa nilai Pvalue 0,005 sehingga dapat disimpulkan ada hubungan signifikan antara BBLR dengan kejadian stunting. Penelitian ini dapat menjadi bahan masukan untuk mutu pelayanan kesehatan dan pengembangan keilmuan, keterampilan dalam bidang keperawatan anak sehingga diharapkan adanya peran aktif promosi kesehatan tentang gizi ibu hamil sebagai persiapan prenatal maupun neonatal agar dapat menurunkan angka kejadian BBLR yang berdampak stunting. Kepada peneliti lain diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini dengan variabel yang lain seperti faktor karakteristik orang tua, genetik, penyakit infeksi, maupun pemberian makan yang tidak sesuai . Kata Kunci : BBLR, Stunting pada anak
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG VULVA HYGIENE SAAT MENSTRUASI DI SMA ADVENT TOMPASO Angelica Stephani Meriam; Monalisa Sitompul
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2022): April : Health Journal “Love That Renewed”
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55912/jks.v10i1.43

Abstract

The cleanliness of the vulva is an important thing that deserves attention, especially when a person is menstruating. By maintaining the cleanliness of the vulva we can avoid and prevent the emergence of various health problems in the female reproductive organs. Vulva hygiene behavior  is very important to apply when menstruating because when menstruating the vulva and other reproductive organs become more susceptible to infection. The purpose of this study was to find out the knowledge of young women about vulva hygiene during menstruation at Advent Tompaso High School. The research method used is quantitative with a preexpermental design one group pretest-posttest with research instruments in the form of multiple choice questions about the knowledge of vulva hygiene at the time of menstruation. The number of respondents in this study was 100 students in grades 1-3 of high school. It was found that the paired T-test value of 0,000 <0.05 significance which can be interpreted to mean that there was a significant increase in adolescent girls knowledge about vulva hygiene. Advice that can be given in the learning process in school in order to provide more information about the importance of maintaining vulva hygiene to improve the level of health in the reproductive organs.
PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PERIKSA PAYUDARA SENDIRI Di SMA ADVENT TOMPASO Gabriella Tulungen; Monalisa Sitompul
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2022): April : Health Journal “Love That Renewed”
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55912/jks.v10i1.44

Abstract

BSE is a method that is most effective and also easy to do for every woman, both teenagers and adults. However, despite the many benefits and easy methods, there are still many women out there, especially at the age of teenagers who don't know and want to do BSE. High school students are a period of development from children to adults. The purpose of this study was to determine the level of knowledge of young women about BSE examination. The method used is quantitative with a pre-experimental research design with a one-group pretest post-test design. Respondents in this study 100 people. The research instrument used a test in the form of multiple choice questions made by researchers related to the material presented. The results of the Wilcoxon test showed p < 0.05, which means that BSE education is effective in increasing the knowledge of high school students. Suggestions that BSE material can be given in the learning process at school.
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG DISMENORE DI SMA ADVENT TOMPASO Beverlee Leevia Kawalo; Monalisa Sitompul
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2022): April : Health Journal “Love That Renewed”
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55912/jks.v10i1.47

Abstract

Adolescence is a period of transition or transition from childhood to adulthood. The changes experienced are both from the physical, psychological, social, intellectual aspects and including the growth of reproductive organs. Dysmenorrhea is menstrual pain which is the most common gynecological problem that women experience, both in adult women and women in adolescence. Young women's knowledge of dysmenorrhea is essential to the health of their reproductive systems. The purpose of this study was to look at the level of knowledge of young women about dysmenorrhea at Tompaso Adventist High School. The method used quantitatively with the design of pre experimental one group pretest research – posttest. The respondents in this study numbered 100 students. The research instrument uses  a dismenorrhea  test to measure the level of knowledge of students about dysmenorrhea at Adventist High School Tompaso. Paired T-test results showed significant 0.000  < 0.05, meaning a significant increase in the level of knowledge of young women about dysmenorrhea at Tompaso Adventist High School. The advice in the study should be for young women to seek more appropriate information to take precautions and treatment of dysmenorrhea, and for schools to always be active in providing reproductive health education to their students, especially about dysmenorrhea as an effort to prevent or reduce the risk.
Pengetahuan Remaja Putri Tentang Kompres Hangat dalam Mengurangi Dismenore di SMA Advent Tompaso Sabbathismos Pathy Toar; Monalisa Sitompul
JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. 2 No. 2 (2022): Edisi Juli 2022
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jintan.v2i2.337

