Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PEMANFAATAN NIRA AREN UNTUK BAHAN BAKU GULA AREN SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA KUMPANG TENGAH KABUPATEN LANDAK Destiana Destiana; Desi Albinasari; Gusti Hardiansyah
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 2 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v11i2.61242

Abstract

Sugar palm is a type of forest plant with high economic value and is a source of income for rural communities; income from managing sugar palm alone can support the Kumpang Tengah village community economy, plus household income from farming and oil palm gardening. This study aims to identify the parts of palm oil that are utilized, find out the amount of income of people who use palm, and find out the contribution of palm oil income to the household income of palm oil farmers. The method used in this study is quantitative descriptive. The results of this study show that the part of palm oil currently widely used by the community is the sap part, which is used as palm sugar. The income obtained by the community from utilizing palm sugar is Rp. 5,584,864 per month with an average annual revenue of Rp. 67,183,780, or 39 percent of the total income of farmers. Keywords: Community Income, Sugar Palm, UtilizationAbstrakAren adalah salah satu jenis tumbuhan hutan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan merupakan salah satu sumber pencarian masyarakat pedesaan. Pendapatan dari mengelola aren saja sudah mampu untuk menunjang perekonomian dimasyarakat Desa Kumpang Tengah ditambah lagi dengan pendapatan rumah tangga hasil dari bertani dan berkebun kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagian aren yang dimanfaatkan, , mengetahui besaran pendapatan masyarakat yang memanfaatkan aren, dan mengetahui kontribusi pendapatan aren bagi pendapatan  rumah tangga petani aren. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bagian aren yang saat ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat yaitu bagian niranya yang dijadikan sebagai gula aren, pendapatan yang diperoleh oleh masyarakat dari memanfaatkan aren yaitu berjumlah Rp. 5.584.864 per bulan dengan rata-rata penerimaan per tahun sebesar Rp. 67.183.780 atau sebesar 39 persen dari pendapatan total petani. Kata kunci: Pendapatan Masyarakat, Aren, Pemanfaatan
PRODUKTIVITAS SERASAH DI LAHAN REHABILITASI MANGROVE KELURAHAN SETAPUK BESAR KOTA SINGKAWANG Herlina Darwati; Destiana Destiana
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 12, No 2 (2022): Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v12i2.46004

Abstract

This study aims to determine the amount of litter production of the amount of carbon (C-org), nitrogen (N), and phosphorus (P) nutrients in the substrate of rehabilitated mangrove forests in Setapuk Besar Village, Singkawang City. Determination of observation points using the purposive sampling method based on mangrove planting years in 2007, 2010, 2013, and 2016. Mangrove leaf litter collection uses a litter trap measuring 1 m x 1m with a periodic retrieval time of every 2 weeks. Data collection of environmental factors is carried out directly in the field at each observation point. Measurements of substrate nutrient content with parameters C-org, N and P were carried out on substrate samples at each observation point for later analysis in the laboratory. The results showed that the productivity of litter in the mangrove rehabilitation area of Setapuk Besar Village, Singkawang City was 7.41 gbk / m2 / day – 0.917 gbk / m2 / day. The largest productivity came from mangroves in 2007 which contributed 56% of the total annual litter production with the largest component coming from the leaf part of the mangrove plant. The highest amount of carbon (C-org), N and P nutrient content was in the 2007 growing year. which shows the successful rehabilitation of mangrove lands increases the fertility of mangrove substrates.Keywords: Litter production, Mangrove, Rehabilitation, Setapuk AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah produksi serasah jumlah kandungan unsur hara karbon (C-org), nitrogen (N) dan fosfor (P) pada substrat hutan mangrove rehabilitasi di Kelurahan Setapuk Besar Kota Singkawang. Penentuan titik pengamatan menggunakan metode purposive sampling berdasarkan tahun tanam mangrove tahun 2007, 2010, 2013 dan 2016. Pengumpulan serasah daun mangrove menggunakan litter trap berukuran 1 m x 1m dengan waktu pengambilan berkala disetiap 2 minggu. Pengumpulan data faktor lingkungan dilakukan secara langsung dilapangan pada setiap titik pengamatan. Pengukuran kandungan hara substrat dengan parameter C-org, N dan P dilakukan terhadap sampel substrat di setiap titik pengamatan untuk kemudian dianalisis di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan produktifitas serasah di lahan rehabilitasi mangrove Kelurahan Setapuk Besar Kota Singkawang sebesar 7,41 gbk/m2/hari – 0,917 gbk/m2/hari. Produktivitas terbesar berasal dari mangrove tahun tanam 2007 yang menyumbangkan 56% dari total produksi serasah tahunan dengan komponen terbesar yang berasal dari bagian daun tanaman mangrove.  Jumlah kandungan unsur hara karbon (C-org), N dan P tertinggi berada pada tahun tanam 2007. yang menunjukkan berhasilnya rehabilitasi lahan mangrove ini meningkatkan kesuburan substrat mangrove. Kata Kunci : Mangrove, Produktivitas serasah , Rehabilitasi  Setapuk.
Keanekaragaman Primata Diurnal Di Bukit Semujan Resort Semangit Taman Nasional Danau Sentarum I Gede Bhaskara Widhiya Aditama; Hari Prayogo; Destiana
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 14 No. 1 (2024): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v14i1.51586

