Opep Cahya Nugraha
Akademi Refraksi Optisi & Optometri Gapopin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMAKAIAN HIDDEN BEVEL LENSA CR-39 DENGAN AUTO GROOVER DAN KENYAMANAN PENGGUNA Andriani; Wahyu Budiana; Opep Cahya Nugraha; Nisa Zakiati Umami
Jurnal Mata Optik Vol. 1 No. 2 (2020): Bulan November
Publisher : Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54363/jmo.v1i2.19

Abstract

Bevel Hidden manufacture lenses CR - 39 in optical dispensing laboratories using Autogroover engine requires high precision and skills so as to produce glasses that fit the patient's wishes, in this paper the author uses descriptive method of literature data one by David Wilson with the title of the book "Practical Optical Dispensing" bifocal lens that can focus both horizontally and can be completed in a placement center vertically so as to produce a lens with good quality
Faktor Penentu Kualitas Penglihatan: Koreksi Refraksi, Posisi Penggunaan, dan Pemilihan Bingkai Opep Cahya Nugraha; Febri maryani; Bunyamin Rizki Abdillah; M. Wahyu Budiana
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v11i1.919

Abstract

Kualitas penglihatan merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan layanan optometri karena berkaitan langsung dengan kenyamanan visual, produktivitas, dan kualitas hidup individu. Meskipun koreksi refraksi menjadi langkah utama dalam menangani kelainan refraksi, hasil visual yang optimal tidak hanya ditentukan oleh akurasi resep lensa, tetapi juga dipengaruhi oleh posisi penggunaan kacamata serta pemilihan bingkai yang sesuai. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh koreksi refraksi, posisi penggunaan, dan pemilihan bingkai terhadap kualitas penglihatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan melibatkan 256 responden yang merupakan pasien pemeriksaan refraksi pada salah satu optik di Tangerang Selatan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, koefisien determinasi, dan uji parsial (t) melalui perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel penelitian dinyatakan valid dan reliabel serta berdistribusi normal. Analisis koefisien determinasi menunjukkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,721 yang berarti bahwa 72,1% variasi kualitas penglihatan dipengaruhi oleh koreksi refraksi, posisi penggunaan, dan pemilihan bingkai. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas penglihatan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan koreksi penglihatan tidak hanya bergantung pada ketepatan resep lensa, tetapi juga pada aspek dispensing optik seperti posisi pemakaian kacamata dan pemilihan bingkai yang sesuai dengan anatomi pengguna.