Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Identifikasi Biodiversitas Hutan Mangrove sebagai Potensi Ekowisata di Kelurahan Sedau Kota Singkawang Siva Devi Azahra; Destiana Destiana; Siti Puji Lestariningsih; Yunita Magrima Anzani
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v14i2.53226

Abstract

Mangrove forests are ecosystems that have potential value to be developed as natural tourism objects. This study aims to analyse the potential of mangrove forests based on the ecological perspective of flora and fauna to be used as a natural tourism area. The object of this research is a mangrove forest and the resources in it located in Sedau Village, Singkawang City, West Kalimantan Province, Indonesia. Characteristics of mangrove forest flora and fauna are determined through species composition analysis while the potential of mangrove forests as nature tourism is analysed using descriptive qualitative. The composition of flora and fauna species found in the study area as a whole consists of 7 species of mangrove trees, 6 species of herpetofauna, 4 species of aves, 2 species of mammals, and 5 species of arthropods found in the mangrove forest area. Based on the analysis of mangrove forest potential, this area has the potential to be developed as an ecotourism destination.
PEMETAAN POTENSI WISATA BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PENGEMBANGAN DESA WISATA SUNGAI KUPAH KABUPATEN KUBU RAYA Siti Puji Lestariningsih; Destiana; Siva Devi Azahra
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.115

Abstract

Desa Sungai Kupah yang berada di Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan barat terpilih sebagai penerima Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022 dengan potensi unggulan berupa hutan mangrove. Desa wisata harus memenuhi tujuh unsur Sapta Pesona yaitu Keamanan, Ketertiban, Kebersihan, Kesejukan, Keindahan, Keramahan, dan Kenangan. Penobatan sebagai desa wisata merupakan awal bagi pemerintah desa dan pengelola wisata bersama masyarakat untuk menggali potensi untuk pengembangan ekowisata di Desa Sungai Kupah. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan untuk memetakan secara spasial potensi wisata yang terdapat di Desa Sungai Kupah sebagai dasar perumusan rencana pengelolaan wisata. Metode yang digunakan yaitu metode survei dengan pemetaan berbasis drone untuk menghasilkan peta detil, observasi lapangan untuk pengumpulan data potensi wisata, dan grup diskusi untuk menghasilkan rumusan rencana pengelolaan. Berdasarkan hasil pemetaan, potensi di Desa Sungai Kupah yang dapat dijadikan obyek wisata terutama yang berkaitan dengan ekosistem mangrove yaitu proses pembibitan mangrove, pembuatan kerajinan anyaman daun nipah, kreasi olahan pangan dari mangrove, pembuatan pavling block berbahan sampah plastik, susur sungai dan pengamatan satwa, camping ground dan penanaman mangrove digital. Rencana pengelolaan meliputi pemeliharaan unsur keindahan dan kebersihan dengan perbaikan sarana prasarana di lokasi wisata, inovasi kantin wisata, dan pembuatan produk souvenir menggunakan bahan lokal untuk pemenuhan unsur kenangan. Kesimpulannya, secara spasial persebaran obyek wisata cukup menyebar dengan potensi beragam yang sesuai untuk pengembangan paket wisata. Pengembangan desa wisata yang prioritas yaitu perbaikan track mangrove dan pembinaan kelompok industri kreatif.
INOVASI PEMANFAATAN PAKIS SEBAGAI BAHAN BAKU BUBUK TABUR BERGIZI: STUDI POTENSI HASIL HUTAN BUKAN KAYU Siti Masitoh Kartikawati; Siva Devi Azahra; Destiana Destiana; Siti Puji Lestariningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38571