Abstract

Remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Pada masa remaja terjadi perubahan hormonal, fisik, psikologis, maupun sosial, dimana kondisi tersebut dinamakan dengan masa pubertas. Salah satu tanda pubertas pada remaja putri yaitu terjadinya menstruasi. Salah satu yang berhubungan dengan menstruasi yaitu dismenorea. Wanita yang mengalami menstruasi akan timbul nyeri yang disebut dismenore. Dismenore adalah keluhan ginekologis akibat ketidakseimbangan hormone progesterone dalam darah sehingga mengakibatkan timbul rasa nyeri pada bagian perut, seperti kram, dan sakit punggung bawah sebelum dan selama menstruasi. Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat pengetahuan remaja putri tentang kompres hangat dalam mengurangi dismenore di SMA Advent Tompaso. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan desain pre experimental one group pretest-posttest. Responden berjumlah 100 orang siswi. Instrument penelitian tes adalah pilihan ganda mengenai penanganan dismenore pada saat menstruasi. Hasil penelitian menunjukan uji paired T-test nilai signifikansi 0.000 < 0,05 yang berarti bahwa terjadi peningkatan yang signifikan mengenai pengetahuan remaja tentang kompres hangat. Disarankan kepada kepala sekolah agar seminar kesehatan tentang dismenore dapat diberikan rutin agar siswi dapat mengetahui penanganan dismenore pada saat menstruasi.
Pemahaman KIPI melalui Penyuluhan tentang Manajemen KIPI pada Mahasiswa Universitas Advent Indonesia Imanuel Sri Mei Wulandari; Monalisa Sitompul; Masta Haro; Evelin Malinti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7456

Abstract

ABSTRAK Covid-19 merupakan penyakit saluran pernafasana yang mudah menular melalui udara dan kontak langsung dengan penderita. Usaha yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi Pandemik Covid-19, salah satunya dengan pemberian vaksin kepada penduduk Indonesia yang berusia 6 tahun ke atas. Bahkan saat ini telah dilaksanakan vaksin dosis 3 yang merupakan boster bagi masyarakat dengan usia lebih dari 18 tahun. Banyak laporan yang menyebutkan adanya masalah yang terjadi paska mendapatkan vaksin atau yang sering disebut dengan Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI), hal ini membuat masyarakat cenderung ragu untuk mengikuti program pemerintah. Tujuan penyuluhan Kesehatan yang dilakukan untuk mengetahui pemahaman penanganan KIPI pada mahasiswa Universitas Advent Indonesia. Metode yang digunakan adalah ceramah dengan media power point dan leaflet yang dibagikan pada peserta penyuluhan. Hasil yang didapatkan melalui pos tes adalah pemahaman mahasiswa mengenaia penanganan KIPI 76% memiliki hasil pemahaman yang baik, dan 24% dengan pemahaman sedang. Hal ini menujukan penyuluhan yang diberikan efektif dengan tingkat pemahaman yang baik. Kata Kunci: Booster Vaksinasi, Covid-19, Kejadian Ikutan Paska Imunisasi. ABSTRACT Covid-19 is a respiratory disease that is easily transmitted through the air and direct contact with sufferers. Efforts made by the government to overcome the Covid-19 pandemic, one of which is by providing vaccines to Indonesian residents aged 6 years and over. Even now, dose 3 vaccine has been implemented which is a booster for people over 18 years of age. Many reports mention that there are problems that occur after getting the vaccine or what is often referred to as Post-Immunization Adverse Events (KIPI), this makes people tend to hesitate to participate in government programs. The purpose of health education is to find out the understanding of handling AEFI in Indonesian Adventist University students. The method used is a lecture using power point media and leaflets which are distributed to the counseling participants. The results obtained through the post-test were students' understanding of the handling of AEFI, 76% had good understanding, and 24% had moderate understanding. This shows that the counseling provided is effective with a good level of understanding. Keywords: Covid-19, Post-Immunization Follow-Up Events (AEFI), Vaccinations
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Orangtua Berhubungan dengan Penggunaan Obat Tradisional pada Anak Johanna Natasha Agaatsz; Monalisa Sitompul
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 3 No 2 (2021): Mei 2021, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v3i2.454

Abstract

Orangtua sangatlah memiliki peran penting dalam sebuah keluarga, khususnya bagi anak .dan orangtua juga sangat berpengaruh dalam mengambil keputusan terumata untuk anak mereka, penelitian ini dilakukan karena untuk melihat pentingnya peran orangtua saat anak sakit dan untuk melihat apakah tindakan orangtua sudah tepat dalam mengobati anak mereka yang sakit dengan menggunakan pengobatan tradisional yang mereka lakukan sendiri,dan diharapkan setelah adanya penelitian ini akan meningkatkan kualitas orangtua serta pengetahuan orangtua dan sikap yang dimiliki orangtua dalam penggunaan obat tradisional. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui apakah ada hubungan yang signifikan dari tingkat pengetahuan serta sikap orangtua yang berada di desa karegesan dalam menggunakan obat tradisional untuk pengobatan pada anak. Metode penelitian ini adalah deskriptif korelasi, teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dengan total 52 responden. Penelitian ini dilakukan secara online, yaitu peneliti mengirimkan kuesioner dalam bentuk googleform kepada responden melalui aplikasi whatsapp. analisa data menggunakan uji korelasi pearson correlation dengan hasil Adanya hubungan yang signifikan dari pengetahuan yang kurang baik dengan sikap orangtua yang kurang baik dalam menggunakan obat tradisional untuk pengobatan pada anak dengan p value 0,000 <0,05.
Pemahaman Pola Hidup Sehat di Era Endemi melalui Penyuluhan Kesehatan di Labschool Unai Monalisa Sitompul; Masta Haro; Evelin Malinti; Imanuel Sri Mei Wulandari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9303

