Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Implementation of Nursing Education on Physical Exercise for Post-Section Caesarean Surgery Patients with Impaired Physical Mobility Problems in the Obstetrics Room at Lahat Regional Hospital Yeni Elviani; Sri Hartati; Ratna Ningsih; Angita Sakira
Formosa Journal of Sustainable Research Vol. 2 No. 12 (2023): December, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjsr.v2i12.7397

Abstract

The problem of impaired physical mobility in post-cesarean section patients is caused by the presence of surgical scars which cause pain in the patient, so that the patient prefers to lie down and not move. The causes of caesarean section include fetal factors, maternal factors, and birth history. Research Objective: To determine the implementation of maternity nursing care with physical exercise education for post-cesarean section patients with physical mobility problems at Lahat Hospital 2023. Research Method: Descriptive in the form of a case study, with two post-SC clients who have physical mobility problems. The approach used is nursing care which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, evaluation and documentation. Research Results: After being given physical exercise education, namely patients 1 and 2, they were able to practice physical exercise independently. Conclusion: The implementation of nursing care with physical exercise education shows the effectiveness of reducing physical mobility disorders in post-SC patients. Exercises There is no charge, and each movement can be completed independently at home
Determinants factors on Public Health Centre nurses' confidence in performing cardiopulmonary resuscitation Priyo Sasmito; Elly Purnamasari; Sri Sumartini; Nunuk Sri Purwanti; Budiyati Budiyati; Riskiyana Sukandhi Putra; Nisa Arifani; Yeni Elviani
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol 6, No 7 (2024)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v6i7.13601

Abstract

Background: Most cardiac arrests occur outside the hospital (out-of-hospital cardiac arrest/OHCA). Public Health Centre (PHC) nurses are one of the important components of the chain of survival. The confidence of PHC nurses in performing Cardiopulmonary resuscitation (CPR) is still questioned.Purpose: To analyze the factors determining the level of confidence of PHC nurses in performing CPR.Method: An observational analytical study with a cross-sectional approach involving 30 nurses from 2 PHCs in Banten Province, Indonesia taken using a total sampling technique.Results: A total of 30 participants participated in this study. The average age of participants was 36.4 years with an age range between 26-55 years. Most participants were male 17/56.7%, had a diploma education background of 21/70.0%, and had upgraded their BLS training 23/76.7%. On average, participants had worked for 6.5 years and managed 3.4 cases of cardiac arrest (CA) during their time as nurses. It was found that gender, educational background, and BLS training status were not associated with the nurse's level of confidence in performing CPR. While employment status has a significant relationship with confidence in performing. Age has a strong relationship with self-confidence with an r rank value of 0.447. Length of work also showed a relationship with self-confidence with an r-rank value of 0.503. Likewise, the number of CA cases ever managed has a relationship with self-confidence with an r rank of 0.419.Conclusion: Gender, educational background, and BLS training status were not associated with nurses' confidence levels in performing CPR. Employment status, age, length of work, and number of CA cases managed were associated with nurses' confidence in performing CPR.
The APPLICATION OF SWEDISH MASSAGE TO RISK PERIPHERAL PERFUSION IN EFFECTIVE PATIENT HYPERTENSION IN THE WORK AREA SIMPANG PERIUK PUBLIC HEALTH CENTER LUBUK LINGGAU CITY YEAR 2022 Nadi Aprilyadi; Yeni Elviani; Maya Wardani
International Journal Of Health Science Vol. 2 No. 3 (2022): November: International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v2i3.447

