Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search
Journal : REKA INTEGRA

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN JASA PADA RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK MITRA FAMILY DENGAN PENDEKATAN SERVICE QUALITY (SERVQUAL) Radhitiyo, Didit; Rukmi, Hendang Setyo; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 3, No 4 (2015): Edisi Keduabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.225 KB)

Abstract

Sebagai rumah sakit yang tergolong baru, RSIA Mitra Family berkeinginan untuk menarik pelanggan yang datang. Peningkatan kualitas pelayanan Rumah Sakit Ibu dan Anak Mitra Family bisa meliputi banyak aspek. Menurut Parasuraman, Zeithaml, dan Berry (1990), kualitas pelayanan dapat dilihat melalui 5 dimensi kualitas pelayanan jasa yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Untuk menentukan aspek mana yang diprioritaskan diperbaiki kualitas layanannya dapat digunakan metode Service Quality. Dari hasil penelitian yang dilakukan, RSIA Mitra Family sudah memiliki kualitas pelayanan yang cukup baik karena telah memiliki standar yang jelas untuk pelayanan yang diberikannya. Minimnya pasien rawat inap yang datang bukan sepenuhnya disebabkan karena kualitas pelayanannya namun diindikasikan pihak rumah sakit yang tidak melakukan promosi kepada masyarakat sehingga masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang RSIA Mitra Family. Kata Kunci : Jasa, Service Quality (servqual), Kepuasan Pelanggan, Pelayanan.   ABSTRACT As a relatively new hospital, RSIA Mitra Family eager to attract customers coming. Improved service quality Rumah Sakit Ibu dan Anak Mitra Family can include many aspects. According to Parasuraman, Zeithaml, and Berry (1990), quality of service can be seen through the five dimensions of service quality that is tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. To determine which aspects are prioritized improved quality of service can be used method Service Quality. From the results of research conducted, RSIA Mitra Family already have a pretty good service quality because it has a clear standard for services rendered. The lack of inpatients who came not entirely due to the quality of service but indicated the hospitals that do not perform sale to the public so that there are still many people who do not know about RSIA Mitra Family. Keywords: Service, Service Quality (servqual), Customer Satisfaction, Service.
Usulan Urutan Penanganan Limbah Produksi Garmen Berdasarkan Prioritas Menggunakan Failure Mode and Effect Analysis di PT. Putra Indonosa Respati, Pandu Hari; Yuniar, Yuniar; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 1, No 3 (2013): Edisi Ketiga
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.457 KB)

Abstract

Industri garmen berkembang dengan pesat. Peningkatan permintaan secara langsung akan mendorong peningkatan limbah produksinya. PT. Putra Indonosa (PT.  PI) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri garmen. Beberapa limbah yang dihasilkan dari industri garmen dapat dimanfaatkan kembali, sehingga dapat memberikan manfaat tambahan. Saat ini PT. PI belum melakukan penanganan limbah. Keterbatasan sumber daya dalam pengolahan limbah membuat perusahaan tidak dapat mengolah semua limbah, sehingga dalam penelitian ini akan dilakukan penentuan prioritas dalam menangani limbah PT PI. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menentukan prioritas adalah dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metode FMEA digunakan untuk mengetahui prioritas utama dari suatu masalah yang terjadi di perusahaan serta diharapkan dapat mempercepat proses penyelesaian masalah sesuai dengan urutan prioritasnya. Urutan limbah yang harus diolah terlebih dahulu adalah limbah kain kecil dan kain besar. Usulan penanganan untuk limbah kain kecil adalah diolah menjadi keset dan untuk limbah kain besar diolah menjadi celana pendek. . Kata kunci: pengolahan limbah, prioritas, failure mode and effect analysis  ABSTRACT Garment industry is growing rapidly. Increased demand will directly increased waste production. PT. Putra Indonosa (PT. PI) is one of company that is engaged in the garment industry. Some of the waste from the garment industry can be reused, so it can provide additional benefits. Currently PT. PI did not do any waste handling. Resource limitations in waste management make the company can not process all the waste, so in this study will be to determine the waste priority in PT PI. One method that can be used to determine the priority is Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). FMEA method is used to determine the priority of a problem that occurred in the company and is expected to speed up the process of resolving issues in the order of priority. The order of the waste to be processed first is a small fabric and large fabric. Proposed waste management for small fabric is processed into a doormat and for large fabric made ​​into shorts. Keyword: waste management, priority, failure mode and effect analysis
UPAYA PENINGKATAN KEPUASAN PELANGGAN INDOSAT BERDASARKAN TELECOMMUNICATION SERVICE QUALITY DENGAN MENGGUNAKAN STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) AMBARINI, ANJANI; Novirani, Dwi; Bakar, Abu
REKA INTEGRA Vol 2, No 1 (2014): Edisi Kelima
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.867 KB)

