Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

UTILIZATION OF MANGO LEAVES AS ECO-FRIENDLY HERBAL TEAS TO SUPPORT THE CREATIVE ECONOMY Destiana Destiana; Reine Suci Wulandari; Dian Iswandaru
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.912 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7398

Abstract

Abstrak: Tanaman mangga merupakan tanaman yang mudah ditemukan di masyarakat dan kaya akan manfaat. Daun mangga dapat menjadi obat alternatif penyakit diabetes dan kolesterol, akan tetapi belum sejalan dengan pemanfaatannya. Hal ini diduga karena kurangnya informasi dan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan daun mangga. Tujuan PKM ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan pemanfaatan daun manga dan pengolahannya menjadi teh herbal. Metode pelaksanaan dilakukan dengan cara sosialisasi yaitu dengan cara interaktif tentang potensi mangga, demonstrasi cara pembuatan teh dari daun mangga dan pendampingan pelatihan kepada peserta tentang cara pembuatan teh daun mangga. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang potensi, peluang, teknik serta proses pembuatan teh herbal daun mangga, hal ini dibuktikan dengan kemampuan para peserta membuat dan menghasilkan produk teh herbal daun mangga selama kegiatan berlangsung.Abstract: The Mango plant is one of the plants that are found in many communities and rich in benefits.Mango leaves can treat various diseases such as diabetes and cholesterol but have not been in line with their utilization. This is thought to be due to the lack of information and public knowledge about the management of mango leaves. This PKM aims to provide knowledge and skills of mango leaf utilization and its processing into herbal tea. The implementation method is carried out by socialization, namely by interactive ways about the potential of mango, demonstration of how to make tea from mango leaves and training assistance to participants on how to make mango leaf tea. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge and skills about the potential, opportunities, techniques and process of making manga leaf herbal tea, this is evidenced by the ability of the participants to make and produce mango leaf herbal tea products during the activity.
UTILIZATION OF NIPAH (Nypah fruticants Wurmb) AS FOOD INGREDIENT FOR IMPROVING THE LOCAL ECONOMY OF VILLAGES’s COMMUNITY Destiana Destiana; Siti Puji Lestariningsih; Jagad Aditya Dewantara
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i2.4354

Abstract

Abstrak: Desa Sungai Kupah merupakan desa dengan potensi kawasan hutan mangrove seluas 133 hektar. Vegetasi yang paling banyak ditemukan dalam hutan mangrove di desa tersebut yaitu buah nipah. Namun, buah nipah belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sedangkan kandungan buah nipah potensial dikembangkan sebagai olahan pangan. Oleh karena itu, pelatihan pengolahan buah nipah menjadi permen jelly ditujukan untuk ibu rumah tangga dan anggota karang taruna Desa Sungai Kupah sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat dan keterampilan dalam pengolahan buah nipah sebagai permen jelly sehingga membuka peluang usaha baru untuk masyarakat. Tahapan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan, pembuatan permen jelly, serta diskusi dan evaluasi. Permen jelly dari buah nipah memiliki tekstur yang lebih kenyal dibandingkan permen jelly dari lidah buaya yang merupakan produk khas Kalimantan Barat. Kelebihan dari pemanfaatan buah nipah sebagai permen jelly yaitu bahan baku yang murah dan mudah didapatkan, alat dan cara pengolahan yang sederhana, menguntungkan, dan memiliki peluang pasar. Pembentukan dan pendampingan kelompok usaha olahan pangan dari buah nipah perlu dilaksanakan sebagai tindak lanjut kegiatan pelatihan sehingga terwujud usaha yang terarah, terstuktur, dan berkesinambungan. Peningkatan hardskill peserta berupa kemampuan pengolahan [ermen jelly mencapai 80 % sedangkan peningkatan softskill berupa menajemen waktu dan peluang mencapai 40%. Abstract: Sungai Kupah village is a village with potential mangrove forest area as 133 hectares. The most abundant vegetation in the mangrove forest of this village is nipa fruit. However, nipa fruit has not been utilized optimally by the villagers while nipa fruit content is potential to be developed for processed food.  Therefore, training of nipa fruit processing into jelly candy for housewives and youth organization members of Sungai Kupah village had been done as community service.  The aim of this activity was to increase community knowledge and skill in nipa fruit processing into jelly candy so that opens up new business opportunities for the community.  The stages in this activity included: counseling, jelly candy processing, discussing and evaluating.  Jelly candy of nipa fruit was chewier than aloe vera jelly candy which is West Kalimantan specialty product. The advantages of nipa fruit utilization for jelly candy were: raw materials were cheap and easy to obtain, simple processing tools and methods, profitable and had market opportunities.  Establishment and assistance of nipa fruit processed food business group are necessary as follow-up to training activities so that a directed, structured and sustainable business can be created. The increase of the participants hardskill in the form of jelly candy processing ability reached 80 %, while the increase of softskill in the form of time and opportunity management reached 40%.
Laju Dekomposisi Serasah di Lahan Mangrove Rehabilitasi Destiana Destiana; Herlina Darwati
BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 4 No 1 (2021): BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.648 KB) | DOI: 10.31539/bioedusains.v4i1.2205