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada salah satu desa di sekitar Kawasan Hutan Dengan tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Tanjungpura. Pakis merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu sebagai bahan pangan cukup melimpah namun pemanfaatan belum optimal. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Retok tentang pemanfaatan pakis sebagai bahan baku bubuk tabur bergizi dapat meningkatkan hard skill dan sofkill masyarakat terkait alternatif diversifikasi pengolahan pakis. [-1.1]Kegiatan diikuti oleh mitra ibu-ibu PKK dari 5 dusun sebanyak 20 peserta. Hasil evaluasi pretest-posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan ekologis tentang pakis secara keseluruhan (100% mengenal dengan baik). Indikator keberhasilan meliputi peningkatan pengetahuan dan peningkatan diversifikasi pengolahan pakis menjadi bubuk tabur bergizi dari 30% ke 60%, yang berpotensi mendorong nilai ekonomi daun pakis melalui adopsi praksis.Abstract: Community service activities were carried out in one of the villages around the Special Purpose Forest Area (KHDTK) of Tanjungpura University. Ferns are one of the non-timber forest products that are quite abundant as food sources, but their utilization has not been optimal. The objective of the community service activity in Retok Village on the use of ferns as raw material for nutritious powder was to improve the hard skills and soft skills of the community related to alternative fern processing diversification. The activity was attended by 20 participants, consisting of women from 5 hamlets who are members of the PKK (Family Welfare Movement). The results of the pretest-posttest evaluation showed an increase in ecological knowledge about ferns as a whole (100% knew well). Success indicators include an increase in knowledge and diversification of fern processing into nutritious powder from 30% to 60%, which has the potential to boost the economic value of fern leaves through the adoption of practices.
PEMANFAATAN LIMBAH NANAS SEBAGAI MINUMAN KAYA PROBIOTIK UNTUK MENDUKUNG KESEHATAN KELUARGA Wardatutthoyyibah Wardatutthoyyibah; Destiana Destiana; Herlina Darwati; Wahdina Wahdina; Slamet Rifanjani; Endi Ramadhani; Septi Damiska
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36589

Abstract

Abstrak: Limbah kulit nanas di Kalimantan Barat selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui sosialisasi dan pelatihan pengolahan limbah kulit nanas menjadi "Tepache" yakni minuman probiotik kaya manfaat kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi dan pelatihan praktik pembuatan Tepache yang diikuti 30 orang peserta dari kelompok PKK, pemuda desa, dan perwakilan guru madrasah. Hasil pelaksanaan kegiatan dan evaluasi menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan masyarakat pada semua indikator seperti keinginan memanfaatkan kulit nanas dari 23% menjadi 97%, peningkatan pengetahun tentang minuman probiotik dari 0% menjadi 100%, pemahaman potensi kulit nanas sebagai minuman (23% menjadi 97%), pengetahuan manfaat bakteri baik bagi pencernaan (3% menjadi 97%), serta pemahaman manfaat minuman bagi kesehatan keluarga (50% menjadi 100%).Abstract: Pineapple peel waste in West Kalimantan, has not been optimally utilized and has the potential to cause environmental pollution. This community service program aims to empower the community through socialization and training on processing pineapple peel waste into "Tepache", a probiotic-rich beverage with health benefits. The implementation methods included socialization and practical training on Tepache production, attended by 30 participants from PKK groups, village youth, and representatives of madrasah teachers. The results of the activities and evaluations indicated a significant increase in community knowledge across all indicators, including the willingness to utilize pineapple peels (from 23% to 97%), knowledge of probiotic beverages (from 0% to 100%), understanding of the potential of pineapple peels as a functional beverage (from 23% to 97%), knowledge of the benefits of beneficial bacteria for digestion (from 3% to 97%), and understanding of the benefits of probiotic beverages for family health (from 50% to 100%).
MITIGASI KONFLIK DAN KONSERVASI ULAR (SERPENTES) SEBAGAI UPAYA PENGUATAN EKOSISTEM LOKAL Siva Devi Azahra; Siti Masitoh Kartikawati; Siti Puji Lestariningsih; Destiana Destiana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38281

