Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Efektivitas Putih Telur Ayam Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Ibu Nifas Di TPMB Jayanti Cikarang Utara Kabupaten Bekasi 2025 Marlina; Neneng Julianti; Ida Widaningsih; Deni Alamsah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.333

Abstract

Latar Belakang : Luka perineum pada ibu nifas pascapersalinan dapat menimbulkan nyeri dan risiko infeksi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh putih telur ayam terhadap penyembuhan luka perineum di TPMB Jayanti, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Subyek dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan satu kelompok pretest–posttest. Lokasi penelitian adalah di TPMB Jayanti, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Populasi penelitian adalah seluruh ibu nifas dengan luka perineum, sedangkan sampel berjumlah 30 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen adalah pemberian putih telur ayam, sedangkan variabel dependen adalah tingkat penyembuhan luka perineum. Instrumen pengukuran menggunakan lembar observasi dengan skor REEDA (Redness, Edema, Ecchymosis, Discharge, Approximation). Analisis data dilakukan secara univariat untuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon signed-rank dengan tingkat signifikansi 95%.. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara skor REEDA sebelum dan sesudah pemberian putih telur ayam (Z = -5,396; p = 0,000). Nilai effect size yang dihitung dari hasil uji Wilcoxon adalah r = 0,70 (95% CI = 0,51–0,82; p = 0,000), yang termasuk kategori efek besar. Sebanyak 96,7% responden mengalami penyembuhan luka perineum secara normal (≤ 7 hari). Kesimpulan: Pemberian putih telur ayam terbukti berpengaruh signifikan dalam mempercepat penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Temuan ini mendukung pemanfaatan nutrisi sederhana berbasis protein hewani sebagai bagian dari upaya perawatan pascapersalinan.
Efektivitas Konseling MPASI Terhadap Pengetahuan Ibu Pada Bayi Usia 6–12 Bulan di Posyandu Karangsari Bekasi 2025 Marlinda; Neneng Julianti; Ida Widaningsih; Deni Alamsah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.334

Abstract

Latar Belakang: Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6–12 bulan. MPASI harus diberikan sesuai waktu, jenis, tekstur, dan porsi yang dianjurkan agar dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi secara optimal. Namun, kenyataannya masih banyak ibu yang memiliki pengetahuan kurang mengenai praktik pemberian MPASI, sehingga berisiko menimbulkan masalah gizi maupun hambatan tumbuh kembang anak. Upaya edukasi melalui konseling kesehatan di posyandu diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan ibu terkait pemberian MPASI yang benar. Tujuan: Menganalisis pengaruh konseling MPASI terhadap pengetahuan ibu dalam memberikan MPASI pada bayi usia 6–12 bulan. Subjek dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimen menggunakan pendekatan one- group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di Posyandu Karang Sari 9, Cikarang Timur, pada tahun 2025 dengan jumlah responden sebanyak 30 ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan, dipilih melalui total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup berjumlah 20 item. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil: Sebelum diberikan konseling, sebagian besar responden memiliki pengetahuan dalam kategori cukup (46,6%) dan kurang (36,7%). Setelah konseling, terjadi peningkatan pengetahuan, dengan 66,7% responden berada pada kategori baik. Hasil analisis uji t menunjukkan rata-rata skor pengetahuan ibu meningkat dari 64,17 (SD = 13,651) pada pretest menjadi 84,17 (SD = 7,686) pada posttest, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Hal ini membuktikan bahwa konseling MP- ASI berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang MP-ASI pada bayi usia 6–12 bulan di Posyandu Karang Sari tahun 2025. Kesimpulan: Konseling MPASI terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pemberian MPASI pada bayi usia 6–12 bulan. Intervensi ini dapat dijadikan strategi edukasi dalam program posyandu untuk mendukung praktik pemberian MPASI yang tepat.
Efektivitas Penatalaksanaan Massage Effleurage Terhadap Intensitas Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Di Desa Jayabakti Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi 2025 Nabela Aulia Fitriyani Anggara; Neneng Julianti; Rohani Siregar; Musmundiroh
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.372

Abstract

Latar Belakang : Dismenore merupakan salah satu masalah ginekologi yang paling sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penatalaksanaan dismenore dapat dilakukan dengan metode farmakologis maupun non farmakologis, salah satunya massage effleurage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penatalaksanaan massage effleurage terhadap intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di Desa Jayabakti Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Metode Penelitian : menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 remaja putri yang mengalami dismenore, diperoleh dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan skala numerik (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil : penelitian menunjukkan hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan penatalaksanaan massage effleurage terhadap intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Kesimpulan : massage effleurage terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu metode non farmakologis yang aman, mudah, dan tanpa efek samping untuk mengatasi dismenore.
Determinan Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Jayabakti Kecamatan Cabangbungin Nabillah Nuraeni; Neneng Julianti; Rohani Siregar; Musmundiroh
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.399