Abstract

This study aims to determine the rate of decomposition and the nutrient content of carbon (C-org), nitrogen (N) and phosphorus (P) of mangrove leaf litter released during the decomposition process. The method used is purposive sampling, where the determination of observation stations is based on the year of mangrove planting, namely 2007, 2010, 2013 and 2016. The analysis of litter decomposition rate uses the Boonruang equation, C-org uses the Walkley & Black method, N uses the Kjeldahl method and P uses the wet destruction method. The results showed that the most significant decomposition rate occurred in the 2016 planting year litter of 71.924%, followed by 2007, 2010 and 2013 planting years with a value of 58,582%, 55,360% and 47,048%, respectively. The highest nutrient content of C-org and P was found in mangroves in the 2010 planting year with values ​​of 50.82 and 0.14 ppm, and the highest N nutrient content was in the 2007 planting year with a value of 1.25%. In conclusion, the mangrove leaf litter during the research was not completely decomposed. The decomposition process in the 2010 planting year had the highest C-org and P-released nutrients. The highest N nutrient content was found in the 2007 planting year. Keywords: Decomposition Rate, Mangrove, Litter
Pendampingan Masyarakat dalam Pemanfaatan Nipah sebagai Olahan Pangan di Desa Sungai Kupah, Kuburaya Siti Puji Lestariningsih; Togar Fernando Manurung; Destiana Destiana
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 19, No 1 (2022): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/br.v19i1.4043

Abstract

Hutan mangrove Sungai Kupah didominasi oleh tanaman nipah yang buahnya melimpah sepanjang tahun, tetapi belum diolah secara optimal. Selain nipah, kelapa dan gula merah merupakan komoditi yang dihasilkan di desa tersebut. Ketiga bahan tersebut merupakan bahan utama pengolahan dodol nipah yang dapat menjadi produk lokal bernilai ekonomi. Pelatihan dodol nipah diikuti oleh 30 peserta melalui tahapan sosialisasi, praktek pembuatan dodol nipah, dan evaluasi hasil kegiatan. Sosialisasi untuk mengenalkan khasiat dan pengolahan buah nipah, sedangkan evaluasi menggunakan instrumen kuesioner. Pengolahan dodol dilakukan secara berkelompok, anggota 6 orang tiap kelompok. Pemahaman peserta meningkat dengan adanya kegiatan pelatihan, terutama tentang olahan dodol. Pengolahan dodol memerlukan waktu 2,5 jam dengan api kecil, hasilnya tekstur dodol lebih kenyal. Hasil produk diberi label Dodol Nipah Kupah yang dikemas dengan variasi kecil dan besar.
Biodiversitas Makrobentos Sebagai Indikator Kualitas Habitat Pada Ekosistem Mangrove Destiana Destiana; Siti Puji Lestariningsih; Herlina Darwati; Dian Iswandaru
Journal of Tropical Marine Science Vol 5 No 1 (2022): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.948 KB) | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v5i1.2940

