Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Public Corner

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI GARAM UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN EKONOMI Rosilowati Rintiyani; Ida Syafriyani; Roos Yuliastina
PUBLIC CORNER Vol 17 No 1 (2022): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v17i1.2058

Abstract

Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) merupakan program yangdiperuntukkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan kesempatankerja dalam upaya mendukung swasembada garam nasional dengan prinsip botton-up.Selain itu, program tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan produksi garam sebagaisalah satu implikasi dari target pemerintah dalam rangka menyediakan kebutuhan garam nasional serta mengurangi impor garam. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiBagaimana Pemberdayaan Masyarakat Petani Garam Untuk Meningkatkan KesejahteraanEkonomi di Desa Karanganyar Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep dalammenciptakan kesejahteraan bagi petani garam. Fokus dalam penelitian ini menggunakanTeori Mardikanto (2003:154) yang mengemukakan empat lingkup kegiatan pemberdayaanmasyarakat yaitu; a)Pengembangan Kapasitas Manusia, b)Pengembangan Kapasitas Usaha,c)Pengembangan Kapasitas Lingkungan dan d)Pengembangan Kapasitas Kelembagaan.Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknikpengumpulan data yang digunakan adalah observasi di lokasi penelitian, wawancaraterhadap informan- informan yang terkait dan dokumentasi. Teknik analisis data yangdigunakan dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikankesimpulan/verifikasi data. Hasil penelitian yang telah dilakukan, yakni meliputia)Pengembangan Kapasitas Manusia, Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep melakukanbentuk kegiatan seperti pelatihan/sosialisasi, rembuk daerah dan sosialisasi daerah yangdilakukan lima kali dalam satu tahun dengan menggunakan media secara langsung/lisan.b)Pengembangan Kapasitas Usaha, sudah sangat baik hal ini dibuktikan dengan adanyalima bantuan dari program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) yangdisebarkan ke delapan desa dan tentunya dari bantuan tersebut dapat membantu danmeningkatkan kualitas dan kuantitas pada produksi garam. c)Pengembangan KapasitasLingkungan, sudah terdapat dua jenis bantuan yang diberikan dan tentunya dari bantuantersebut tidak berdampak pada lingkungan. d)Pengembangan Kapasitas Kelembagaan,sudah sangat baik yaitu dibuktikan dengan terciptanya hubungan, koordinasi, kerja samayang baik antara pelaksana program yaitu Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep dengandelapan Desa penerima bantuan yang diantaranya ada Koperasi Garam, BUMDes danKelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR). Kata Kunci : Pemberdayaan, Usaha GaramRakyat
PERAN KEPALA DESA DALAM PEMBANGUNAN (STUDI AKSELERASI PERCEPATAN PEMBANGUNAN DESA) Ida Syafriyani
PUBLIC CORNER Vol 11 No 2 (2016): Publik Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.221 KB) | DOI: 10.24929/fisip.v10i2.286

Abstract

Berdasarkan Undang - undang Nomor 32 Tahun 2004, Desa atau yang di sebut dengan nama lain adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas –batas wilayah yuridiksi, berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal – usul dan adat istiadat setempat  yang di akui dan atau di bentuk dalam sistem pemerintahan nasional yang berada di Kabupaten/Kota, sebagaimana di maksud dalam Undang – undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.            Pemerintahan Desa adalah penyelenggara urusan pemerintahan oleh Pemerintahan Desa dan Badan Permusyawaratan Desa dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal – usul dan adat istiadat setempat.            Kepala Desa adalah seseorang yang mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan desa, yang memiliki kewenangan antara lain pengaturan bagi kehidupan masyarakat sesuai dengan kewenangan desa, seperti : pembuatan peraturan desa, pembentukan lembaga kemasyarakatan desa, pembentukan badan usaha milik desa, dan kerja sama antar desa, urusan pembangunan, antara lain pemberdayaan masyarakat dalam penyediaan sarana dan fasilitas umum desa, seperti jalan desa, jembatan desa, irigasi desa, pasar desa dan urusan kemasyarakatan yang meliputi pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan kehidupan sosial budaya masyarakat seperti kesehatan, pendidikan serta adat istiadat.Mengingat pentingnya peran kepala desa dalam mendukung visi dan misi pemerintah, maka penulis tertarik untuk menulis tentang “ Peran Kepala Desa Dalam Pembangunan”.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR BERBASIS COMMUNITY BASED MANAGEMENT (Studi Pada Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep) Ida Syafriyani
PUBLIC CORNER Vol 12 No 2 (2017): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.712 KB) | DOI: 10.24929/fisip.v12i2.422

