Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK IBU-IBU RUMAH TANGGA MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN NOKEN KHAS MERAUKE PAPUA Minuk Riyana; Dilli Dwi Kuswoyo; Carolus Wasa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 6 (2020): DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.369 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i6.2987

Abstract

Abstrak: Kelompok ibu-ibu rumah tangga yang dikenal dengan NUSA (Namuk Nusantara) terdiri dari 10 orang menjadi subyek pemberdayaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat  (PKM) melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan Noken Khas Merauke-Papua. Adapun tahapan kegiatan ini meliputi sosialisasi kegiatan, pengenalan alat dan bahan rajut, pengadaan pelatihan dan pendampingan hingga peserta kegiatan mampu menghasilkan Noken, dokumentasi berupa foto dan video dan penyusunan laporan. Dari serangkaian kegiatan, dokumentasi dan wawancara yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa adanya ketertarikan, peningkatan kemampuan dan wawasan serta adanya tambahan secara ekonomi. Peserta yang awalnya kurang berminat, dengan menjalani prosesi kegiatan menjadi sangat antusias. Pemateri yang dengan sabar dan telaten memberikan arahan dan wawasan sehingga peserta secara mandiri bisa menghasilkan noken. Setelah kegiatan pelatihan dan pendampingan berakhir, beberapa peserta menghasilkan tambahan rupiah dengan kerajinan noken yang mereka tekuni melalui pemesanan secara online.Abstract: The group of housewives known as NUSA (Namuk Nusantara) consists of 10 people became the subjects of empowerment of Community Service Activities (PKM) through training and assistance in making Noken typical of Merauke-Papua. The stages of this activity include socialization of activities, introduction of knitting tools and materials, provision of training and assistance so that activity participants are able to produce Noken, documentation in the form of photos and videos and preparation the reports. Based on the activities, documentation and interviews, it can be concluded that there is interest, increased skills and insights as well as additional economics. Participants who were initially less interested, by going through the procession of activities became very enthusiastic. The trainer who patiently and painstakingly provides directions and insights so that participants can independently produce Noken. After the training and mentoring activities ended, some of the participants earned additional rupiah with the handicrafts they worked on through online ordering.
Analisis Kemampuan Mengembangkan Bahan Ajar yang Kontekstual Berbasis Power Point pada Guru SMP Negeri 11 Merauke Syamsul Bahri; Helga C. A. Silubun; Minuk Riyana
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 4 NOMOR 1 MARET 2020 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.052 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v0i0.4104

Abstract

SMP Negeri 11 Merauke terletak di Distrik Sota yang peserta didiknya cukup beragam, bahkan ada dari negara tetangga, yaitu PNG. Hasil ujian nasional peserta didik, khususnya mata pelajaran IPA pada tiga tahun terakhir terus mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik tergolong rendah. Salah satu hal yang menyebabkan rendahnya hasil belajar peserta didik adalah pembelajaran yang belum dilengkapi dengan media pembelajaran yang kontekstual.Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru IPA agar mampu mebuat media pembelajaran yang kontekstual dengan menggunakan PowerPoint. Media pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, khususnya pada ujian nasional. Adapun subjek dalam kegiatan ini adalah guru-guru SMP Negeri 11 Merauke yang terletak di Distrik Sota yang merupakan daerah perbatasan antara RI dengan Papua New Guinea yang berjumlah 15 orang. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah dengan melakukan pelatihan, pendampingan serta pembuatan media pembelajaran IPA yang kontekstual dengan mengintegrasikan ke dalam PowerPoint. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan menggunakan PowerPoint untuk media pembelajaran sebesar 24,5%, yaitu dari 27,3% menjadi 45,7%. Secara umum, pengetahuan dan kemampuan guru menggunakan PowerPoint sebagai media pembelajaran masih tergolong rendah cukup rendah. Oleh karena itu, diharapkan kepada seluruh stakeholder untuk memperhatikan kemampuan guru di dalam menggunakan TIK, khususnya yang berhubungan langsung dengan pembelajaran. Hal ini tentunya akan mendukung karakteristik pembelajaran abad 21 serta pembelajaran di era revolusi industri 4.0 (I4.0).
Pengaruh Strategi REACT Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA Negeri 4 Merauke Neneng Amabarwati; Minuk Riyana; Rian Ade Pratama
Konstanta : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 1 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1753.319 KB) | DOI: 10.59581/konstanta-widyakarya.v1i2.727

