Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Keberlanjutan Kawasan Permukiman Di Bantaran Sungai Kelurahan Sendangguwo Semarang Andarina Aji Pamurti; Wahjoerini Wahjoerini; Dwi Prabowo
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 9 No. 3 (2023): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v9i3.3450

Abstract

Tingkat urbanisasi yang tinggi mengakibatkan kepadatan jumlah penduduk Kota Semarang. Kurangnya perekonomian dan kebutuhan akan rumah sehingga menimbulkan permukiman yang menempati sekitar bantaran sungai salah satunya adalah di Kelurahan Sendangguwo Semarang. Kawasan permukiman di sekitar bantaran sungai, perlu memperhatikan beberapa aspek. Aspek tersebut adalah penempatan bangunan yang sesuai dengan garis sempadan sungai, kesehatan lingkungan dan kualitas hunian, kemudahan pemenuhan akan sarana dan prasarana, kehidupan sosial, ekonomi dan hukum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai tingkat keberlanjutan permukiman di sekitar bantaran sungai Sendangguwo Semarang. Dalam mewujudkan keberlanjutan perlu memiliki empat pilar yang perlu diperhatikan yaitu keseimbangan ekonomi, sosial, lingkungan serta hukum. Pendekatan penelitian yang dilakukan yaitu dengan analisis deskriptif kuantitatif. Analisa penelitian ini adalah analisa lingkungan, sosial, ekonomi, hukum dan analis tingkat berkelanjutan. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan dalam penataan permukiman serta berkehidupan di permukiman bantaran sungai Kelurahan Sendangguwo Semarang. Berdasar hasil analisa, pilar lingkungan memiliki score 2,86 sedangkan pilar sosial dengan score 2,87 dan pilar ekonomi dengan score 2,92 serta pilar hukum dengan score 2,92. Berdasarkan rata-rata, permukiman bantaran sungai Kelurahan Sendangguwo secara multi pilar adalah dengan score 2,89. Yaitu menunjukkan bahwa permukiman bantaran sungai di Kelurahan Sendangguwo adalah masuk dalam kategori tingkat keberlanjutan Sedang.
Pelatihan Pembuatan Pemodelan Dan Simulasi Banjir Di Kawasan Pesisir Kota Semarang Menggunakan ArcScene 10.4 Tiasa Adimagistra; Rizqy Ridho Prakasa; Wahjoerini Wahjoerini
Jurnal Pengabdian KOLABORATIF Vol. 1 No. 2 (2023): July
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jpk.v1i2.6026

Abstract

In the field of regional and urban planning, several media can be used to convey information about the problems of an area. The most commonly used medium is using maps. The analysis carried out to present information in the form of maps varies according to needs. To represent and present flood and tidal information in the coastal area of Semarang City, 3D modeling training was conducted using ArcScene 10.4 software, which is part of ArcGIS software. This modeling is carried out by utilizing DEM (Digital Elevation Model) data and data on the addition of water discharge in coastal areas which will then be processed and simulated in the 3-dimensional form that can be watched in video form. It is hoped that this community service in the form of training can provide further knowledge and understanding regarding mapping activities so that it can be applied in student learning and research activities. So second-semester students of the Urban and Regional Planning Department, Faculty of Engineering, Universitas Semarang have a basic understanding of planning and a more sensitive to urban issues and how to do the right analysis according to the goals and needs of urban planning.
Pelatihan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dengan Cara Pilah Sampah di Desa Pidodowetan Kabupaten Kendal M Ghufron Abusamah; Wahjoerini Wahjoerini
Jurnal Pengabdian KOLABORATIF Vol. 1 No. 1 (2023): January
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jpk.v1i1.5982

Abstract

The increasing consumption value of urban communities in meeting their daily needs is a contributor to the increasing amount of waste that must be disposed of. Household waste cannot be considered small in terms of the capacity of waste contributors to the environment. The problems faced by partners, namely residents of RT 01 RW 03 of Pidodowetan Village, Patebon District, Kendal Regency, are mainly related to sorting, separating, handling, and managing household waste. A strategic handling of waste management is needed. The government has taken various actions toward handling and managing waste, it's just that it hasn't touched the lowest level of handling, namely household waste. The purpose of community service activity is to provide training and outreach to the community to be able to sort waste and recognize types of waste that have economic value so that they can be saved in a waste bank, and only types of residue may enter the Final Processing Site (TPA). The implementation method used is in the form of lectures as well as discussions and direct practice with partners. In this activity, the results showed that there was a change, some members of the community were able to sort household waste. Partners do not experience significant obstacles because they have received provisions in counseling related to the sorting and economic use of waste, both organic and inorganic waste. In the future, it is expected to make the cleanliness of the surrounding residential environment better.
Pelatihan Menanam Tanaman Hias dengan Metode Tanam pada Polybag di Desa Alasdowo Kabupaten Pati Marzuqotul Ilmiyah; Wahjoerini Wahjoerini
Jurnal Pengabdian KOLABORATIF Vol. 2 No. 1 (2024): January
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jpk.v2i1.5966

