Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

SOSIALISASI TOILET TRAINING DI DESA TABA BARU KECAMATAN TABA PENANJUNG KABUPATEN BENGKULU TENGAH Sri Saparahayuningsih; Zahratul Qalbi; Indrawati Indrawati
Jurnal ABDI PAUD Vol 1, No 1 (2020): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/abdipaud.v1i1.14037

Abstract

Mitra pada kegiatan pengabdian ini adalah Desa Taba Baru Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah. Permasalahan pada kegiatan ini adalah masih minimnya pengetahuan orang tua tentang Toilet Training pada Anak Usia Dini. Solusi yang ditawarkan adalah memberikan sosialisasi kepada orang tua tentang pentingnya untuk mengetahui Toilet Training sejak dini agar anak-anak bisa mandiri untuk pergi ke toilet. Sosialisasi ini diberikan kepada orangtua sebanyak 24 orang. Kegiatan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 09 Juli 2019. Metode yang dipakai adalah ceramah dan diskusi. Melalui metode ini diharapkan ada peningkatan pemahaman peserta tentang Toilet Training Pada anak Usia Dini. Hasil dari pengabdian ini peningkatan pengetahuan masyarakat khususnya orang tua tentang pentingnya Toilet Training diajarkan pada anak sejak usia dini.
PENYULUHAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK PENGEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK PADAGURU-GURU PAUD GUGUS MAWAR MERAH Sri Saparahayuningsih; Zahratul Qalbi; Badeni Badeni
Jurnal ABDI PAUD Vol 2, No 1 (2021): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/abdipaud.v2i1.16556

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberi penyuluhan kepada para guru Pendidikan Anak Usia Dini Gugus Mawar Merah Kotamadya Bengkulu tentang penggunaan media pembelajaran untuk mengembangkan motorik halus anak usia dini. Anak yang kurang memiliki keterampilan motorik halusnya, mereka akan mengalami kesulitan menampilkan akademiknya dan tugas-tugas kehidupan sehari-hari. Guru Pendidikan Anak Usia Dini memiliki tugas untuk mengembangkan keterampilan motorik anak melalui pembelajaran. Agar materi pembelajaran pengembangan motorik halus dapat diterima oleh anak dengan baik diperlukan media pembelajaran. Keterbatasan pengalaman dan motivasi belajar anak dapat diatasi dan dirangsang melalui penggunaan media pembelajaran. Berdasarkan Hasil survey kami terhadap para guru diperoleh informasi bahwa para guru kurang mengetahui penggunaan media untuk pengembangan motorik halus anak. Melihat hal itu kami tim Dosen Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Bengkulu merasa penting untuk memberikan pelatihan kepada mereka tentang penggunaan media dalam mengembangkan motorik halus anak. Selama pelatihan para peserta aktif mengikuti seluruh kegiatan dan antusias dalam mengerjakan latihan-latihan pengembangan media. Sebagai hasil kegiatan pelatihan, rara-rata para guru Gugus Mawar Merah Kotamadya Bengkulu meningkat sangat baik dalam menggunakan media pembelajaran untuk mengembangkan motorik halus anak usia dini. Dari hasil pengabdian kepada masyarakat ini disarankan agar kegiatan ini dapat dilanjutkan pada tataran implementasi pada anak usia dini.
PENYULUHAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN KEPADA GURU-GURU RAUDATUL ATFAL WILAYAH KECAMATAN SELUMA Sri Saparahayuningsih; Melia Eka Daryanti; Badeni Badeni
Jurnal ABDI PAUD Vol 1, No 1 (2020): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/abdipaud.v1i1.14040

