Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Koreksi Panjang Kerja pada Perawatan Saluran Akar Gigi 21 yang Optimal Rahmah, Siti; Nurdin, Denny
Bhakta Dental Journal Vol 2 No 02 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi IIK Bhakti Wiyata, Kediri.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/bhaktadent.v2i02.44

Abstract

Determining the working length is one of the first and most important steps in root canal treatment. Determining the working length can use the electronic apex locator method and periapical radiographs.Case: A 25-year-old female patient came to Unpad Dental Hospital with complaints of left upper filling pain when eating hard food since 1 year ago. The patient complained that there was a history of spontaneous pain. Based on the results of history and examination, the patient was diagnosed with previously initiated therapy with symptomatic apical periodontitis in tooth 21. Treatment plan in the form of root canal treatment (RCT) in tooth 21. Management: root canal treatment begins with access opening and removal of temporary fillings, crown down preparation, measurement of working length using apex locator, trial obturation, working length correction, obturation. Conclusion: The working length measurement method with the combination of electronic apex locator and periapical radiography is very helpful in correcting improper working length. Keywords: Working length, Root canal treatment, Electronic apex locator, Radiography
Biofaktor MTA (Imicryl) Sebagai Alternatif Bahan Pulp Capping Bioaktif Dalam Perawatan Gigi Permanen: Laporan Kasus Fitriyani, Rheina; Nurdin, Denny
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 24 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v24i2.1952

Abstract

Vital pulp therapy is a conservative dental treatment aimed at maintaining the vitality of the tooth by stimulating pulp tissue healing, promoting dentinal bridge formation, and preventing pulp necrosis. Pulp capping is one of the vital pulp therapy procedures that can be performed on permanent teeth. The success of pulp capping treatment depends on proper caries excavation and the selection of an optimal capping material. Biofactor MTA (Imicryl) is a next-generation calcium silicate–based bioactive pulp capping material developed to overcome the limitations of conventional pulp capping agents. This case report discusses the treatment of a permanent tooth diagnosed with reversible pulpitis on tooth #47, with a treatment plan of pulp capping using Biofactor MTA (Imicryl). The treatment procedure included caries excavation, application of the Biofactor MTA (Imicryl) material, placement of a glass ionomer base, and Class I composite resin restoration. Evaluation at the sixth week showed the absence of pain symptoms, good pulp vitality, and the formation of reparative dentin. Biofactor MTA demonstrated favorable clinical outcomes and shows potential as an effective, easily applicable, and more economical bioactive pulp capping material among its class for the treatment of vital permanent teeth.  Keywords : Biofactor MTA; pulp capping; bioactive; vital pulp therapy
Rewalling Kavitas dengan Teknik Canal Projection pada Perawatan Saluran Akar Gigi Anterior dengan Kehilangan Struktur Mahkota Shiela Nurulhuda Himmatie; Denny Nurdin
SONDE (Sound of Dentistry) Vol. 10 No. 2 (2025): SONDE (Sound of Dentistry)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Perawatan saluran akar pada gigi dengan kerusakan mahkota yang ekstensif menghadirkan berbagai tantangan seperti kesulitan mencapai isolasi yang adekuat, inefektivitas irigasi, dan hilangnya titik referensi yang stabil. Salah satu solusi untuk mengatasi hambatan tersebut adalah prosedur rewalling, yaitu teknik untuk merekonstruksi dinding kavitas yang hilang guna menciptakan lingkungan kerja yang ideal dan mengoptimalisasi keberhasilan perawatan endodontik. Laporan kasus: Seorang pasien perempuan berusia 20 tahun datang dengan keluhan gigi depan atas kiri berlubang. Berdasarkan pemeriksaan klinis dan radiografis, gigi 21 didiagnosis sebagai pulpitis irreversibel asimptomatik dengan periodontitis apikalis simtomatik. Perawatan saluran akar dilakukan dalam beberapa kunjungan. Mengingat kerusakan mahkota yang ekstensif, dilakukan prosedur rewalling menggunakan resin komposit dengan teknik canal projection menggunakan gutta-percha untuk melindungi orifis. Prosedur ini memfasilitasi tahapan selanjutnya yaitu preparasi saluran akar, aplikasi medikamen kalsium hidroksida, dan obturasi dengan teknik single cone. Pembahasan: Tantangan utama pada kasus ini adalah kerusakan mahkota yang luas sehingga menyulitkan isolasi dan prosedur endodontik lainnya. Implementasi rewalling merupakan langkah krusial untuk menyediakan struktur yang memadai bagi pemasangan rubber dam, menciptakan reservoir untuk larutan irigasi, serta membentuk titik referensi yang stabil untuk pengukuran panjang kerja yang akurat. Penggunaan bevel dan teknik canal projection mengoptimalisasi retensi restorasi dan menjaga akses saluran akar tetap terbuka. Simpulan: Prosedur rewalling kavitas terbukti menjadi intervensi fundamental yang efektif dalam penatalaksanaan perawatan saluran akar pada gigi dengan kerusakan mahkota yang ekstensif. Teknik ini berhasil mengatasi tantangan prosedural dan berkontribusi pada keberhasilan perawatan dengan mengoptimalisasi isolasi, disinfeksi, dan instrumentasi. Kata kunci: Pulpitis Irreversibel Asimptomatik, Rewalling, Perawatan Saluran Akar, Canal Projection.