Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sat/va L.) pada Tanah Ultisol dengan Pemberian Bokashi Pelepah Kelapa Sawit Maya Septiani; Akhmad Rizali; Nurlaila Nurlaila
Agroekotek View Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agtview.v5i3.2995

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomis yang baik. Permintaan selada terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Data Base Gizi Nasional USDA (2018) menyebutkan bahwa selain sebagai bahan pelengkap nabati, dalam 100 gram selada mengandung 0,15 gram lemak, 1,36 gram protein, 2,87 gram karbohidrat, dan energi 15 kalori. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis bokashi terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian ini dilakukan di Rumah Kaca Agroekoteknologi selama 3 bulan, mulai bulan Juni hingga Agustus. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dari faktor tunggal dan diulang sebanyak 5 kali. Perlakuan penelitian adalah pemberian bokashi dengan dosis berbeda pada media tanah dengan 5 taraf perlakuan yang terdiri dari B0 (lapisan tanah atas tanpa bokashi), B1 (lapisan tanah dengan bokashi 10 ton / ha), B2 (lapisan tanah bawah dengan 20 ton bokashi. / ha), B3 (subsoil dengan 30 ton / ha bokashi), B4 (subsoil dengan 40 ton / ha bokashi). Sehingga terdapat 5 perlakuan dalam penelitian, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Jadi, dalam penelitian ini terdapat 25 unit eksperimen
Respon Pertumbuhan Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.) pada Pemberian Pupuk NPK, Pupuk Kandang, Campuran Pupuk NPK dan Pupuk Kandang Habibah Habibah; Tuti Heiriyani; Nurlaila Nurlaila
Agroekotek View Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agtview.v5i1.3249

Abstract

Jagung Manis Merupakan tanaman yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia karena rasanya yang manis dan banyak mengandung karbohidrat. Tanaman ini layak dibudidayakan karena memiliki nilai jual yang tinggi. Salah satu perilaku petani di Banjarbaru dalam pemberian pupuk NPK sangat bergantung pada tingkat kesuburan tanaman jagung manis, apabila tanaman jagung manis terlihat kurang baik maka petani akan meningkatkan dosis pupuk NPK yang diberikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aplikasi dan pupuk mana yang terbaik antara NPK, pupuk kandang, campuran NPK dan pupuk kandang berdasarkan kebiasaan petani di Banjarbaru terhadap pertumbuhan dan perkembangan jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan pada bulan Mei - Agustus 2020. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan secara berurutan. untuk mendapatkan 20 unit eksperimen. Setiap unit percobaan terdiri dari 40 tanaman. Parameter pengamatan dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun dan waktu kemunculan bunga jantan. Pemberian pupuk NPK, pupuk kandang, campuran NPK dan pupuk kandang berdasarkan perilaku petani di Banjarbaru terhadap pertumbuhan dan perkembangan jagung manis Berpengaruh terhadap jumlah daun umur 5 WAP dan 6 MST, panjang daun 2 MST, lebar daun berumur 6 MST dan 7 MST serta waktu kemunculan bunga jantan, tetapi tidak mempengaruhi tinggi tanaman. Perlakuan terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan jagung manis adalah J3 yaitu 10 ton / ha kotoran ayam + 0,1 ton / ha pupuk NPK.
Pengabdian kepada Masyarakat: Pengenalan Penyakit Tanaman Padi dan Teknik Pengendaliannya di Desa Bentok Darat, Bati-bati, Kalimantan Selatan Noorkomala Sari; Akhmad Gazali; Akhmad Rizali; Hairu Suparto; Jumar Jumar; Nurlaila Nurlaila; Nukhak Nufita Sari; Hikma Ellya; Riza Adrianoor Saputra; Muhammad Imam Nugraha; Ronny Mulyawan; Merry Awalia; Sitti Waahidaturrahmah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i1.1130