Abstract

ABSTRACK Background: According to the World Health Organization (WHO), hypertension is a condition where the increase in systolic blood is above the normal limit, which is more than 140 mmHg and diastolic blood pressure is more than 90 mmHg. Hypertension can increase the workload of the heart and arteries which if it continues can cause damage to the heart and blood vessels. Swedish massage therapy is a complementary therapy that is believed to be able to provide a relaxation response, beside that it can also reduce blood pressure. Research Purpose: The purpose of this research was to obtain an overview of nursing care in the implementation of Swedish Massage to elderly hypertension sufferers at the Simpang Periuk Public Health Center, Lubuklinggau City. The Research Method: The research method was descriptive with a case study approach. The subjects of this study were two elderly people in the work area of Simpang Periuk Public Health Center, Lubuklinggau City. The Evaluation Results: The evaluation results that was obtained from the management of a decrease in blood pressure after the Swedish Massage intervention was done to the hypertensive patients with both elderly subjects with the changes in blood pressure of 10 mmHg. The conclusion: The conclusion from the research was that the implementation of Swedish Massage is an intervention that can be done to reduce the symptoms that arise due to high blood pressure. This technique is one of the non-pharmacological techniques that can be used to minimize high blood pressure. Suggestions: Suggestions were expected to increase knowledge and can be done independently to lower blood pressure.Keywords: Hypertension, Blood Pressure, Swedish Massage
Penyuluhan Kesehatan Gigi Dan Mulut Serta Pencegahannya Pada Kader PKK RT 01 RW 02 Kelurahan Bukit Baru Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang Mujiyati; Yeni Elviani
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Februari 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18708636

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut saat pandemi Virus Corona mengalami penurunan. Ada banyak faktor yang menyebabkan hal itu terjadi, mulai dari penerapan protokol kesehatan berupa jaga jarak, banyak orang yang kehilangan pekerjaan sehingga mengorbankan kesehatan gigi dan mulut, serta konsumsi gula yang meningkat saat pandemi Virus Corona. Pengabmas dilakukan pada kader PKK di Jl. Hulubalang II RT 01 RW 02 Kelurahan Bukit Baru Kecamatan Ilir Barat I Palembang. Tim pengabmas memilih 10 orang kader dan memberikan pretest terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan memberikan penyuluhan tentang pengetahuan kesehatan gigi dan mulut serta pencegahannya. Setelah selesai Kader diberikan post test untuk mengetahui sejauh mana Kader menerima dan mencerna materi yang diberikan. Tim memberikan penyuluhan dengan menggunakan model gigi, buka materi yang dibagikan kepada Kader, dan flifchart. Tim pengabmas menjaga komunikasi dengan Kader agar pengabmas dapat berjalan lancar, pemantauan dan evaluasi dalam rangka penyempurnaan kerja pengabmas agar mendapat hasil baik dan mengharapkan perubahan kognitif, mengenai kesehatan gigi dan mulut. Hasil perolehan angka pretest sebelum dilakukan penyuluhan adalah rata rata 86.5, hasil perolehan angka postest setelah dilakukan penyuluhan adalah rata-rata 97 serta Kader antusias menerima materi dari tim pengabmas. Akhir pengabmas, Kader diminta untuk memperagakan cara menyikat gigi yang baik dan benar, serta Kader lainnya diminta untuk menjelaskan secara lisan materi yang telah dijelaskan oleh tim. Hasilnya sangat baik, karena Kader rata rata memahami materi yang telah diberikan.
Kegiatan Pendampingan Posyandu Remaja di Rt 008 Rw 003 Kelurahan Curup Jare Kecamatan Pagar Alam Utara Kota Pagaralam Rina Nursanti; Suprida; Rohaya; Yeni Elviani
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Februari 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18708673