Abstract

Peningkatan kualitas layanan produk IM3 oleh Indosat dilakukan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan Indosat yang saat ini posisinya masih dibawah kepuasan pelanggan Telkomsel dan XL. Penentuan upaya peningkatan kualitas layanan dilakukan dengan melakukan pengukuran persepsi pelanggan IM3 berdasarkan telecommunication service quality. Pengukuran diolah menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Diperoleh 5 variabel yang dianggap perlu untuk ditingkatkan kualitasnya, yaitu kecepatan penyelesaian keluhan (X4), jeda waktu untuk dapat tersambung ke IM3 info (388) (X3), ketersediaan panggilan darurat (X2), ketepatan pemotongan pulsa (X11), dan kecepatan internet sesuai dengan yang dijanjikan (X8). Kata kunci: peningkatan kualitas layanan, Telecommunication Service Quality, Structural Equation Modeling, peningkatan kepuasan pelanggan Abstract Service quality improvement conducted by Indosat IM3 products to improve their customer satisfaction which is currently still below the position of customer satisfaction by Telkomsel and XL. Determination of efforts to improve the quality of services performed by measuring customer perceptions IM3 based on telecommunication service quality. Measurement processed using Structural Equation Model (SEM). Retrieved 5 variables that need to be improved quality considered, namely the speed of grievance resolution (X4), the lag time to be able to connect to the IM3 info (388) (X3), the availability of emergency calls (X2), precision cutting pulses (X11), and internet speed according to the promise (X8). Keyword: improved service quality, Telecommunication Service Quality, Structural Equation Modelling, increasing customer satisfaction
Usulan Perhitungan Insentif Karyawan CV. Miracle Berdasakan Jumlah Produksi Munawar, Duwar; Rukmi, Hendang Setyo; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 1, No 1 (2013): Edisi Pertama
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.6 KB)

Abstract

Selama ini perusahaan memberikan upah yang sama kepada karyawannya. Tidak ada perbedaan upah per hari antara karyawan yang menghasilkan produk di bawah standar dengan karyawan yang menghasilkan produk sama atau di atas standar. Kondisi tersebut sangat merugikan perusahaan karena target produksi kadang-kadang tidak tercapai. Oleh karena itu CV. Miracle berkeinginan untuk memberikan insentif kepada karyawan yang bisa menghasilkan produk di atas standar. Kondisi yang terjadi sekarang di CV. Miracle belum memiliki gambaran bentuk perhitungan insentif yang akan diberikan. Perhitungan yang dapat dan memungkinkan untuk digunakan oleh CV. Miracle adalah perhitungan insentif berdasarkan jumlah produksi. Perhitungan insentif berdasarkan jumlah produksi terbagi menjadi empat metode yaitu berdasarkan tarif satuan yang dijamin, berdasarkan pola upah tugas & bonus Gantt, berdasarkan upah berganda dari Merrick, berdasarkan rencana efisiensi dari Emerson. Analisis dari penelitian adalah perbandingan metode insentif dan analisis perbedaan pekerjaan antara pekerja sablon dan pekerja penjahitan.
PENETAPAN HARGA JUAL BATU BATA PADA CV. X DENGAN MENGGUNAKAN METODE TARGET PROFIT PRICING Yanuardi, Muhammad Dwi; Novirani, Dwi; Adianto, Hari
REKA INTEGRA Vol 2, No 3 (2014): Edisi Ketujuh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.32 KB)

