Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Konsumsi Kafein terhadap Premenstrual Syndrome pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Paramitha Widya Ningsih; Muhammad Jalaluddin Assuyuthi Chalil; Aidil Akbar; Hasbina Wildani
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i2.9680

Abstract

Abstrak: Pendahuluan: Premenstrual syndrome (PMS) adalah suatu kondisi dimana seorang wanita merasakan beberapa perubahan pada tubuh baik secara fisik, emosional, maupun perilaku yang terjadi sebelum menstruasi, sehingga akan mengganggu aktivitas sehari-hari dan kemudian menghilang seiring dengan berakhirnya menstruasi. fase menstruasi. Penyebab munculnya ini tidak jelas. Beberapa teori mengatakan antara lain karena faktor hormonal, yaitu ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron. Mengalami hal lain, terkait dengan gangguan perasaan, faktor psikologis, masalah sosial, atau fungsi serotonin yang dialami penderita. Faktor perilaku merupakan faktor risiko terjadinya sindrom pramenstruasi, salah satunya adalah konsumsi kafein. Hasil penelitian American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) di Sri Lanka tahun 2012, melaporkan bahwa gejala sindrom pramenstruasi dialami oleh sekitar 65,7% remaja putri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi kafein terhadap kejadian premenstrual syndrome pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-analitik dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yang berjumlah 87 orang. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan data simple random sampling dengan uji chi-square. Pengumpulan data dengan mengisi kuesioner. Hasil Penelitian: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi kafein dengan sindrom pramenstruasi yang dibuktikan dengan nilai p-value sebesar 0,017 (p<0,05). Kesimpulan: Ada pengaruh antara konsumsi kafein terhadap kejadian premenstrual syndrome.
Pelatihan Fardhu Kifayah Jenazah Pasien Terpapar Covid–19 pada Perawat Ruang Intensive Care Unit (ICU) Muhammad Jalaluddin Assuyuthi Chalil; Maulana Siregar
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i1.10400

Abstract

Pelaksanaan fardhu kifayah jenazah yang meninggal akibat covid–19 dalam situasi pandemik seperti saat ini tidak jarang menimbulkan masalah serius di masyarakat, yang biasanya dipicu oleh ketidakpercayaan anggota keluarga kepada pihak rumah sakit terhadap kesesuaian pelaksanaan fardhu kifayah itu sendiri berdasarkan Syariat Agama Islam. Perawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) isolasi covid-19 memiliki peranan yang sangat penting dalam masalah ini dikarenakan merekalah yang diberi wewenang untuk melaksanakan pemulasaran jenazah terpapar covid-19. Telah dilaksanakan pelatihan terhadap perawat ICU isolasi covid-19 Rumah Sakit Bunda Thamrin dan Columbia Asia Medan, yang bertujuan untuk menghasilkan perawat yang mampu melaksanakan fardhu kifayah jenazah terpapar covid-19 sesuai dengan Syariat Agama Islam namun tidak melanggar prinsip-prinsip protokol kesehatan. Materi pelatihan ini didasarkan pada buku pedoman pemulasaran dan penguburan jenazah akibat covid-19 di masyarakat dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2020 dan Fatwa Majlis Ulama Indonesia tentang pedoman pengurusan jenazah (Tajhiz Al-Janaiz) muslim yang meninggal karena covid-19. Metode pelatihan menggunakan 5 tahapan, diawali pre-test, dilanjutkan dengan pemaparan teoritis, peragaan menggunakan alat peraga dan manikin, dilanjutkan dengan praktek menggunakan metode role play oleh peserta, dan diakhiri dengan post-test. Hasil dari kegiatan ini adalah diperolehnya perawat ICU isolasi covid-19 yang mampu melaksanakan fardhu kifayah berdasarkan pedoman diatas.
PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) KEPADA ANGGOTA BADAN KOMUNIKASI PEMUDA REMAJA MASJID INDONESIA (BKPRMI) KOTA MEDAN, SUMATERA UTARA Muhammad Jalaluddin Assuyuthi Chalil
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 29, No 2 (2023): APRIL-JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v29i2.42027

