Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial Dengan Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa UMKT Anindi Trikandini; Lia Kurniasari
Borneo Student Research (BSR) Vol 3 No 1 (2021): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi:Tujuan dari penelitian untuk menganalisis hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa UMKT. Metodologi:Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 147 mahasiswa dan jumlah sampel sebanyak 107 mahasiswa, teknik yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan pada mahasiswa S1 Keperawatan semester 2 Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Analisa data pada penelitian ini menggunakan analisis bivariat dengan uji chi-square. Hasil:Hasil pada penelitian menunjukkan adanya hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat kecemasan (p-value = 0,001) pada mahasiswa S1 Keperawatan semester 2 UMKT. Manfaat:Hasil penelitian ini dapat bermanfaat sebagai sumber informasi dan bahan evaluasi bagi remaja maupun peneliti selanjutnya
Hubungan Keterpaparan Media Massa dengan Kekerasan dalam Pacaran pada Mahasiswa Kesmas UMKT Nur Gindawati; Lia Kurniasari
Borneo Student Research (BSR) Vol 3 No 2 (2022): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan studi: untuk mengetahui Hubungan Keterpaparan Media Massa dengan Kekerasan Dalam Pacaran Pada Mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yang dilakukan kepada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. . Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional yaitu penelitian yang mempelajari dinamika sebab akibat antara faktor resiko keterpaparan media massa (variabel independen) dengan kekerasan dalam pacaran (variabel dependen) yang dilakukan secara bersamaan atau dalam satu waktu yang sama. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis Bivariate dengan uji statistik yaitu Chi-Square dengan derajat kepercayaan CI = 95%(α = 0.05). Hasil: Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan yang signifikan antara Keterpaparan Media Massa dengan Kekerasan Dalam Pacaran Pada Mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat dengan nilai P-value = 0.857 > 0.05. Manfaat: Sebagai masukan dan bahan evaluasi terkait dampak dari keterpaparan media massa dan kekerasan dalam pacaran, Sebagai tambahan referensi dan acuan dalam penelitian berikutnya khususnya yang berkaitan dengan hubungan keterpaparan media massa dengan kekerasan dalam pacaran pada mahasiswa Kesehatan Masyarakat. Abstract Purpose of study: to find out the Relationship between Mass Media Exposure and Dating Violence in Undergraduate Public Health Students at Muhammadiyah University, East Kalimantan Methodology: This study uses a quantitative approach, which was conducted on students of the Muhammadiyah University of East Kalimantan. This study uses a cross-sectional research design, namely research that studies the causal dynamics between risk factors for mass media exposure (independent variable) and dating violence (dependent variable) which is carried out simultaneously or at the same time. The analysis in this study uses Bivariate analysis with a statistical test that is Chi-Square with a confidence level of CI = 95% (α = 0.05) Result: The results in this study indicate that there is no significant relationship between Mass Media Exposure and Dating Violence in Public Health Undergraduate Students with P-value = 0.857 > 0.05.Applications: As input and evaluation material related to the impact of mass media exposure and dating violence, as an additional reference and reference in subsequent research, especially those related to the relationship between mass media exposure and dating violence in Public Health students Applications: As input and evaluation material related to the impact of mass media exposure and dating violence, as an additional reference and reference in subsequent research, especially those related to the relationship between mass media exposure and dating violence in Public Health students
Hubungan Riwayat Persalinan Dan Riwayat Bblr Dengan Kejadian Stunting Pada Anak: Literature Review Rana Rahadatul Aisy; Lia Kurniasari
Borneo Student Research (BSR) Vol 3 No 2 (2022): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi: tujuan dari penelitian ini ialah untuk menggambarkan hubungan antara riwayat persalinan dan riwayat BBLR dengan kejadian stunting pada anak. Metodologi: Metodelogi penelitian yang digunakan ialah tinjuan pustaka. PICOS framework merupakan strategi yang digunakan dalam rancangan penelitian ini untuk mencari jurnal. Dalam pencarian jurnal menggunakan kata kunci (AND, OR NOT AND NOT) dipakai sebagai pencarian jurnal yang lebih detail agar dapat mempermudah pencarian jurnal yang diinginkan. Kata kunci yang digunakan ialah (stunting OR “Berat badan lahir rendah” OR “low birth weight”) AND (stunting OR “riwayat melahirkan” OR caesarea section” OR “persalinan normal” OR “sesar” OR “ delivery of mode”). Setelah melakukan tahap pencarian jurnal dari berbagai situs seperti scopus, google scholar, perpusnas, publish or perish, schihub, pubmed. Hasil: hasil menyatakan tidak ada hubungan antara riwayat persalinan dengan kejadian stunting pada anak tetapi ada factor lainnya yang menyebabkan stunting yaitu saat insiasi menyusi dini terlambat, gizi kurang, BBLR, ASI eksklusif. ada hubungan antara riwayat BBLR dengan kejadian stunting pada anak, ada factor yang memperngaruhi anak BBLR menyebabkan stunting gizi ibu saat hamil kurang, infeksi penyakit dan asupan gizi anak setelah dilahirkan Manfaat: diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi kesehatan sehingga lebih peduli daan mampu menjadi titik acuan untuk membuat suatu program pencegahan stunting.
HUBUNGAN STATUS PEKERJAAN IBU DENGAN PENCAPAIAN PERKEMBANGAN MOTORIK PADA ANAK USIA 5-7 TAHUN Lia Kurniasari; Shella Karina
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i4.2272

