Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PROGRAM PELATIHAN PRODUKSI ABON IKAN DAN VIRAL MARKETING DI DESA BUNKATE Nining Suryani; W.B Prihandoyo; P.H Rachman; Raden Sudarwo; Hulaifi Hulaifi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 4 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i4.5683

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk transfer keterampilan memproduksi abon ikan dan viral marketing kepada masyarakat Desa Bunkate, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui intervensi dan pelatihan. Kelompok sasaran kegiatan adalah kelompok petani budidaya ikan air tawar Desa Bunkate, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Manfaat kegiatan ini adalah 1) memberikan keterampilan produk abon ikan, 2) memberikan keterampilan cara pengambilan foto produk, dan 3) meningkatkan pengetahuan viral marketing. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa: 1) peserta pelatihan telah mampu memproduksi bon ikan denga tiga varian rasa yaitu abon ikan nila, abon ikan salem, dan abon ikan bandeng , 2) peserta pelatihan telah mampu mengambil foto produk dengan peralatan sederhana, 3) peserta pelatihan sudah dapat melakukan kegiatan viral marketing yatu membuat akun dan konten menarik dalam salah satu platform penjualan online. Namun, untuk pembuatan abon dan viral marketing perlu diadakan pelatihan lebih lanjut untuk meningkatkan keterampilan memproduksi bon dengan pengemasan yang lebih berkualitas, pembuatan abon dengan masa kadaluarsa lebih lama, dan meningkatkan jangkauan pemasaran. Secara keseluruhan pengabdian masyarakat ini kegiatan berjalan dengan baik dan mendapatkan respon positif dari peserta dan pra petani budidaya ikan air tawar setempat.Abstract:  The purpose of this community service activity is to transfer skills to produce fish abon and viral marketing to the people of Bunkate Village, Jonggat Subdistrict, Central Lombok Regency. The method of carrying out activities is carried out through intervention and training. The target group of activities is the freshwater fish farming farmer group Bunkate Village, Jonggat Subdistrict, Central Lombok Regency. The benefits of this activity are 1) providing skills for shredded fish products, 2) providing skills on how to take product photos, and 3) increasing viral marketing knowledge. The results of the evaluation showed that: 1) the training participants were able to produce fish fillets with three flavors, namely shredded tilapia, salmon shredded, and shredded milkfish, 2) trainees were able to take product photos with simple equipment, 3) trainees had can carry out viral marketing activities, namely creating interesting accounts and content on one of the online sales platforms. However, for floss production and viral marketing, further training is needed to improve skills in producing vouchers with higher quality packaging, making floss with a longer expiration date, and increasing marketing reach. Overall, this community service activity went well and received a positive response from participants and pre-farmers of local freshwater fish cultivation.
BROS AND VIRAL MARKETING TRAINING FOR HOUSEHOLDS Nining Suryani; Windi Baskoro Prihandoyo; Raden Sudarwo; Khaerul Anam; Hulaifi Hulaifi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i1.3770

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat “Pelatihan pembuatan bros dan viral marketing” adalah untuk transfer keterampilan pembuatan bros dan viral marketing kepada masyarakat dusun Mertak Wareng, desa Beber, kecamatan Batukliang, kabupaten Lombok Tengah. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui intervensi dan pelatihan. Kelompok sasaran kegiatan pengabdian kepada  masyarakat ini adalah ibu-ibu rumah tangga dusun Mertak Wareng, desa Beber, kecamatan Batukliang, kabupaten Lombok Tengah. Manfaat kegiatan ini adalah 1) memberikan keterampilan pembuatan bros mutiara, 2) memberikan keterampilan cara pengambilan foto produk, dan 3) meningkatkan pengetahuan viral marketing. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta pelatihan sudah mampu membuat beberapa bros mutiara, mengambil foto produk dengan peralatan sederhana, dan melakukan kegiatan viral marketing. Namun, untuk pembuatan bros dan viral marketing perlu diadakan pelatihan lebih lanjut untuk meningkatkan keterampilan membuat bros dengan berbagai varian dan meningkatkan pemasaran. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat “Pelatihan pembuatan bros dan viral marketing” di dusun Mertak Wareng, desa Beber, kecamatan Batukliang, kabupaten Lombok Tengah berjalan dengan baik dan mendapatkan respon positif dari peserta dan Kadis Dikbud Kabupaten Lombok Tengah.Abstract: The purpose of the community service activity "Brooch making training and viral marketing" is to transfer brooch making and viral marketing skills to the people of Mertak Wareng hamlet, Beber village, Batukliang sub-district, Central Lombok district. The method of implementing activities is carried out through intervention and training. The target group for this community service activity is housewives in Mertak Wareng hamlet, Beber village, Batukliang sub-district, Central Lombok district. The benefits of this activity are 1) providing pearl brooch making skills, 2) providing skills on how to take product photos, and 3) increasing viral marketing knowledge. The evaluation results showed that the training participants were able to make several pearl brooches, take product photos with simple equipment, and carry out viral marketing activities. However, for brooch making and viral marketing, further training is needed to improve skills in making brooches with various variants and improve marketing. Overall, the community service activity "Brooch making training and viral marketing" in Mertak Wareng hamlet, Beber village, Batukliang sub-district, Central Lombok district went well and received positive responses from participants and the Head of the Education and Culture Office of Central Lombok Regency.
Analisa Penerapan Interoperabilitas, Transparansi Informasi, Bantuan Teknis dan Pengambilan Keputusan terhadap Peningkatan Kualitas SDM yang Berorientasi ke Industrialisasi 4.0 Pada UMKM Nining Suryani; Windi Baskoro P; Hulaifi Hulaifi; Muhammad Sopiyana
INOVASI Vol. 10 No. 2 (2023): Inovasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/Inovasi.v10i2.p302-309.36110