Abstract

Sudden cardiac arrest (SCA) yang terjadi di luar rumah sakit (OHCA) merupakan salah satu tantangan besar masalah kesehatan di masyarakat. Di negara-negara yang belum memiliki sistem layanan gawat darurat yang baik, keadaan ini akan semakin memperparah angka kematian dan harapan hidup pasien atau korban OHCA. Di negara maju saja, angka harapan hidup pasien OHCA masih sangat kecil. Peran masyarakat awam dalam memberikan pertolongan pertama berupa tindakan Bantun Hidup Dasar (BHD) yang sesuai algoritma standar, termasuk keterampilan dalam menggunakan Automated External Defibrillator (AED) sedini mungkin, dikatakan dapat memperbaiki angka harapan hidup pasien OHCA bahkan sampai 50%. Berdasarkan pada permasalahan tersebut, kami telah melaksanakan pelatihan BHD orang dewasa sesuai pedoman menurut American Heart Association (AHA) tahun 2015 kepada anggota Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid (BKPRMI) Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Hasil dari pelatihan ini diperoleh peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan (nilai rerata pre-test: 25,5 dan post-test: 69,25, p=0,000) dan keterampilan melakukan BHD pada manikin. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pelatihan ini berhasil.
Perubahan Sikap Dan Pengetahuan Anggota Badan Koordinasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) Terhadap Tindakan Resusitasi Jantung Paru Otak (RJPO) Setelah Dilakukan Pelatihan RJPO Ummi Hani Lubis; Muhammad Jalaluddin Assuyuthi Chalil
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i1.5358

Abstract

Resusitasi adalah tindakan pertolongan pertama pada kasus kegawatdaruratan berupa tindakan menyegarkan kembali kesadaran seseorang yang tampak sudah mati, dengan cara pemberian napas buatan dan pemijatan jantung. Kematian terjadi biasanya karena ketidakmampuan masyarakat untuk menangani penderita pada fase gawat darurat. Oleh karena itu dubutuhkan orang-orang disekitar mampu melakukan tindakan penanganan RJPO sehingga masyarakat perlu memiliki sikap dan pengetahuan tentang RJPO. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan sikap dan pengetahuan tindakan RJPO pada anggota Badan Koordinasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) sebelum dan setelah pelatihan. Penelitian ini menggunakan pra-eksperimen dan jenis rancangan yang digunakan one group pretest-posttest, yang dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada 29 responden.Berdasarkan uji Wilcoxon sign rank test pada pengetahuan pretest dan posttest diperoleh p=0,000. Dari hasil tersebut nilai p value 0,05 yang berarti ada perbedaan bermakna terhadap variabel. Diketahui dari uji statistik yang digunakan sikap dan pengetahuan anggota BKPRMI setelah dilakukan pelatihan didapatkan berkategori baik. Pelatihan RJPO dapat meningkatkan sikap dan pengetahuan.
PENGARUH STADIUM KANKER PAYUDARA TERHADAP DERAJAT NYERI DAN KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSU. HAJI MEDAN Siti Asfina Humairah Nasution; Muhammad Jalaluddin Assuyuthi Chalil
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I3.22072

Abstract

ABSTRAK Kanker payudara terjadi karena pertumbuhan sel-sel payudara yang tidak dapat terkendali. Salah satu gejala klinis pada pasien kanker adalah rasa nyeri yang dapat mempengaruhi sekitar 66% pada penderita kanker. Rasa nyeri tersebut dapat terjadi akibat infiltrasi tumor itu sendiri ataupun efek dari pengobatan kemoterapi dan radioterapi. Rasa nyeri juga dapat meningkat ketika kanker payudara berkembang ke stadium yang lebih tinggi. Rasa nyeri tersebut dapat mengganggu aktivitas fisik, menghambat kegiatan sehari-hari, mengganggu kebiasaan tidur dan makan. Hal tersebut dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penngaruh stadium kanker terhadap derajat nyeri dan kualitas hidup pasien kanker payudara. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian adalah seluruh pasien yang telah didiagnosis kanker payudara. Pengukuran derajat nyeri menggunakan kuesioner Brief Pain Inventory Short Form(BPI-SF) dan pengukuran kualitas hidup menggunakan kuesioner European Organization for Research and Treatment of Cancer Quality of Life (EORTC QLQ - C30). Dari 50 responden didapati rata-rata usia 37 tahun dan telah berada di stadium lanjut. Hasil dari uji fisher exact didapati pengaruh stadium kanker dengan derajat nyeri (p <0,05) dan juga didapati hasil stadium kanker dengan kualitas hidup ( p <0,05). Terdapat pengaruh stadium kanker terhadap derajat nyeri dan kualitas hidup pasien kanker payudara Kata kunci: kanker payudara, derajat Nyeri, kualitas hidup ABSTRACT The Effect Of Breast Cancer Stadium On Pain Degree And Quality Of Life Of Breast Cancer Patients In RSU Haji Medan. Breast cancer occurs due to uncontrolled growth of breast cells. One of the clinical symptoms in cancer patients is pain which can affect around 66% of cancer patients. This pain can occur due to tumor infiltration itself or the effects of chemotherapy and radiotherapy treatment. Pain can also increase when breast cancer progresses to a higher stage. This pain can interfere with physical activity, hinder daily activities, interfere with sleeping and eating habits. This can reduce a person's quality of life. This study aims to determine the effect of cancer stage on the degree of pain and quality of life of breast cancer patients. This type of research is analytic with a cross-sectional design. The sample in this study were all patients who had been diagnosed with breast cancer. Measuring the degree of pain used the Brief Pain Inventory Short Form (BPI-SF) questionnaire and measuring the quality of life used the European Organization for Research and Treatment of Cancer Quality of Life questionnaire (EORTC QLQ - C30). Of the 50 respondents, it was found that the average age was 37 years and was in an advanced stage. The results of the Fisher's exact test found the effect of cancer stage on the degree of pain (p <0.05) and found the results of cancer stage with quality of life (p <0.05). There is an effect of cancer stage on the degree of pain and quality of life of breast cancer patients.Keywords: breast cancer, degree of pain, quality of life  
PENGARUH STADIUM KANKER PAYUDARA TERHADAP DERAJAT NYERI DAN KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSU. HAJI MEDAN Siti Asfina Humairah Nasution; Muhammad Jalaluddin Assuyuthi Chalil
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 10 No. 3 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v10i3.363

