Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PREDIKSI PENURUNAN KUALITAS UAP PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GEOTERMAL DIHUBUNGKAN DENGAN STRATEGI PEMELIHARAAN DIMASA YANG AKAN DATANG Mulyana, Cukup; Nurhilal, Otong; H Saad, Aswad; Taufik, Ahmad
BERKALA FISIKA 2014: Berkala Fisika Vol. 17 No. 2 Tahun 2014
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.088 KB)

Abstract

In Geothermal power plant steam quality plays a very important role because it is associated with enthalpy and affects the reliability of the turbine. Studies have been carried out on the trend of a decrease in pressure, temperature and flow that comes out of a wellhead for 25 years. In addition the study also conducted in steam pressure drop duriing transmission process in the pipeline from the wellhead to the turbine due to friction factor , elevation , and junctions. Existing wellhead temperature is 202OC – 243OC, pressure of 8.2 kg/cm2 – 12.7kg/cm2. Operating parameters of the turbine are minimum pressure of 6.5 kg/cm2 and superheat temperature of 169oC. By looking at the trend of decrease in pressure and temperature, in the next few years is concerned to be achieved under the limit pressure. Concerning the decrease of enthalpy, give impact to decreasing of KWh. Therefore it should be anticipated from the beginning so it is not threat the continuity of the operation of geothermal power. From the study enthalpy did not decrease significantly in other hand the pressure drop significantly at the wellhead. The steam quality is still in good because the steam is superheated condition. The problem that needs to be addressed is the pressure drop from the wellhead to the turbine at 16.1 %. It is recommended to replace the T junction into a Y junction in order to minimize the pressure drop in the pipeline transmission. Keywords : steam quality, pressure, temperature, wellhead
Implementation of Islamic Religious Value on Governance of Law and Environmental Issue Mochamad Arief Soleh; Tubagus Chaeru Nugraha; Otong Nurhilal; Asep Agus Handaka Suryana
Islamic Research Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Kajian Peradaban Islam
Publisher : Perhimpunan Intelektual Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.951 KB) | DOI: 10.47076/jkpis.v3i1.24

Abstract

Social environment is changing rapidly coincide with rapid change of human thinking in solving any problems. The thinking is underlying human activity in their life, so that it needs a guidance of thinking in facing every change in the life. Padjadjaran University (Unpad) as part of educational state has a guidance to support national development which is presented in principal scientific pattern (PSP) consisted of strengthen law and environmental issue. The rise opinions to restore Islamic religious values in the social order such as growing of Islamic banking system have proven its superiority at any challenges of finance problem. Therefore this paper tries to illustrate the superiority of Islamic values that are integrally introduced into PSP of Unpad's vision and mission. One of Islamic religious value has been listed in maqasid sharia is to maintaining human mind (Hifz Al Aql) in thinking and behavior and also to maintaining harmonious environment for good living. Hopefully, all of activities in the academic community of Unpad could be able to rely on Islamic PSP as a guidance in every academic activities, moreover to bring Islam blessings and prosperity for all (rahmatan lilalamiin) at the Unpad.
Implementation of Islamic Religious Value on Governance of Law and Environmental Issue Mochamad Arief Soleh; Tubagus Chaeru Nugraha; Otong Nurhilal; Asep Agus Handaka Suryana
Islamic Research Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Kajian Peradaban Islam
Publisher : Perhimpunan Intelektual Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.951 KB) | DOI: 10.47076/jkpis.v3i1.24

Abstract

Social environment is changing rapidly coincide with rapid change of human thinking in solving any problems. The thinking is underlying human activity in their life, so that it needs a guidance of thinking in facing every change in the life. Padjadjaran University (Unpad) as part of educational state has a guidance to support national development which is presented in principal scientific pattern (PSP) consisted of strengthen law and environmental issue. The rise opinions to restore Islamic religious values in the social order such as growing of Islamic banking system have proven its superiority at any challenges of finance problem. Therefore this paper tries to illustrate the superiority of Islamic values that are integrally introduced into PSP of Unpad's vision and mission. One of Islamic religious value has been listed in maqasid sharia is to maintaining human mind (Hifz Al Aql) in thinking and behavior and also to maintaining harmonious environment for good living. Hopefully, all of activities in the academic community of Unpad could be able to rely on Islamic PSP as a guidance in every academic activities, moreover to bring Islam blessings and prosperity for all (rahmatan lilalamiin) at the Unpad.
Analisa Tegangan Pada Pipa Baja Karbon API 5L-GradeB Terhadap Laju Korosi Dalam Larutan NaCl dan Asam Asetat (Halaman 9 s.d. 12) Nendi Suhendi Syafei; Sri Suyaningsih; Otong Nurhilal; Febi Luthfiani
Jurnal Fisika Indonesia Vol 19, No 56 (2015)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2751.201 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24351

