Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Implementasi Terapi Bermain Flash Card Untuk Meningkatkan Interaksi Sosial Anak Autisme Eva Oktaviani; Zuraidah; Susmini; Ibnu Jamaludin
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v6i1.373

Abstract

Salah satu permasalahan terbesar pada anak autisme adalah gangguan interaksi sosial yaitu individu tidak dapat berkomunikasi secara ekspresif. Interaksi sosial merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dampak negatif dari terganggunya interaksi sosial adalah frustasi karena anak tidak mampu mengungkapkan keinginan dan perasaannya. Terapi bermain merupakan salah satu pendekatan untuk mengurangi gangguan interaksi sosial tersebut. Media sangat penting untuk membangun motivasi anak dalam belajar dan berkomunikasi. Flash card telah terbukti dapat meningkatkan interaksi sosial anak autisme dengan cara bermain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan anak pada kasus anak autisme yang mengalami gangguan interaksi sosial dengan penerapan terapi bermain flash card. Metode penelitian adalah studi kasus pada dua orang subjek anak autisme dari SLBN Musi Rawas. Terapi bermain flash card dilakukan selama lima hari. Evaluasi subtest bahasa dan interaksi sosial menggunakan instrument ATEC (Autism Treatment Evaluaation Checklist). Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kategori rendah menjadi tinggi untuk kedua subtest pada masing-masing subjek. Skor bahasa pada subjek I yaitu 5 menjadi 10, subjek II skor 8 menjadi 15; subtest interaksi sosial subjek I skor 10 menjadi 31, subjek II skor 11 menjadi 35. Terapi bermain flash card terbukti dapat meningkatkan kemampuan interaksi sosial anak dengan autisme. Terapi bermain flash card dapat dimasukkan ke dalam salah satu metode pembelajaran di sekolah luar biasa.
Manfaat Buku Komik terhadap Respon Maladaptif Anak Sebelum Operasi Rehana Rehana; Eva Oktaviani; Jawiah Jawiah; Eva Susanti
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.7601

Abstract

This research aims to identify the benefits of comic books as an educational medium for children's physiological and psychological maladaptive responses before surgery. The method used in this research is a descriptive research method with a case study approach. The study results show that perioperative use of comic book educational media can reduce children's physiological and psychological maladaptive responses before surgery. There was a decrease in preoperative anxiety based on APAIS scores in both research subjects, namely from high stress to mild anxiety after reading perioperative comic books. In conclusion, using perioperative comic book educational media can reduce maladaptive responses in children before surgery. Keywords: Comic Book, Anxiety, Surgery, Perioperative, Maladaptive Response
The Effectiveness of Hypnotherapy on Arthritis Pain in The Elderly Indah Dewi Ridawati; Eva Oktaviani; Sapondra Wijaya
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v10i1.670

Abstract

Most of the elderly have arthritis pain. One of the non-pharmacological treatments for arthritis is hypnotherapy. The purpose of this study was to determine the effectiveness of hypnotherapy on the reduction of arthritis pain in Budi Luhur and Budi Mulia Harapan Kita Nurseries and Saturday Studies, Triwikaton Village, South Sumatra Province. This type of research is a quasi-experimental study without control group design. The sample used was a total sampling of 30 people. Arthritis pain was assessed from the results of the pre test and post test. The results of the Wilcoxon signed rank test showed that the initial and late arthritis pain in the group had a significant difference (p = 0,000). Statistically there was effectiveness of hypnotherapy on the reduction of arthritis pain in the elderly.
PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR PADA SITUASI KEGAWATDARUTAN ANAK UNTUK KADER POSYANDU DAN IBU BALITA DI DESA PEGAYUT Rehana Rehana; Eva Oktaviani; Jawiah Jawiah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39547

