Fayruziyah Ifroch Sabtana
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT KESEPIAN DAN DEPRESI MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING SELAMA PEMBELAJARAN DARING Andreas Wisnu Adi Purnomo; Meytikasari Dwijayanti Dwijayanti; Fayruziyah Ifroch Sabtana
Consilia : Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/consilia.3.3.199-207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesepian dan depresi mahasiswa bimbingan dan konseling (BK) yang tengah menjalani pembelajaran dalam jaringan selama masa pandemi covid 19. Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian terdiri dari tiga universitas yang memilki program studi BK. Teknik sampling yang digunakan adalah proporsional stratified random sampling dengan margin eror 10%. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan rumus univariate. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapati hasil 5 (3%) responden mengalami kesepian dengan kategori sangat tinggi. 53 (33%) responden mengalami kesepian dengan kategori tinggi. 37 (23%) responden mengalami kesepian kategori agak tinggi. 27 (17%) responden mengalami kesepian kategori sedang. 20 (12%) responden mengalami kesepian kategori agak rendah. 7 (4.3%) responden mengalami kesepian kategori rendah. 8 (4.9 %) responden mengalami kesepian kategori sangat rendah, dan 5 (3%) responden mengalami kesepian kategori normal. Sedangkan untuk tingkat depresi didapati hasil 24 (15%) responden mengalami depresi kategori berat. 39 (24%) responden mengalami depresi kategori sedang. 42 (26%) responden mengalami depresi kategori rendah, dan 57 (35%) responden berada pada kategori normal atau tidak mengalami depresi.
Aktualisasi Diri Mahasiswa Bimbingan dan Konseling melalui Komunitas Kesehatan Mental Siti Aminah; Fayruziyah Ifroch Sabtana
Sosio e-Kons Vol 14, No 1 (2022): Sosio e-Kons
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sosioekons.v14i1.12048

Abstract

Kesehatan mental merupakan suatu hal yang yang mendasar dalam mewujudkan kesehatan masyarakat yang menyeluruh dan perlu menjadi perhatian bersama. Mahasiswa bimbingan dan konseling memiliki latar belakang pendidikan yang berkaitan dengan kesehatan mental sehingga memiliki kesempatan yang besar untuk berperan dalam meningkatkan kesehatan mental masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran aktualisasi diri mahasiswa bimbingan dan konseling melalui komunitas kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Terdapat tiga subjek penelitian yang telah diwawancari secara mendalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketiga subjek penelitian mampu mengenali, memahami, dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki melalui peran yang subjek jalani di komunitas kesehatan mental. Ketiga subjek merasakan bahwa komunitas yang diikuti memberikan banyak kesempatan kepada subjek untuk menagktualisasikan diri.
Integrasi Resolusi Konflik ke dalam Pembelajaran: Guru sebagai Agen Perdamaian dalam Pendidikan di Sekolah Kejuruan Eva Imania Eliasa; Ilfiandra; Suwarjo; Sahril Buchori; Nadia Aulia Nadhirah; Afanin Halqim; Fayruziyah Ifroch Sabtana; Sarah Salsabila
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v7i1.21966

Abstract

Peace education can equip students with various skills to participate meaningfully in a democratic society. One of the skills that can be developed is peaceful conflict resolution. This research examines the role of teachers in developing a culture of peace through conflict resolution practices in the environment of Vocational High School. The method used is qualitative with a phenomenological model, involving 5 teachers who have received training in peace education implementation. The research results show that the values of peace have been integrated into various subjects through the teachers' concrete actions, especially in the form of self-regulation, interpersonal skills, and communication skills. The teachers demonstrated the ability to manage emotions, avoid and resolve conflicts, and create a peaceful and harmonious school environment. This research emphasizes the importance of conflict resolution education in the school curriculum to improve the quality of student interactions and reduce conflicts in schools. The findings of this study encourage the need to evaluate teaching materials so that peace values are clearly emphasized in the learning process, enabling schools to become strategic spaces for building a sustainable culture of peace.