Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

UPAYA PENGENDALIAN ANEMIA DI MASYARAKAT WILAYAH KERJA KECAMATAN ARCAMANIK, BANDUNG Hendra mahakam putra; Aulia Nurfazri; Dede Nur azim muslim; Dewi nurlaela sari; Widia aligita; Andri nurmansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v2i2.861

Abstract

Tingginya Angka kematian Ibu (AKI) terjadi salah satunya karena anemia khususnya dalam kehamilan. Ibu hamil dan balita merupakan kelompok rawan terhadap masalah kesehatan dan kekurangan gizi. Masalah itu antara lain Anemia Defisiensi Besi (ADB) dan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Anemia dan KEK pada ibu hamil meningkatkan risiko terjadinya Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), kelahiran prematur, kematian ibu dan bayi dan stunting. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di kecamatan Arcamanik, Kota Bandung. Berdasarkan informasi yang didapat bahwa kurangnya pengetahuan masyarakat dalam penanganan dan pencegahan anemia serta pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) khususnya untuk mengatasi dan mencegah anemia. Kelompok yang menjadi sasaran dalam kegiatan ini adalah kader binaan PKK di kecamatan arcamanik dengan metode pelaksanaan dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah secara blended (online dan offline) selama 2 hari. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini didapatkan bahwa pengetahuan masyarakat terkait anemia, dampak, upaya pencegahan, kebutuhan nutrisi serta upaya pemenuhannya serta asuhan yang berhubungan dengan pengendalian anemia meningkat. Hal tersebut dilihat dari perbandingan hasil pre-test dan post-test dengan nilai rata-rata masing-masing adalah 60 dan 90. Dari hasil nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini meningkatkan pemahaman mitra dalam Anemia untuk membantu pengendalian, pengobatan serta pencegahan Anemia. Dalam kegiatan ini dosen pelaksana kegiatan mampu mentransfer keilmuan dalam hal pengobatan, psikologi dan keperawatan berkaitan dalam mengelola Anemia untuk mitra.
THE EFFECT OF GIVING HAND MASSAGE THERAPY AND GINGER HERBAL DRINK ON PREGNANT WOMEN WITH NAUSEA AND VOMITING IN THE 1ST TRIMESTER Dewi Nurlaela Sari; Anri Anri
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v11i2.3050

Abstract

Nausea and vomiting are some of the discomforts of pregnancy that can interfere and cause complications. The care provided to overcome nausea and vomiting can be carried out with pharmacological and non-pharmacological approaches. Non-pharmacological therapies that can be developed to reduce nausea and vomiting are hand massage and the provision of herbal drinks. So that nausea and vomiting care can be done both internally and externally. The purpose of this study was to determine the effect of giving hand massage therapy and ginger herbal drink to pregnant women with 1st trimester nausea and vomiting. The type of method used was quasi-experimental with a pre-post test design. The sample was divided into k 2 groups, namely the control group and the treatment group. Sampling by Randomized Controlled Clinical Trials (RCT). The number of samples is 30 respondents for each group so that the total respondents are 60 people. The instrument used is Pregnancy-Unique Quantification Of Emesis/Nausea (PUQE). The type of univariate analysis uses a frequency distribution and bivariate analysis uses the Wilcoxon Signed Rank Test analysis. The results showed that the intervention was effective as seen from the difference in the decrease in the intensity of nausea and vomiting in pregnant women and the p value 0.000 from the alpha value (0.05). The conclusion is that there is a significant effect between those who are given Hand Massage Therapy and Consumption of herbal drinks with those who are not given treatment on the discomfort of nausea and vomiting in pregnant women. Based on the research above, hand massage and herbal drink therapy can be applied as a treatment for nausea and vomiting in pregnant women.
Foot Massage Reduce Post Operation Pain Sectio Caesarea At Post Partum Sari, Dewi Nurlaela
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v1i1.7457

Abstract

ABSTRACTSectio Caesarea is an alternative action in the delivery process to save the mother and fetus. Mothers with section Caesarea surgery are performed surgically on the abdominal wall and uterine wall. The most frequent impact felt by the postpartum with postoperative cesarean section is pain. The pain will affect disturbed bounding attachments, limited mobilization, Activity Daily Living (ADL) will be disrupted and will affect the Early Breastfeeding Initiation (IMD). The care provided is limited to pharmacological therapy compared to non-pharmacology. Foot massage is one of the non-pharmacological therapies that can help close the gates in the posterior horns of the spinal cord and block parts of pain from the central nervous system. The purpose of this study was to determine the effect of foot massage on pain scales on postoperative Caesarea client in AMC Hospital. This research is pre-experimental research with one group pre-test and post-test design approach. The number of samples used amounted to 27 people using purposive sampling techniques. The instrument used was the Numeric Rating Scale (NRS) and foot massage work procedures. Respondents performed foot massage for 20 minutes for 2 days. Data were analyzed using a Wilcoxon test. The results showed that more than half of the clients post section Caesarea was on the pain scale 6 before foot massage and almost half had a pain scale 3 after foot massage and the p-value = 0.000 was obtained, so it was concluded there was an influence of foot massage on the pain scale on the client postoperative cesarean section. It is hoped that the hospital can  make foot massage an alternative non-pharmacological management for pain management Keywords: Foot Massage; Post Partum; Pain; Caesarean Sectio
Upaya Peningkatan Kesehatan Ibu Hamil Melalui Edukasi Pencegahan Penyulit Kehamilan Dengan Sigap Resti (Resiko Tinggi) Ina Sugiharti; Antri Ariani; Meda Yuliani; Intan Yusita; Tika Lubis; Dewi Nurlaela Sari; Iceu Mulyati; Dyah Ayu Fitriani; Nova Mawar Senja; Khilfa Syawalia Kusumah; Elsa Nurohimah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1095