Abstract

Latar belakang : Diare merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak-anak di Indonesia, terutama di daerah pedesaan dengan keterbatasan akses terhadap air bersih dan sanitasi yang memadai. Kondisi ini berdampak negatif tidak hanya pada kualitas hidup anak tetapi juga pada beban ekonomi dan sosial keluarga serta masyarakat. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada anak balita di Desa Jayabakti, Kecamatan Cabangbungin pada tahun 2025. Metode penelitian : analitik dengan desain cross-sectional yang melibatkan 57 responden ibu dengan anak balita. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada ibu kemudian dilakukan analisis menggunakan uji chi-square dan Odds Ratio (OR) untuk mengetahui hubungan dan kekuatan pengaruh antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 27 (47,4%) anak balita mengalami diare, hampir seluruh responden 38 (66,7%) memiliki pengetahuan kurang tentnag diare, hampir sebagian dari responden 28 (49,1%) memiliki lingkungan tidak bersih dan hampir sebagian responden 21 (36,8%) mengkonsumsi makanan tidak layak. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada anak (p = 0,000; OR = 1,11), kondisi lingkungan yang kurang sehat (p = 0,002; OR = 2,25), serta kelayakan makanan yang dikonsumsi anak (p = 0,000; OR = 3,79). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan, kondisi lingkungan, dan makanan dengan kejadian diare.
OPTIMALISASI PRODUKSI OKSITOSIN PADA IBU MENYUSUI DI DESA WANAJAYA BEKASI Ika Kania Fatdo Wardani; Hajar Nur Fathur Rohmah; Neneng Julianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6842

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik bagi bayi yang memberikan manfaat optimal bagi tumbuh kembang bayi serta kesehatan ibu. Namun, cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih belum mencapai target nasional, salah satunya disebabkan oleh kurangnya produksi ASI yang dirasakan ibu pascapersalinan. Tujuan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui di Desa Wanajaya, Bekasi, tentang pijat oksitosin sebagai upaya optimalisasi produksi ASI. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan melalui penyuluhan, demonstrasi langsung, serta pendampingan praktik pijat oksitosin yang dilakukan kepada 32 ibu menyusui. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu secara signifikan dari rata-rata skor pre-test 58,4 menjadi 84,7 pada post-test (p<0,05). Sebanyak 87,5% peserta mampu melakukan pijat oksitosin secara mandiri dengan teknik yang benar setelah mendapatkan pendampingan. Evaluasi juga menunjukkan peningkatan motivasi ibu dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Kegiatan PkM ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi ibu menyusui sehingga diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan cakupan ASI eksklusif di wilayah Desa Wanajaya, Bekasi.
PENERAPAN PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI USIA 3-6 BULAN DI DOREMI MOM & BABY SPA CIKARANG BEKASI TAHUN 2026 Neneng Julianti; Hajar Nur Fathur Rohmah; Ika Kania Fatdo Wardani
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6844

Abstract

Pijat bayi merupakan salah satu stimulasi taktil yang memberikan manfaat signifikan bagi tumbuh kembang bayi, termasuk peningkatan kualitas tidur. Kualitas tidur yang baik pada masa bayi sangat penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menerapkan pijat bayi sebagai intervensi non-farmakologis guna meningkatkan kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan di Doremi Mom & Baby Spa Cikarang. Kegiatan PkM dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi, dan pendampingan pijat bayi kepada ibu yang memiliki bayi usia 3-6 bulan. Sebanyak 30 ibu dan bayi berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kualitas tidur bayi diukur menggunakan Brief Infant Sleep Questionnaire (BISQ) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan kualitas tidur bayi yang signifikan setelah diberikan intervensi pijat bayi. Rata-rata durasi tidur bayi meningkat dari 12,3 jam menjadi 14,1 jam per hari, dan frekuensi terbangun malam hari berkurang dari 4,2 kali menjadi 2,1 kali per malam. Ibu juga menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pijat bayi mandiri di rumah. Penerapan pijat bayi secara rutin efektif meningkatkan kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan. Doremi Mom & Baby Spa Cikarang dapat menjadi mitra strategis dalam diseminasi praktik pijat bayi berbasis bukti kepada masyarakat
PENGUATAN LITERASI KESEHATAN IBU BALITA TENTANG IMUNISASI DASAR MELALUI EDUKASI DENGAN MEDIA POSTER Hajar Nur Fathur Rohmah; Neneng Julianti; Ika Kania Fatdo Wardani
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6853