Abstract

Pertumbuhan pembangunan gedung semakin meningkat setiap tahunnya yang dapat dilihat dari pembangunan gedung-gedung baru yang ada di setiap kota besar. Hal ini dibutuhkan jumlah batu bata yang lebih banyak untuk pembangunan tersebut, yang merupakan peluang untuk perusahaan batu bata. Namun mengakibatkan persaingan perusahaan yang memproduksi batu bata semakin ketat.Kondisi ini mengharuskan perusahaan untuk menjual produknya dengan harga terjangkau agar dapat bersaing dipasaran. Penentuanmetode Target Profit Pricingdiusulkan dalam membuat suatu usulan metode perancangan penentuan harga. Berdasarkan metode tersebut didapatkan harga jual yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan dengan para pesaing. Harga jual yang didapat untuk target laba 15% sebesar Rp. 297,13/batu bata dengan produksi titik pulang pokok sebanyak 142.242 unit batu bata, target laba 20% sebesar Rp. 315,70/batu bata dengan produksi titik pulang pokok sebanyak 126.965 unit batu bata, target laba 25% sebesar 336,75/batu bata dengan produksi titik pulang pokok sebanyak 113.187 unit batu bata. Kata Kunci: Batu bata, Harga Jual, Target Profit Pricing Abstract Growth in the construction of buildings is increasing every year which can be seen from the construction of new buildings that exist in every major city.This takes the number of bricks that much more for the development, which is an opportunity for a brick company.But the resulting competition companies that manufacture bricks tighter. This condition requires the company to sell its products at affordable prices in order to compete in the market. Target Profit Pricing Determination method proposed in making a design method proposed pricing. The method is based on the sale price obtained is lower than that offered by competitors. Selling price obtained for 15% profit target of Rp. 297.13 / brick production break-even point as many as 142 242 units of brick, 20% profit target of Rp. 315.70 / brick production break-even point as many as 126 965 units of bricks, a target profit of 25% amounting to 336.75 / brick production break-even point as many as 113 187 units of bricks.
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN RESTORAN “X” DENGAN MENGGUNAKAN METODE DINESERV DAN SERVQUAL Angakusumah, Mochamad Noviar; Harsono, Ambar; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.626 KB)

Abstract

Restoran “X” harus dapat memenuhi harapan serta kebutuhan pelanggan lebih baik dibandingkan para pesaingnya dengan cara melakukan perbaikan terhadap pelayanan jasa yang diberikan. Metode DINESERV digunakan untuk menurunkan atribut kualitas jasa di restoran , dan metoda SERVQUAL digunakan untuk menganalisis Gap 1, Gap 2, Gap 3, dan Gap 5 yang terjadi sebagai dasar perbaikan kualitas pelayanan.. Berdasarkan 25 buah atribut yang diturunkan dari DINESERV , ada 10 atribut dengan nilai Gap 5 bernilai positif. Dari 15 atribut pada Gap 5 yang bernilai negatif, ada 11 atribut yang bernilai negatif pada Gap 1 . Dari 4 atribut yang bernilai positif pada Gap 1, 1 atribut  bernilai negatif  pada Gap 2 dan  3 atribut  bernilai negatif pada Gap 3. Gap 1 , gap 2 dan gap 3 negatif  akan dicari penyebabnya dengan kuesioner tambahan. Berdasarkan hasil analisa, prioritas utama adalah perbaikan pelayanan restoran antara lain membuat standar kebersihan, memperbaiki tampilan buku menu supaya lebih menarik secara visual, dan memodifikasi kursi dan meja agar lebih nyaman. Kata kunci: restoran, perbaikan kualitas pelayanan jasa, gap, DINESERV, SERVQUAL ABSTRACT Restaurant "X" must be able to meet the expectations and needs of customers better than its competitors by  improving  the services provided. DINESERV  method was used to derive attributes of quality of service in the restaurant, and SERVQUAL  method was used to analyze Gap 1, Gap 2 Gap 3, and Gap 5 that occurred as a basis for improvement of service quality. From 25  attributes derived from DINESERV, there are 10 attributes with positive value in Gap 5. Out of  15 attributes with negative value in Gap 5 , there are 11 attributes with negative value at Gap 1. Out of 4 attributes with positive value in Gap 1, there is one attribute that is negative at Gap 2 and 3 attributes is negative at Gap 3. The cause of attributes with negative values in Gap 1, Gap 2 and Gap 3 which will be analyze with  additional questionnaires. Based on the analysis, the main priority is the improvement of restaurant’s services, such as developing restaurant hygiene standards, improving the appearance of the menu guide to make it more visually appealing, and modifying the chairs and tables to make it more comfortable. Keywords: restaurant, quality service, gap, DINESERV, SERVQUAL
Usulan Perbaikan Role Behavior Perusahaan Berdasarkan Karakteristik Manajemen Sumber Daya Manusia Nurdiansyah, Suhendar; Bakar, Abu; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 1, No 3 (2013): Edisi Ketiga
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.761 KB)

