Muhammad Rizki
Politeknik STIA LAN Jakarta

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JBEST

THE IMPACT OF CORRUPTION, INFLATION AND UNEMPLOYMENT TOWARDS POVERTY IN INDONESIA Muhammad Rizki; Keisha Dinya Solihati
Journal of Business Administration Economics & Entrepreneurship Vol. 4, No.1 (2022): April
Publisher : Journal of Business Administration Economics & Entrepreneurship

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.261 KB)

Abstract

Poverty is one of the main problems regarding economic aspects in countries around the world including Indonesia. This research aims to analyze the correlation between the level of corruption perception index, inflation rate and unemployment rate towards poverty rate in Indonesia with the time span from 1998 – 2017. Data used on this research is from secondary data. Corruption perception index data is collected from Transparency International, hence inflation rate, unemployment rate and poverty rate are collected from Central Bureau of Statistics Indonesia. The data analysis technique in this research is using multiple regression analysis. Based on the research result, it shows that corruption, inflation and unemployment altogether are creating a significant effect on poverty. The result also shows that both corruption and inflation bring significant effect on poverty, while unemployment alone has no significant effect on poverty. The research result is expected to be a reference for the government of Indonesia and other countries in overcoming poverty problem.Keywords: Corruption, Inflation, Unemployment, Poverty
DAMPAK SUKU BUNGA, INFLASI, NILAI TUKAR, DAN CADANGAN DEVISA TERHADAP RETURN IHSG DI BURSA EFEK INDONESIA Muhammad Rizki
Journal of Business Administration Economics & Entrepreneurship Vol. 3, No.1 (2021): April
Publisher : Journal of Business Administration Economics & Entrepreneurship

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.363 KB)

Abstract

Perekonomian Indonesia telah membaik secara signifikan pada akhir tahun 2020, walaupun memang masih mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,07%. Sejalan dengan perekonomian Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah terkoreksi sebesar 5,09%. Adanya fenomena yang terjadi dalam hubungan antara indikator ekonomi makro dan IHSG. Namun berdasarkan penelitian terdahulu masih terdapat perbedaan hasil penelitian yang membahas mengenai indikator ekonomi makro yang mempengaruhi IHSG. Penelitian bertujuan untuk meneliti bagaimana pengaruh indikator ekonomi makro dengan menggunakan variabel suku bunga, inflasi, nilai tukar, dan cadangan devisa terhadap return IHSG. Informasi suku bunga, inflasi, nilai tukar, dan cadangan devisa diperoleh dari Bank Indonesia, sedangkan sumber data IHSG berasal dari Bursa Efek Indonesia dengan total sampel sebanyak 72 data. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa suku bunga, inflasi, nilai tukar, dan cadangan devisa secara bersama-sama berpengaruh terhadap return IHSG. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa secara parsial suku bunga, dan inflasi berpengaruh negatif namun tidak signifikan, sedangkan nilai tukar berpengaruh negatif signifikan, dan cadangan devisa berpengaruh positif signifikan terhadap return IHSG.Kata kunci: Suku Bunga, Inflasi, Nilai Tukar, Cadangan Devisa, Return IHSG
Analisis Pengaruh Rasio Keuangan Bank Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perbankan yang Terdaftar di BEI Muhammad Rizki
Journal of Business Administration Economics & Entrepreneurship Vol. 1 No. 1 (2019): April
Publisher : Journal of Business Administration Economics & Entrepreneurship

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.705 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk meneliti bagaimana pengaruh Rasio Kecukupan Modal, Rasio Kredit Bermasalah, Rasio Pengembalian Aset, Rasio Pinjaman terhadap Deposito terhadap pertumbuhan laba yang mencerminkan kinerja bank yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data yang telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data dan dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data. Data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dari bank go public di Bursa Efek Indonesia. Setelah melewati tahap purposive sample, maka dari total populasi sebanyak 37 bank, hanya terdapat 23 bank yang memenuhi semua kriteria sebagai sampel. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Rasio Kecukupan Modal, Rasio Pengembalian Aset, Rasio Kredit Bermasalah dan Rasio Pinjaman terhadap Deposito secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan Rasio Kecukupan Modal berpengaruh signifikan positif terhadap variabel pertumbuhan laba, Rasio Kredit Bermasalah tidak berpengaruh signifikan negatif terhadap variabel pertumbuhan laba, Rasio Pengembalian Aset berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba Rasio Pinjaman terhadap Deposito tidak berpengaruh signifikan negatif terhadap variabel pertumbuhan laba.Kata Kunci: Rasio Kecukupan Modal, Rasio Kecukupan Modal, Rasio Kredit Bermasalah, Rasio Pengembalian Aset, Rasio Pinjaman terhadap Deposito, Pertumbuhan Laba
DAMPAK STIMULUS PEMERINTAH UNTUK UMKM PADA ERA PANDEMI COVID-19 Nurmita Sari; Muhammad Rizki; Keisha Dinya Solihati
Journal of Business Administration Economics & Entrepreneurship Vol. 3, No.1 (2021): April
Publisher : Journal of Business Administration Economics & Entrepreneurship

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.497 KB)

Abstract

Pandemi Covid 19 telah melanda dunia hingga sekarang sejak pertama kali ditemukannya pada Desember 2019. Pandemi ini menghantam negara Indonesia sejak bulan Maret 2020 dan masih berlanjut hingga tulisan ini dibuat. Dampak Pandemi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dirasakan sangat kuat, dimana pertumbuhan ekonomi diprediksi mengalami penurunan laju, bahkan dapat tumbuh sebesar negatif 0,4 pada skenario terburuk. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sejumlah program telah dicanangkan dan dijalankan pemerintah dalam bentuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang di dalamnya mencakup 123,4 triliun rupiah untuk perlindungan dan dukungan terhadap UMKM. Adapun pada bulan Juni 2020, tingkat penyerapan bantuan ini baru mencapai 0,2 % dari total pagu yang dianggarkan. Hal ini yang menjadi dasar penelitian kami dimana kami ingin meneliti apa saja kendala yang dihadapi dalam penyerapan stiulus ini, serta implementasinya terhadap para pelaku usaha. Penelitian adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa pemerintah telah meluncurkan program-program bantuan untuk menjaga keberlangsungan UMKM khususnya di masa pandemi. Adapun dalam pelaksanaannya, penggunaan bantuan ini baru mencakup sebagian kecil UMKM, hal ini dikarenakan beberapa kendala seperti mayoritas pengusaha sektor kecil belum terdaftar di dinas koperasi dan UKM, informasi mengenai stimulus belum menjangkau kebanyakan pengusaha kecil, tantangan literasi dan edukasi untuk para pelaku usaha, dan data mengenai UMKM belum terintegrasi dan tersebar secara lengkap. Untuk lebih lanjutnya, penelitian ini dapat dilanjutkan dengan evaluasi tingkat keefektifan dan keakuratan program bantuan terhadap para pelaku UMKM.Kata Kunci: Stimulus, UMKM, Pandemi, Pemulihan Ekonomi Nasional