Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) KEPADA ANGGOTA BADAN KOMUNIKASI PEMUDA REMAJA MASJID INDONESIA (BKPRMI) KOTA MEDAN, SUMATERA UTARA Muhammad Jalaluddin Assuyuthi Chalil
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 29, No 2 (2023): APRIL-JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v29i2.42027

Abstract

Sudden cardiac arrest (SCA) yang terjadi di luar rumah sakit (OHCA) merupakan salah satu tantangan besar masalah kesehatan di masyarakat. Di negara-negara yang belum memiliki sistem layanan gawat darurat yang baik, keadaan ini akan semakin memperparah angka kematian dan harapan hidup pasien atau korban OHCA. Di negara maju saja, angka harapan hidup pasien OHCA masih sangat kecil. Peran masyarakat awam dalam memberikan pertolongan pertama berupa tindakan Bantun Hidup Dasar (BHD) yang sesuai algoritma standar, termasuk keterampilan dalam menggunakan Automated External Defibrillator (AED) sedini mungkin, dikatakan dapat memperbaiki angka harapan hidup pasien OHCA bahkan sampai 50%. Berdasarkan pada permasalahan tersebut, kami telah melaksanakan pelatihan BHD orang dewasa sesuai pedoman menurut American Heart Association (AHA) tahun 2015 kepada anggota Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid (BKPRMI) Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Hasil dari pelatihan ini diperoleh peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan (nilai rerata pre-test: 25,5 dan post-test: 69,25, p=0,000) dan keterampilan melakukan BHD pada manikin. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pelatihan ini berhasil.
Perubahan Sikap Dan Pengetahuan Anggota Badan Koordinasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) Terhadap Tindakan Resusitasi Jantung Paru Otak (RJPO) Setelah Dilakukan Pelatihan RJPO Ummi Hani Lubis; Muhammad Jalaluddin Assuyuthi Chalil
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i1.5358

Abstract

Resusitasi adalah tindakan pertolongan pertama pada kasus kegawatdaruratan berupa tindakan menyegarkan kembali kesadaran seseorang yang tampak sudah mati, dengan cara pemberian napas buatan dan pemijatan jantung. Kematian terjadi biasanya karena ketidakmampuan masyarakat untuk menangani penderita pada fase gawat darurat. Oleh karena itu dubutuhkan orang-orang disekitar mampu melakukan tindakan penanganan RJPO sehingga masyarakat perlu memiliki sikap dan pengetahuan tentang RJPO. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan sikap dan pengetahuan tindakan RJPO pada anggota Badan Koordinasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) sebelum dan setelah pelatihan. Penelitian ini menggunakan pra-eksperimen dan jenis rancangan yang digunakan one group pretest-posttest, yang dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada 29 responden.Berdasarkan uji Wilcoxon sign rank test pada pengetahuan pretest dan posttest diperoleh p=0,000. Dari hasil tersebut nilai p value 0,05 yang berarti ada perbedaan bermakna terhadap variabel. Diketahui dari uji statistik yang digunakan sikap dan pengetahuan anggota BKPRMI setelah dilakukan pelatihan didapatkan berkategori baik. Pelatihan RJPO dapat meningkatkan sikap dan pengetahuan.
PENGARUH STADIUM KANKER PAYUDARA TERHADAP DERAJAT NYERI DAN KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSU. HAJI MEDAN Siti Asfina Humairah Nasution; Muhammad Jalaluddin Assuyuthi Chalil
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I3.22072