Abstract

Efisiensi pemakaian energi untuk suatu kebutuhan harus dilakukan agar pemborosan energi dapat dihindarkan dengan melakukan pemilihan dan pemeliharaan peralatan logam. Korosi menjadi permasalahan utama pada industri minyak bumi dan gas karena dapat menghambat proses produksi. Korosi retak tegang (SCC, Stress Corrosion Cracking) adalah peristiwa pembentukan dan perambatan retak dalam logam yang terjadi secara simultan antara tegangan yang bekerja pada bahan dengan lingkungan yang korosif. Dalam penelitian ini digunakan rumah sampel dengan spesimen tiga titik pembebanan untuk melihat perilaku korosi retak tegang pada pipa baja karbon di lingkungan gas H2S kondisi jenuh CO2 dalam larutan NaCl dan Asam Asetat . Dalam larutan NaCl  tidak terjadi korosi retak tegang (crack) pada baja karbon dengan laju korosi minimum 0,071 mmpy dan laju korosi maksimum 0,092 mmpy. Dalam larutan asam asetat terjadi korosi retak tegang (crack) pada baja karbon dengan laju korosi 0,25 mmpy dan 0,29 mmpy.
Penentuan Umur Sisa Pipa (Tube) Pada Pengilangan Minyak (Halaman 18 s.d. 22) Cukup Mulyana; Aswad Hi Saad; Otong Nurhilal; M. Farhan Yusuf
Jurnal Fisika Indonesia Vol 19, No 55 (2015)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1336.391 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24367

Abstract

Telah tejadi kerusakan pada pipa pemanas di sebuah pengilangan. Pipa terbuat dari baja karbon menengah. Kerusakan ditandai dengan pecahnya pipa baris 2 no 4 yang mengakibatkan terhentinya produksi. Setelah dilakukan kajian analisa kegagalan, penyebab utama kegagalan adalah short term overheat, sementara pipa di sekitarnya masih terlihat baik. Untuk menghindari kerusakan serupa pada pipa disekitarnya, dilakukan kajian  umur sisa dengan uji creep yang dipercepat dan uji korosi. Dari hasil uji creep dengan metoda Larson Miller pada temperatur 400ºC diperoleh umur sisa pipa di atas 100 tahun, pada temperatur 500ºC umur sisanya 24 tahun sedangkan pada temperatur 700ºC umurnya tinggal 1,33 jam. Di atas 700°C terjadi short term overheat. Dari hasil uji SEM dan EDAX ditemukan produk korosi FeO, SO3, ZrO2.  Dengan menghitung ketebalan minimum  yang diijinkan dan mengukur ketebalan pipa dengan UT diperoleh laju korosi 0,0067 mm/tahun, dan umur sisa pipa tinggal 21 tahun.
PENGARUH KALSINASI TERHADAP PEMBENTUKAN POROSITAS ARANG AKTIF DARI LIMBAH ECENG GONDOK Otong Nurhilal; Quadrant Barokatus Salam; Sahrul Hidayat; Risdiana Risdiana
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 10 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.254 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2022.01.FA.02

Abstract

Abstrak Eceng gondok telah digunakan sebagai prekursor arang aktif dengan aktivator H3PO4, KOH dan ZnCl2. Setelah proses aktivasi sampel arang aktif diberikan perlakukan tanpa kalsinasi dan kalsinasi pada temperatur 800 oC selama satu jam pada suasana gas Ar. Masing-masing sampel arang aktif diuji dengan absorpsi N2 pada 77 K untuk mengetahui luas permukaan spesifik, volume total spesifik pori dan jari-jari pori yang terbentuk. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa kalsinasi memberikan pengaruh sangat signifikan terhadap sifat-sifat arang aktif. Kalsinasi arang aktif dengan aktivator KOH memberikan pengaruh yang paling besar terhadap sifat arang aktif dibandingkan dengan aktivator yang lainnya. Arang aktif dengan aktivator KOH yang dikalsinasi memiliki luas permukaan spesifik 365,62 m2/g, volume total spesifik pori 0,42 cm3/g dan radius pori 2,28 nm. Kata-kata kunci: eceng gondok, arang aktif, karbonisasi, aktivator, kalsinasi Abstract Water hyacinth has been used as a precursor for activated charcoal with H3PO4, KOH and ZnCl2 activators. After the activation process, the activated charcoal samples were treated without calcination and calcination at a temperature of 800 oC for one hour in an Ar gas atmosphere. Each sample of activated charcoal was characterized by N2 absorption at 77 K to determine the specific surface area, specific total pore volume and pore radius formed. From the test results, it was found that the calcination had a very significant effect on the properties of activated charcoal. Calcination of activated charcoal with KOH activator has the greatest effect on the properties of activated charcoal compared to other activators. Activated charcoal with KOH activator which was calcined had a specific surface area of 365.62 m2/g, a specific total pore volume of 0.42 cm3/g and a pore radius of 2.28 nm. Keywords: water hyacinth, activated charcoal, carbonization, activator, calcination
Performance of Sediment Microbial Fuel Cell (SMFC) System using Carbon Fiber Electrodes Setianto Setianto; Abdurrohman Abdurrohman; Otong Nurhilal; Nendi Suhendi; Darmawan Hidayat
EKSAKTA: Berkala Ilmiah Bidang MIPA Vol. 23 No. 04 (2022): Eksakta: Berkala Ilmiah Bidang MIPA (E-ISSN : 2549-7464)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA), Universitas Negeri Padang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/eksakta/vol23-iss04/366