Abstract

Coastal area is a rich resource Coastal, marine and fisheries. Coastal areas also have potential that can be developed as a marine tourism area. People who live in the coastal area, since the first also has to depend its life from the utilization of natural resources found in coastal areas.. CBM (Community Based Management) is one approach that will be used in optimizing community empowerment in coastal areas with the CBM approach, not only the economic growth of coastal communities will improve, but also ensure economic growth that can be enjoyed fairly and proportionally. Departement of Fishery Sumenep Regency in coastal community empowerment Community-based refers to the development of entrepreneurs in order to improve the quality of products in production and develop the economy through empowerment that is based on the management of coastal communities industry,
KUALITAS PELAYANAN PROGRAM JAMPERSAL MELALUI SISTEM KLAIM (REIMBURSEMENT) DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN MASYARAKAT (Studi Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep) sari Munaili; Ida Syafriyani; alqaf harto
PUBLIC CORNER Vol 15 No 2 (2020): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v15i2.1172

Abstract

Kualitas pelayanan publik merupakan salah satu hal yang sangat penting demi kemajuannegara. Karena melalui suatu pelayanan kebutuhan dan keinginan masyarakat dapat terpenuhidengan sepenuhnya. Salah satunya adalah Pelayanan kesehatan yang dimana kesehatanmerupakan hal terpenting untuk menentukan kualitas sumber daya manusia dalammeningkatkan kelangsungan hidup apabila disuatu negara masyarakatnya dalam segikesehatan sudah terpenuhi maka generasi yang akan meneruskan akan menjadi generasi yangsehat dan cerdas. Dinas kesehatan kabupaten sumenep telah melakukan salah satu programjampersal melalui sistem klaim untuk mengurangi kematian ibu dan bayi yang dimaksudkanuntuk meningkatkan pelayanan publik dan kepuasaan masyarakat.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan datadalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis datadalam penelitian ini menggunakan beberapa tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dankesimpulan. Hasil penelitian dari Kualitas Pelayanan Program Jampersal Melalui SistemKlaim (Reimbursement) dalam Meningkatkan Kepuasan Masyarakat menunjukkan bahwa :Pertama, Standar Pelayanan pelanggan berupa standar kualitas sudah baik dibuktikan denganterlaksananya program jampersal sesuai dengan standar yang telah ada. Kedua, CustomerRedress, di dinas kesehatan kabupaten sumenep sudah cukup baik karena selama pelaksanaanprogram jampersal biaya benar-benar digratiskan. Ketiga, Quality Guaranties komitmenorganisasi di dinas kesehatan kabupaten sumenep sudah cukup baik karena adanyainovasiinovasi terbaru setiap tahunnya. Keempat, Quality Inspector, Baik dinas kesehatanmaupun rumah sakit, bidan desa dan puskesmas sudah melakukan kerjasama yang baik,Tetapi masih kurang maksimal karena masih banyak masyarakat yang masih belummengetahui program jampersal. Kelima, Customer Komplain System, Pemberian respon ataskeluhan-keluhan masyarakat juga sudah baik namun masih perlu ada peningkatan kembali.Keenam, Ombudsmen, selama ini yang diberikan oleh pihak rumah sakit maupun dinaskesehatan juga sudah cukup baik.Kata Kunci: Kualitas Pelayanan Publik, Kepuasaan Masyarakat
PEMBERDAYAAN KELOMPOK KARANG TARUNA DALAM MEWUJUDKAN DESA MANDIRI DI DESA MANDING DAYA KECAMATAN MANDING Raudatur Rohmah; Ida Syafriyani; Ach. Andiriyanto
PUBLIC CORNER Vol 16 No 2 (2021): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v16i2.1695