Abstract

This research aims to determine the quality of human resources by using supporting variables such as the role of interoperability, information transparency, technical assistance and decision making. Current developments certainly require higher quality human resources to support better industrial sectors. With the help of supporting technology, sufficient information, technical assistance provided and appropriate decision making, it is hoped that it will be able to become a supporting factor in improving the quality of human resources. This research is a type of research using design. The research method used is a quantitative approach with associative methods. The Associative Method aims to determine the influence or relationship between two or more variables. The type of data used is primary data obtained using questionnaire techniques, interviews, observations and in-depth interviews. The sampling technique is probability sampling. With data analysis SPSS is used for quantitative data, the data analysis steps used in this research are validity and reliability analysis, descriptive analysis, multiple linear regression analysis, classical assumption test, coefficient of determination test and hypothesis testing. The results of the research show that the variables Implementation of Interoperability, Information Transparency, Technical Assistance, and Decision Making together show a positive and significant influence on the HR Quality Improvement variable.
Inovasi Ayam Puyung Kemasan Vacum sebagai Strategi Gastrodiplomasi di Pawon Sasak Mataram Windi Baskoro Prihandoyo; Yunanda Dewi Natalia; Nining Suryani; Ronny Basista
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4523

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah kuliner khas Lombok melalui inovasi ayam puyung kemasan vakum sebagai strategi gastrodiplomasi di Pawon Sasak Mataram. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan kepada mitra usaha kuliner. Materi yang diberikan meliputi teknik pengolahan ayam puyung, penggunaan mesin vacuum sealer, branding produk, pemasaran digital, serta pemanfaatan kuliner sebagai media promosi budaya daerah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mampu memproduksi ayam puyung kemasan vakum yang lebih higienis, menarik, dan memiliki daya simpan lebih lama dibandingkan produk konvensional. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai strategi pemasaran melalui media sosial dan marketplace untuk memperluas jangkauan pasar. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas dan daya saing produk, tetapi juga memperkuat upaya promosi identitas budaya Lombok melalui kuliner lokal. Dengan demikian, ayam puyung kemasan vakum berpotensi dijadikan oleh-oleh khas sekaligus media gastrodiplomasi yang mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
MOOCs dalam Pendidikan Bisnis: Peningkatan Keterampilan Negosiasi dan Pemasaran Digital di Lombok Windi Baskoro Prihandoyo; Nining Suryani; Khaerul Anam
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i2.34732

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan mengembangkan Massive Open Online Courses (MOOCs) yang berfokus pada peningkatan keterampulan negosiasi dan pemasaran digital bagi pelaku UMKM di Lombok. Latar belakang penelitian ini adalah keterbatasan akses pelatihan formal yang menyebabkan pelaku usaha lokal kesulitan bersaing di era transformasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan research and development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Untuk menggali kesenjangan kompetensi dilakukan kegiatan analisis kebutuhan yang dilakukan melalui wawancara dengan praktisi, dosen, dan pelaku UMKM di Lombok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketidaksesuaian yang signifikan antara kebutuhan keterampilan negosiasi dan pemasaran digital dengan pelatihan yang tersedia. Pembelajaran pada MOOCs ini dikembangkan dengan model model self-paced learning berbasis Learning Management System (LMS) dengan delapan materi, video animasi interaktif, serta materi diskusi dan soal evaluasi formatif. Untuk memastikan kelayakan dilakukan pengujian oleh ahli media, bahasa, dan materi yang menunjukkan kualitas baik hingga sangat baik (rata-rata >80%), sehingga dinyatakan layak untuk digunakan.The purpose of this study was to design and develop Massive Open Online Courses (MOOCs) focused on improving negotiation and digital marketing skills for MSMEs in Lombok. The background of this research is limited access to formal training, which makes it difficult for local businesses to compete in the era of digital transformation. The study employed a research and development (R&D) approach, utilizing the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) model. To explore competency gaps, a needs analysis was conducted through interviews with practitioners, lecturers, and MSMEs in Lombok. The results revealed a significant disparity between the demand for negotiation and digital marketing skills and the available training. The learning in this MOOC was developed using a self-paced learning model based on a Learning Management System (LMS) with eight materials, interactive animated videos, discussion materials, and formative evaluation questions. To ensure feasibility, testing was conducted by media, language, and material experts, which demonstrated good to excellent quality (average >80%), thus being declared suitable for use.
Pemberdayaan ibu rumah tangga melalui pelatihan produk turunan sabun laundry di Desa Bajur, Lombok Barat Windi Baskoro Prihandoyo; Nining Suryani; Hulaifi Hulaifi; Ronny Basista
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.41353

