Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PROGRAM PELATIHAN SENAM ERGONOMIS UNTUK PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI Prima, Rezi; Oktarini, Sisca
Jurnal Salingka Abdimas Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v3i2.4707

Abstract

Senam ergonomis adalah salah satu jenis usaha non farmakologi yang dipercaya mampu mencegah hipertensi, setiap pelaksanaan senam ergonomis yang dilakukan dengan benar maka akan menurunkan sekitar 60 kalori / 30 menit, memang terasa tidak terlalu tinggi penurun kalori nya namun senam ini disetiap gerakannya memancing sirkulasi oksigen dan peredaran darah diseluruh tubuh sehingga  efektif menurunkan tekanan darah lansia  (Riqiyatiningsih dkk, 2014). Hal inilah yang melatari pelaksanaan Program pengapdian pada masyarakat dengan judul program pelatihan senam ergonomis untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi kegiatan ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi lansia untuk pencegahan resiko yang ditimbulkan dari penyakit hipertensi, kegiatan telah dilaksanakan selama 2 kali dalam seminggu dalam rentang waktu 2 minggu pelaksanaan dengan total 4 kali kegiatan dampingan, peserta kegiatan ini adalah sekitar 15 orang lansia hipertensi yang tekanan darah nya berkisar antara  140-160/90 mmhg dan memenuhi criteria untuk pelaksanaan kegiatan, rentang tersebut adalah rentang tekanan darah yang tidak memerlukan urgensi penggunaan obat farmakologis, dengan dilaksanakannya secara regular program latihan senam ergonomis ini maka sangat memungkinkan untuk menurunkan dan mencegah angka hipertensi pada lansia,hal ini terbukti dengan pengukuran tekanan darah rerata 1 bulan terakhir ini yaitu September- oktober dengan penurunan rerata 10-20 mmhg,  pelaksanaan program dan sekaligus pelatihan pada petugas kesehatan dipanti sosial tresna werdha sangat diperlukan agar menjadi program rutin mingguan bagi lansia hipertensi dan yang beresiko hipertensi, dengan pelaksanaan dan pemberian pelatihan tentu akan menjadi dampak yang luar biasa pada kontribusi dunia perawatan terutama gerontik yang merupakan cabang ilmu keperawatan lansia, kualitas hidup lansia dapat lebih baik dan menjadi insan yang produktif dan mandiri dimasa tua
Gambaran Proses Verifikasi Berkas Klaim BPJS Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Adnaan WD Payakumbuh Tahun 2023 Fajriati Ariska, Lathifa; Erpidawati, Erpidawati; Oktarini, Sisca
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v2i2.222

Abstract

Observasi awal peneliti ditemukan masih ada berkas yang di pending atau belum diajukan ke BPJS di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Adnaan WD Payakumbuh. Tujuan peneliti ini untuk mengetahui proses verifikasi berkas klaim BPJS rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Adnaan WD Payakumbuh. Penelitian ini dilaksanakan pada 18 April–21 Agustus 2023 di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Adnaan WD Payakumbuh dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan metode deskriptif. Dengan jumlah informan sebanyak 5 orang. Analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah pemeriksaan berkas klaim BPJS rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Adnaan WD Payakumbuh sudah dilakukan dengan baik, yaitu memeriksa seluruh berkas klaim dan kelengkapan lainnya seperti bukti-bukti penunjang, diagnosa, tandatangan dokter dan billing, sementara untuk pemeriksaan berkas klaim BPJS masih ada yang tidak lengkap berkasnya dan masih ada bukti-bukti penunjang yang tidak ditemukan maka akan di pending penyelesaiannya.
EFEKTIVITAS TERAPI BERMAIN BERCERITA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN HOSPITALISASI ANAK USIA PRA SEKOLAH Oktarini, Sisca; Prima, Rezi
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 7 No 2 (2024): Volume 7 Nomor 2 Januari 2024
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v7i2.4139