Abstract

Macrobenthos is one of the organisms that play an essential role in the decomposition process of mangrove plant litter. Other organisms then use the result of the decomposition process in mangrove forests. Still, the existence of these organisms is susceptible to environmental changes, so it is often interpreted as one of the indicators of habitat quality. This research aims to determine the sustainability and diversity of macrobenthos as an indicator of habitat quality in mangrove forests. Data collection is carried out by the plot cluster method. Sample deflating points using purposive sampling. Cluster plots are placed on three observation stations with different conditions, namely natural mangrove forests (station 1), former pond areas (station 2), and areas adjacent to agricultural land (station 3). Each station has three plots measuring 10 x 10 meters to record tree level mangrove vegetation. Each plot has five subplots measuring 1 x 1 meter to take macrobenthos samples. The total number of plots is nine plots for mangrove vegetation and 45 subplots for macrobenthos. The results showed that macrobenthos ability ranged from 10 individuals / m2 to 15 individuals / m2, with the diversity index ranging from 1.49 to 1.73. This condition illustrates that mangrove habitat is included in the medium classification in other words, based on the state of the structure of the biota Bentos community in the mangrove forest in Siantan District, Mempawah regency is fairly a stable category.
PENDAMPINGAN PENGOLAHAN LIMBAH KERTAS BEKAS DAN SAMPAH ORGANIK SEBAGAI BAHAN BAKU RECYCLE PAPER Siva Devi Azahra; Destiana Destiana; Siti Puji Lestariningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.11482

Abstract

Abstrak: Meningkatnya limbah kertas menyebabkan berbagai permasalahan lingkungan sehingga membutuhkan solusi untuk menanggulangi hal tersebut. Desa Sungai Kupah merupakan desa tujuan wisata yang juga menghadapi permasalahan limbah kertas yang berasal dari berbagai kegiatan masyarakat. Pendampingan pembuatan kertas daur ulang bertujuan untuk memberikan keterampilan baru untuk masayarakat sehingga dapat memanfaatkan limbah kertas serta menghasilkan produk ramah lingkungan yang memiliki ciri khas, bernilai ekonomi, sehingga berpotensi untuk dikembangkan dan diolah menjadi souvenir desa wisata yang ramah lingkungan. Kegiatan pendampingan dilakukan dengan memberikan pemaparan mengenai urgensi penanganan dan potensi pemanfataan limbah kertas, praktek pembuatan kertas daur ulang, serta evaluasi pengetahuan kepada 31 orang peserta. Orientasi awal menunjukkan bahwa 80,25% peserta belum mengetahui mengenai keterampilan pembuatan kertas daur ulang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang dilihat dari nilai rata-rata pre-test sebesar 63,23 sedangkan nilai rata-rata post-test sebesar 89,68. Survey kepuasan mitra juga menunjukkan nilai lebih dari 90% yang menunjukkan tingat penerimaan materi Sangat Baik. Peningkatan keterampilan peserta ditunjukkan dengan berhasilnya masing-masing peserta membuat kertas daur ulang. Seluruh peserta juga berpendapat bahwa keterampilan ini berpotensi untuk dikembangkan menkadi souvenir khas Desa Wisata Sungai Kupah dan tertarik untuk diberikan pendampingan lebih lanjut untuk pembuatan souvenir dari kertas daur ulang.Abstract: The increase in paper waste causes various environmental problems that require a solution. Sungai Kupah Village is a tourist destination that also faces the problem of paper waste from various community activities. Assistance in the manufacture of recycled paper aims to provide new skills for the community so that they can utilize waste paper and produce environmentally friendly products that have characteristics that have economic value so that they have the potential to be developed and processed into eco-friendly tourist village souvenirs. The activities were carried out by explaining the urgency of handling and potential utilization of paper waste, the practice of making recycled paper, and evaluating knowledge to 31 participants. The orientation showed that 80.25% of the participants needed to learn about making recycled paper. The evaluation results showed increased participants' knowledge, as seen from the average pre-test score of 63.23 and the post-test average score of 89.68. The satisfaction survey also shows a value of more than 90%, which indicates the level of acceptance is excellent. The improvement of participants' skills was shown by the success of each participant in making recycled paper. All participants also thought that this skill had the potential to be developed into souvenirs of Sungai Kupah Tourism Village and were interested in being given further assistance in making souvenirs from recycled paper.
PEMANFAATAN DAUN JERUJU (ACANTHUS ILICIFOLIUS) SEBAGAI KERUPUK RENYAH KAYA MANFAAT UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN LOKAL Destiana Destiana; Siva Devi Azahra; Siti Puji Lestariningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12815