Abstract

Abstrak: Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengurangi konflik antara manusia dan ular serta meningkatkan upaya konservasi ular (Serpentes) sebagai bagian dari penguatan ekosistem lokal. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh peran ekologis ular sebagai predator alami yang mengendalikan populasi hama pertanian, Namun, interaksi antara masyarakat yang berada di sekitar hutan dengan ular sering menyebabkan konflik yang berujung pada pembunuhan ular. Program ini mencakup edukasi mengenai peran ekologis ular, pelatihan penanganan ular yang aman, serta sistem mitigasi konflik dengan melibatkan masyarakat setempat. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu penilaian kebutuhan, pelaksanaan pelatihan, monitoring dan evaluasi, serta dokumentasi. Pelatihan yang diikuti oleh 28 peserta, yang terdiri dari petani, perangkat desa, kader kesehatan, dan ibu rumah tangga menunjukkan peningkatan keterampilan dan pengetahuan tentang pencegahan dan pertolongan pertama pada gigitan ular melalui praktik dan perbandingan skor pre-posttest yang meningkat 41.5%. Hasil ini didukung oleh komitmen masyarakat untuk menerapkan penanganan konflik ular yang aman dan berbasis konservasi. Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, program ini berhasil mengurangi konflik manusia-ular, melindungi ekosistem lokal, serta meningkatkan kesadaran tentang konservasi di kalangan masyarakat.Abstract: This community service programme aims to reduce conflicts between humans and snakes and enhance snake (Serpentes) conservation efforts as part of strengthening the local ecosystem. This activity is motivated by the ecological role of snakes as natural predators that control agricultural pest populations. However, interactions between communities living near forests and snakes often lead to conflicts that result in snakes being killed. The programme includes education on the ecological role of snakes, training in safe snake handling, and a conflict mitigation system involving local communities. The activity was carried out in four stages, namely needs assessment, training implementation, monitoring and evaluation, and documentation. The training, which was attended by 28 participants consisting of farmers, village officials, health cadres, and homemakers, showed an increase in skills and knowledge about prevention and first aid for snake bites through practice and a 41.5% increase in pre-post test scores. These results are supported by the community's commitment to implementing safe, conservation-based snake conflict management. With an educational and participatory approach, this programme has reduced human-snake conflicts, protected local ecosystems, and raised community awareness of conservation.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PENYULINGAN SEDERHANA UNTUK PRODUKSI MINYAK ATSIRI SKALA RUMAH TANGGA Hikma Yanti; Dina Setyawati; Destiana Destiana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36167

Abstract

Abstrak: Minyak atsiri merupakan komoditi di sektor agribisnis yang memiliki pasaran bagus dan berdaya saing kuat di pasaran luar negeri. Keterbatasan pengetahuan masyarakat dalam menggunakan alat penyulingan minyak atsiri yang sederhana berdampak pada sumber daya alam yang ada di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Tujuan dari kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di sekitar KHDTK dalam memanfaatkan sumber daya alam dalam pembuatan minyak atsiri dengan menggunakan teknologi penyulingan sederhana. Kegiatan ini dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu persiapan (pengumpulan informasi jenis tumbuhan penghasil minyak atsiri), pelaksanaan (sosialisasi teknologi penyulingan sederhana dalam pembuatan minyak atsiri) dan evaluasi kegiatan sebelum dan sesudah kegiatan dengan menggunakan kuisoner. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta kegiatan tentang minyak atsiri dari 0% menjadi 100%, perubahan tentang penyulingan minyak atsiri dari 0% menjadi 100% dan peningkatan pengetahuan mengenai cara pemanfaatan minyak atsiri yang awalnya 6,25% menjadi 100%.Abstract: Essential oils are a commodity in the agribusiness sector that has a good market and is highly competitive in foreign markets. The limited knowledge of the community regarding the use of simple essential oil distillation tools has an impact on the natural resources in the Special Purpose Forest Area (KHDTK), which have not been fully utilized. The purpose of this PKM (Community Service) activity is to increase the community's knowledge and awareness of utilizing natural resources in the production of essential oils using simple distillation technology at the KHDTK. This activity was conducted in three stages: preparation (gathering information on the types of plants that produce essential oils), implementation (socialization of simple distillation technology for essential oil production), and evaluation of activities before and after the activity using questionnaires. The results of the activity showed an increase in the participants' knowledge and understanding of essential oils from 0% to 100%, a change in their understanding of essential oil distillation from 0% to 100%, and an increase in their knowledge of how to use essential oils from 6.25% to 100%.
CIPLUKAN (PHYSALIS SPP) SEBAGAI KOMODITAS INOVATIF: SINERGI TUMBUHAN LOKAL DAN EKONOMI KREATIF UNTUK KEMANDIRIAN MASYARAKAT Destiana Destiana; Siva Devi Azahra; Siti Puji Lestariningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32067