Abstract

Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberi penyuluhan kepada guru-guru Raudhatul Atfal Kabupaten Seluma  tentang bagaimana menyusun rencana pembelajaran baik rancangan pelaksanaan pembelajaran. Raudhatul Atfal merupakan salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan dengan kekhasan agama Islam bagi anak berusia 4 (empat) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun. Salah satu yang perlu disiapkan oleh para guru Raudhatul Atfal adalah penyusunan rencana pembelajaran. Penting bagi seorang guru untuk membuat rencana pembelajaran. Rencana pembelajaran yang harus dipersiapkan guru RA adalah Program Semester, rencana relaksanaan pembelajaran mingguan, rencana pelaksanaan pembelajaran harian. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, penyuluhan difokuskan pada rencana pelaksanaan pembelajaran mingguan dan rencana pelaksanaan membelajaran harian. Sebelum kegiatan penyluhan dilakukan, rata-rata  guru (94,1%) belum memahami komponen-komponen perencanaan pembelajaran. Setelah dilakukan penyuluh dan pelatihan tentang rencana pelaksanaan pembelajaran mingguan dan  rencana pelaksanaan membelajaran harian), rata-rata guru (82,4%) sudah bisa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. Hal yang masih dirasa belum dikuasai dan perlu ditingkatkan lagi adalah pemetaan kompetensi dasar dan pendekatan pembelajaran. Oleh karena itu implikasi dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah agar untuk pengabdian kepada masyarakat berikutnya dapat difokuskan pada pemetaan kompetensi dasar dan pendekatan pembelajaran.
The THE ROLE OF GUIDANCE AND COUNSELING TEACHERS IN ALLEVIATING BULLYING BEHAVIOR OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS: Bullying, Student, School, Guidance and Counseling Adif Jawadi Saputra Adif Jawadi Saputra; Sri Saparahayuningsih
Consilia : Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Vol 5 No 3 (2022): Vol. 5 No. 3 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/consilia.5.3.216-227

Abstract

Bullying adalah suatu keadaan dimana terjadi penyalahgunaan kekuasaan/kekuasaan oleh seseorang/kelompok orang yang lebih kuat atau lebih berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan menimbulkan kerugian dan dilakukan secara terus menerus. Perilaku bullying merupakan salah satu bentuk kekerasan dan perilaku agresif siswa di sekolah. Jenis perilaku bullying yang sering terjadi adalah menyakiti secara verbal, menyakiti secara fisik, dan menyakiti secara mental dengan faktor keluarga. Faktor teman sebaya juga merupakan faktor yang lebih sering terjadi sebagai penyebab perilaku bullying siswa. Bullying di sekolah merupakan salah satu perilaku destruktif dan moral yang harus diselesaikan oleh guru Bimbingan Konseling. Karena bullying dapat mempengaruhi kegiatan belajar mengajar, bersifat patologis yang mendarah daging di kalangan remaja di sekolah, maka guru BK memiliki peran penting sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai guru BK/konselor di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi perilaku bullying siswa pada siswa SMP. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, subjek dalam penelitian ini adalah seorang guru bimbingan konseling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Secara umum guru bimbingan konseling/konselor memiliki peran yang memadai dalam mengatasi perilaku bullying dengan memberikan layanan informasi sebagai layanan yang lebih dominan, diikuti dengan layanan bimbingan kelompok dan konseling kelompok serta memberikan layanan konseling individu. Kata Kunci: Guru Bimbingan dan Konseling, Bullying, Sekolah Menengah Pertama
The Corelations of Loneliness with Social Media Addiction to Academic Procrastination in Adolescents Isa Alvia; Sri Saparahayuningsih; Rita Sinthia
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.5899

Abstract

This study aims to determine the corrlation between loneliness and social media addiction to academic procrastination. The sampling technique used in this study is purposive sampling. The population of this study was all students of SMKN 3 Seluma with a total sample of 247 students taken based on predetermined criteria. Data were obtained through questionnaire distribution and analyzed using descriptive quantitative methods and analyzed using Product Moment test. The results showed that the loneliness variable had a positive influence on academic procrastination, which was 0.768, while the social media addiction variable had a positive effect on academic procrastination with a correlation coefficient value of 0.849 and loneliness had a significant positive effect on social media addiction with a correlation coefficient value of 0.767. So it can be concluded that loneliness and social media addiction have a significant positive corelation with academic procrastination. Keywords: loneliness, social media addiction, academic procrastination