Abstract

Abstrak: Hutan mengove yang luas dan jarak dekat dengan pusat kota menjadikan Desa Sui Kupah Kabupaten Kubu Raya menajdi salah satu desa tujuan wisata alami di Provinsi Kalimantan Barat, akan tetapi pada saaat ini pemanfaatan hutan mangrove dirasa belum optimal sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan pemanfaatannya. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan tumbuhan mengrove jeruju (Acanthus ilicifolius) sebagai produk olahan (kerupuk) agar nantinya dapat di perdagangkan kepada wisatawan sehingga menjadi menjadi sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat sekitar. Pengabdian ini dilakukan dengan cara sosialisasi, demonstrasi dan praktek pembuatan kerupuk oleh para peserta kemudian dilanjutkan dengan proses evaluasi dengan cara menyebarkan kuisoner sebelum dan setelah pelaksanaan terhadap 31 orang peserta yang berasal dari Tim Penggerak PKK Desa Sui Kupah. Hasil pelaksanaan kegiatan dan evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahauan tentang manfaat tanaman jaruju dari yang awalnya 27 % menjadi 100 %, peningkatan ketrampilan dari 29 % menjadi 100 % dan ketertarikan pengembangan produk dari 48% menjadi 84%. Abstract: The vast forest and close proximity to the city center make Sui Kupah Village, Kubu Raya Regency, one of the natural tourist destination villages in West Kalimantan Province, but at this time the use of mangrove forest is not optimal so efforts are needed to increase its. This service aims to increase the use of mangroves Acanthus iliciofilus plants as processed products (crackers) so that later they can be traded to tourists and become an alternative source of income for the surrounding community. This service was carried out using the participants' socialization, demonstration, and cracker-making practices then continued with the evaluation process by distributing questionnaires before and after the implementation of 31 participants from the Sui Kupah Village PKK Driving Team. The activities and evaluations showed an increase in awareness of the benefits of Acanthus iliciofilus plants from the initial 27 % to 100%, an increase in skills 29% to 100%, and product development interest 48% to 84%.  
Potensi Jenis Pohon pada Ruang Terbuka Hijau Kota Pontianak dalam Ameliorasi Iklim Mikro Siva Devi Azahra; Destiana; Siti Masitoh Kartikawati; Muhammad Pramulya
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 13 No. 1 (2023): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v13i1.46486

Abstract

Suhu udara di kawasan perkotaan mengalami peningkatan yang dapat mempengaruhi kenyamanan dan produktivitas masyarakat. Ruang terbuka hijau (RTH) terdiri dari berbagai jenis pohon yang memiliki peran ekologis untuk menanggulangi hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian karakteristik pohon pada RTH dalam ameliorasi iklim mikro sehingga diketahui sejauh mana efektivitas dalam memenuhi fungsi ekologisnya serta memberikan rekomendasi jenis-jenis tumbuhan yang mendukung pengelolaan dan konservasi RTH. Penelitian dilakukan dengan melakukan penilaian kesesuaian karakteristik pohon dengan fungsi ekologisnya berdasarkan KPI (Key Performance Index) pada beberapa ruang terbuka hijau di Kota Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angsana (Pterocarpus indicus), tanjung (Mimusops elengi), trembesi (Samanea saman), dan mahoni (Swietenia mahagoni) merupakan jenis pohon yang efektif dalam memodifikasi suhu dan kelembapan udara serta sebagai pemecah angin.
DIVERSIFIKASI AIR KELAPA MENJADI PRODUK KECAP UNTUK MENUNJANG KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT DESA Siti Masitoh Kartikawati; Siva Devi Azahra; Destiana Destiana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13730

