Endry Septiadi
Universitas Jenderal Achmad Yani

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemeriksaan Serologi Anti SARS-CoV-2, Pemberian Vitamin C Dan Zinc Pada Dokter Muda Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani Endry Septiadi; Iis Inayati Rakhmat; Dewi Ratih Handayani; Dinar Mutiara; Jihan Amalia; Siska Telly Pratiwi; Rini Roslaeni; Andri Andrian Rusman; Muhammad Akmal Rais; Nur Muhamad Rohman; Achmad Hero Prawira; Rifal Aldi Anugrah
Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/dimasejati.v3i1.7619

Abstract

Kejadian COVID-19 di Indonesia selalu mengalami peningkatan. Pemberian vitamin C dan zinc pada dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani bertujuan untuk memberikan kontribusi dalam pencegahan COVID-19 terhadap dokter muda yang masuk dalam kelompok beresiko tinggi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya pencegahan yang dilakukan untuk menekan angka kejadian COVID-19.  Kegiatan diawali dengan pembagian kuesioner kriteria COVID-19 dari Kemenkes RI, dilanjutkan dengan pemeriksaan serologis Anti SARS-CoV-2 untuk mengetahui status COVID-19 dari dokter muda. Sebanyak 47 dokter muda yang terdiri dari 32 perempuan dan 15 laki-laki berusia rata-rata 22 tahun, memiliki status kontak erat berdasarkan kuesioner, dan empat diantaranya (8,51%) dokter muda memiliki hasil reaktif. Hasil Anti SARS-CoV-2 pada kegiatan ini bukan sebagai diagnosis pasti, sehingga untuk hasil reaktif diperlukan pemeriksaan ulang dengan Swab-PCR, melakukan physical distancing serta perilaku hidup bersih dan sehat.
Integrasi pendidikan gizi, kebersihan, dan regulasi emosi untuk kesehatan anak usia dini di PAUD pasca-pandemi Chatarina Suryaningsih; Endry Septiadi; Glady Haiqa Aurellia
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1170400

Abstract

Penelitian ini menyoroti pentingnya penguatan kesehatan holistik anak usia dini di lembaga PAUD perkotaan pascapandemi, dengan fokus pada gizi, kebersihan, dan regulasi emosi. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi efektivitas model pembelajaran tematik integratif yang menggabungkan ketiga aspek tersebut dalam kurikulum PAUD. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran dengan desain konvergen paralel untuk memperoleh pemahaman komprehensif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui pengukuran status gizi (indikator IMT/U), perilaku kebersihan (frekuensi cuci tangan), dan regulasi emosi (skala keterampilan sosial–emosional), sebelum dan sesudah intervensi pada 186 anak usia 3–6 tahun dari tujuh PAUD di Bandung Raya. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan FGD dengan guru, kepala sekolah, serta orang tua, lalu dianalisis tematik untuk menafsirkan dinamika implementasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan secara statistik (p < 0,05): pengetahuan gizi (+23%), praktik cuci tangan sebelum makan (+41%), dan keterampilan regulasi emosi (+18%). Analisis kualitatif mengungkap tantangan berupa keterbatasan waktu pembelajaran, keterampilan pedagogis guru, serta sarana sanitasi. Integrasi data menunjukkan bahwa peningkatan perilaku anak lebih optimal ketika didukung oleh pelatihan guru berjenjang, modul tematik sederhana, serta keterlibatan orang tua melalui aktivitas berbasis rumah. Studi ini berkontribusi dengan menawarkan model integrasi kesehatan holistik dalam kurikulum PAUD yang aplikatif di konteks perkotaan Indonesia. Implikasi praktis mencakup perlunya penguatan kapasitas guru, dukungan kebijakan lokal, serta kolaborasi lintas sektor (PAUD, Posyandu, BKB) untuk memastikan keberlanjutan.