Abstract

Periode sejak janin dalam kandungan sampai anak berusia 6 tahun merupakan periode yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan yang paling pesat pada otak manusia. Salah satu perkembangan anak yang penting untuk dipantau pada periode ini adalah perkembangan motorik. Peran orang tua dalam perkembangan motorik sangat diperlukan terutama seorang ibu. Ibu yang seharusnya memberikan stimulasi dalam tumbuh kembang anak harus bekerja membantu ayah mencari nafkah, sehingga waktu tumbuh kembang anak tidak bisa dipantau oleh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan status perkerjaan ibu dengan pencapaian perkembangan motorik pada anak usia 5-7 tahun. Metode penelitian ini kuantitatif dengan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 130 responden. Analisis hubungan antara Status Pekerjaan Ibu dengan Pencapian Perkembangan Motorik Anak menggunakan rumus Person chi-Square dengan taraf signifikan α 5% dengan nilai P Value  0.371 > α 0,05 yang berarti tidak ada hubungan Status Pekerjaan Ibu dengan Pencapaian Perkembangan Motorik Anak Usia 5-7 Tahun. Kualitas dalam pengasuhan anak menjadi hal yang paling diperlukan untuk setiap orang tua. Komunikasi dengan pihak lain yang terlibat seperti guru di sekolah menjadi salah satu upaya untuk memantau perkembangan anak di sekolah.
Implementation of Scabies Prevention in Islamic Boarding Schools through the ABC Program (sAntri Bebas sCabies) Lia Kurniasari; Suprayitno Suprayitno; Shafa Annisa Zein; Desca Gema Misvialita; Indri Puspita Sari Firdani; Nurul Novita Sari; Nurjanah Nurjanah; Sri Widianingsih; Yudi Riswana
ABDIMAYUDA: Indonesia Journal of Community Empowerment for Health Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Public Health, University of Jember in collaboration with PERSAKMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.837 KB) | DOI: 10.19184/abdimayuda.v1i1.28268

Abstract

Scabies is a disease caused by Sarcoptes scabies. This disease can occur in men and women in dense areas and poor sanitation. The main causes that cause the emergence of these mites are the influence of environmental factors that are densely population and cleanliness is not maintained. One example of a densely population environment is boarding schools and dormitories because of the habit of living together so that if one has been infected, the other will easily be infected. Empowerment Programs ABC (students free from scabies disease) is one form of community empowerment that aims to reduce the number of scabies and improve the health of Islamic boarding school students. The method used is to provide health education about scabies and personal hygiene, the environment and cadre training to carry out health monitoring programs in the boarding school environment with a total of forty four students. And as a result of this activity there was an increase in knowledge of 3.28%.
EDUKASI PENILAIAN STUNTING DAN STATUS GIZI BALITA PADA MASYARAKAT Desiati Dese; Dewi Umi Fitriani; Dinda Indira Yanto; Siti Fatimah Thuzzahroh; Lia Kurniasari
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 9: September 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting happens since the baby was still in the womb and early after the baby is born, but the stunting condition only appears after the child is 2 years old. The prevalence of infants under two years of age experiencing stunting in East Kalimantan is 29.2%, thus causing East Kalimantan to occupy the position of the province with the highest number of stunting cases with the seventeenth rank in Indonesia. The purpose of this activity is to increase the knowledge of mothers who have children under two on how to determine whether a child is in the stunting category and also determine the nutritional status of children. The method of carrying out activities was carried out through several stages, namely starting with identifying problems in the field, determining problem priorities, planning activities, and conducting evaluations. The results of the activity increased knowledge by 3% after being given education. Such activities need to be routinely carried out in the community to improve the health status of the community.
Hubungan Faktor Riwayat LILA, Riwayat Kenaikan BB dan Riwayat Kadar Hb Ibu dengan Kejadian BBLR di Kota Bontang Maulida Ega Purnama; Lia Kurniasari
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v2i1.1418

Abstract

Low Birth Weight is still a public health problem and occurs in many countries include Indonesia. The causes of LBW have been conceptualized in many theories, and many studies have been conducted to prove it so that efforts to improve it can be made. The incidence of LBW is closely related to nutritional status. The nutritional status of pregnant women both before and after pregnancy can describe the availability of nutrients in the mother's body to support fetal growth.This research was carried out using a Case Control design, carried out on mothers who have babies with a history of low birth weight and also normal. The results of the study were processed by the Chi Square test by showing the OR obtained by several factors that influence the incidence of LBW in Bontang City, namely a history of LiLa less than 23 cm is at risk of 4.6 times, a history of HB levels of less than 11 mg/dl is 4.7 times at risk, and a history of Weight gain during pregnancy < 6 Kg times the risk of 5.5 times for giving birth with low birth weight babies. There is still a need for strong cooperation from various parties to continue efforts to reduce the incidence of LBW, especially for pregnant women who are expected to always be able to pay attention to their pregnancy even though it is not their first pregnancy