Abstract

Peningkatan Kesehatan dan kesejateraan dalam masa kehamilan merupakan tujuan salah satu tujuan dalam program SGDs. Edukasi merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan derajat Kesehatan, dengan meningkatnya pengetahuan tentang Kesehatan akan merubah sikap dan perilaku seseorang tentang Kesehatan. Pemberian edukasi ini selain menggunakan metode ceramah juga dilakukan pemberian leafleat sebagi pendukung edkuasi. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan edukasi secara ceramah dengan dibantu oleh media yang di modifikasi tentang kehamilan beresiko, penyulit kehamilan,serta tentang penguatan deteksi komplikasi dengan sigap resti.  Hal ini untuk meningkatkan pengetahuan bagi ibu hamil, juga mengubah perilaku dan sikap ibu hamil serta memberdayakan ibu hamil dalam mendeteksi diri terkait kondisi kehamilannya sehingga dapat mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan. Kegiatan inti yang dilakukan yaitu pemberian edukasi. Mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat melibatkanbidan desa setempat, kader dan puskesmas. Kegiatan Pertama yaitu edukasi mengenai kehamilan beresiko, penyulit pada kehamilan serta penguatan pengahaman tentang sigap resti sebagai pemberdayaan ibu hamil dalam meningktakan kesehatannya. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan tentang kehamilan beresiko sebelum dan sesudah yaitu sebesar 19 % kenaikan untuk tingkatan pengatahuan baik, dan sebesar 28,5 % pada tingkatan cukup, dan pada tingkatan pengetahuan kurang mengalami penurunan 48,1 %. Dengan adanya perubahan tingkat pengetahuan ini serta penguatan pemahaman dengan sigap resti diharapkan ibu hamil dapat lebih aware  terhadap kondisi kehamilannya dan lebih rutin melakukan pemeriksaan kehamilan. Efforts to Improve the Health of Pregnant Women Through Education on Prevention of Pregnancy Complications with a Sprightly Resti (High Risk) Improving health and well-being during pregnancy is one of the goals in the SGDs program. Education is one of the efforts to improve the degree of health, with increasing knowledge about health will change a person's attitude and behavior about health. In addition to using the lecture method, leafleat is also given as a supporter of education. This community service activity is carried out by providing lectures with the help of modified media about risky pregnancies, pregnancy complications, and about strengthening the detection of complications swiftly. This is to increase knowledge for pregnant women, also change the behavior and attitudes of pregnant women and empower pregnant women to detect themselves regarding their pregnancy conditions so that they can optimize health during pregnancy. The core activity carried out is the provision of education. Partners in community service activities involve local village leaders, cadres and puskesmas. The first activity is education about risky pregnancies, difficulties in pregnancy and strengthening understanding about swiftness as an empowerment of pregnant women in notarizing their health. The results obtained from this community service activity were an increase in knowledge about pregnancies at risk before and after, namely by 19% increase for the level of good knowledge, and by 28.5% at the sufficient level, and at the level of knowledge less decreased by 48.1%. With this change in the level of knowledge and strengthening understanding swiftly, it is hoped that pregnant women can be more aware of the condition of their pregnancy and more routinely conduct pregnancy check-ups.
The Effect of Dragon Fruit Juice and Honey On The Improvement of Pregnant Women's Hb Yanyan Mulyani; Dewi Nurlaela Sari
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.480

Abstract

Anemia in pregnant women is an indicator of malnutrition and ill health. One of the ways to prevent anemia is by using natural ingredients as an alternative to increase Hb, is dragon fruit and honey. The aim of this research is to find out the effect of dragon fruit juice and honey on increasing the Hb of pregnant women. The research method used a Quasi-experimental design. The population and sample of the study were 30 pregnant women in the first to third trimesters, which were divided into cases and controls. The results showed that there was no significant effect of dragon fruit juice and honey on the increase in Hb of pregnant women with a p-value of 0.719. The conclusion is that dragon fruit juice and honey are not the only interventions to increase hemoglobin levels in pregnant women, but still need iron drugs and good nutrition.
Zingiber Officinale and Pure Honey in Overcoming The Invisibility Of Back Pain in Trimester III Pregnant Women Dewi Nurlaela Sari; Yanyan Mulyani
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.481