Abstract

Kondisi kegawatdarutan tidak memandang waktu, tempat ataupun objek dan membutuhkan penanganan segera untuk mencegah kecacatan bahkan kematian. Usia balita juga berpotensi tinggi mengalami situasi gawat darurat trauma maunpun nontrauma. Kondisi ini dapat terjadi pada pemukiman warga. Desa Pegayut Ogan Ilir memiliki sekitar 264 balita, dari hasil studi pendahuluan kasus kegawatdaruratan anak yang pernah terjadi adalah tersedak, kejang demam, dan diare. Kondisi ini menuntut para kader kesehatan dan ibu balita memahami ketrampilan bantuan hidup dasar anak, sehingga tidak terjadi perburukan. Kader posyandu merupakan fasilitator masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dasar perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan pelatihan bantuan hidup dasar anak pada kader kesehatan dan para ibu yang memiliki balita. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Pegayut Ogan Ilir. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan praktik Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada situasi gawatdarurat anak dengan metode simulasi. Total peserta sebanyak 20 orang (5 orang kader dan 15 ibu yang memiliki balita). Evaluasi kegiatan adalah penilaian pengetahuan dan ketrampilan sebelum dan sesudah simulasi BHD. Ada peningkatan pengetahuan nilai pretest dari kategori kurang baik 75% menjadi baik 85% pada posttest. Kegiatan ini memberikan efek baik terhadap peningkatan pengetahuan dan ketrampilan para kader dan ibu balita.  Oleh sebab itu, peningkatan literasi dan ketrampian terkait BHD perlu dilakukan secara kontinyu.
PESBOOK: Permainan Edukatif Smart Book sebagai Media Stimulasi Motorik Halus Usia Dini Eva Oktaviani; Imawan Eko Setiyono
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 5 No. 3 (2022): December 2022
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v5i3.387

Abstract

Studi menunjukkan prevalensi keterlambatan perkembangan motorik halus anak usia dini meningkat selama masa pandemi mencapai 60,7%. Motorik halus sangat mempengaruhi kehidupan anak di masa depan, sehingga perlu mendapatkan perhatian yang serius. Pemilihan media dalam proses pembelajaran sangat penting agar anak menjadi lebih tertarik.  Alat permainan edukatif merupakan solusi belajar berbasis permainan yaitu dengan media smart book dan berfungsi sebagai alat stimulasi. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan permainan edukatif smart book (PESBOOK) sebagai media stimulasi motorik halus anak usia dini. Metode  penelitian adalah Research and Development dengan pendekatan PPE yaitu planning, production, evaluation. Hasil uji validasi ahli menunjukkan smart book sangat baik dan layak untuk digunakan sebagai media stimulasi motorik halus.  Uji coba terbatas pada 10 orang anak PAUD menggmbarkan ketrampilan motorik halus anak menjadi berkembang sesuai harapan setelah diberikan stimulus dengan smart book. Pemilihan media pembelajaran yang tepat diharapkan dapat memberikan pengaruh yang positif kepada tumbuh kembang anak secara optimal
Virtual Reality Sebagai Media Distraksi Dalam Menurunkan Nyeri Pada Anak Pasca Operasi Apendisitis Eva Oktaviani; Nadi Aprilyadi; Memy Suci Ramadanti
JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Keperawatan Merdeka
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkm.v6i1.3818

Abstract

Background: Globally, the incidence of appendicitis is approximately 100–150 per 100,000 population and remains one of the most common causes of abdominal surgery in children. The use of Virtual Reality (VR) as a non-pharmacological distraction technique in managing postoperative pain after appendectomy is still limited, particularly in nursing practice in Indonesia. Poorly managed pain can lead to physical disturbances, increased anxiety, behavioral changes, and delayed recovery. In addition to pharmacological therapy, pain can also be managed through non-pharmacological methods such as distraction techniques, including VR, which provides an immersive visual experience to divert children’s attention from pain. Objective: This study aims to describe the application of VR-based distraction media in reducing pain intensity in children after appendectomy. Methods: This study used a case study approach involving two pediatric patients who had undergone appendectomy. The nursing diagnosis established was acute pain. The intervention involved the use of entertainment-based VR for 10–15 minutes during the recovery period over three days (postoperative days 1 to 3). Pain intensity was measured before and after the intervention using the Numeric Rating Scale (NRS), and behavioral responses were also observed. Results: The VR intervention showed a reduction in pain intensity from moderate (scale 6) to mild (scale 3) in both subjects. Additionally, there was an improvement in behavioral responses, indicated by reduced grimacing, decreased anxiety, increased cooperation, and relaxation during the recovery period. The nursing diagnosis of acute pain was considered resolved. Conclusion: The use of VR can be an alternative non-pharmacological intervention to help reduce pain and improve behavioral responses in children after appendectomy.
Deteksi Dini Tumbuh Kembang dan Edukasi pada Ibu tentang Status Gizi Anak pada Periode Golden Age Eva Oktaviani; Jhon Feri; Susmini Susmini; Bambang Soewito
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.146