Abstract

Beberapa permasalahan terjadi di Desa Bentok Darat salah satunya penurunan produksi padi akibat serangan gejala nekrosis dan lesi pada daun dan juga malai yang mengalami patah leher diduga mengalami penyakit blas yang disebabkan oleh jamur Pyricularia dengan ditemukannya miselia putih pada benih padi. Pada wawancara dengan ketua kelompok tani permasalahan ini ditenggarai iklim desa yang terus-terusan diguyur hujan berturut-turut setelah  mengalami kemarau yang panjang. Karena itulah perlu dilakukan penyuluhan tentang pengenalan penyakit penting pada padi dan teknik pengendaliannya dengan menerapkan prinsip pengelolaan penyakit terpadu atau mengutamakan keseimbangan ekosistem dalam mengendalikan pertumbuhan dan penyebaran patogen. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat petani Desa Bentok Darat dalam mencegah masalah penyakit pada padi dan cara pengelolaan lingkungan yang baik serta pengendalian terpadu. Metode kegiatan meliputi pengisian kuisioner, pembukaan, ceramah, diskusi dan pengisian kuisioner yang bertujuan untuk mengetahui manfaat kegiatan dalam meningkatkan pemahaman tentang penyakit padi dan cara pengendaliannya. Kegiatan pengabdian pada masyarakat oleh Jurusan Agroekoteknologi kepada mitra Kelompok Tani Desa Bentok Darat, Kecamatan Bati-bati, Kabupaten Tanah Laut menghasilkan peningkatan pemahaman warga tani Desa Bentok darat mengenai jenis-jenis penyakit penting pada padi dan agen patogen penyebabnya sebesar 85,71%. Kegiatan ini berperan sekali dalam meningkatkan pemahaman petani di Desa Bentok Darat mengenai informasi cara pengendalian penyakit di padi dengan nilai pengetahuan warga desa meningkat sebesar 100% tentang cara lain atau teknis pengendaliannya menggunakan POC plus, pestisida nabati dan agensia hayati. Seratus persen responden menjawab kegiatan ini menimbulkan rasa senang karena memperoleh manfaat dalam peningkatan informasi dan pengetahuan dalam mengetahui jenis penyakit padi dan cara pengendaliannya. Community Service: Introduction to Rice Plant Diseases and Their Control Techniques in Bentok Darat Village, Bati-bati, South Kalimantan  One of the problems that occurred in Bentok Darat Village was a decrease in rice production due to attacks of symptoms of necrosis and lesions on leaves and panicles with broken necks suspected of being affected by blast disease caused by Pyricularia fungus with white mycelia found in rice seeds. In an interview with the head of the farmer group, it is suspected that the climate in the village continues to rain after experiencing a long dry season. Therefore it is necessary to carry out counseling about the introduction of important diseases in rice plants and their control techniques by applying the principles of integrated disease control or prioritizing ecosystem balance in controlling the growth and spread of pathogens. This activity aims to provide insight to the farming community of Bentok Darat Village in preventing rice disease problems as well as good environmental management and integrated control. Activity methods include filling out questionnaires, opening, lectures, discussions and filling out questionnaires which aim to find out the benefits of activities in increasing understanding of rice diseases and how to deal with them Community service activities by the Department of Agroecotechnology for Farmer Group partners in Bentok Darat Village, Bati-bati District, Tanah Laut Regency resulted in an increase in information and knowledge of the farmers in Bentok Darat Village regarding important types of diseases in rice and their causative pathogens by 85.71%. This activity played a major role in increasing the knowledge of farmers in Bentok Darat Village regarding the information on how to control diseases in rice with the value of the villagers' knowledge rising by 100% about other methods or control techniques using POC plus, vegetable pesticides, and biological agents. One hundred percent of respondents answered that this activity caused a sense of pleasure because it benefited from increasing information and knowledge about the types of rice diseases and how to control them
Introduksi Bahaya Penggunaan Pestisida Dan Pemanfaatan Daun Sirsak Sebagai Biopestisida Pada Masyarakat Palam Novianti Adi Rohmanna; Rila Rahma Apriani; Nurlaila Nurlaila; Nukhak Nufita Sari; Hikma Ellya; Rony Mulyawan; Zuliyan Agus Nur Muchlis Majid
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i2.1197