Abstract

Perbaikan peran perilaku pada karyawan adalah satu cara untuk meningkatkan keuntungan pada perusahaan. Salah satu pengembang model peran perilaku (role behavior) adalah  Schuler. Variabel role behavior yang dikembangkan Schuler (1987) adalah karakteristik perilaku, fokus perencanaan, ketergantungan dan kerjasama, perhatian pada kualitas, perhatian pada kuantitas, tindakan terhadap resiko, perhatian/orientasi kerja, sikap terhadap tanggung jawab, fleksibilitas terhadap perubahan, toleransi pada keadaan. Pada saat ini harapan perusahaan adalah menerapkan strategi bersaing yang lebih fokus terhadap perbaikan inovasi (differentiation by innovation) proses kerja. Berdasarkan hasil analisis data yang mengacu kepada strategi differentiation by innovation, prioritas variabel yang harus diperbaiki dalam penelitian ini adalah karakteristik perilaku, fleksibilitas terhadap perubahan, dan toleransi pada keadaan karena memiliki hasil pemetaan sebesar 0%. Kata kunci: peran perilaku (role behavior), strategi bersaing Schuler, differentiation by innovation, karakteristik perilaku, fleksibilitas terhadap perubahan, toleransi pada keadaan.ABSTRACT One way to increase benefit for company is to improve role behavior of employments. One developers of role behavior model is Schuler (1987). Role behavior model whom develop by Schuler is behavioral characteristic, focus of planning, dependence and coorperation, focus on quality, focus on quantity, measure against risk, orientation of work, attitude of responsibility, flexibility of change, and tolerance of circumstances. The current expectations of the company is to apply competitive strategi which focus to differentiation by innovation strategi. In order to result by data analyze refers to differentiation by innovation strategi, improvement priorities that should do by company is behavioral characteristic, flexibility of change, and tolerance of circumstances because it have result 0% by mapping. Keyword: role behavior, competitive strategi by Schuler, differentiation by innovation, behavioral characteristic, lexibility of change, tolerance of circumstances.
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN NASABAH BANK “X” MENGGUNAKAN DIMENSI BANKING SERVICE QUALITY DENGAN METODE SERVQUAL DAN TRIZ Prasasta, Manggala Purusotama; Novirani, Dwi; Adianto, Hari
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1171.346 KB)

Abstract

Kualitas pelayanan merupakan hal yang penting bagi Bank “X” untuk dapat membuat nasabah merasa puas. Adanya keluhan dari nasabah membuat perlu dilakukannya pengukuran tingkat pelayanan di Bank “X” dengan menggunakan dimensi Banking Service Quality (BSQ) dengan metode Service Quality (Servqual). Metode Servqual Menganalisis Gap 5, Gap 1, Gap 2, Dan Gap 3 untuk mengetahui penyebab ketidakpuasaan Nasabah Bank “X”. BSQ merupakan metode khusus yang dikembangkan untuk mengukur kualitas pelayanan jasa perbankan yang terdiri dari enam dimensi, yaitu: keterwujudan, keefektifan dan jaminan, akses, harga, portofolio jasa, dan kehandalan. Servqual adalah ukuran tingkat kualitas pelayanan yang sesuai dengan harapan pelanggan. Perbaikan usulan perbaikan yang digunakan adalah metode TRIZ. Metode TRIZ merupakan metode yang digunakan untuk mendapatkan solusi terbaik bagi nasabah, melalui 4 tahap pemecahan masalah yaitu : menganalisis masalah dan solusi awal, pemodelan sistem dan analisa kontradiksi, penerapan Inventive Principles dengan Matrix Altshuller, Dan Penerapan Inventive Principles. Kata Kunci: Kepuasan , Banking Service Quality, Service Quality (ServQual), TRIZ ABSTRACT Service quality is the important thing for Bank “X” to make the customers satisfied. To know the commitment of Bank “X” in creating the management system, the quality is focusing on the customers. Complaints from the customers become the reason on doing the service level measurement in Bank “X” which use Banking Service Quality (BSQ) Dimensions by Service Quality (Servqual) Method. Servqual Method analyzes Gap 5, Gap 1, Gap 2, and Gap 3 in knowing the dissatisfaction cause of Bank “X” customers. BSQ is a special method which has been developed to measure the banking service quality. This banking service quality is divided into six dimensions, which are materialization, effectiveness and guarantee, access, price, service portfolio, and reliability. Servqual is a measure of quality service level in which suits the customers’ expectation. The upgrading proposal revision uses the TRIZ method. The TRIZ method is a method that is used to find the finest solution for the customers. This method has four problem solving steps, which are analyzing the problems and the first solution, modeling the system and analyzing the contradiction, implementing the Inventive Principles with Matrix Altshuller, and implementing the Inventive Principles. Keywords: Satisfaction , Banking Service Quality, Service Quality (ServQual), TRIZ
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN SERVICE KENDARAAN BERMOBIL MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY DI PT SILOAM KIA BANDUNG Nugraha, Tubagus Angki; Harsono, Ambar; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 3, No 2 (2015): Edisi Kesepuluh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.837 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan PT SILOAM KIA Bandung untuk meningkatkan kualtas jasa dengan menggunakan di Service quality (SERVQUAL). Hasil perhitungan menunjukan bahwa terdapat 8 atribut pelayanan jasa bernilai negatif pada Gap 5, artinya terdapat kesenjangan antara persepsi konsumen dengan ekspektasi konsumen. Terdapat 4 atribut yang bernilai negatif pada perhitungan Gap 1 yang menunjukkan manajemen belum memahami beberapa atribut yang menjadi keinginan dari konsumen. Dari 4 atribut yang bernilai positif pada gap 1,  terdapat masing-masing 2 atribut yang bernilai negatif pada perhitungan Gap 2 dan Gap 3, yang merupakan penyebab terjadinya Gap 5 bernilai negatif. Selain itu, dari 3 atribut yang telah dijanjikan dan dikomunikasikan secara eksternal oleh perusahaan, semuanya bernilai negatif pada perhitungan Gap 4. Nilai negatif menunjukan bahwa konsumen belum merasa puas dengan yang diberikan oleh perusahaan. Kata kunci: Perusahaan Otomotif, Kualitas Pelayanan, SERVQUAL, Gap   ABSTRACT This research was conducted by PT SILOAM KIA Bandung to improve the quality of services using in Service quality ( SERVQUAL ). Calculation shows that there are 8 attributeswith negative values at Gap 5, which means that there is a gap between the perception of the consumer and the consumer expectations. There are four attributes with negative values in Gap 1 which shows that the managementdo not understand some of the expectation of the consumer. Of the four attributes that are positive in the gap 1, there are respectively two attributes with negativevalues in calculation of Gap Gap 2 and 3, which are the cause of the negative values in Gap 5 . In addition, from 3 attributes that have been promised and communicated externally by the company, all have negative values at Gap calculation 4. The negative values indicate that the costumer has not satisfied yet with the services provided by the company. Keywords: Automotive Company, Service Quality, SERVQUAL, Gap
USULAN STRATEGI PEMASARAN KERIPIK RIKI BERDASARKAN PREFERENSI DAN PERSEPSI KONSUMEN Astuti, Novi Tri; Yuniar, Yuniar; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.651 KB)

