Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Sholat Dhuha May Reduce The Risk of Knee Osteoarthritis in The Elderly: Preliminary Research Elman Boy; Des Suryani; Debby Mirani Lubis; Balemun Kaisar Harahap
Buletin Farmatera Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/bf.v7i3.11939

Abstract

Abstract: Osteoarthritis is one of the most common degenerative diseases that attack the joints and cause deformity in the elderly. The purpose of this study was to investigate the link between dhuha prayer and the risk of knee osteoarthritis (kOA). Methods: cross-sectional and purposive sampling, with inclusion criteria including Muslim women cured in the Government Binjai Senior Care, age greater than or equal to 60 years, communicative, signing informed consent, and providing complete answers to the WOMAC questionnaire to assess kOA risk. The interview form was used to count the number of rak'ahs of dhuha prayer that are usually performed every day. SPSS was used to analyze the data, and the Spearman Rank test was used. The research criteria were met by 30 of 101 prospective respondents. The respondents ages range from 60 to 85 years old, 68% are at risk of mild kOA, and there is a link between the number of rak'ahs of dhuha prayer and a lower risk of kOA. Conclusion: The more rak'ahs of dhuha prayer that are performed on a daily basis, the lower the risk of KOA.
PERBEDAAN PENGARUH PEMBERIAN SUSU KEDELAI DENGAN AKTIVITAS FISIK INTENSITAS SEDANG TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN BAHDI SATYA PRAWIRA HARAHAP; DEBBY MIRANI LUBIS
JURNAL ILMIAH KOHESI Vol 7 No 1 (2023): JURNAL ILMIAH KOHESI
Publisher : LP2MTBM MAKARIOZ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesity is a condition that exceeds a person's relative body weight. Excess nutrition is not found in urban communities, but also in rural communities. One plant that is thought to be beneficial for weight loss is soybean (Glicine max Mirril) which is usually used in the form of a milk preparation called soy milk. Objective: To see the effect of offering soy milk with intense physical activity for 30 minutes per day on weight loss. This type of experimental research was designed with pre and post test group design with a total sample of 32 people divided into 2 groups (P1 and P2), each treatment group consisting of 16 people. the environment is between the physical activity group and soy milk with p = 0.005. Being in a study that states the group between milk before and after treatment with a value of p = 0.001. The intensity that exists in the friendliness between physical activity before and after treatment with p = 0.006. the effect of offering soybeans and moderate intensity physical activity for 30 minutes on weight loss for the employees of RSU Wira Husada Kisaran.
PENGARUH PERBEDAAN JENIS KELAMIN TERHADAP INDEKS MASSA TUBUH PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RSU MADANI MEDAN TAHUN 2021 OCTARI AULIATI; DEBBY MIRANI LUBIS
JURNAL ILMIAH KOHESI Vol 7 No 2 (2023): JURNAL ILMIAH KOHESI
Publisher : LP2MTBM MAKARIOZ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Schizophrenia is a severe mental disorder characterized by disturbances of thought, emotion, and behavior in the sufferer. Someone with schizophrenia is very at risk of being overweight, so that an increase in Body Mass Index (BMI) is related to the quality of life so that it can worsen the quality of life in people with schizophrenia. To determine the effect of gender differences on Body Mass Index in Schizophrenic patients at Madani Hospital Medan. Method: Analytical using cross sectional design. The number of samples in this study were 57 people using the Chi Square test. Based on the results of the analysis using the chi square test, there was no significant relationship between gender and body mass index with p value = 0.775 (p>0.05). This statistically shows that there is no significant relationship between gender and body mass index. There is no significant relationship between gender and body mass index in schizophrenic patients. Keywords: Gender, Body Mass Index, and Schizophrenia
Perbandingan Sekresi Air Mata Sebelum dan Sesudah Penggunaan Gadget pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Angkatan 2015 Menggunakan Uji Schirmer 1 Habib Yola Pratama; Zaldi Zaldi; Laszuarni Laszuarni; Debby Mirani Lubis
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i1.5387