Abstract

ABSTRAK Pengetahuan dalam melaksanakan pola hidup sehat dalam masa endemi sangat penting, hal ini dapat meningkatkan imunitas tubuh sehingga dapt terhindar dari penularan penyakit. Untuk meningkatakn pengetahuan perlu adanya edukasi melalui penyuluhan kesehatan di lingkungan sekolah. Tujuan dari penyuluhan kesehatan ini adalah untuk mengetahui pemahaman siswa SMP Labs School UNAI mengenai pola hidup sehat. Metode yang diguanakan adalah dengan memberikan memberikan ceramah dengan menggunakan power point, leaflet dan poster. Hasil yang didapati adalah adanya peningkatan pengetahuan sebelum dengan sesudah pelaksanaan penyuluhan kesehatan dengan nilai rata-rata pre tes 71 % dan nilai rata-rata post tes adalah 86,1%. Penyuluhan kesehatan mempunya dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pola hidup sehat di era pandemic. Kata Kunci: Hidup Sehat, Pengetahuan, Penyuluhan Kesehatan  ABSTRACT Knowledge of implementing a healthy lifestyle during an endemic period is very important, this can increase the body's immunity so that it can avoid disease transmission. To increase knowledge, it is necessary to have education through health education in the school environment. The purpose of this health counseling is to find out the understanding of SMP Labs School UNAI students regarding healthy lifestyles. The method used is to give lectures using power points, leaflets and posters. The results found were an increase in knowledge before and after the implementation of health counseling with an average pre-test score of 71% and an average post-test score of 86.1%. Health education has had a positive impact on increasing students' knowledge of healthy lifestyles in the pandemic era. Keywords: Knowledge, Health Teaching, Life Style
Gambaran Pengetahuan Siswa SD Advent Parongpong dalam Mempertahankan Daya Tahan Tubuh dari Covid-19 Eva Susi Ginting; Monalisa Sitompul
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 3 No 1 (2022): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: April 2022
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v3i1.970

Abstract

Kasus Covid-19 di Indonesia semakin meningkat jumlahnya dari waktu ke waktu dan memerlukan perhatian khusus. Pesatnya peningkatan kasus tersebut disebabkan mobilisasi masyarakat yang tinggi dan kepadatan penduduk di Indonesia. Peningkatan imunitas tubuh memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah terinfeksi Covid-19. Anak usia sekolah dasar (SD) adalah anak yang berusia 6-12 tahun dan disebut masa middle childhood. Mempertahankan dan meningkatkan daya tahan tubuh anak tidak terlepas dari pengetahuan anak itu sendiri terhadap perilaku hidup sehat dan kebersihan diri maupun lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan anak usia Sekolah Dasar (SD) dalam mempertahankan daya tahan tubuh anak pada era baru Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode pre-experimental design tipe one group pretest-posttest (tes awal-tes akhir kelompok tunggal). Teknik pengambilan sampel yaitu dengan teknik probability sampling dengan kriteria sampel ialah siswa SD Advent Parongpong yang terdaftar pada semester genap tahun ajaran 2021/2022. Penelitian ini menunjukkan hasil uji paired T-test nilai signifikansi adalah 0.000 lebih kecil dari 0.05 (0.000 < 0.05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan siswa SD pada pre-test dan post-test setelah diberikan pendidikan kesehatan. Tingkat pengetahuan awal responden dengan nilai rata-rata 33.00 meningkat menjadi 88.60.
Perbandingan Angka Cakupan Imunisasi Dasar Anak Sebelum, Selama dan Setelah Pandemi Covid-19 Leokuna, Irene Primagdasary; Sitompul, Monalisa
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 6 No 1 (2024): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v6i1.9763

Abstract

This research aims to provide a clear picture of the impact of the Covid-19 pandemic on children's basic immunization coverage at the Parongpong Community Health Center, West Bandung Regency from 2019-2023. The research uses a quantitative descriptive approach with sampling techniques using methodstotal sampling. The data used is secondary data from monthly reports of routine immunization results every month. The research results show that the basic immunization coverage rate for children in the Parongpong Community Health Center working area before the 2019 Covid-19 pandemic had good coverage with the highest coverage in December amounting to 1237 (115%). In 2020, during the pandemic, basic immunization coverage for children experienced a significant decline with the highest coverage in January being only 514 children (48%) and in 2021 increasing with the highest coverage being 953 children (88%). In 2022 there will be an insignificant decline. After the Covid-19 Pandemic in 2023, the figure for basic immunization coverage among children showed an increase of 88% or around 953 children were vaccinated. Conclusion, there is a comparison of basic immunization coverage rates for children before, during and after the Covid-19 pandemic. This shows the need for special attention in efforts to restore and increase children's basic immunization coverage after the pandemic. Keywords: Immunization Coverage, Covid-19, Basic Immunization