Abstract

Primata adalah salah satu ordo yang memiliki peranan penting bagi kehidupan di alam, hal ini dibuktikan dari peran mamalia ini dalam penyebaran dan pemencaran biji. Tujuan dilakukannya penelitian untuk mendata dan mendeskripsikan keanekaragaman primata diurnal yang terdapat di Bukit Semujan dalam kawasan Taman Nasional Danau Sentarum. Penelitian menggunakan metode teknik observasi lapangan dengan jalur. Hasil penelitian menunjukan terdapat 4 spesies primata yang berada Bukit Semujan. Macaca fascicularis merupakan spesies paling banyak dijumpai di bukit Semujan Resort Semangit dengan nilai dominansi sebesar 0,264. Keanekaragaman primata di Bukit Semujan Resort Semangit masuk kedalam kategori sedang dengan nilai indeks Keanekaragaman jenis sebesar 1,180. Dominansi di Bukit Semujan termasuk rendah dengan nilai sebesar 0,359. Kemerataan jenis di Bukit Semujan masuk kategori tinggi dengan nilai indeks kemerataan jenis (e) sebesar 0,851. Kekayaan jenis di Bukit Semujan masuk kategori rendah dengan nilai sebesar 0,600. Kesamaan jenis (IS) yang paling besar sebesar 100%. Kata kunci: Primata; Keanekaragaman Jenis; Bukit Semujan
Kualitas Air Sumur Berdasarkan Lebar Jalur Hijau Mangrove Kelurahan Sedau Destiana, Destiana; Azahra, Siva Devi; Lestariningsih, Siti Puji
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 6 No. 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v6i2.27309

Abstract

Biodiversitas vegetasi mangrove dan Lebar Jalur Hijau (LJH) mangrove memiliki peran yang sangat besar dalam memfilter air laut yang masuk kedaratan, dengan sistem perakaran yang kompleks dan lebar jalur hijau yang besar salinitas air laut yang tinggi dapat mengalami penurunan sehingga kemudian dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kualitas air sumur berdasarkan lebar jalur hijau yang ada di Kelurahan Sedau Kota Singkawang. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan penentuan titik secara purposive: stasiun 1 (mangrove LJH besar) dan stasiun 2 (mangrove yang memiliki LJH kecil), setiap stasiun dibuat titik-titik pengambilan sampel air sumur untuk kemudian dianalisis kandungan salinitas, pH air, suhu air, DO, TDS, tingkat kesadahan, dan kandungan nitrat. Secara umum dari tujuh parameter yang diamati hanya suhu dan nitrit yang menunjukkan nilai dibawah baku mutu air layak konsumsi yang telah ditetapkan Asiahoki77 terus berinovasi untuk memberikan pengalaman bermain yang terbaik bagi para penggunanya. Dengan antarmuka yang user-friendly dan fitur-fitur canggih, Asiahoki77 berhasil menarik perhatian banyak pemain dari berbagai kalangan. Dengan reputasi yang terus meningkat, tidak mengherankan jika Asiahoki77 menjadi pilihan utama bagi para pecinta judi online di Asia dan sekitarnya. oleh pemerintah sedangkan parameter pH, suhu, oksigen terlarut, TDS, dan kesadahan air sumur menunjukkan bahwa air tersebut layak dikonsumsi. Secara umum berdasarkan hasil yang ada air minum di wilayah tersebut masih aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat sekitar.
Perubahan Tutupan Lahan dan Kerapatan Vegetasi Mangrove di Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah: Changes in Land Cover and Mangrove Vegetation Density in Siantan District, Mempawah Regency Puji, Siti Puji Lestariningsih; Destiana; Putri, Erisa Ayu Waspadi
PERENNIAL Vol 20 No 1 (2024): Vol. 20 No. 1, April 2024
Publisher : Forestry Faculty of Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/perennial.v20i1.32987