Abstract

bertambah sehingga membuat banyak bermunculan produk keripik pedas lainnya. Hal tersebut mendorong “Riki” untuk membuat strategi pemasaran, “Riki” harus mengetahui preferensi, persepsi dari pelanggan dan karakteristik konsumen. Data preferensi yang dibutuhkan yaitu atribut yang dipentingkan oleh konsumen dan data peringkat setiap merek yang digunakan. Kemudian data persepsi yang dibutuhkan adalah data tingkat persamaan dari merek yang dibandingkan. Atribut yang digunakan merupakan turunan dari konsep bauran pemasaran (4P), yaitu product, price, promotion dan place.  Pengolahan data preferensi dan data persepsi dibantu oleh program Multidimensional Scaling, tujuannya yaitu untuk melihat atribut yang diungguli oleh produk dan untuk mengetahui pesaing terdekat dari “Riki” dengan melihat peta perseptual. Pengolahan data karakteristik konsumen dibantu dengan menggunakan program cross tabulation, untuk melihat perbandingan presentase dengan merek yang sering dibeli. Setelah melakukan pengumpulan dan pengolahan data maka akan didapatkan usulan strategi pemasaran berdasarkan bauran pemasaran (4P). Usulan strategi pemasaran diharapkan untuk dapat meningkatkan profit perusahaan. Kata Kunci: Preferensi, Persepsi, Multidimensional Scaling ABSTRACT Consumer demand for the product spicy chips Becoming increasingly so make many emerging products other spicy chips. It encourages "Riki" to review make development Marketing strategy, "Riki" need to know preferences, perception from the customer and the characteristics consumer. Preference data needed that attribute That necessitated Posted ranking data any consumer and brand used. Then the data perception the data is needed rate equation of brand that compared. The attributes used are derived from Concept Marketing Mix (4P) product, price, promotion and place. Preferences data processing and data perception assisted posted Multidimensional Scaling Program, its purpose is to review seeing attributes surpassed posted products and for a review of its closest competitor knowing From "Riki" Seeing map with perceptually. data processing characteristics assisted with consumer using cross tabulation program, to review the percentage comparison with seeing brand frequently purchased. The taxable income of collecting and processing data would then be obtained Marketing strategy development proposals based Marketing Mix (4P). Marketing strategy is expected to increase its profit. Keywords: Preference, Perception, Multidimensional Scaling