Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Kapasitas Evakuasi Diri dari Ruang Kelas Saat Gempa Bumi di Sekolah Dasar Suka Asih Cugenang Cianjur Sudharmono, Untung; Sitompul, Monalisa; Malinti, Evelin; Wulandari, Imanuel Sri Mei; Haro, Masta
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18601

Abstract

ABSTRAK Kapasitas evakuasi diri dari ruang kelas saat gempa bumi merupakan aspek penting dalam upaya mitigasi risiko bencana di lingkungan sekolah. Penelitian ini untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mealkukan evakuasi dari ruang kelas saat terjadi gempa. Metode yang digunakan adalah dengan penyuluhan dan simulasi melakukan evakuasi dari dalam ruang kelas saat terjadi bencana gempa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap langkah-langkah evakuasi masih bervariasi, dipengaruhi oleh frekuensi simulasi, tingkat edukasi tentang bencana, dan peran guru dalam memimpin evakuasi. Infrastruktur sekolah, seperti jalur evakuasi dan titik kumpul, juga menjadi faktor penentu keberhasilan evakuasi. Hambatan utama meliputi kepanikan siswa, keterbatasan fasilitas, dan kurangnya simulasi yang terintegrasi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan frekuensi simulasi, pelatihan bagi guru, dan perbaikan infrastruktur untuk memperkuat kapasitas evakuasi. Dengan langkah ini, sekolah dapat meningkatkan keselamatan siswa dan staf selama gempa bumi. Kata Kunci: Bencana, Evakuasi, Gempa  ABSTRACT The capacity to self-evacuate from classrooms during an earthquake is an important aspect in efforts to mitigate disaster risk in the school environment. This research is to determine students' ability to evacuate the classroom when an earthquake occurs. The method used is counseling and simulation of evacuating from the classroom when an earthquake occurs. The research results show that students' understanding of evacuation steps still varies, influenced by the frequency of simulations, the level of education about disasters, and the role of teachers in leading evacuations. School infrastructure, such as evacuation routes and assembly points, is also a determining factor in the success of an evacuation. The main obstacles include student panic, limited facilities, and lack of integrated simulations. This research recommends increasing the frequency of simulations, training for teachers, and improving infrastructure to strengthen evacuation capacity. With these steps, schools can improve the safety of students and staff during earthquakes. Keywords: Knowledge, Health Teaching, Life Style
Hubungan Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur Mahasiswa Keperawatan dalam Mengerjakan Tugas Akhir Larasati, Leony; Haro, Masta
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v7i2.14959

Abstract

This study aims to analyze the relationship between stress levels and sleep quality in Nursing students of Universitas Advent Indonesia who are working on their final assignments. The method used is a cross-sectional design on 56 students of the 2022 intake who were selected by purposive sampling. The results showed that 41.1% of students experienced severe stress, 26.8% moderate stress, and 32.1% mild stress, while 60.7% had poor sleep quality. The Pearson correlation test showed a significant relationship between stress levels and sleep quality (p <0.05). This study concludes that the higher the stress level, the worse the sleep quality of students, which indicates a significant relationship between stress and sleep quality.   Keywords: Sleep Quality, Thesis, Stress
Hubungan Komunikasi Teraupetik terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Appendiks di Rumah Sakit Advent Medan Silaen, Regina; Haro, Masta
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14749

Abstract

Operasi ialah tindakan medis yang dilakukan dengan membuat sayatan pada area tubuh tertentu untuk mendiagnosis atau mengobati sebuah penyakit. Pada umumnya tindakan ini dilakukan dengan cara memotong sebagian tubuh dan akan mencederai jaringan tubuh sehingga akan menimbulkan perubahan fisiologis. Riset ini memanfaatkan metodologi riset cross-sectional dan memanfaatkan purposive sampling untuk memilih jumlah sampel sebanyak 30 orang. Para perawat memanfaatkan angket taraf kecemasan ZSAS dan kuesioner komunikasi terapeutik perawat sebagai alat penilaian mereka. Hipotesis diuji dengan memanfaatkan koefisien korelasi product moment Pearson. Ditemukan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang menunjukkan hasil yang sangat signifikan. Nilai r yang dihitung ialah -0,01**.
Hubungan Dukungan Atasan dan Motivasi Perawat untuk Melanjutkan Pendidikan ke Jenjang S1 (Sarjana) Keperawatan Haro, Masta; Wulandari, Imanuel Sri Mei
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.4792