Abstract

Abstrak: Ciplukan (Physalis spp) merupakan tumbuhan yang mengandung senyawa bioaktif seperti alkolodid, flavonoid dan saponin, tanaman ini memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah ciplukan sebagai tumbuhan lokal menjadi produk bernilai ekonomi seprti permen jelly agar dapat menjadi strategi penguat bagi perekonomian kreatif lokal. Kegiatan dilaksnakan di Desa Mandor, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak yang diikuti sebanyak 32 peserta, dengan menggunakan metode observasi, sosialisasi(penyuluhan) dan evaluasi berbasis pretest dan postes sebanyak 8 pertanyaan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan minat masyarakat, sebelum kegiatan berlangsung hanya 28 % peserta mengetahui khasisat tanaman ini sebagai obat dan hanya 6 % yang mengetahui potensinya sebagai bahan baku permen. Setalah kegiatan 100% peserta memahami manfaat kesehatan tanaman ini dan 97% menyadari potensi pengelolaannya menjadi perman. Selain itu terjadi peningkatan ketertarikan pengembahangan usaha permen jelly ciplukan yang awalnya 28% menjadi 97%, dan terjadi peningkatan pandangan masyarakat tentang pembuatan kemasan yang menarik untuk meningkatkan nilai jual produk yang awalnya 34% menjadi 97%. Abstract: Ciplukan (Physalis spp) is a plant that contains bioactive compounds such as alkaloids, flavonoids, and saponins; this plant provides many health benefits. This Community Service (PKM) aims to increase the knowledge and skills of the community in processing ciplukan as a local plant into economic value products such as jelly candy so that it can become a strengthening strategy for the local creative economy. The activity was carried out in Mandor Village, Mandor District, Landak Regency, with 32 participants. PKM is carried out using the observation method, socialization (counseling), and evaluation based on pretest and posttest. The results showed an increase in community knowledge and interest; before the activity took place, only 28% of participants knew the properties of this plant as a medicine, and only 6% knew its potential as a candy raw material. After the activity, 100% of participants understood the health benefits of this plant, and 97% realized the potential for its management to become permanent. In addition, there was an increase in interest in developing the Physalis spp jelly candy business from 28% to 97%, in addition to the rise in people's views on making attractive packaging to increase the selling value of the product from 34% to 97%.
INOVASI SABUN BERBAHAN MINYAK KELAPA SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF Siti Puji Lestariningsih; Endi Ramadhani; Destiana destiana; Siva Devi Azahra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23173

Abstract

Abstrak: Potensi lokal dari unit desa merupakan modal pemberdayaan yang dapat memecahkan permasalahan kesenjangan. Pendapatan masyarakat Desa Peniti Besar sebagian besar dari perkebunan kelapa. Namun, belum ada produk olahan kelapa yang dapat menjadi alternatif produk unggulan desa. Minyak kelapa merupakan salah satu bahan sabun yang potensial sebagai produk bernilai ekonomi. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta untuk mengolah minyak kelapa menjadi sabun bernilai jual. Kegiatan dilaksanakan dengan metode development community berjumlah 30 orang dari PKK dan pemerintah desa. Tahapan kegiatan meliputi survei lapangan, sosialisasi, pendampingan praktek, dan evaluasi. Peserta dapat memproduksi sabun sesuai arahan resep dan tahapannya. Hasilnya berupa sabun padat tanpa pewarna. Peserta dapat mengenali hal penting yaitu takaran minyak, air, alkali, pencampuran bahan, dan masa curing. Produk sabun natural minyak kelapa menguntungan dengan laba Rp10.880,00 per batang. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner yang diisi sebelum dan sesudah pelatihan. Setelah pelatihan, pemahaman dan minat peserta meningkat 88,6% dan memerlukan pendampingan dalam pengemasan serta pemasaran.Abstract: Peniti Besar Village community income is mostly from coconut plantations. However, there is no processed coconut product that can be an alternative village superior product. Coconut oil is one of the potential soap ingredients as an economic value product. The purpose of the activity is to increase participants' understanding and skills to process coconut oil into valuable soap. The activity was carried out using the community development method, totaling 30 people. Activity stages include field surveys, socialization, practical assistance, and evaluation. Participants can produce soap according to the recipe directions and stages. Participants can recognize important things, namely the dose of oil, water, lye, mixing ingredients, and the curing period. Coconut oil natural soap products are profitable with a profit of IDR 10,880.00 per bar. Evaluation was conducted through questionnaires filled out before and after the training. After the training, participants' understanding and interest increased by 88.6% and required assistance in packaging and marketing.