Abstract

A microbial fuel cell (MFC) is a type of biological fuel cell that converts chemical energy stored in an organic mixture into electrical energy that further penetrates the catalytic reaction of microorganisms. The Sediment Microbial Fuel Cell (SMFC) is a microbial fuel cell that can convert complex organic matter in the sediment to generate electrons. This research was conducted by designing a single chamber SMFC power generation system using graphite and carbon fiber electrodes. As a result, the single-chamber SMFC system with carbon fiber electrode performed better with an average electric power output of 561.11 mW for 21 days.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT KARBON/SULFUR DARI KARBON BERPORI DARI ECENG GONDOK UNTUK KATODA BATERAI LITIUM-SULFUR Otong Nurhilal; Quadrant Barokatus Salam; Sahrul Hidayat; Risdiana Risdiana
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 11 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/03.1101.FA02

Abstract

Abstrak Limbah dan gulma biomassa bisa dimanfaatkan sebagai matrik karbon pada baterai litium sulphur. Baterai litium-sulfur memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan energi listrik selain baterai litium-ion karena memiliki kapasitas teoritis dan energi spesifk yang lebih tinggi dan biaya produksi yang lebih rendah. Namun, baterai ini memiliki kelemahan, yaitu, konduktivitas sulphur yang rendah, kelarutan poli-sulfida yang tinggi selama proses pengisian-pengosongan dan perubahan volume setelah mengalami lithiasi sempurna. Untuk mengatasi beberapa kelemahan ini, diperlukan matrik untuk sulfur yang memiliki konduktivitas tinggi, luas permukaan spesifik yang besar dan kemampuan untuk mengikat polisulfida yang terbentuk selama proses redoks. Salah satu matrik yang sering digunakan adalah karbon berpori. Pada penelitian ini telah dilakukan pembuatan karbon berpori dari eceng gondok dengan suhu karbonisasi 600 oC yang diaktivasi dengan ZnCl2 30%. Selanjutnya karbon berpori tersebut dibuat sebagai komposit dengan sulfur. Komposit karbon/sulphur selanjutnya digunakan sebagai katoda baterai dengan anoda dari litium. Hasil karakterisasi karbon berpori dan komposit katoda karbon/sulfur diperoleh beberapa parameter, antara lain luas permukaan spesifik karbon berpori 642,39 m2/g, konduktivitas karbon berpori adalah 3,93 S/m, kandungan sulfur pada komposit katoda karbon/sulfur 58% dan konduktivitas komposit karbon/sulfur 2,24x10-2 S/m. Kandungan sulphur pada elektroda sebesar 6,0 mg/cm2. Hasil pengukuran elektrokimia sel baterai diperoleh kapasitas pengisian dan pengosongan masing-masing sebesar 395,8 mAh/g dan 315 mAh/g. Pengisian dan pengosongan ulang dilakukan hingga 50 siklus dengan kapasitas pengisian dan pengosongan stabil pada rentang 110-119 mAh/g dan 66-70 mAh/g dengan efisiensi coulomb rata-rata 70,2%. Kata-kata kunci: baterai litium-sulfur, eceng gondok, kapasitas, karbon berpori, sulfur Abstract Waste and weed biomass can be used as a carbon matrix in lithium sulfur batteries. Litium-sulfur batteries have the potential to meet the demand for electrical energy storage other than lithium-ion batteries because they have higher theoretical and specific energy capacities and lower production costs. However, this battery has disadvantages, namely, low sulfur conductivity, high poly-sulfide solubility during the charge-discharge process and volume changes after complete lithiation. To overcome some of these drawbacks, a matrix for sulfur is required which has high conductivity, large specific surface area and the ability to bind polysulfides formed during the redox process. One matrix that is often used is porous carbon. In this research, the manufacture of porous carbon from water hyacinth with a carbonization temperature of 600 oC has been carried out which is activated with 30% ZnCl2. Furthermore, the porous carbon is made as a composite with sulfur. The carbon/sulphur composite is then used as the cathode of the battery with the anode of lithium. The results of the characterization of porous carbon and carbon/sulfur cathode composites obtained several parameters, including a specific porous carbon surface area of ​​642.39 m2/g, the conductivity of porous carbon was 3.93 S/m, the sulfur content of the carbon/sulfur cathode composite was 58% and the conductivity of the carbon/sulfur composite is 2.24x10-2 S/m. The sulfur content in the electrode is 6.0 mg/cm2. The results of the electrochemical measurements of the battery cells obtained that the charging and discharging capacities were 395.8 mAh/g and 315 mAh/g, respectively. Charging and discharging is carried out up to 50 cycles with stable charge and discharge capacities in the range of 110-119 mAh/g and 66-70 mAh/g with an average coulomb efficiency of 70.2%. Keywords: lithium-sulfur battery, water hyacinth, capacity, porous carbon, sulfur
PENGARUH UKURAN PARTIKEL TERHADAP KUALITAS TERMAL DAN MEKANIK BRIKET CAMPURAN ARANG SEKAM PADI DAN KULIT KOPI SRI SURYANINGSIH; PUSPITA MELATI ANGGRAENI; OTONG NURHILAL
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 9, No 02 (2019)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.729 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v9i2.26351