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan profesionalisme kerja perawat adalah melanjutkan pendidikan keperawatan ke jenjang yang lebih tinggi. Beberapa faktor yang mendorong perawat untuk melanjutkan Pendidikan, yakni motivasi dan dukungan atasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan atasan dan motivasi perawat yang sudah bekerja untuk melanjutkan Pendidikan ke jenjang S1 (Sarjana) keperawatan. Desain penelitian adalah cross sectional dengan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling, yaitu perawat tamatan Diploma Tiga (D-III) yang sedang bekerja dalam pelayanan kesehatan yang melanjutkan Pendidikan ke jenjang (Sarjana) di Universitas Advent Indonesia. Jumlah sampel penelitian ini 45 orang perawat. Dari hasil uji statistic didapatkan ada hubungan yang signifikan antara dukungan atasan dan motivasi perawat melanjutkan Pendidikan ke jenjang S1 Keperawatan dengan nilai p value 0,01 dengan tingkat keeratan sedang yaitu 0,435.
Pengaruh Pemberian Orientasi Terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien yang Menjalani Terapi Oksigen Hiperbarik di Rumah Sakit Advent Bandung Nababan, Longgam; Haro, Masta
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.876 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i4.10197

Abstract

ABSTRACT Anxiety due to closed spaces or claustrophobia is one of the side effects of hyperbaric oxygen therapy, if the anxiety is not treated it will inhibit the therapy process. This study was conducted with the aim of determining the effect of orientation on anxiety levels in patients who will undergo hyperbaric oxygen therapy at Bandung Adventist Hospital. The sampling technique used was purposive sampling and a research sample of 20 respondents was obtained. The independent variable is the provision of orientation to the patient. The dependent variable is the level of anxiety. Data collection method using questionnaires. Based on the questionnaire, data tabulation and analysis were then carried out using statistical tests T-test paired samples with a confidence level of 95% or α=5% (0.05).The results of the paired sample t-test statistical test yielded P = 0.000 with α = 0.05. Based on the results of further statistical tests, it was found that there was an influence of orientation on the anxiety level of patients who would undergo hyperbaric oxygen therapy in the HBOT room of Bandung Adventist Hospital. Based on the results of the study, it can be concluded that if the nurse conducts orientation to the patient in accordance with the procedure, the patient's anxiety level will decrease. Further research needs to be done on the effect of orientation on the anxiety level of more specific patients. Keywords: Anxiety, Orientation, Hyperbaric Therapy.  ABSTRAK Kecemasan akibat ruang tertutup atau claustrophobia merupakan salah satu efek samping dari terapi oksigen hiperbarik, apabila kecemasan tersebut tidak ditangani maka akan menghambat proses terapi tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian orientasi terhadap tingkat kecemasan pada pasien yang akan menjalani terapi oksigen hiperbarik di Rumah Sakit Advent Bandung. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan diperoleh sampel penelitian 20 responden. Variabel independennya adalah pemberian orientasi kepada pasien. Variabel dependennya adalah tingkat kecemasan. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Berdasarkan kuesioner tersebut selanjutnya dilakukan tabulasi dan analisis data dengan menggunakan uji statistik T-test sampel paired dengan tingkat kepercayaan 95% atau a=5% (0.05).Hasil uji statistik t-test sampel paired menghasilkan P = 0,000 dengan α = 0,05. Berdasarkan hasil uji statistik lanjut, diperoleh hasil bahwa ada pengaruh orientasi terhadap tingkat kecemasan pasien yang akan menjalani terapi oksigen hiperbarik di ruang HBOT Rumah Sakit Advent Bandung. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa apabila perawat melaksanakan orientasi kepada pasien sesuai dengan prosedur maka tingkat kecemasan pasien akan menurun. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh orientasi terhadap tingkat kecemasan pasien yang lebih dispesifikkan. Kata Kunci: Kecemasan, Orientasi, Terapi Hiperbarik
Edukasi Dan Pemberdayaan Lansia dalam Menjaga Kesehatan di Kelurahan Kacapiring, Kecamatan Batununggal Bandung Haro, Masta; Sudharmono, Untung; Sitompul, Monalisa; Malinti, Evelin; Wulandari, Imanuel Sri Mei
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13372

