Joko Budiwiyanto
Fakultas Seni Rupa Dan Desain, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Revitalization of Railway Station in Situbondo Regency Shela Rachim; Joko Budiwiyanto
Pendhapa Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/pendhapa.v13i2.4541

Abstract

The revitalization of the railway station in Situbondo Regency is an effort to revitalize the function of the station and commercial function as a maintenance measure of a cultural heritage building in Situbondo Regency. This design aims to renew Situbondo Railway Station with facilities following the Indonesian Railway Station Service Standards. The design method includes input, synthesis/analysis, and output. This design uses the theme "Modern Meets Heritage," which is an effort to process the physical condition of building architecture as a heritage building in very rapid technological and design developments. The Interior Style used is the Art Deco interior style. Thus this design produces an interior design of a train station with hall facilities, counters, customer service, waiting rooms, executive waiting rooms, platforms, and other supporting facilities with aesthetic and good function value.
ESTETIKA INTERIOR RUMAH JAWA DALAM ALIH FUNGSI RUMAH JAWA MENJADI RESTORAN joko budiwiyanto
PANGGUNG Vol 33 No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i2.2432

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya rumah Jawa yang dibongkar dan digunakan kembali menjadi bangunan restoran. Rumah Jawa sebagai rumah tempat tinggal masyarakat Jawa yang penuh makna filosofis dan simbolis diubah menjadi tempat makan dan minum yang bersifat publik. Penggunaan rumah Jawa menjadi restoran banyak mengabaikan fungsi, makna, dan penataan interiornya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perubahan estetika interior rumah Jawa dalam alih fungsi menjadi restoran yang disebabkan karena adanya perubahan budaya masyarakat pendukungnya. Untuk mencapai tujuan digunakan penelitian kualitatif interpretatif dengan pendekatan estetika. Hasil penelitian adalah alih fungsi rumah Jawa baik berbentuk joglo maupun limasan lebih didasarkan pada pemenuhan selera penggunanya, baik selera pengunjung maupun selera pemilik yang dimaksudkan sebagai daya pikat bagi pengunjung. Etika budaya dan tradisi sudah mulai dihilangkan. Orang hanya melihat bentuk rupa yang indah sebagai daya tarik saja. Selera estetis hanya didasarkan pada permukaan benda, tanpa melihat nilai filosofis dan maknanya dibalik benda indah itu sendiri. Perubahan ini akan menyebabkan adanya perubahan estetika, yaitu dari estetika Jawa menjadi estetika selera.