Abstract

One of the mangrove forests in Mempawah Regency is located in Siantan District. Mangrove forests have ecological, social, and economic functions to support the lives of living things that live around them. The extent and density of mangrove vegetation are essential parameters to determine the condition of mangroves in Siantan District to recommend rehabilitation that needs to be pursued. Data were collected from Landsat 7 images in 2010 and Landsat 8 images in 2021 with guided classification and visual interpretation to obtain a map of changes in mangrove land cover in 2010-2021. Vegetation density was obtained through Landsat Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) analysis, divided into five density classes: very dense, dense, medium, sparse, and unvegetated. This study found that the secondary mangrove forests in Kecamatan Siantan decreased by 176.35 hectares during 2010-2021, turning into shrubs, open land, and plantations, especially in former pond areas. The most extensive deforestation turned 107.18 hectares of secondary mangrove forest into shrubs. Reforestation occurred during 2010-2021 amounted to 123.55 hectares. Natural or artificial bare land turned into 71.44 hectares of mangrove ecosystem. In 2010, the dense class dominated the mangrove forest density (60.03%) but decreased in 2021 (14.9%). A sparse class of density was not detected in 2010, but in 2021, the area of sparse density was 148.53 hectares, composed of shrubs and coconut plantations.
OPTIMASI SUMBER DAYA TUMBUHAN LOKAL MENJADI PRODUK DAUR ULANG YANG BERNILAI EKONOMI DAN RAMAH LINGKUNGAN Azahra, Siva Devi; Destiana, Destiana; Kartikawati, Siti Masitoh; Lestariningsih, Siti Puji
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19803