Abstract

ABSTRAK Proses penuaan terjadi secara alami dan proses alami tersebut menyebabkan terjadinya berbagai perubahan pada lansia, yaitu dari segi kondisi fisik atau biologis, kondisi psikologis, kondisi sosial, serta kondisi ekonomi. Lansia perlu mendapatkan perhatian dengan mengupayakan agar mereka tidak terlalu tergantung kepada orang lain dan mampu mengurus diri sendiri (mandiri), menjaga kesehatan diri. Tujuan Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat untuk menumbuhkan pemahaman lansia kelompok Ina Hanna HKBP Reformanda dalam Upaya meningkatkan Kesehatan secara mandiri. Untuk meningkatkan pengetahuan lansia perlu adanya edukasi melalui penyuluhan Kesehatan. Metode yang digunakan adalah dengan penyuluhan Kesehatan menggunakan power point dan poster. Terdapat peningkatan pengetahuan dari hasil pre test dan post test pemahaman lansia tentang kiat sehat bugar di usia lanjut. Dari 30 lansia yang mengikuti penyuluhan Kesehatan rata-rata nilai pre tes adalah 73,3%, nilai ini masuk dalam kategori nilai baik, nilai post test dengan nilai rata-rata 86,6% dimana masuk dalam ketegori sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa Penyuluhan Kesehatan yang diberikan memberikan manfaat yang positif dalam peningkatan pengetahuan lansia mengenai kiat hidup sehat bugar di usia lanjut. Kata Kunci: Edukasi, Kiat Sehat, Lansia  ABSTRACT The aging process occurs naturally, all these natural process causes various changed in older people, namely in terms of physical or biological conditions, psychological conditions, social conditions, and economic conditions. Elderly needs more attention by ensuring they are not too dependent on other people and can take care of themselves (independently) to maintain their health. Implementation of health promotion efforts aimed at increasing understanding of elderly in the Ina Hanna HKBP Reformanda group in efforts to improve health. To increase the knowledge of th elderly, education is needed through health education. The method used is health education using power points and posters. There is an increase in knowledge by pre-test and post -test show result understanding of elderly regarding tips for being healthy and fit in old age. From 30 elderly atending in health education, the average result pre-test score was 73.3%, meant good score category, and post-test score is average score 86.6%, that meant the excellent category. It concluded that the health education provided provides positive benefits in increasing elderly knowledge regarding tips for healthy living in old age Keywords: Education, Healthy Tips, Elderly
Peningkatan Kapasitas P3K melalui Edukasi First Aid di Area Wisata Dusun Bambu Kabupaten Bandung Barat Sudharmono, Untung; Wulandari, Imanuel Sri Mei; Sitompul, Monalisa; Haro, Masta
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14368

Abstract

ABSTRAK Salah satu latar belakang utama bagi perlunya edukasi P3K di daerah wisata adalah meningkatnya angka kecelakaan dan kejadian darurat medis yang melibatkan wisatawan. Destinasi wisata seringkali menawarkan beragam aktivitas, seperti hiking, snorkeling, atau bersepeda gunung, yang dapat meningkatkan risiko cedera. Tanpa pengetahuan dan keterampilan P3K yang memadai, penanganan keadaan darurat bisa menjadi lambat dan tidak efektif. Tujuan dari pemberian edukasi ini adalah untuk meningkatkan kapasitas P3K dari para pekerja di area wisata Dusun Bambu. Metode yang digunakan adalah memberikan edukasi dengan simulasi mengenai First Aid  pada pekerja di area wisata. Hasil yang didapati bahwa 86% peserta mampu memahami materi yang disampaiakn dengan baik, dan 100 % peserta dapat mempraktekan kembali apa yang telah diajarkan. Edukasi yang disertai dengan simulasi mampu meningkatkan kapasitas P3K dari pegawai di area wisata Dusun bambu. Saran yang dapat disampaikan kiranya peserta terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan dalam pertolongan pertama melalui pelatihan reguler dan belajar dari pengalaman. Kata Kunci: Edukasi, P3K, BHD ABSTRACT One of the main backgrounds for the need for first aid education in tourist areas is the increasing number of accidents and medical emergencies involving tourists. Tourist destinations often offer a variety of activities, such as hiking, snorkeling or mountain biking, which can increase the risk of injury. Without adequate first aid knowledge and skills, handling emergencies can be slow and ineffective. The aim of providing this education is to increase the first aid capacity of workers in the Dusun Bambu tourist area. The method used is to provide education with simulations regarding First Aid to workers in tourist areas. The results showed that 86% of participants were able to understand the material presented well, and 100% of participants were able to practice what had been taught. Education accompanied by simulations can increase the first aid capacity of employees in the Dusun Bamboo tourist area. Suggestions that can be conveyed are that participants continue to update their knowledge and skills in first aid through regular training and learning from experience. Keywords: Education, Basic Life Support
HEALTH EDUCATION ON PREVENTING AND MANAGING HYPERTENSION IN CIHANJUANG RAHAYU VILLAGE Tambunan, Evelyn Hemme; Haro, Masta
Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : LPPM Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/mahajana.v6i3.7002

Abstract

Hypertension is known as the "silent killer" and remains one of the leading causes of morbidity and mortality globally. In Indonesia, the prevalence of hypertension is still high, particularly in rural areas where access to accurate health information is often limited. This Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat, or PkM) aimed to improve community health literacy and self-management skills related to hypertension prevention and control among residents of Cihanjuang Rahayu Village, West Bandung Regency. The PkM activities included basic health screening, interactive health education sessions (lectures, discussions, and demonstrations), and evaluation using a quasi-experimental design with pre-test and post-test questionnaires on knowledge and behaviour. A total of approximately 35 participants were involved, consisting of older adults, health cadres, and individuals at risk for hypertension. The findings indicated a significant increase (p < .05) in participants’ knowledge scores, from a pre-test mean of 64.5 to a post-test mean of 89.2. The greatest improvement was observed in understanding lifestyle modification, especially the importance of a low-salt diet and medication adherence. The program successfully empowered the community by enhancing knowledge and awareness about hypertension prevention and management. Increased health literacy is expected to contribute to long-term behavioural change, supporting early detection and sustainable control of hypertension at the community level.