Abstract

ABSTRACT According to the Ministry of Health, the number of pre-school age children in Indonesia is 77% of the total population of Indonesia, and it is estimated that 3/100 children are hospitalized, 45% of whom experience anxiety due to hospitalization. The initial study conducted estimated the number of children being cared for at 860, 160 pre-school age children. This study aims to examine the effectiveness of storytelling play therapy on the level of hospitalization anxiety in pre-school children in the Children's Inpatient Room. The design of this research is pre-experimental with a one group pretest - posttest design approach. The population in this study were all children hospitalized in the Children's Inpatient Room. The sampling technique in this research used accidental sampling, with a total research sample of 10 people. Data collection was carried out using observation sheets. The research results showed that of the 10 respondents (60%) respondents had severe hospitalization anxiety before being given treatment, and (40%) respondents had mild hospitalization anxiety after being given treatment. The results of data analysis using the paired t test obtained a p value = 0.000. The conclusion of this research is that storytelling play therapy is effective in reducing the anxiety level of pre-school children. It is hoped that for nursing practice, the results of this research can become a source of information in efforts to improve health services, especially for children due to hospitalization. Recommendations for future researchers are expected to be able to see the differences in levels of hospitalization anxiety between those who have been treated before and who have never been treated Key word: Play therapy, storytelling techniques, anxiety ABSTRAK Menurut Depertemen Kesehatan jumlah anak usia pra sekolah di Indonesia sebesar 77% dari jumlah total penduduk Indonesia, dan diperkirakan 3/100 anak menjalani hospitalisasi, 45% diantaranya mengalami kecemasan akibat hospitalisasi. Studi awal yang dilakukan jumlah anak yang dirawat diperkirakan 860 orang anak, 160 anak usia pra sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efektivitas terapi bermain becerita terhadap tingkat kecemasan hospitalisasi pada anak usia pra sekolah Diruang Rawat Inap Anak. Desain penelitian ini adalah pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest – posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak yang hospitalisasi di Ruang Rawat Inap Anak. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan accidental sampling, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 10 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 responden (60%)responden memiliki kecemasan hospitalisasi berat sebelum diberikan perlakuan,dan (40%)responden memiliki kecemasan hospitalisasi ringan sesudah diberikan perlakuan. Hasil analisa data dengan menggunakan uji t berpasangan didapatkannilai p = 0,000, Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terapi bermain bercerita efektif terhadap penurunan tingkat kecemasan anak usia pra sekolah. Diharapkan kepada praktek keperawatan, agar hasil penelitian ini dapat menjadi sumber informasi dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya pada anak akibat hospitalisasi. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat melihat perbedaan tingkat kecemasan hospitalisasi yang pernah dirawat sebelumnya atau tidak pernah dirawat. Kata kunci: Terapi bermain, Tehnik bercerita, kecemasan
HUBUNGAN OLAHRAGA DENGANKEJADIAN ULKUS KAKI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS prima, rezi; Oktarini, Sisca
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Juli 2024
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v8i1.4655

Abstract

The most important chronic complication of diabetes mellitus is neuropathy, the result of which is the appearance of diabetic foot ulcers. The risk of developing diabetic foot ulcers is very large in individuals who have do not exercise well and take poor foot care. The aim of this study is to determine the risk factors associated with the occurrence of diabetic foot ulcers in diabetes mellitus patients in Hospital Inpatient Room. Descriptive Analytical research design with a Cross Sectional approach. The population of this study was 91 Diabetes Mellitus patients using the Accidental Sampling sampling technique with a total sample of 47 people. Data collection was carried out using questionnaires and patient documentation studies. Then it is processed using univariate and bivariate analysis. The results of the study showed that, 46.8% had poor body exercise, and 51.1% of diabetic foot ulcers. as much as 59.6%. Based on the results of this study, it can be concluded that there is a significant relationship between poor bodyexercise to foot ulcers, The researcher's suggestion is for respondents to know what causes diabetic foot ulcers.
PENDIDIKAN KESEHATAN DAN SIMULASI GEMPA BUMI Oktarini, Sisca; Prima, Rezi; Sari, Yuli Permata; Utami, Annisa Sri; Nora, Rista; Putri, Marizki; Bachri, Yasherly; Wahyuni, Aria
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 2 No. 1 (2025): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, Januari 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/9kketk89

Abstract

Gempa bumi dapat terjadi karena pergeseran lempeng bumi disebut sebagai gempa tektonik. Ini termasuk salah satu penyebab gempa bumi yang paling sering ditemui. Kegiatan pengabdian ini melakukan penyuluhan berupa pentingnya kesiapsiagaan terkait keadaan darurat gempa bumi dan pemberian materi terkait kegiatan simulasi. Kegiatan ini dihadiri sekitar 20 orang mahasiswa sebagai audiens terdiri dari mahasiswa yang berada di kampus III Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat di Bukittinggi. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini sangat antusias dalam penyuluhan dan simulasi bencana gempa bumi. Semua aundien dapat mempraktekkan simulasi bencana gempa bumi dengan baik. Pada akhir sesi simulasi, narasumber selalu memberikan kesempatan kepada para mahasiswa yang mengikuti untuk bertanya bila ada hal yang kurang di pahami dan dimengerti dari isi materi penyuluhan simulasi atau berbagi pengalaman pengalaman yang di dapatkan diluar dan ada kaitannya dengan materi penyuluhan simulasi. Pemateri menjawab semua pertanyaan para peserta secara langsung dan didiskusikan secara bersama sama karena pemateri juga ingin para peserta mempunyai kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya.
PEMBERIAN TERAPI KELOMPOK TERAPEUTIK (TKT) UNTUK MENINGKATKAN STIMULASI MOTIVASI ANAK DALAM BELAJAR DI SANGGAR BINAAN PCIA MALAYSIA Sari, Yuli Permata; Utami, Anisa Sri; Bachri, Yasherly; Oktarini, Sisca; prima, rezi; Wahyuni, Aria; Putri, Marizki; Nora, Rista; Ningsih, Ropika
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i1.6774