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 10 tahun sampai 19 tahun. Remaja merupakan masa transisi perekembangan mental, fisik dan reproduksi manusia dapat berdampak pada status kesehatan secara umum. Perkembangan informasi dan teknologi dapat memepengaruhi perilaku remaja sehat termasuk perilaku berisiko. Permasalahan yang terjadi pada remaja antara lain anemia pada remaja, kenakalan remaja, susah berkonsentrasi, kurang percaya diri, penyalahgunaan obat dan narkotika, merokok. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah membentuk kader posyandu remaja. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah kader remaja tidak aktif dan belum mendapatkan pelatihan, serta terdapat 2 kejadian kehamilan remaja. Metode pelaksanaan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah merevitalisasi posyandu remaja dengan memberikan pelatihan kepada kader kesehatan tentang pelaksanaan posyandu remaja. Hasil dan luaran yang dihasilkan adalah terbentunya kader posyandu remaja dengan menerapkan sistem 5 meja pelatihan kader untuk pelaksanaan pemeriksaan penimbangan tinggi badan, LILA, IMT dan pemeriksaan tekanan darah. Bila remaja dipersiapkan dalam melewati proses perubahannya diharapkan dapat membantu masalah kesehatan yang ada khususnya untuk mengurangi angka kematian ibu. Posyandu remaja hadir dalam rangka membantu remaja menghadapi permasalahannya yang kompleks. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisa perbedaan perilaku kesehatan reproduksi remaja yang mengikuti dan yang tidak mengikuti posyandu Remaja di Kota Pagar Alam Amiliano, S. (2018). Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender (lavandula angustifolia) terhadap Penurunan Mual dan Muntah Ibu Hamil Trimester I di Puskesmas Dangung-Dangung Kabupaten Lima Puluh Kota. JOM FKp, 7 No. 1, 7–13. Andriani, Agnes Widdya. (2017). Pengaruh Aromaterapi Essesial Jeruk Lemon terhadap Kejadian Mual dan Muntah pada Ibu Hamil Trimester I di Puskesmas Mlati II Sleman Yogyakarta. Journal. Universitas „ Aisyiyah Yogyakarta Bartini, I. (2012). ANC: Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Normal (ASKEB II) Dilengkapi Panduan Praktikum dan Senam Hamil. Yogyakarta: Nuha Medika. Buckle, J. (2023). Clinical Aromatheraphy (second edition). United States: Churchill Livingstone. Cavanagh, H. M. A. dan Wilkinson, J. M. (2002).Biological Activities of Lavender Essential Oil. Pytotherapy Research, Vol. 16, No. 4, hal. 301-308 Dewi, V. N., & Sunarsih, T. (2012). Asuhan Kehamilan Untuk Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika. Irianti, B. dkk. 2023. Asuhan Kehamilan Berbasis Bukti. Jakarta: Sagung Seto
Implementasi Foot Exercise Dalam Manajemen Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Pada Lansia Dengan Diabetes Melitus: Sebuah Studi Kasus Deskriptif Sri Hartati; Yeni Elviani; Kamesyworo Kamesyworo; Susmini Susmini; Wahyu Dwi Ari Wibowo
JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Keperawatan Merdeka
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkm.v6i1.3840

Abstract

Introduction: The prevalence of Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) continues to rise significantly among the older adults, leading to various complications if blood glucose levels remain uncontrolled. This study aims to describe the implementation of foot exercise in reducing blood glucose levels among older adults patients with T2DM. Method: A descriptive case study design was employed involving two older adults participants in the Megang Public Health Center work area from March to May 2025. Data were collected through interviews, physical examinations, and blood glucose monitoring using a calibrated glucometer, then analyzed qualitatively through nursing care narratives. The subjects were selected using purposive sampling based on inclusion criteria such as being aged over 60 years and having physical mobility. Result: Results: The result showed that both subjects experienced a consistent decrease in random blood glucose (RBG) levels after each session, with daily reductions ranging from 15 mg/dl to 30 mg/dl. Although individual responses varied due to medication adherence and baseline conditions, both participants demonstrated an overall improvement in glycemic stability. Conclusion: The implementation of foot exercise is an effective non-pharmacological intervention to help lower and stabilize blood glucose levels in older adults patients with Type 2 Diabetes Mellitus.
Penyuluhan Kesehatan Gigi Dan Mulut Serta Pencegahannya Pada Kader PKK RT 01 RW 02 Kelurahan Bukit Baru Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang Mujiyati; Yeni Elviani
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Februari 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18708636