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang imunisasi dasar melalui edukasi kesehatan dengan media poster di Posyandu Rt 07, Desa Pasir Gombong, Cikarang, Bekasi. Rendahnya pengetahuan ibu mengenai jenis, jadwal, dan manfaat imunisasi dasar masih menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap belum optimalnya cakupan imunisasi dasar lengkap pada balita. Kegiatan dilaksanakan menggunakan desain one group pre-test and post-test melibatkan 25 ibu balita yang dipilih secara total sampling. Intervensi berupa edukasi kesehatan menggunakan media poster diberikan dalam satu sesi selama kurang lebih 30 menit, disertai diskusi dan tanya jawab. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner terstruktur yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 12,36 pada pre-test menjadi 15,52 pada post-test. Proporsi ibu dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 28% menjadi 88%. Hasil ini menunjukkan bahwa media poster merupakan metode edukasi yang efektif, murah, dan mudah direplikasi untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang imunisasi dasar di tingkat masyarakat.
DIGITAL POSYANDU BERBASIS WEB UNTUK PENINGKATAN PERAN KADER DALAM PENCEGAHAN STUNTING Ika Kania Fatdo Wardani; Neneng Julianti; Beatrix Elizabeth
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol. 10 No. 1 (2026): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is still a chronic nutrition problem in Indonesia, with a national prevalence of 21.5% which still exceeds the WHO threshold (20%), especially in rural areas[1]. Posyandu cadres play an important role in early detection and public education related to stunting prevention. However, the limitations of manual recording and tools are often an obstacle to the effectiveness of the service. This research aims to develop an integrated Digital Posyandu (Web-Based) system to support child health recording and increase cadre capacity in growth screening and nutrition education. The research method uses Research and Development (R&D) with a waterfall system development model and blackbox testing to assess the feasibility of the system. The research population consisted of 90 Posyandu cadres who were given a questionnaire on a Likert scale. The results showed that the level of knowledge of cadres about stunting education was mostly sufficient (83%) and good (10.9%), while knowledge was lacking by 3.3%. Cadres' knowledge of stunting screening is also quite high, which is 82.6% of the adequate category. Cadre perception of the use of the Posyandu digital web showed that 56.7% considered the system useful and 60% considered it easy to use. This system is able to assist cadres in recording growth data, analyzing nutritional status, and digital-based education. It is suggested that the Digital Posyandu be further developed to be applied directly and can be integrated with the national health system
Efektivitas Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 3-6 Bulan Di Doremi Mom & Baby Spa Cikarang Barat Neneng Julianti; Hajar Nur Fathur Rohmah; Novi Siti Rahmawati; Nuhaeni Nurhaeni
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1165

Abstract

Menurut Data SKI tahun 2023 di Indonesia masih banyak bayi yang mengalami masalah tidur, yaitu sekitar 44,2% bayi mengalami gangguan tidur. Pijat bayi dapat menurunkan angka morbiditas, meningkatkan berat badan bayi,  memperbaiki sirkulasi darah dan pernapasan serta meningatkan kualitas tidur. Tujuan penelitian: untuk mengetahui efektivitas pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan di Doremi Mom & Baby SPA Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Quasi Experiment dengan pendekatan One Group Pretest dan Post Test Design. Populasi: Dalam penelitian ini seluruh bayi usia 3-6 bulan yang dalam kondisi sehat di Doremi Mom & Baby SPA pada bulan Juli-Agustus 2024 dengan jumlah populasi 30 bayi. Sampel: Dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen: Yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar Kuesioner. Analisis Data: Data analisis dengan analisis univariat dan bivariat dan sebelumnya dilakukan uji normalitas data dengan Shapiro Wilk  dan dilakukan Uji Statistic Non Parametric yaitu Uji Wilcoxon. Menunjukan bahwa ada pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur  bayi usia 3-6 bulan dengan Asymp. sig mempunyai nilai Pvalue 0,001 (P<0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dalam penelitian ini ada pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 3-6 Bulan
EFEK KONSUMSI JUS TOMAT DAN JUS JAMBU BIJI TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA SISWI REMAJA PENDERITA ANEMIA Ida Widaningsih; Ika Kania Fatdo Wardani; Hajar Nur Fathur Rohmah; Neneng Julianti
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol. 10 No. 2 (2026): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jomis.v10i2.7983

Abstract

Anemia remains a significant nutritional challenge in Indonesia, with national data (Riskesdas 2018) indicating a prevalence of 32% among adolescent girls. Globally, the WHO estimates that approximately 40% of adolescent girls in developing countries are affected by anemia, with iron deficiency anemia as the predominant cause. The condition carries extensive consequences for physical growth, learning capacity, and future reproductive health. Utilizing locally accessible food resources is regarded as a feasible and enduring approach to improving hemoglobin status. This study aimed to evaluate the combined effect of tomato juice and guava juice consumption on hemoglobin levels among anemic adolescent girls. A quasi-experimental design with a single-group pretest-posttest approach was employed on 30 adolescent girls aged 10–19 years in Wanajaya Village, Bekasi Regency. Participants were recruited through purposive sampling based on predefined inclusion criteria. Hemoglobin levels were assessed using a portable hemoglobinometer at two time points: before and after the intervention period. The Wilcoxon signed-rank test was applied for statistical analysis. Findings demonstrated a reduction in anemia prevalence from 60% (18 participants) pre-intervention to 26.7% (8 participants) post-intervention, with 73.3% of participants achieving normal hemoglobin levels. The Wilcoxon test yielded Asymp. Sig. = 0.002 (p < 0.05), with 10 participants showing hemoglobin increases (Mean Rank 5.50) and no participants recording a decline (Negative Rank = 0). The study concludes that the combination of tomato juice and guava juice significantly improves hemoglobin levels and may serve as an effective food-based intervention for managing anemia in adolescent girls