Abstract

ABSTRAK Kanker payudara terjadi karena pertumbuhan sel-sel payudara yang tidak dapat terkendali. Salah satu gejala klinis pada pasien kanker adalah rasa nyeri yang dapat mempengaruhi sekitar 66% pada penderita kanker. Rasa nyeri tersebut dapat terjadi akibat infiltrasi tumor itu sendiri ataupun efek dari pengobatan kemoterapi dan radioterapi. Rasa nyeri juga dapat meningkat ketika kanker payudara berkembang ke stadium yang lebih tinggi. Rasa nyeri tersebut dapat mengganggu aktivitas fisik, menghambat kegiatan sehari-hari, mengganggu kebiasaan tidur dan makan. Hal tersebut dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penngaruh stadium kanker terhadap derajat nyeri dan kualitas hidup pasien kanker payudara. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian adalah seluruh pasien yang telah didiagnosis kanker payudara. Pengukuran derajat nyeri menggunakan kuesioner Brief Pain Inventory Short Form(BPI-SF) dan pengukuran kualitas hidup menggunakan kuesioner European Organization for Research and Treatment of Cancer Quality of Life (EORTC QLQ - C30). Dari 50 responden didapati rata-rata usia 37 tahun dan telah berada di stadium lanjut. Hasil dari uji fisher exact didapati pengaruh stadium kanker dengan derajat nyeri (p <0,05) dan juga didapati hasil stadium kanker dengan kualitas hidup ( p <0,05). Terdapat pengaruh stadium kanker terhadap derajat nyeri dan kualitas hidup pasien kanker payudara Kata kunci: kanker payudara, derajat Nyeri, kualitas hidup ABSTRACT The Effect Of Breast Cancer Stadium On Pain Degree And Quality Of Life Of Breast Cancer Patients In RSU Haji Medan. Breast cancer occurs due to uncontrolled growth of breast cells. One of the clinical symptoms in cancer patients is pain which can affect around 66% of cancer patients. This pain can occur due to tumor infiltration itself or the effects of chemotherapy and radiotherapy treatment. Pain can also increase when breast cancer progresses to a higher stage. This pain can interfere with physical activity, hinder daily activities, interfere with sleeping and eating habits. This can reduce a person's quality of life. This study aims to determine the effect of cancer stage on the degree of pain and quality of life of breast cancer patients. This type of research is analytic with a cross-sectional design. The sample in this study were all patients who had been diagnosed with breast cancer. Measuring the degree of pain used the Brief Pain Inventory Short Form (BPI-SF) questionnaire and measuring the quality of life used the European Organization for Research and Treatment of Cancer Quality of Life questionnaire (EORTC QLQ - C30). Of the 50 respondents, it was found that the average age was 37 years and was in an advanced stage. The results of the Fisher's exact test found the effect of cancer stage on the degree of pain (p <0.05) and found the results of cancer stage with quality of life (p <0.05). There is an effect of cancer stage on the degree of pain and quality of life of breast cancer patients.Keywords: breast cancer, degree of pain, quality of life  
PENGARUH STADIUM KANKER PAYUDARA TERHADAP DERAJAT NYERI DAN KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSU. HAJI MEDAN Siti Asfina Humairah Nasution; Muhammad Jalaluddin Assuyuthi Chalil
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 10 No. 3 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v10i3.363

Abstract

Kanker payudara terjadi karena pertumbuhan sel-sel payudara yang tidak dapat terkendali. Salah satu gejala klinis pada pasien kanker adalah rasa nyeri yang dapat mempengaruhi sekitar 66% pada penderita kanker. Rasa nyeri tersebut dapat terjadi akibat infiltrasi tumor itu sendiri ataupun efek dari pengobatan kemoterapi dan radioterapi. Rasa nyeri juga dapat meningkat ketika kanker payudara berkembang ke stadium yang lebih tinggi. Rasa nyeri tersebut dapat mengganggu aktivitas fisik, menghambat kegiatan sehari-hari, mengganggu kebiasaan tidur dan makan. Hal tersebut dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penngaruh stadium kanker terhadap derajat nyeri dan kualitas hidup pasien kanker payudara. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian adalah seluruh pasien yang telah didiagnosis kanker payudara. Pengukuran derajat nyeri menggunakan kuesioner Brief Pain Inventory Short Form(BPI-SF) dan pengukuran kualitas hidup menggunakan kuesioner European Organization for Research and Treatment of Cancer Quality of Life (EORTC QLQ - C30). Dari 50 responden didapati rata-rata usia 37 tahun dan telah berada di stadium lanjut. Hasil dari uji fisher exact didapati pengaruh stadium kanker dengan derajat nyeri (p <0,05) dan juga didapati hasil stadium kanker dengan kualitas hidup ( p <0,05). Terdapat pengaruh stadium kanker terhadap derajat nyeri dan kualitas hidup pasien kanker payudara
Gambaran Karakteristik Nyeri Kronik Paska Operasi pada Pasien Rawat Jalan di Poli Bedah dan Poli Obstetri dan Ginekologidi RSU di Medan Nahly Bayo Anggito Ritonga; Muhammad Jalaluddin Assuyuthi Chalil
The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research Vol. 3 No. 2 (2025): The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/tjghpsr.v3i2.679

Abstract

Chronic pain is pain that persistent and will continue beyond the proper healing time, there are two time points used in daily practice, namely 3 months and 6 months after the first injury. Sensitivity of peripheral nociceptive neurons and central underlying the process of transition from acute pain to chronic pain. There are several factors that influence the increasing incidence of postoperative chronic pain including preoperative, intraoperative and postoperative factors. Untreated acute postoperative pain also increases the risk of increasing chronic postoperative pain. In Asia, the prevalence of chronic pain varies widely, between 7% in Malaysia to 60% in Cambodia. The prevalence of postoperative chronic pain in adults is reported to be around 20% in developed countries. The incidence includes all ages with a higher incidence in women and the elderly. The purpose of this study was to describe the characteristics of postoperative chronic pain in outpatients in the surgical polyclinic and obstetrics and gynecology polyclinic at RSU Medan. The type of research used in this study was Observational with a Cross Sectional method approach. Based on the research that has been done, it was found that ages 26-35 years experienced the most chronic pain, namely as much as 29.8% and women experienced more chronic pain compared to men. Based on this study it was found that the majority of respondents experienced moderate pain intensity as many as 36 respondents (63.2%). There were descriptions of characteristics that were mostly 26-35 years old.
The Influence of Cancer Stage and Primary Cancer Location on the Occurrence of Breakthrough Pain (BTP) in Cancer Patients at Haji Medan Hospital Rahma Rifda Fadilla Sury Lubis; Muhammad Jalaluddin Assuyuthi Chalil
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v7i2.26535