Abstract

Abstrak: Desa Sungai Kupah merupakan desa pesisir yang memiliki produk unggulan yaitu buah kelapa. Pemanfaatan komoditas kelapa masih terbatas pada nilai jual buah kelapa, gula kelapa dan kopra. Pada pembuatan kopra, air kelapa menjadi limbah yang belum dimanfaatkan. Kegiatan ini bertujuan memberi pelatihan pemanfaatan air kelapa yang tidak terpakai menjadi produk kecap sehingga dapat menunjang ketahanan pangan dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan kepada masyarakat Desa Sungai Kupah dengan metode penyuluhan tentang manfaat air kelapa dan diversifikasi produk air kelapa, praktek pembuatan kecap, praktek pengunaan produk kecap, dan evaluasi kegiatan dalam bentuk pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai manfaat dan nilai tambah ekonomi dari air kelapa sebesar 34%, selain itu setiap peserta juga berhasil mempraktekkan pembuatan produk kecap air kelapa.Abstract: Sungai Kupah Village is a coastal village that has a superior product, namely coconuts. Utilization of coconut commodities is still limited to the selling value of coconuts, coconut sugar, and copra. In the manufacture of copra, coconut water becomes waste that has not been utilized. This activity aims to provide training on the utilization of unused coconut water in soy sauce products so that it can support food security and have economic value for the community. Community service activities were carried out for the people of Sungai Kupah Village with counseling methods about the benefits of coconut water and coconut water product diversification, the practice of making soy sauce, the practice of using soy sauce products, and evaluation of activities in the form of a pre- and post-test. The results of the activity showed an increase of 34% in participants' knowledge about the benefits and economic added value of coconut water, besides the fact that each participant also succeeded in practicing making coconut water soy sauce products.
PENDAMPINGAN MASYARAKAT DALAM PEMBUATAN SOUVENIR SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN EKOWISATA Siti Puji Lestariningsih; Togar Fernando Manurung; Siva Devi Azahra; Destiana Destiana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.15130

Abstract

Abstrak: Kegiatan pelatihan pembuatan souvenir dilaksanakan di Desa Sungai Kupah pada Hari Kamis tanggal 21 Juli 2022. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta dari Kelompok Sadar Wisata dan PKK. Pelaksanaan kegiatan PKM ini dilatarbelakangi oleh belum adanya souvenir wisata di desa tersebut. Tahun 2021 Desa Sungai Kupah mendapatkan penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia sehingga harus memiliki unsur Sapta Pesona. Unsur yang belum terpenuhi yaitu unsur kenangan (adanya souvenir) sebagai kenang-kenangan dari kunjungan wisata. Selain potensi wisata, terdapat usaha mebel yang menghasilkan limbah kayu bertumpuk dan dapat dijadikan bahan pembuatan souvenir wisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membekali keterampilan membuat souvenir dari limbah kayu yang bisa dijadikan souvenir wisata sebagai ide bisnis. Metode pelaksanaan PKM yaitu observasi, sosialisasi, praktek pembuatan, dan evaluasi. Dihasilkan 30 pajangan dan 60 gantungan kunci kayu dari pelatihan. Pengetahuan peserta tentang wisata, desa wisata, sapta pesona, souvenir kayu, teknik sablon sederhana, dan jenis kayu yang digunakan meningkat 58,3 % setelah mengikuti pelatihan jika dibandingkan dengan sebelum pelatihan. Persepsi peserta tentang hasil produk souvenir sangat baik dan dinilai menguntungkan secara ekonomi berdasarkan analisis modal dan harga jual sehingga peserta berminat untuk mengembangkannya.Abstract: The souvenir making training was held in Sungai Kupah Village on Thursday 21 July 2022, was attended by 30 participants. The implementation of the activity was motivated by the absence of tourist souvenirs in the village. In 2021 Sungai Kupah Village won the Indonesian Tourism Village Award. The element that has not been fulfilled is the element of the existence of souvenirs as a memento from a tourist visit. In addition to tourism potential, there is a furniture business that produces stacked wood waste and can be used as material for making tourist souvenirs. This community service activity aims to equip the skills to make souvenirs from wood waste which can be used as tourist souvenirs as a business idea. The implementation method is observation, outreach, production practice, and evaluation. 30 displays and 60 wooden key chains were produced from the training. Participants' knowledge about tourism, tourist villages, Sapta Pesona, wooden souvenirs, simple screen printing techniques, and the type of wood used increased by 58.3% after attending the training compared to before the training.Participants' perceptions of the results of souvenir products are very good and are considered economically profitable based on the analysis of capital and selling prices so that participants are interested in developing them.