Abstract

This study aims to determine the effect of the implementation of the REACT strategy on critical thinking skills of SMA Negeri 4 Merauke students. This research was an experimental research design with pretest-posttest control group design, where the research was conducted, namely in SMA Negeri 4 Merauke. Hypothesis testing used homogeneity test. The implementation of the REACT strategy is seen through the acquisition of an average posttest score of 75.58 which was more than the average pretest score of 42.65 in the experimental class, with an increase in the moderate category of 0.5738 and based on a paired T-test sample with a sig value. (2-tailed) 0,000 <0.05 which means that there is a difference between the pretest and posttest, in other words the influence of the application of the use of REACT strategies to the critical thinking skills of SMA Negeri 4 Merauke students. Students' thinking skills are better in which students can solve critical thinking questions given in accordance with predetermined scoring indicators, students write what is known from the problems, students make mathematical models, students use strategies in solving problems and are able to make conclusions from solving the given problem. With the test results obtained by students almost weak on the average criteria of the analysis indicators.
Pengembangan LKPD Bermuatan Karakter Lokal untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa Wa Ode Siti Hamsinah Day; Minuk Riyana; Dharma Gyta Sari Harahap
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 5 (2023): October
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i5.5651

Abstract

Rendahnya kemampuan peserta didik dalam memahami konsep-konsep IPA yang dikarenakan kurang variatifnya bahan ajar yang digunakan dalam proses pembelajaran adalah yang melatarbelakangi penelitian pengembangan ini. Tujuan dari pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) bermuatan karakter lokal ini untuk menghasilkan LKPD yang valid, praktis dan efektif sehingga layak digunakan dalam proses pembelajaran. Pengembangan LKPD ini dilakukan karena LKPD yang ada di sekolah masih berupa lembaran-lembaran kertas dengan teks berwarna hitam putih tanpa dilengkapi gambar. LKPD dikembangkan dengan menggunakan Model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu, analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Instrument yang digunakan berupa lembar validasi LKPD, angket respon guru dan peserta didik dan tes untuk mengukur literasi sains peserta didik. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pengembangan LKPD bermuatan karakter lokal mencapai kriteria Sangat valid dengan persentase 3,9% dengan kriteria sangat valid dan untuk kepraktisan pada kriteria sangat praktis dengan persentase 87,5% dengan kriteria sangat praktis. Efektifitas dari LKPD yang telah dikembangkan dilihat dari meningkatkan persentase pretest dari 46,67% dengan kriteria sangat rendah menjadi 83,33% dengan kriteria tinggi pada saat postest. Hal tersebut menunjukkan bahwa LKPD yang telah dikembangkan telah valid, praktis dan efektif dan layak untuk diterapkan pada proses pembelajaran di tingkat Sekolah Dasar.
MODEL PEMBELAJARAN OUTDOOR LEARNING BERBASIS LINGKUNGAN ALAM UNTUK MENGEMBANGKAN LITERASI SAINS ANAK USIA DINI Dharma Gyta Sari Harahap; Ferry Irawan; Muh. Rafi'y; Cristiana Normalita de Lima; Minuk Riyana; Salman Alparis Sormin
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12627