Abstract

Permasalahan gizi dan kesehatan anak masih menjadi fenomena gunung es di Indonesia. Pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kebutuhan gizi pada anak sangatlah penting, karena status gizi akan sangat mempengaruhi potensi pertumbuhan dan perkembangan secara optimal. Pemantauan tumbuh kembang secara berkala harus dimulai sejak usia dini sebagai salah satu upaya untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Usia dini yang dimaksud adalah 5 tahun pertama kehidupan seorang anak yang dikenal dengan masa keemasan (Golden Periode). Pendeteksian gangguan perkembangan sejak dini sangat diperlukan guna memberikan stimulasi yang tepat selain peranan dari pemberian nutrisi secara optimal. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak 0 – 5 tahun dengan mengunakan instrument KPSP dan penyuluhan kepada ibu guna memberikan nutrisi yang tepat pada anak. Metode penyuluhan dengan ceramah dan deteksi tumbuh kembang menggunakan instrument KPSP. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2018 di Desa Ketuan Jaya Kecamatan Muara Beliti Lubuklinggau. Deteksi dini tumbuh kembang dilakukan pada 20 orang balita. Hasil Deteksi dini tumbuh kembang yang diperoleh yaitu mayoritas status gizi balita (BB/PB) dengan kategori normal 16 orang (80%), 17 anak (85%) sesuai dengan usia perkembangan, 3 anak (15%) meragukan, dan tidak ada anak yang mengalami gangguan pendengaran. Setelah penyuluhan ibu memiliki kesadaran yang lebih baik untuk memberikan nutrisi dan stimulasi sebagai upaya optimalisasi perkembangan anak. Penilaian menggunakan instrument KPSP dapat diintegrasikan dalam kegiatan posyandu rutin, sehingga tumbuh kembang balita dapat terpantau dan pemberian intervensi dapat lebih dini jika ditemukan penyimpangan.
Program Khitanan Massal Door to Door pada masa Pandemi Covid-19 di Kota Lubuklinggau Eva Oktaviani; Sapondra Wijaya; Bambang Soewito; Nadi Aprilyadi; Jhon Feri; Imawan Eko Setiyono; Roni Roni
Journal of Community Engagement in Health Vol. 5 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v5i1.336

Abstract

Kemampuan ekonomi masyarakat menurun akibat gelombang global krisis Covid-19. Masyarakat umumnya ingin mengkhitankan anaknya, namun selama masa pandemi banyak menunda kegiatan ini. Hal inilah yang menjadi dasar pelaksanaan program khitan massal gratis secara door to door dengan menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan ini bertujuan sebagai wujud kegiatan kepedulian terhadap sesama untuk memfasilitasi masyarakat mendapat pelayanan kesehatan secara gratis dan meningkatan pengetahuan pencegahan penyakit. Khitan dapat menurunkan kejadian infeksi saluran kemih pada laki-laki. Kegiatan ini bekerja sama dengan Pondok Pesantren Daarut Tauhid Lubuklinggau. Jumlah peserta sebanyak 38 orang dari semua wilayah kecamatan Kota Lubuklinggau dengan status siswa aktif sekolah dasar. Metode khitan yang digunakan adalah konvensional, couter estetika, smart clamp, dan FNI (free needle injection). Tim pengabdi juga menerapkan intervensi keperawatan mandiri untuk meminimalkan nyeri selama proses khitan seperti slow deep breathing, distraksi, dan hipnoterapi. Hasil evaluasi kegiatan berlangsung baik dan lancar, tidak ada komplikasi berat setelah 3 hari evaluasi. Mayoritas skala nyeri ringan_sedang selama proses khitan. Kegiatan khitan massal gratis ini ke depannya dapat dilakukan secara kontinyu dengan cakupan peserta yang lebih banyak dan menggunakan metode khitan dengan lebih praktis dengan tingkat nyeri minimal.