Abstract

Low back pain is one of the discomfort felt by pregnant women, especially pregnancies that are in the third trimester. This study aims to determine the effect of Zingiber Officinale and pure honey in the handling of low back pain discomfort in Trimester III pregnant women. This type of research method is a quasi-experiment with one group pre-post test design approach. The sampling method used purposive sampling, namely as many as 51 respondents. The bivariate test used was the Wilxocon test with a paired t-test. The results showed that offering food and honey was effective in reducing the low back pain scale in pregnant women with a p-value (2-tailed) of 0.000 (p <0.05). In conclusion, it is found that there is an effect of offering female labor and pure honey in the management of low back pain in third-trimester pregnant women.
PENGARUH PIJAT TUINA TERHADAP PENINGKATAN NAFSU MAKAN DAN BERAT BADAN BALITA Dewi Nurlaela Sari; Meda Yuliani; Susi Susanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nafsu makan rendah pada balita dapat berkontribusi terhadap asupan makan yang tidak adekuat dan gangguan pertumbuhan. Pijat Tuina merupakan terapi komplementer nonfarmakologis yang mengombinasikan tekanan lembut dan usapan pada titik meridian tertentu serta mulai banyak digunakan untuk mendukung penanganan masalah makan anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pijat Tuina terhadap nafsu makan dan berat badan balita. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain kuasi eksperimen one-group pretest-posttest pada 30 balita usia 12-59 bulan yang mengalami masalah nafsu makan di posyandu. Intervensi pijat Tuina diberikan enam kali selama dua minggu oleh ibu yang telah dilatih dengan supervisi bidan. Nafsu makan diukur menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan berat badan diukur menggunakan timbangan digital terkalibrasi. Data dianalisis menggunakan paired t-test dan uji Wilcoxon. Rerata skor nafsu makan meningkat dari 5,47 ± 1,17 menjadi 8,03 ± 1,10 setelah intervensi (p < 0,001). Rerata berat badan meningkat dari 11,87 ± 1,61 kg menjadi 12,16 ± 1,62 kg (p < 0,001). Pijat Tuina berpengaruh signifikan terhadap peningkatan nafsu makan dan berat badan balita. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai pendekatan komplementer dalam pelayanan kebidanan dan kesehatan anak berbasis komunitas, disertai edukasi pemberian makan responsif dan gizi seimbang.
Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Reproduksi dan Konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe) melalui Edukasi Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Meda Yuliani; Intan Yusita; Dyah Ayu Fitriani; Tika Lubis; Ina Sugiharti; Dewi Nurlaela Sari; Widya Arumningtyas
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/f07jtb68

Abstract

Rendahnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia, kehamilan usia dini, dan gangguan kesehatan reproduksi. Hasil Survei Mawas Diri (SMD) di wilayah kerja Puskesmas “R” menunjukkan masih terdapat remaja yang memiliki pengetahuan rendah mengenai Infeksi Menular Seksual (IMS), kesehatan reproduksi, dan konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe). Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pentingnya konsumsi Tablet Darah Tambah (Fe) melalui edukasi kesehatan. Metode pelaksanaannya dilakukan melalui penyuluhan kesehatan dengan pendekatan edukatif menggunakan ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, leaflet, dan video edukasi berdasarkan hasil identifikasi masalah dari Survei Mawas Diri. Sasaran kegiatan adalah remaja di wilayah kerja Puskesmas “R”. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan Infeksi Menular Seksual (IMS), serta pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe) sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dan mampu memahami materi yang diberikan dengan lebih baik. Pendidikan kesehatan terbukti menjadi salah satu upaya promotif yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan anemia. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, sekolah, kader kesehatan, dan masyarakat.
PENGARUH PIJAT TUINA TERHADAP PENINGKATAN NAFSU MAKAN DAN BERAT BADAN BALITA Dewi Nurlaela Sari; Meda Yuliani; Susi Susanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v14i2.3589

Abstract

Nafsu makan rendah pada balita dapat berkontribusi terhadap asupan makan yang tidak adekuat dan gangguan pertumbuhan. Pijat Tuina merupakan terapi komplementer nonfarmakologis yang mengombinasikan tekanan lembut dan usapan pada titik meridian tertentu serta mulai banyak digunakan untuk mendukung penanganan masalah makan anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pijat Tuina terhadap nafsu makan dan berat badan balita. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain kuasi eksperimen one-group pretest-posttest pada 30 balita usia 12-59 bulan yang mengalami masalah nafsu makan di posyandu. Intervensi pijat Tuina diberikan enam kali selama dua minggu oleh ibu yang telah dilatih dengan supervisi bidan. Nafsu makan diukur menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan berat badan diukur menggunakan timbangan digital terkalibrasi. Data dianalisis menggunakan paired t-test dan uji Wilcoxon. Rerata skor nafsu makan meningkat dari 5,47 ± 1,17 menjadi 8,03 ± 1,10 setelah intervensi (p < 0,001). Rerata berat badan meningkat dari 11,87 ± 1,61 kg menjadi 12,16 ± 1,62 kg (p < 0,001). Pijat Tuina berpengaruh signifikan terhadap peningkatan nafsu makan dan berat badan balita. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai pendekatan komplementer dalam pelayanan kebidanan dan kesehatan anak berbasis komunitas, disertai edukasi pemberian makan responsif dan gizi seimbang.