Abstract

Abstrak: Desa Peniti Besar memiliki beragam sumberdaya tumbuhan lokal, antara lain kelapa (Cocos nucifera) dan pisang (Musa paradisiaca) yang merupakan komoditas andalan desa tersebut . Desa ini juga menghadapi permasalahan meningkatnya sampah kertas dari berbagai kegiatan masyarakat serta limbah berupa sabut kelapa dan batang pisang kering yang belum didayagunakan secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan keterampilan baru kepada masyarakat untuk memanfaatkan limbah-limbah tersebut agar menghasilkan produk ramah lingkungan yang memiliki ciri khas, bernilai ekonomi, sehingga berpotensi untuk dikembangkan dan diolah menjadi produk unggulan desa yang ramah lingkungan yaitu berupa kertas daur ulang. Kegiatan pelatihan dan pendampingan dilakukan kepada 27 anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), diawali dengan pemaparan mengenai permasalahan limbah dan potensi pendayagunaannya, demonstrasi pembuatan kertas daur ulang oleh narasumber yang dilanjutkan dengan praktek oleh peserta, serta evaluasi pengetahuan dan keterampilan peserta sebagai output pelatihan. Topik yang tepat sesuai dengan permasalahan masyarakat danserta kemampuanmampunya peserta membuat kertas daur ulang secara mandiri mengindikasikan bahwa kegiatan ini berjalan dengan baik, dibuktikan dengan masing-masing peserta dapat dapat mencetak kertas daur ulangnya serta adanya peningkatan pengetahuan peserta terhadap topik pelatihan sebesar 43,7%k.Abstract: Peniti Besar Village has various local plant resources, including coconut (Cocos nucifera) and banana (Musa paradisiaca), the village's mainstay commodities. The village also faces the problem of increasing paper waste from various community activities and waste in the form of coconut fiber and dried banana stems that need to be optimally utilized. This service activity aims to provide new skills to the community to utilize these wastes to produce environmentally friendly products that have characteristics of economic value so that they have the potential to be developed and processed into environmentally friendly village superior products in the form of recycled paper. Training and mentoring activities were carried out for 27 members of the Family Welfare Empowerment (PKK), starting with an explanation of the problems of waste and its potential utilization, demonstration of making recycled paper by resource persons followed by practice by participants, and evaluation of participants' knowledge and skills as training output. The right topic according to community problems and the ability of participants to make recycled paper independently indicate that this activity is going well, evidenced by each participant being able to print their recycled paper and an increase in participant knowledge of the training topic by 43.7%.
Green Open Spaces as Butterfly Refuge Habitat: Potential, Issues, and Management Strategies for Butterfly Conservation in Urban Areas Azahra, Siva Devi; Rushayati, Siti Badriyah; Destiana, Destiana
BERKALA SAINSTEK Vol 10 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v10i4.33123

Abstract

One of the ecological functions of green open space (RTH) is to accommodate biodiversity in urban areas by providing a habitat for wild plants and animals. Pollution, urbanization, and various other environmental pressures make green open spaces in urban areas more susceptible to disturbances, both natural and due to human activities, which can affect the existence of biodiversity within them, including butterflies, which have specificity and sensitivity to certain environmental conditions, thus acting as bioindicators. Assessment of butterfly species, habitat conditions, and assistance with problems was carried out at four green open space locations in the East Jakarta Administrative City (DKI Jakarta Province) and four green open space locations in Pontianak City (West Borneo Province) to determine the potential and effectiveness of green open space as habitat protection for butterflies. The assessment was carried out by observing the presence of butterflies using the time search method and measuring the environmental factors that form the habitat and their correlation with the butterfly community through quantitative analysis. The results of the study showed that there were 22 species of butterflies in green open space in the East Jakarta Administrative City and 17 species of butterflies in green open space in Pontianak City. Correlation analysis at the eight green open space locations showed the same pattern, namely that the occurrence of butterfly species increased along with the number of forage plant species (as hosts or food plants) and canopy density (as shelter plants). The clustered shape of green open space is also a characteristic of green open space, which supports the function of green open space as a refuge habitat for butterflies in urban areas.
STRATEGI PENGELOLAAN HUTAN DESA BUMI LESTARI DI DESA PENEPIAN RAYA, KABUPATEN KAPUAS HULU Lestariningsih, Siti Puji; Roslinda, Emi; Azahra, Siva Devi; Destiana, Destiana
Jurnal Hutan Tropis Vol 12, No 3 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 3 Edisi September 2024
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v12i3.20563

Abstract

The Village Forest Management Institution (LPHD) Bumi Lestari of Penepian Raya Village has obtained a forest management license since 2014. Village forest is one of the social forestry schemes that aims to improve community welfare through the management of forest natural resources. However, the management must be based on sustainable forest sustainability because the forest is a vital support. This study aims to formulate a management strategy for Bumi Lestari Village Forest based on internal (strengths and weaknesses) and external (opportunities and threats) factors. The survey method was applied by collecting data through interviews with all administrators and members of LPHD Bumi Lestari. All internal and external factors were scored and weighted to find strategy priorities based on SWOT. Based on the value of all factors, the internal factor value was 0.52 and the external factor value was 0.92. Bumi Lestari Village Forest management strategy is in Quadrant I. Strategic opportunities on maximum utilization of strengths to use available opportunities. The existence of assistance and funding, can be utilized to increase institutional capacity in terms of administration, mastery of technology, and innovation of processed non-timber forest product derivatives. An effective marketing network is needed to overcome obstacles in the form of the large amount of transportation bias through waterways in the village. In the field of conservation, LPHD Bumi Lestari has been based on smart patrols but there is a need to increase the use of technology. Strengthening partnerships with the government, academics, private foundations, and fellow LPHDs can be a strength for LPHD Bumi Lestari for better village forest management.
IDENTIFICATION OF BAMBOO TYPES (Bambusoideae) IN PONTIANAK CITY Sisillia, Lolyta; Destiana, Destiana; Reza, Aswan; Lesi Kajamid, Elisia; Tedi Perdana, Fransisko; Rosula Rinto, Stepanus
Jurnal Belantara Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Forestry Study Program University Of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbl.v8i1.1060