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dinamis saat ini mendorong masyarakat untuk mengembangkan produk ilmiah yang dibungkus teknologi. Hal ini juga disadari oleh dunia pendidikan yang selalu berkembangsepanjangzaman. Kebutuhan ini diterapkan untuk mempermudah pekerjaan dan memperluas wawasan. Oleh karena itu kemajuan teknologi saat ini mulai mengarah pada kemajuan teknologi berbasismobile. Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat. Banyak teknologi canggih telah diciptakansalah satunya adalahseperti gadget.Penggunaan gadget saat ini sangat meningkat terutama pada mahasiswa untuk menunjang pembelajaran di kampus. Dampak negatif dari penggunaan gadget adalah gangguan atau rusaknya mata akibat paparan sinar radiasi dari gadget tersebut. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui perbandingan sekresi air mata sebelum dan sesudah menggunakan gadget selama 1 jam pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara angkatan 2015 dengan menggunakan tes Schirmer I.Penelitian ini menggunakan metode pra eksperimental,dengan satu kelompok desain pretest-posttest karena rumusan masalah yang diangkat yaitu mengukur sekresi air mata sebelum dan sesudah menggunakan gadget selama 1 jampada mahasiswa.Dari hasilanalisis PairedT-Testdiperoleh nilai P0,05 yang artinya terdapat perbedaansekresi air mata sebelum dan sesudah penggunaan gadget pada mahasiswa FK UMSU angkatan 2015denganmenggunakanmetodeSchirmer I.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Teh Hijau (Camellia Sinensis) Terhadap Penurunan Berat Badan Pada Tikus Putih (Rattus Novergicus L.) Jantan Galur Wistar Yang Diberi Diet Tinggi Lemak Ainul Mardiyah Rahmah Zalukhu; Debby Mirani Lubis
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v1i3.4903

Abstract

Obesitas disebabkan karena asupan energi yang digunakan berlebih dibandingkan dengan penggunaan semestinya yang akan menimbulkan adanya timbunan triasilgliserol yang berlebih pada jaringan lemak. Setiap tahunnya terjadi peningkatan angka kejadian obesitas penduduk Indonesia. Penanganan overweight dan obesitas salah satunya dengan teh hijau (Camellia sinensis). Kandungan utama teh hijau adalah polifenol katekin. Katekin pada teh hijau dapat membantu melancarkan proses pencernaan makanan. Hal ini terjadi melalui stimulasi peristaltik dan produksi cairan pada saluran pencernaan. selain itu, juga dapat mempengaruhi metabolisme tubuh dan membantu proses penurunan berat badan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental dengan desain pre dan post test group design. Penelitian ini menunjukkan teh hijau mampu menurunkan berat badan dengan nilai p= 0.000 (0,05). Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat penurunan berat badan dengan pemberian teh hijau.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Vitamin D Dengan Tingkat Kepadatan Tulang Pada Guru SD Muhammadiyah Medan Debby Mirani Lubis
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v1i4.4746

Abstract

Manfaat vitamin D sangat banyak bagi kesehatan terutama untuk tulang dan sistem imunitas untuk melawan infeksi. Tingkat pengetahuan tentang vitamin D yang baik akan menyebabkan masyarakat lebih paham tentang memilih sikap dan sumber yang baik untuk memperoleh vitamin D sehingga akan berdampak pada tingkat kesehatan tulangnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang vitamin D dengan tingkat kepadatan tulang pada guru SD Muhammadiyah. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional.. Tempat penelitian dilakukan di SD Muhammadiyah 1 dan 3 pada bulan April sampai dengan Juni 2019. Sebanyak 28 subjek memiliki tingkat kepadatan tulang normal (58,3%). Ada 11 orang subjek yang osteopenia (23%) dan sebanyak 9 orang subjek di kategorikan osteoporosis (18,7%). Berdasarkan hasil uji statistik hubungan tingkat pengetahuan dan kepadatan tulang didapati nilai p = 0,74. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang vitamin D dengan tingkat kepadatan tulang.