Abstract

Abstract: Background : The International Agency for Research on Cancer (IARC) in 2022 reported 20 million cancer patients worldwide. IARC also reported that the incidence of cancer in Indonesia reached 408,661 new cases in 2022. As many as 66% of cancer patients usually experience cancer pain as a complaint experienced by patients. Breakthrough Pain (BTP) generally occurs in patients with cancer cases, 40% to 93% of cancer patients experience BTP. Objective: To determine the effect of cancer stage and primary location of cancer on the incidence of BreakThrough Pain (BTP) in cancer patients at the Haji Medan Hospital. Results: of the 62 total respondents, 51 experienced cancer pain and 34 experienced (BTP). The majority of respondents who experienced BTP were women with primary cancer locations in the mammary glands and were already in the final stages of cancer. Conclusion: A significant relationship was found between cancer stage and primary location of cancer with the incidence of BTP at the Haji Medan Hospital.  
Hubungan Tingkat Stres dengan Gangguan Siklus Menstruasi dan Dismenore pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara selama Masa Pandemi COVID-19 Khairunnisa Ariqah Sihombing; Muhammad Jalaluddin Assuyuthi Chalil; Aidil Akbar; Des Suryani
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v4i1.12711

Abstract

Abstrak: Pendahuluan: Stres fisik, mental, emosional, menyebabkan stres pada mahasiswi kedokteran. Stres akademik dan non-akademik merupakan faktor yang menjadi kontribusi meningkatnya tingkat stres pada mahasiswi. Mahasiswi dalam kelompok wanita usia reproduktif yang sudah menstruasi,memiliki  risiko untuk mengalami stress disebabkan Fakultas  Kedokteran memiliki lingkungan pembelajaran tuntutan yang tinggi dan penuh tekanan. Studi yang dilakukan di Arab Saudi tahun 2016 diperoleh sebuah korelasi positif terhadap tingkat stres dengan masalah menstruasi. Mahasiswi dengan tingkat stres yang tinggi mengalami peningkatan 2-8 kali mengalami dismenore. Masalah menstruasi seperti amenore (9,2%), dismenore (89,7), polimenore (13,2%), oligomenore (5,5%). Tingginya tingkat stress menjadi faktor risiko terjadinya gangguan siklus menstruasi dan dismenore. Metode: Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Purposive sampling sebanyak 95 responden. Data primer didapatkan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Fisher's Exact Test. Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara tingkat stres dengan gangguan siklus menstruasi dan dismenore. Hubungan tingkat stres gangguan siklus menstruasi menggunakan uji Fisher's Exact Test didapatkan hasil p=0.041 (p0.05) yang berarti ada hubungan antara tingkat stres dengan gangguan siklus menstruasi. Hubungan tingkat stres dan Dismenore menggunakan uji Fisher's Exac Test didapatkan hasil p=0.005 (p0.05) yang berarti ada hubungan antara tingkat stres dengan dismenore. Kesimpulan: Terdapat hubungan tingkat stres dengan gangguan siklus menstruasi dengan dismenore di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Penyuluhan dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar bagi Guru Sekolah Dasar Ika Nopa; Muhammad Jalaluddin Assuyuthi Chalil
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v1i1.4571

Abstract

Latar Belakang : Anak usia sekolah dasar terlibat dalam perilaku sosial dan motorik yang kompleks sehingga sangat aktif dalam berbagai aktivitas baik di dalam maupun luar kelas. Hal ini dapat menyebabkan keadaan gawat darurat yang membutuhkan pertolongan berupa bantuan hidup dasar. Kejadian gawat darurat yang tidak mendapat pertolongan segera dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian. Untuk itu diperlukan adanya pengetahuan dan ketermpilan bantuan hidup dasar yang baik oleh guru guru di sekolah dasar. Tujuan dilakukannya Penyuluhan dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Bagi Guru Sekolah Dasar adalah meningkatnya pengetahuan dan ketermpilan bantuan hidup dasar yang baik oleh guru guru di sekolah dasar. Metode : Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di laksanakan di SDN 060929, 060930, dan 064988, Kelurahan Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Media yang digunakan adalah: Power point presentasi, ,manekin bayi, manekin anak, dan manekin kompresi dada. Hasil : Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan dan pelatihan bantuan hidup dasar pada guru di SDN 060929, 060930, dan 064988, Kelurahan Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan di hadiri oleh 44 orang guru. Pelaksanaan kegiatan berupa penyuluhan dengan presentasi powerpoit, peragaan/demonstrasi, dan simulasi kasus terkait bantuan hidup dasarKata Kunci: Penyuluhan, Bantuan Hidup Dasar, Guru