Joko Budiwiyanto
Fakultas Seni Rupa Dan Desain, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Revitalization of Railway Station in Situbondo Regency Shela Rachim; Joko Budiwiyanto
Pendhapa Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/pendhapa.v13i2.4541

Abstract

The revitalization of the railway station in Situbondo Regency is an effort to revitalize the function of the station and commercial function as a maintenance measure of a cultural heritage building in Situbondo Regency. This design aims to renew Situbondo Railway Station with facilities following the Indonesian Railway Station Service Standards. The design method includes input, synthesis/analysis, and output. This design uses the theme "Modern Meets Heritage," which is an effort to process the physical condition of building architecture as a heritage building in very rapid technological and design developments. The Interior Style used is the Art Deco interior style. Thus this design produces an interior design of a train station with hall facilities, counters, customer service, waiting rooms, executive waiting rooms, platforms, and other supporting facilities with aesthetic and good function value.
ESTETIKA INTERIOR RUMAH JAWA DALAM ALIH FUNGSI RUMAH JAWA MENJADI RESTORAN joko budiwiyanto
PANGGUNG Vol 33 No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i2.2432

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya rumah Jawa yang dibongkar dan digunakan kembali menjadi bangunan restoran. Rumah Jawa sebagai rumah tempat tinggal masyarakat Jawa yang penuh makna filosofis dan simbolis diubah menjadi tempat makan dan minum yang bersifat publik. Penggunaan rumah Jawa menjadi restoran banyak mengabaikan fungsi, makna, dan penataan interiornya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perubahan estetika interior rumah Jawa dalam alih fungsi menjadi restoran yang disebabkan karena adanya perubahan budaya masyarakat pendukungnya. Untuk mencapai tujuan digunakan penelitian kualitatif interpretatif dengan pendekatan estetika. Hasil penelitian adalah alih fungsi rumah Jawa baik berbentuk joglo maupun limasan lebih didasarkan pada pemenuhan selera penggunanya, baik selera pengunjung maupun selera pemilik yang dimaksudkan sebagai daya pikat bagi pengunjung. Etika budaya dan tradisi sudah mulai dihilangkan. Orang hanya melihat bentuk rupa yang indah sebagai daya tarik saja. Selera estetis hanya didasarkan pada permukaan benda, tanpa melihat nilai filosofis dan maknanya dibalik benda indah itu sendiri. Perubahan ini akan menyebabkan adanya perubahan estetika, yaitu dari estetika Jawa menjadi estetika selera.
Perancangan dan evaluasi furnitur modular untuk efisiensi ruang pada hunian Tipe 36: Studi kasus Shelldom Latifah Amelia Wulan Sari; Joko Budiwiyanto
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.3047

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan lahan hunian perkotaan yang menyebabkan menurunnya kualitas penggunaan ruang, dan fleksibilitas aktivitas penghuni. Penelitian ini bertujuan merancang furnitur modular pada hunian tipe 36 Shelldom serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap efisiensi ruang berdasarkan kualitas sirkulasi dan ruang gerak pengguna. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan kerangka design thinking yang meliputi tahap empathize, define, ideate, prototype, dan test. Evaluasi dilakukan secara kuantitatif melalui simulasi model 3D skala 1:1 dan pengukuran sirkulasi antara konfigurasi furnitur konvensional, dan modular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan furnitur modular mampu meningkatkan fleksibilitas spasial melalui integrasi fungsi dan transformasi konfigurasi ruang. Peningkatan efisiensi terjadi pada area akses ranjang sebesar 7,3%, dan ruang kerja sebesar 193,3%, sedangkan area meja makan mengalami penurunan sirkulasi sebesar 27,8%, tetapi tetap berada dalam standar ergonomi. Secara keseluruhan, penerapan furnitur modular menghasilkan rata-rata peningkatan sebesar 57,6%. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan strategi desain modular dan evaluasi spasial kuantitatif melalui indikator sirkulasi dan ruang gerak sebagai parameter efisiensi ruang pada hunian lahan terbatas.
Fraktal Geometri sebagai Sumber Ide Perancangan Interior Mental Healthcare Clinic di Yogyakarta Nurina Ramadhanty; Joko Budiwiyanto
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 15 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v15i1.4897

Abstract

Interior Design Mental Healthcare Clinic in Yogyakarta is a facility designed as a mental health service, especially to overcome stress disorders, depression, schizophrenia, and addictive substance use disorders. This Mental Healthcare Clinic is in the form of an outpatient clinic that provides diagnosis, therapy, and prevention services for mental health disorders carried out by the disciplines of psychiatry, psychology, and social work. This design aims to design the interior of the Mental Healthcare Clinic as a facility for people with mental health disorders that is safe, comfortable and informative, and applies the theme of geometric fractal patterns in a contemporary style. The design method used includes the input, synthesis and output stages. Design results in the form of Interior Design for Mental Healthcare Clinic which has lobby facilities, multipurpose room, café, consul room, fitness therapy room, children's speech therapy room, child sensory integration therapy room, art therapy room, pharmacy, and management office