Abstract

Kanker payudara terjadi karena pertumbuhan sel-sel payudara yang tidak dapat terkendali. Salah satu gejala klinis pada pasien kanker adalah rasa nyeri yang dapat mempengaruhi sekitar 66% pada penderita kanker. Rasa nyeri tersebut dapat terjadi akibat infiltrasi tumor itu sendiri ataupun efek dari pengobatan kemoterapi dan radioterapi. Rasa nyeri juga dapat meningkat ketika kanker payudara berkembang ke stadium yang lebih tinggi. Rasa nyeri tersebut dapat mengganggu aktivitas fisik, menghambat kegiatan sehari-hari, mengganggu kebiasaan tidur dan makan. Hal tersebut dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penngaruh stadium kanker terhadap derajat nyeri dan kualitas hidup pasien kanker payudara. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian adalah seluruh pasien yang telah didiagnosis kanker payudara. Pengukuran derajat nyeri menggunakan kuesioner Brief Pain Inventory Short Form(BPI-SF) dan pengukuran kualitas hidup menggunakan kuesioner European Organization for Research and Treatment of Cancer Quality of Life (EORTC QLQ - C30). Dari 50 responden didapati rata-rata usia 37 tahun dan telah berada di stadium lanjut. Hasil dari uji fisher exact didapati pengaruh stadium kanker dengan derajat nyeri (p <0,05) dan juga didapati hasil stadium kanker dengan kualitas hidup ( p <0,05). Terdapat pengaruh stadium kanker terhadap derajat nyeri dan kualitas hidup pasien kanker payudara
Gambaran Karakteristik Nyeri Kronik Paska Operasi pada Pasien Rawat Jalan di Poli Bedah dan Poli Obstetri dan Ginekologidi RSU di Medan Nahly Bayo Anggito Ritonga; Muhammad Jalaluddin Assuyuthi Chalil
The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research Vol. 3 No. 2 (2025): The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/tjghpsr.v3i2.679

Abstract

Chronic pain is pain that persistent and will continue beyond the proper healing time, there are two time points used in daily practice, namely 3 months and 6 months after the first injury. Sensitivity of peripheral nociceptive neurons and central underlying the process of transition from acute pain to chronic pain. There are several factors that influence the increasing incidence of postoperative chronic pain including preoperative, intraoperative and postoperative factors. Untreated acute postoperative pain also increases the risk of increasing chronic postoperative pain. In Asia, the prevalence of chronic pain varies widely, between 7% in Malaysia to 60% in Cambodia. The prevalence of postoperative chronic pain in adults is reported to be around 20% in developed countries. The incidence includes all ages with a higher incidence in women and the elderly. The purpose of this study was to describe the characteristics of postoperative chronic pain in outpatients in the surgical polyclinic and obstetrics and gynecology polyclinic at RSU Medan. The type of research used in this study was Observational with a Cross Sectional method approach. Based on the research that has been done, it was found that ages 26-35 years experienced the most chronic pain, namely as much as 29.8% and women experienced more chronic pain compared to men. Based on this study it was found that the majority of respondents experienced moderate pain intensity as many as 36 respondents (63.2%). There were descriptions of characteristics that were mostly 26-35 years old.