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut saat pandemi Virus Corona mengalami penurunan. Ada banyak faktor yang menyebabkan hal itu terjadi, mulai dari penerapan protokol kesehatan berupa jaga jarak, banyak orang yang kehilangan pekerjaan sehingga mengorbankan kesehatan gigi dan mulut, serta konsumsi gula yang meningkat saat pandemi Virus Corona. Pengabmas dilakukan pada kader PKK di Jl. Hulubalang II RT 01 RW 02 Kelurahan Bukit Baru Kecamatan Ilir Barat I Palembang. Tim pengabmas memilih 10 orang kader dan memberikan pretest terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan memberikan penyuluhan tentang pengetahuan kesehatan gigi dan mulut serta pencegahannya. Setelah selesai Kader diberikan post test untuk mengetahui sejauh mana Kader menerima dan mencerna materi yang diberikan. Tim memberikan penyuluhan dengan menggunakan model gigi, buka materi yang dibagikan kepada Kader, dan flifchart. Tim pengabmas menjaga komunikasi dengan Kader agar pengabmas dapat berjalan lancar, pemantauan dan evaluasi dalam rangka penyempurnaan kerja pengabmas agar mendapat hasil baik dan mengharapkan perubahan kognitif, mengenai kesehatan gigi dan mulut. Hasil perolehan angka pretest sebelum dilakukan penyuluhan adalah rata rata 86.5, hasil perolehan angka postest setelah dilakukan penyuluhan adalah rata-rata 97 serta Kader antusias menerima materi dari tim pengabmas. Akhir pengabmas, Kader diminta untuk memperagakan cara menyikat gigi yang baik dan benar, serta Kader lainnya diminta untuk menjelaskan secara lisan materi yang telah dijelaskan oleh tim. Hasilnya sangat baik, karena Kader rata rata memahami materi yang telah diberikan.
Kegiatan Pendampingan Posyandu Remaja di Rt 008 Rw 003 Kelurahan Curup Jare Kecamatan Pagar Alam Utara Kota Pagaralam Rina Nursanti; Suprida; Rohaya; Yeni Elviani
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Februari 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18708673

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 10 tahun sampai 19 tahun. Remaja merupakan masa transisi perekembangan mental, fisik dan reproduksi manusia dapat berdampak pada status kesehatan secara umum. Perkembangan informasi dan teknologi dapat memepengaruhi perilaku remaja sehat termasuk perilaku berisiko. Permasalahan yang terjadi pada remaja antara lain anemia pada remaja, kenakalan remaja, susah berkonsentrasi, kurang percaya diri, penyalahgunaan obat dan narkotika, merokok. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah membentuk kader posyandu remaja. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah kader remaja tidak aktif dan belum mendapatkan pelatihan, serta terdapat 2 kejadian kehamilan remaja. Metode pelaksanaan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah merevitalisasi posyandu remaja dengan memberikan pelatihan kepada kader kesehatan tentang pelaksanaan posyandu remaja. Hasil dan luaran yang dihasilkan adalah terbentunya kader posyandu remaja dengan menerapkan sistem 5 meja pelatihan kader untuk pelaksanaan pemeriksaan penimbangan tinggi badan, LILA, IMT dan pemeriksaan tekanan darah. Bila remaja dipersiapkan dalam melewati proses perubahannya diharapkan dapat membantu masalah kesehatan yang ada khususnya untuk mengurangi angka kematian ibu. Posyandu remaja hadir dalam rangka membantu remaja menghadapi permasalahannya yang kompleks. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisa perbedaan perilaku kesehatan reproduksi remaja yang mengikuti dan yang tidak mengikuti posyandu Remaja di Kota Pagar Alam Amiliano, S. (2018). Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender (lavandula angustifolia) terhadap Penurunan Mual dan Muntah Ibu Hamil Trimester I di Puskesmas Dangung-Dangung Kabupaten Lima Puluh Kota. JOM FKp, 7 No. 1, 7–13. Andriani, Agnes Widdya. (2017). Pengaruh Aromaterapi Essesial Jeruk Lemon terhadap Kejadian Mual dan Muntah pada Ibu Hamil Trimester I di Puskesmas Mlati II Sleman Yogyakarta. Journal. Universitas „ Aisyiyah Yogyakarta Bartini, I. (2012). ANC: Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Normal (ASKEB II) Dilengkapi Panduan Praktikum dan Senam Hamil. Yogyakarta: Nuha Medika. Buckle, J. (2023). Clinical Aromatheraphy (second edition). United States: Churchill Livingstone. Cavanagh, H. M. A. dan Wilkinson, J. M. (2002).Biological Activities of Lavender Essential Oil. Pytotherapy Research, Vol. 16, No. 4, hal. 301-308 Dewi, V. N., & Sunarsih, T. (2012). Asuhan Kehamilan Untuk Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika. Irianti, B. dkk. 2023. Asuhan Kehamilan Berbasis Bukti. Jakarta: Sagung Seto