Abstract

Desa Palam merupakan salah satu kecamatan Cempaka yang memiliki banyak rumah tangga petani, dan sebagian besar mata pencaharian masyarakatnya adalah petani. Pertanian menjadi salah satu sektor penting dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan. Permasalahan yang dihadapi oleh petani desa Palam adalah serangan hama dan penyakit tanaman. Hal tersebut mengakibatkan kerugian besar bagi. Untuk mengatasi hal tersebut, petani menggunakan pestisida kimia. Kegiatan pemberdayaan dilakukan untuk mengedukasi bahaya penggunaan pestisida kimia dan memperkenalkan daun sirsak sebagai bahan baku biopestisida. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juli 2021 di desa Palam, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru dan melibatkan sekitar 20 peserta. Kegiatan ini terdiri dari 3 tahap yaitu tahap input (pendataan), proses (sosialisasi dan pendistribusian benih sirsak), dan tahap output. Hasil program menunjukkan bahwa indikator kegiatan telah tercapai. Setelah diberikan sosialisasi, sebanyak 90% peserta menjadi lebih memahami akan bahaya pestisida kimia terhadap lingkungan dan kesehatan. Selain itu, petani juga mengetahui potensi daun sirsak sebagai biopestisida. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan dan mendapatkan pendampingan lebih intensif dari pemerintah. Introduction Of Pesticide Hazard And Utilization Of Soursop Leaves As Biopesticide In The Palam Society Palam Village is one of the Cempaka sub-districts, which has many farmer households, and most of the people's livelihoods are farmers. Agriculture is one of the crucial sectors in supporting the stability of food availability. Pests and plant diseases are a problem for farmers. It resulted in significant losses. To overcome this, farmers use chemical pesticides. Empowerment programs are carried out to educate the hazards of using chemical pesticides and introduce soursop leaves as biopesticides. This activity was held in July 2021 in Palam village, Cempaka district, Banjarbaru, and involved about 20 participants. This activity consists of 3 stages: the input stage (data collection), the process (socialization and distribution of soursop seeds), and the output stage. The results of the program indicate that the activity indicators have been achieved. After being given socialization, 90% audiens become more aware of the hazards of chemical pesticides to the environment and health. In addition, farmers also know the potential of soursop leaves as a biopesticide. This activity is expected to be sustainable and get more intensive assistance from the government.
Pendampingan Budidaya Sayuran Lokal Khas Rawa di Pekarangan dalam Upaya Peningkatan Keberagaman Konsumsi Pangan Masyarakat di Polder Alabio Hilda Susanti; Rila Rahma Apriani; Hikma Ellya; Nukhak Nufita Sari; Ronny Mulyawan; Nurlaila Nurlaila
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i2.10222

Abstract

The supply of nutritious food through a variety of food consumption is very important in reducing stunting prevalence. Some areas of Hulu Sungai Utara (HSU) Regency are the alabio polder area with high cases of stunting children and unproductive swamp land conditions when flooded with rainwater. This service activity provides a solution in utilizing home yards as a place to cultivate local swamp vegetables that have high nutrition, namely water spinach and water mimosa. The activities carried out include planning, which is done by direct observation and coordination with related stakeholders, then educating about the importance of consuming nutritious vegetables. Training and mentoring were given to 25 residents, the majority of whom were farming mothers. Evaluation was carried out by giving a questionnaire to participants regarding the sustainability of the activity. This activity was able to increase the knowledge and skills of the community in cultivating plants in the yard. The application of semi-hydroponic cultivation techniques of typical swamp vegetables has helped the community in providing vegetables when swamp rice fields are flooded in the rainy season and cannot be planted. Evaluation results showed that 88% of participants were enthusiastic about implementing the training in their daily lives because it suited their needs.