Abstract

This study is based on the importance of developing scientific literacy in early childhood through concrete, active, and meaningful learning experiences. Young children need direct interaction with real objects and natural phenomena to understand basic science concepts, rather than relying only on verbal explanations in the classroom. This study aims to describe the implementation of a nature-based outdoor learning model to develop scientific literacy in early childhood. The research used a descriptive qualitative approach with a case study design at TK ABA WASUR II, involving group B children aged 5 to 6 years. The research subjects included children, classroom teachers, the school principal, and parents as supporting informants. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that nature-based outdoor learning encourages children to observe, ask questions, classify, experiment, and communicate simple findings from their observations. The children also developed environmental awareness through activities such as caring for plants, keeping the learning area clean, and avoiding damage to natural objects. Supporting factors included the availability of the school environment, children’s enthusiasm, and teacher readiness in planning exploratory activities. The obstacles included weather changes, safety supervision, limited supporting media, and differences in children’s language abilities. Therefore, nature-based outdoor learning can serve as an effective, contextual, and enjoyable learning model for developing scientific literacy in early childhood. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan literasi sains sejak usia dini melalui pembelajaran yang konkret, aktif, dan dekat dengan kehidupan anak. Anak usia dini membutuhkan pengalaman belajar langsung agar mampu memahami fenomena alam secara sederhana, bukan hanya melalui penjelasan verbal di dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran outdoor learning berbasis lingkungan alam dalam mengembangkan literasi sains anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus di TK ABA WASUR II pada anak kelompok B usia 5 sampai 6 tahun. Subjek penelitian meliputi anak, guru kelas, kepala sekolah, dan orang tua sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa outdoor learning berbasis lingkungan alam mampu mendorong anak untuk mengamati, bertanya, mengklasifikasi, mencoba, dan mengomunikasikan hasil pengamatan secara sederhana. Anak juga menunjukkan sikap peduli terhadap lingkungan melalui kegiatan merawat tanaman, menjaga kebersihan, dan tidak merusak objek alam. Faktor pendukung pembelajaran meliputi ketersediaan lingkungan sekolah, antusiasme anak, dan kesiapan guru. Faktor penghambat meliputi cuaca, keamanan, keterbatasan media, dan variasi kemampuan bahasa anak. Dengan demikian, outdoor learning berbasis lingkungan alam dapat menjadi model pembelajaran yang efektif, kontekstual, dan menyenangkan untuk mengembangkan literasi sains anak usia dini.
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Pemanfaatan Akun Google untuk Kolaborasi dan Penyimpanan Data Olga Sabon; Minuk Riyana; Cristiana Normalita de Lima; Ferry Irawan
Jurnal Transformasi Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): JTPI April
Publisher : Yayasan Perguruan Kampus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65474/n7gs3k59

Abstract

Kebutuhan akan pengelolaan data secara digital menjadi semakin penting untuk mendukung kegiatan administrasi sekolah yang lebih efisien dan terorganisir. Metode penyimpanan konvensional menjadi kurang efektif karena memiliki keterbatasan dalam aspek keamanan dan pencadangan data. Oleh karena itu, diperlukan solusi pengelolaan administrasi yang lebih modern dan kompetensi guru yang handal untuk dapat memanfaatkan teknologi digital untuk menunjang proses pembelajaran dan pengarsipan data peserta didik. Hal tersebut menjadi latar belakang dalam pelaksanaan PKM ini. Kegiatan PKM dilaksanakan di TK Pertiwi XI Merauke. Kegiatan PKM dilaksanakan dalam bentuk pelatihan. Hasil evaluasi kegiatan menunjukan peningkatan kompetensi guru dalam memanfaatkan akun google (google drive).  10 dari 11 peserta kegiatan melaporkan dapat memanfaatkan akun google drive untuk kolaborasi dan penyimpanan data. Melalui PKM ini diketahui bahwa penguatan kompetensi guru melalui kegiatan pengembangan profesional berkelanjutan seperti penguasaan teknologi digital merupakan kebutuhan yang harus terus didukung.