Abstract

Abstrak Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam memproduksi parfum laundry dan sabun cuci piring sebagai bentuk diversifikasi usaha komunitas yang telah terbentuk sebelumnya. Kegiatan dilaksanakan di Perumahan Lingkar Manunggal, Desa Bajur, Kabupaten Lombok Barat dengan melibatkan 30 peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan melalui pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti pelatihan dengan antusias, ditandai oleh tingginya partisipasi dalam diskusi dan praktik. Seluruh peserta mampu menghasilkan sekitar 3 liter parfum laundry dan 12 liter sabun cuci piring, serta memahami tahapan produksi secara mandiri. Pendampingan selama praktik turut meningkatkan kepercayaan diri peserta untuk mengaplikasikan keterampilan tersebut di rumah maupun mengembangkannya sebagai usaha skala rumah tangga. Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, memperkuat diversifikasi produk, serta membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat; diversifikasi produk; parfum laundry; sabun cuci piring; pelatihan keterampilan. Abstract This community service activity aims to improve the knowledge and skills of housewives in producing laundry perfume and dish soap as a form of diversification of previously established community businesses. The activity was held at the Lingkar Manunggal Housing Complex, Bajur Village, West Lombok Regency, involving 30 participants. The methods used included counseling, reflection, direct practice, and mentoring through a participatory approach. The results of the activity showed that participants participated in the training enthusiastically, marked by high participation in discussions and practices. All participants were able to produce approximately 3 liters of laundry perfume and 12 liters of dish soap and understood the production stages independently. Mentoring during the practice also increased participants' confidence to apply these skills at home or develop them as a household-scale business. This training has proven effective in increasing community capacity, strengthening product diversification, and opening up opportunities to increase family income through the development of businesses based on local potential. Keywords: community empowerment; product diversification; laundry perfume; dishwashing soap; skills training.
Penguatan kapasitas UMKM kerajinan tas ketak melalui pelatihan produksi, manajemen usaha, dan pemasaran digital Nining Suryani; Windi Baskoro Prihandoyo; Ronny Basista; Titin Mulyani; Imbuk Risnawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.41293

Abstract

AbstrakDusun Jeruah, Desa Montong Beter, Kabupaten Lombok Timur merupakan sentra kerajinan tas ketak yang memiliki potensi ekonomi tinggi. Namun, pelaku UMKM masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan keterampilan produksi masyarakat lokal, belum adanya standarisasi harga, serta pemasaran yang masih dilakukan secara konvensional. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan produksi, manajemen usaha, dan pemasaran digital sehingga mampu meningkatkan kualitas produk, pengelolaan usaha, serta jangkauan pemasaran. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui tahapan pemetaan masalah, pelatihan teknis produksi dengan pendekatan learning by doing, pelatihan manajemen usaha yang meliputi perhitungan harga pokok produksi (HPP) dan penentuan harga jual, pelatihan fotografi produk, pemasaran digital melalui Instagram, TikTok Shop, dan Shopee, serta penyusunan katalog produk sebagai acuan standar harga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta yang sebelumnya hanya terlibat pada sebagian proses produksi telah mampu memproduksi tas ketak secara mandiri dari tahap persiapan bahan hingga finishing. Selain itu, peserta mampu menghitung HPP dan menetapkan harga jual secara lebih konsisten, serta mulai memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi sehingga jangkauan pemasaran semakin luas dan mulai memperoleh pesanan secara daring. Kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas pelaku UMKM, penguatan kemandirian usaha, serta pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi kerajinan tas ketak di Dusun Jeruah, Lombok Timur. Kata kunci: UMKM; tas ketak; pelatihan produksi; manajemen usaha; pemasaran digital. AbstractJeruah Hamlet, Montong Beter Village, East Lombok Regency, is a center for ketak bag handicrafts with considerable economic potential. However, local micro, small, and medium enterprises (MSMEs) continue to face several challenges, including limited production skills among local communities, the absence of standardized product pricing, and reliance on conventional marketing practices. This Community Service Program aimed to strengthen the capacity of ketak bag MSMEs through production training, business management, and digital marketing to improve product quality, business management, and market reach. The program employed a participatory mentoring approach consisting of problem identification, technical production training using the learning by doing method, business management training covering cost of goods sold (COGS) calculation and pricing strategies, product photography training, digital marketing through Instagram, TikTok Shop, and Shopee, and the development of a product catalog as a pricing reference. The results showed that participants who had previously been involved only in the final stages of production were able to independently produce ketak bags from raw material preparation to the finishing process. In addition, participants improved their ability to calculate production costs, establish more consistent selling prices, and utilize digital platforms for product promotion, resulting in broader market exposure and the emergence of online sales. The program contributed to strengthening MSME capacity, enhancing business independence, and promoting local economic development based on the ketak bag handicraft industry in Jeruah Hamlet, East Lombok. Keywords: MSMEs; ketak bags; production training; business management; digital marketing.