Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PEMERIKSAAN HB DAN PENYULUHAN TENTANG NUTRISI PADA IBU HAMIL SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI RISIKO TINGGI PADA IBU HAMIL DI DESA MOJOTRISNO KECAMATAN MOJOAGUNG KABUPATEN JOMBANG Rini Hayu Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2016): JPM | Maret 2016
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.503 KB)

Abstract

Pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Rangkaian kegiatan ditujukan untuk meringankan beban masyarakat dari masalah kesehatan melalui pencegahan terhadap timbulnya penyakit dan melakukan upaya-upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah supaya semua ibu hamil yang berada di desa Mojotrisno agar mengetahui kadar Hb serta meningkatkan pengetahuan tentang nutrisi selama hamil. Hasil dari kegiatan ini adalah pemeriksaan Hb pada ibu hamil dan penyuluhan nutrisi pada ibu hamil.
PEMANTAPAN KADER JUMANTIK SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA LOSARI KECAMATAN PLOSO KABUPATEN JOMBANG Miftachul Huda; Rini Hayu Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2017): JPM | Maret 2017
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.761 KB)

Abstract

Pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Rangkaian kegiatan ditujukan untuk meringankan beban masyarakat dari masalah kesehatan melalui pencegahan terhadap timbulnya penyakit dan melakukan upaya-upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan adalah Pemantapan Kader Jumantik Sebagai Upaya Menurunkan Kasus Demam Berdarah Dengue Di Desa Losari Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang. Tujuan dari penelitian ini adalah Melakukan pemantapan kader jumantik sebagai upaya menurunkan kasus demam berdarah dengue di Desa Losari Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang. Hasil dari penelitian ini adalah kader jumantik lebih waspada dan mencegah meningkatnya kasus demam berdarah dengue di desa losari kecamatan ploso kabupaten jombang sehingga menurunkan angka kematian.
PENYULUHAN PHBS DAN DETEKSI DINI, FAKTOR RISIKO SERTA DAMPAK PERLAKUAN SALAH SERTA KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK Septi Fitrah N; Rini Hayu Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2016): JPM | September 2016
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.626 KB)

Abstract

Berbagai kegiatan sesuai dengan konsep teori mengenai asuhan kebidanan masyarakat yaitu mulai dari kegiatan pengkajian data, perencanaan yang dilakukan bersama-sama dengan masyarakat hingga pada kegiatan implementasi dari rencana intervensi yang telah disepakati bersama. Tujuan dari penelitian ini adalah Melakukan penyuluhan PHBS dan deteksi dini, faktor risiko serta dampak perlakuan salah serta kekerasan seksual pada anak di tk pembina negeri ploso desa losari kecamatan ploso kabupaten jombang. Hasil dari penelitian ini adalah ibu lebih meningkatkan perhatian serta kasih sayangnya terhadap anak, karena kekerasan pada anak bisa memberikan dampak akut/kronik bagi tumbuh kembang anak terhadap keluarga dan masyarakat selain itu menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN DENGAN RANGSANGAN PUTING SUSU DI BPM LILIK KUSTONO DIWEK JOMBANG Rini Hayu Lestari; Eka Aprilia
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v6i2.7

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Proses persalinan normal ditentukan oleh tiga faktor utama, yaitu power (his dan tenaga mengejan), passanger (janin, plasenta dan selaput ketuban) dan passage (jalan lahir). Ketiga faktor utama ini sangat menetukan jalannya persalinan. Upaya untuk meningkatkan kontraksi dapat dilakukan secara farmakologis dan non farmakologis. Salah satu upaya untuk menigkatkan kontraksi non farmakologis yaitu dengan stimulasi puting susu. WHO memperkirakan 70% mengalami peningkatan kontraksi uterus setelah dilakukan stimulasi dan 30% tidak mengalami peningkatan karena kurangnya penanganan gerakan putar-putar puting susu. Dinas Kesehatan Jawa Timur melaporkan adanya peningkatan karena rangsangan puting susu sebesar 29 orang atau 380/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2010. Laporan studi kasus ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu bersalin dengan rangsangan puting susu di BPM Lilik Kustono, Amd.Keb Desa Ceweng. Metode: Jenis penelitian studi kasus, lokasi studi kasus di BPM Lilik Kustono, Amd.Keb Desa Ceweng Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Subjek kasus pada ibu bersalin fisiologi multigravida. Hasil: Setelah dilakukan asuhan kebidanan pada ibu inpartu kala I fase aktif yang diberikan rangsangan puting susu selama 2 menit didapat bahwa kedua pasien mengalami penambahan intensitas kontraksi uterus. Dari 2 kali dalam 10 menit 30 detik menjadi 2 kali dalam 10 menit 50 detik. Ibu dapat bersalin dengan normal tanpa ada komplikasi. Keadaan ibu dan bayi baik. Pembahasan: Kesimpulan yang didapat dari kedua pasien bahwa stimulasi puting susu hanya meningkatkan intensitas kontraksi uterus tetapi tidak cukup kuat untuk meningkatkan frekuensi nya. Diharapkan untuk kehamilan selanjutnya pasien dapat menggunakan rangsangan puting susu sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kontraksi. Kata Kunci: Persalinan, Rangsangan Puting Susu, Kontraksi
Pelatihan Stimulasi “Multiple Intelligences” Pada Ibu Balita di Desa Kali Kejambon Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang Rini Hayu Lestari; Mamik Ratnawati
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.102

Abstract

Kecerdasan bukanlah sesuatu yang tunggal, apalagi menetap.Kecerdasan seseorang berasal dari bagaimana kemampuannya memecahkan berbagai tantangan yang dihadapi sehari-hari. Menilai kecerdasan anak tidak bisa hanya berdasarkan skor standar semata, seperti tes IQ, hal itu amatlah terbatas. Namun, perlu mengukur dari definisi kecerdasan yang berbeda. Dr. Howard Gardner, Profesor bidang pendidikan di Harvard University, Amerika Serikat mengemukakan, definisi kecerdasan yang berbeda untuk mengukur potensi manusia secara lebih luas, baik pada anak maupun orang dewasa. Ia membagi 8 jenis kecerdasan, dan dikenal sebagai Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences). Dan kita semua punya 8 area kecerdasan itu dalam taraf berbeda. Menurut Dr. Halit Hulusi, Senior Educational Psychologist di Birmingham Educational Psychology Service, Inggris, dengan delapan area kecerdasan ini, berarti beragam cara dapat dilakukan orangtua untuk mengembangkan kecerdasan anak-anaknya. Namun, tentu saja tidak setiap anak bisa menjadi brilyan di semua bidang, tetapi Anda dapat membantunya mengoptimalkan semua potensi di setiap area kecerdasannya.