Abstract

Biomassa dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan dengan mengolahnya menjadi briket. Sebagai bahan bakar padat, briket harus memenuhi kualitas yang diterima pasar diantaranya adalah memiliki kualitas termal dan mekanik yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel terhadap sifat mekanik dan laju pembakaran pada briket campuran dari bahan sekam padi dan kulit kopi. Metodologi penelitian meliputi karbonisasi bahan, penghalusan dan penyaringan bahan dengan variasi ukuran partikel 40 mesh, 60 mesh, dan 100 mesh. Kemudian pencetakan dan pengepresan briket dengan tekanan pembebanan tetap sebesar 75 kg. Dari hasil uji kualitas mekanik menunjukkan bahwa ukuran partikel mempengaruhi densitas, durabilitas dan kuat tekan briket. Ukuran partikel 100 mesh memberikan nilai densitas terbaik pada tekanan pembebanan 75 kg sebesar 598 g/cm³. Nilai durabilitas terbaik 98% dan nilai kekuatan tekan terbaik 1.937 kg/cm² diperoleh dengan menggunakan ukuran partikel 40 mesh. Pengaruh ukuran partikel terhadap karakteristik laju dan lama pembakaran menunjukkan bahwa semakin besar ukuran partikel maka laju pembakaran menurun, sehingga membutuhkan waktu pembakaran lebih lama. Hasil yang baik pada laju dan durasi pembakaran ditemukan pada sampel dengan ukuran partikel 40 mesh yang memiliki laju pembakaran 0,867 g/menit dan lama waktu pembakaran 60 menit
PENGARUH KONSENTRASI AKTIVATOR TERHADAP DAYA SERAP IODIN ARANG AKTIF DARI LIMBAH DAUN KI SABUN DAN DAUN MAHONI (SWIETENIA MAHAGONI) ABDUL HARIS; OTONG NURHILAL; SRI SURYANINGSIH
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 9, No 01 (2019)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.245 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v9i1.23103

Abstract

Biomassa tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai penanganan limbah lingkungan. Salah satu produk dari biomassa yang dapat dimanfaatkan sebagai penanganan limbah lingkungan adalah arang aktif. Arang aktif adalah karbon amorf yang mempunyai permukaan dalam dan kemampuan daya serap yang cukup baik. Arang aktif dapat dibuat dari berbagai macam bahan biomassa. Dalam penelitian ini bahan biomassa yang digunakan sebagai bahan utama pembuatan arang aktif adalah limbah daun ki sabun dan daun mahoni.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya serap arang aktif dari limbah daun ki sabun dan daun mahoni yang diaktivasi menggunakan aktivator NaOH konsentrasi 2%, 3%, 7%; ZnCl2 konsentrasi 6%, 7% dan 8% serta H3PO4 konsentrasi 1 M. Metode penelitian meliputi pengeringan bahan, karbonisasi, penghalusan, penyaringan, aktivasi yang dilakukan secara kimia menggunakan aktivator NaOH, ZnCl2 dan H3PO4, pengeringan arang aktif dan pengujian arang aktif. Pengujian arang aktif meliputi pengujian struktur morfologi karbon menggunakan SEM EDS dengan jenis hitachi SU 3500 dan pengujian daya serap menggunakan titrasi iodometri. Dari hasil pengujian daya serap diperoleh daya serap arang aktif dari limbah daun ki sabun dan daun mahoni yang diaktivasi menggunakan aktivatorNaOH konsentrasi 2%, 3% dan 4%; ZnCl2 konsentrasi 6%, 7% dan 8% serta H3PO4 konsentrasi 1 M memiliki nilai daya serap yang berbeda-beda