Abstract

Pontianak City is one of the major cities in West Kalimantan and has high biodiversity, one is the bamboo plant which has important ecological and economic values. This study aims to identify bamboo and determine the distribution of bamboo in the East Pontianak sub-district. The methods used in this study include field surveys and sample collection in various locations in Pontianak City, as well as morphological and taxonomic identification in the laboratory Results Distribution and Identification of Bamboo Species (Bambusoideae) In East Pontianak District there are three bamboo genera namely Schizostachyum, Bambusa and Thyrsostachys with five types of bamboo with a total of 137 growing points or clumps, including, Schizostachyum brachycladum var "yellow" 6 clumps, Bambusa vulgaris var. Vulgaris 23 clumps, Bambusa vulgaris var. sriata 15 clumps, Thyrsostachys siamensis Gamble 72 clumps, and Bambusa multiplex 21 clumps. The types of bamboo that grow in the East Pontianak area grow at an altitude of 1.35 - 2.1m above sea level with an air humidity of 83 - 91%, soil pH of 4.9 - 6.2%, and temperature of 28 - 32°C.
PEMANFAATAN LIMBAH SABUT KELAPA DAN PELEPAH BATANG PISANG MENJADI PRODUK KERAJINAN BERNILAI EKONOMI Siva Devi Azahra; Siti Puji Lestariningsih; Siti Latifah; Destiana Destiana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26816

Abstract

Abstrak: Penumpukan limbah sabut kelapa dan pelepah batang pisang merupakan masalah lingkungan yang terjadi di lingkungan sekitar SMAN 1 Segedong. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi hal tersebut dengan memberikan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam mengolah limbah serabut kelapa dan pelepah batang pisang menjadi produk kerajinan yang bernilai ekonomis. Kegiatan diawali dengan identifikasi kebutuhan akseptor, pembuatan materi, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi yang melibatkan 34 siswa. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan diukur melalui pre-test dan post-test serta pengamatan langsung pada saat sesi praktek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap pemanfaatan limbah, konsep dasar daur ulang, keterampilan teknis pembuatan produk, dan kreativitas pembuatan produk meningkat dari nilai tiap aspek rata-rata 70 menjadi nilainya di atas 92, sedangkan peningkatan keterampilan dapat dilihat dari kreativitas siswa dalam menciptakan produk dari limbah tersebut. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan ini berhasil mengintegrasikan pemahaman siswa tentang kelestarian lingkungan dengan keterampilan dalam membuat produk ramah lingkungan.Abstract: The accumulation of coconut fiber waste and banana stem fronds is an environmental problem that occurs in the neighborhood of SMAN 1 Segedong. Therefore, this service activity aims to overcome this by providing training to improve students' understanding and skills in processing coconut fiber waste and banana stem fronds into economically valuable handicraft products. The activity began with identifying acceptor needs, making materials, training implementation, and evaluation involving 34 students. The increase in knowledge and skills was measured through pre-test and post-test, as well as direct observation during practical sessions. The results showed that students' understanding of waste utilization, basic concepts of recycling, technical skills of product making, and creativity of product making increased from an average score of 70 in each aspect to a score above 92. In contrast, the increase in skills can be seen in students' creativity in creating products from waste. This training successfully integrated students' understanding of environmental sustainability with skills in making environmentally friendly products.