Abstract

AbstractCommunity empowerment is an important thing to do because through empowerment,people's lives become better. Conceptual empowerment in essence discusses how individuals,groups or communities try to control their own lives and seek to shape the future accordingto their wishes. The purpose of this study was to find out how to empower youth groups inrealizing an independent village in Manding Daya village, Manding sub-district. The focus inthis research uses the Chabib Sholeh theory (2014: 81) which suggests three scopes ofcommunity empowerment activities, namely; a) Increasing Role in Each Activity, b)Increasing Efficiency and Effectiveness, c) Increasing Self Competence Automatically. Themethod in this study uses descriptive qualitative research. Data collection techniques usedwere observation at the research site, interviews with relevant informants anddocumentation. The data analysis technique used in this study uses data reduction, datapresentation and conclusion drawing/data verification. The results of the research that havebeen carried out include a) Increasing the Role in Each of these Activities in the YouthOrganization's empowerment program in the field of catfish cultivation is quite maximal. b)Increasing Efficiency and Effectiveness is a program carried out by Karang Taruna, one ofwhich is socialization of catfish farm waste managed by Karang Taruna which is disposed ofto TPS (Waste Processing Sites) with the 3R (Reduce, Reuse, Recycle) method. c) AutomaticSelf Competence Improvement supported by the facilities provided by the Manding DayaVillage Government. In this case, it is proven by a comparative study which was attended byyouth of Karang Taruna in Manding Daya Village.Keywords: Empowerment, Youth OrganizationAbstrakPemberdayaan masyarakat merupakan hal yang penting untuk dilakukan karena melaluipemberdayaan, kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. Pemberdayaan secara konseptualpada intinya membahas bagaimana individu, kelompok atau komunitas berusaha mengontrolkehidupan mereka sendiri dan mengusahakan untuk membentuk masa depan sesuai dengankeinginan mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Pemberdayaankelompok karang taruna dalam mewujudkan desa mandiri di desa manding daya kecamatanmanding. Fokus dalam penelitian menggunakan Teori Chabib Sholeh (2014:81) yangmengemukakan tiga lingkup kegiatan pemberdayaan masyarakat yaitu; a) Peningkatan PeranDalam Setiap Kegiatan, b) Peningkatan Efisiensi dan Efektifitas, c) Peningkatan KompetensiDiri Secara Otomatis. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptifkualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi di lokasi penelitian,wawancara terhadap informan-informan yang terkait dan dokumentasi.Teknik analisis datayang digunakan dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data danpenarikan kesimpulan/verifikasi data. Hasil penelitian yang telah dilakukan, yakni meliputi a)Peningkatan Peran Dalam Setiap Kegiatan ini dalam program pemberdayaan Karang Tarunadi bidang budidaya lele sudah cukup maksimal. b) Peningkatan Efisiensi dan Efektifitas iniyaitu program yang dilakukan oleh Karang Taruna salah satunya sosialisasi dari limbahpeternakan ikan lele yang dikelola oleh Karang Taruna yaitu di buang ke TPS (TempatPengolahan Sampah) dengan metode 3R (Reduce,Reuse, Recycle). c) PeningkatanKompetensi Diri Secara Otomatis yang didukung oleh fasilitas yang telah disediakan olehPemerintah Desa Manding Daya.Dalam hal ini dibuktikan dengan adanya studi banding yangdiikuti oleh remaja Karang Taruna Desa Manding Daya.Kata Kunci : Pemberdayaan, Karang Taruna