Abstract

Siswa siswi sekolah dasar menghadapi permasalahan tumbuh kembang yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan sekolah. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah menstimulasi tumbuh kembang anak usia sekolah dari berbagai aspek. Lokasi kegiatan pengabdian dilakukan di Sekolah Dasar, Sanggar Bimbingan Aisyiyah Kampung Pandan, Kuala Lumpur Malaysia. Adapun waktu pelaksanaannya pada tanggal 3 Oktober 2024. Sasaran adalah murid Sekolah Dasar kelas II-VI. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari 7 sesi. Teknik pelaksanaan meliputi describing, modelling, role playing, feedback, dan transfering. Kegiatan TKT sesi 1 yaitu penjelasan ciri- ciri pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah, sesi 2-6 yaitu stimulasi aspek motorik, aspek kognitif dan bahasa, aspek emosi dan kepribadian, aspek moral dan spiritual, dan stimulasi aspek psikososial. Sedangkan sesi 7 adalah stimulasi dari semua aspek (sesi 1-6). Dampak yang dihasilkan adalah anak mengetahui tugas dan perkembangan anak usia sekolah, sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri dalam menjalin hubungan pertemanan dengan teman sebaya dan dapat meningkatkan kemampuan dan motivasi anak dalam menerimaan  pelajaran di sekolah
ANALISIS KEBIJAKAN KESEHATAN TERHADAP SUPERVISI PROGRAM TUBERKULOSIS DI INDONESIA: SUATU TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIK Oktarini, Sisca; Hardisman, Hardisman
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.30690

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global, dan Indonesia menempati peringkat kedua dengan beban kasus tertinggi di dunia. Penguatan supervisi program TB merupakan strategi kunci dalam menjamin mutu layanan, kepatuhan terapi, dan pencapaian target eliminasi TB tahun 2030. Namun, berbagai evaluasi menunjukkan implementasi supervisi di lapangan masih belum optimal akibat kendala kebijakan, sumber daya manusia, dan sistem monitoring yang belum terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis bukti ilmiah serta kebijakan kesehatan yang mendukung pelaksanaan supervisi program TB di Indonesia, sebagai dasar pengembangan model kebijakan pengawasan program yang efektif, terukur, dan berkelanjutan. Kajian ini merupakan tinjauan literatur sistematik terhadap artikel yang diterbitkan antara tahun 2021–2025. Pencarian dilakukan melalui PubMed, Scopus, ScienceDirect, WHO IRIS, dan Portal Garuda menggunakan kata kunci “tuberculosis program supervision”, “health policy”, “monitoring and evaluation”, dan “national TB strategy”. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dinilai menggunakan pedoman PRISMA 2020, dan data diekstraksi dalam bentuk tabel yang mencakup penulis, tahun, jurnal, metode, fokus kebijakan, dan hasil utama. Hasilnya sebanyak 30 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa supervisi yang kuat berkontribusi terhadap peningkatan capaian notifikasi kasus, penurunan default rate, dan efisiensi pelaporan program. Hambatan utama meliputi keterbatasan pendanaan, beban kerja pengawas, lemahnya koordinasi antar-level manajemen, serta belum adanya standar nasional supervisi yang adaptif terhadap konteks daerah. Kesimpulan, kebijakan supervisi TB di Indonesia memerlukan pendekatan integratif berbasis bukti, dengan memperkuat tata kelola kebijakan, sistem monitoring digital, pelatihan petugas, dan mekanisme umpan balik berkelanjutan. Supervisi yang efektif akan menjadi elemen penting dalam transformasi sistem kesehatan dan pencapaian eliminasi TB nasional.Kata Kunci: Tuberkulosis, kebijakan kesehatan, supervisi program, monitoring evaluasi.