Edwin Wahyu Dirgantoro
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

AKTIVITAS LATIHAN FISIK PEMAIN SEPAK BOLA DI KECAMATAN ANGSANA, KABUPATEN TANAH BUMBU SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI COVID-19 Muhammad Rizaldi; Rahmadi Rahmadi; Edwin Wahyu Dirgantoro
MULTILATERAL PJKR JPOK Vol 4 No 2 (2023): Volume 4 Nomor 2, Juni 2023
Publisher : Progran Studi Pendidikan Jasmani JPOK FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mpj.v4i2.1939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyadari perbedaan latihan fisik sebelum dan selama pandemic covid-19. Variabel ini terdiri dari satu buah variabel dengan dua faktor latihan fisik sebelum dan selama covid-19. Penelitian ini menggunakan metode ex-post dengan menggunakan metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah angket atau kusioner. Populasi dalam penelitian ini yakni sebanyak 25 pemain sepak bola di Kecamatan Angsana Kabupaten Tanah Bumbu. Hasil analisis penelitian menunjukan bahwa: Dengan perhitungan dengan rumus chi square diketahui bahwa hasil dari uji chi squre memperoleh Chi Hitung (7,48) dan Chi Tabel (18,31), maka H0 di terima. Jadi ssdapat disimpulkan aktifitas latihan fisik pemain sepak bola dari Persebayan FC dan Purwodadi FC tidak ada perbedaan yang signifikan di masa pandemic covid-19.
ANALISIS KEBUGARAN JASMANI BERDASARKAN ASPEK INTENSITAS LATIHAN PADA PESERTA DIDIK SMP NEGERI 7 BANJARMASIN TAHUN AJARAN 2021/2022 Via Eka Rahayu; Edwin Wahyu Dirgantoro; Rahmadi Rahmadi
MULTILATERAL PJKR JPOK Vol 4 No 2 (2023): Volume 4 Nomor 2, Juni 2023
Publisher : Progran Studi Pendidikan Jasmani JPOK FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mpj.v4i2.1942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis tingkat kebugaran jasmani berdasarkan aspek intensitas latihan pada peserta didik SMP Negeri 7 Banjarmasin tahun ajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan metode pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian menggunakan norma Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) dan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik SMP Negeri 7 Banjarmasin yang berjumlah 191 orang dengan teknik purposive sampling. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa: tingkat kesegaran jasmani peserta didik berada pada kategori kurang yang dibuktikan dengan hasil kuesioner pada beban PJOK yang diikuti ringan atau tidak melelahkan. Bergerak dilakukan secara terus menerus, menghitung beban aktivitas fisik dengan merasakan berat ringannya latihan, mengukur beban latihan dari semakin lama latihan semakin berat dan semakin cepat latihan semakin ringan, serta dilakukan secara cepat namun sedikit pengulangan.
ANALISIS KEBUGARAN JASMANI DARI ASPEK INTENSITAS LATIHAN PADA PESERTA DIDIK DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 19 DI BANJARMASIN Akhmad Milliandika; Edwin Wahyu Dirgantoro; Arie Rakhman
MULTILATERAL PJKR JPOK Vol 4 No 2 (2023): Volume 4 Nomor 2, Juni 2023
Publisher : Progran Studi Pendidikan Jasmani JPOK FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mpj.v4i2.1944

Abstract

Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk diketahui aspek intensitas dari kebugaran jasmani. Dengan melalui Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) berdasarkan teori FITT (Frequency, Intensity, Type, Time). Penelitian menggunakan kuantitatif deskriptif, untuk teknik pengumpulan datanya menggunakan instrumen berupa angket/ kuisioner dan tes tindakan. Peserta didik SMPN 19 Banjarmasin tahun ajaran 2021/2022 mendapatkan tingkat analisis kebugaran jasmani untuk klasifikasi Kurang Sekali sebanyak 17 peserta didik dan 44 dengan klasifikasi Kurang. Untuk klasifikasi Sedang berjumlah 8,serta klasifikasi Baik dengan 1 peserta didik dan terakhir klasifikasi Baik Sekali 0 peserta didik. Disimpulkan dalam Klasifikasi Kurang tingkat kebugaran serta komponen kebugaran yang masih dalam klasifikasi kurang agar bisa menambah aktivitas fisik di luar jam sekolah maksimal tiga kali seminggu sekali secara terprogram melakukan aktivitas fisik agar bisa meningkatkan kebugaran jasmaninya.