Abstract

Various types of planting media besides soil have different abilities in carrying out their functions as planting media to support the process of plant growth and development. In the world of agriculture and plantations, we often hear the term polybag as a planting medium, especially in nurseries and planting in polybags to save agricultural land. The choice of polybags as planting containers for cultivation is influenced by several factors, such as low price, rust resistance, durability, lightweight, uniform shape, does not get dirty quickly, and ease to obtain at agricultural supply stores or plastic shops. The purpose of this community service activity is to provide knowledge to the people in Alasdowo Village, Pati Regency regarding how to plant decorative plants using polybag media. The implementation method used is by providing information through discussions and questions and answers as well as direct practice on how to make planting media using polybags. The results obtained from this activity are increasing public knowledge about how to plant decorative plants using polybag media. The community can also take advantage of and use polybag media to fill in the empty land they have by planting decorative plants.
Pembuatan desain kawasan alun – alun dengan konsep inklusif di Desa Pentur Kabupaten Boyolali Andarina Aji Pamurti; Wahjoerini Wahjoerini; Ratna Ayu Permatasari Arief Rahman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29436

Abstract

Abstrak Masyarakat Desa Pentur melakukan kegiatan perekonomian yaitu penjualan hasil panen, pesta kuliner, kegiatan kesenian dan keagamaan menggunakan Lapangan Jatenan yang berada di sisi timur balai desa. Masyarakat memerlukan fasilitas, sarana dan prasarana yang lengkap untuk menunjang kegiatan perekonomian, keagamaan dan kesenian di lapangan tersebut. Lapangan tersebut akan dibuat untuk alun - alun guna memenuhi kebutuhan kegiatan masyarakat serta meningkatkan daya tarik wisata. Desa Pentur. Oleh karena itu diperlukan rancangan desain yang menarik untuk alun – alun Desa Pentur. Konsep Inklusif digunakan untuk desain alun – alun. Konsep inklusif merupakan desain yang mampu menghasilkan fasilitas bagi semua orang dari berbagai jenis kelamin, usia, kemampuan dan kondisi serta bekerja sama untuk menghilangkan batas dalam sosial, teknik, politik, dan juga ekonomi. Oleh karena itu, tim PkM akan membantu pembuatan desain alun – alun Desa Pentur. Sebelum melakukan pembuatan desain alun - alun, tim PkM melakukan survey serta Forum Group Discussion (FGD) dengan kepala desa, perangkat desa sebagai  bagian koordinasi dengan pengguna.  Kepala desa, perangkat desa dan masyarakat 66,7 % sangat puas dan 33,3 % puas terhadap desain alun – alun Desa pentur, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali dikarenakan sudah sesuai dengan fasilitas yang dibutuhkan dan memiliki landmark daya tarik desa. Kata kunci: desain ; alun – alun ; konsep inklusif Abstract The people of Pentur Village carry out economic activities, namely the sale of crops, culinary parties, arts and religious activities using Jatenan Field, which is located on the east side of the village hall. The community needs complete facilities, facilities and infrastructure to support economic, religious and artistic activities in the field. The field will be made into a square to meet the needs of community activities and increase the tourist attraction of Pentur Village. Therefore, an attractive design is needed for the Pentur Village square. Inclusive concept is used for the design of the square. The inclusive concept is a design that is able to produce facilities for all people of different genders, ages, abilities and conditions and work together to eliminate boundaries in social, technical, political, and also economic. Therefore, the PkM team will assist in the design of the Pentur Village square. Before making the design of the square, the PkM team conducted a survey and Forum Group Discussion (FGD) with the village head, village officials as part of coordination with users. The village head, village officials and the community are 66.7% very satisfied and 33.3% satisfied with the design of the Pentur Village Square, Simo District, Boyolali Regency because it is in accordance with the facilities needed and has a landmark village attraction. Keywords: design; square; inclusive concept
Multirepresentation Ability Analysis of Wave Matter Using Physics Education Technology iryan dwi handayani; Puri Muliandhi; Wahjoerini
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 11 (2024): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i11.8743

Abstract

Education is the primary capital of a nation's progress, because with education, the human resources that a nation possesses will become quality. Physics is a branch of natural science, specifically studying natural phenomena and events through several scientific and systematic methods. The research is aimed at developing a tool to evaluate the multirepresentation of wave matter using Physics Education Technology. The methods used in this research are quantitative methods and the research is carried out by providing filling issues that will analyze verbal multirepresentation capabilities, tables and graphs. The research will be carried out at Semarang University using samples of civil engineering students. Research procedures through preliminary stages by drawing up a research plan. Preparing and compiling wave learning modules using the simulation facilities of Physics Education Technology, then compiling evaluation tools that are subject-based with multi-representation verbal approaches, tables and graphs. Validation of learning modules and evaluation tools to determine whether it is worthy of use or not, validation is carried out by 2 experts. Validation of test instruments by experts on material aspects averaged 93%, on construction aspects 94% and on language aspects reached 92%, of which results show that the instruments have excellent validity. In the finite scale test, the highest multirepresentation ability is communicating from mathematics to verbal and its mathematical abilities, while the lowest is in the ability to picture to mathematics and physics.
Analisis Tingkat Penerapan Konsep Green City di Taman Indonesia Kaya Semarang Andarina Aji Pamurti; Wahjoerini Wahjoerini
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1962

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan permasalahan kota yang meningkat diperlukan konsep green city untukmencapai keberlanjutan lingkungan. Penerapan green city dapat diterapkan dengan penataan suatu ruang terbuka hijau kota. Taman Indonesia Kaya merupakan taman di pusat Kota Semarang yang digunakan untuk berbagai aktivitas masyarakat. Dengan pemanfaatan ruang yang baik di Taman Indonesia Kaya, maka diperlukan konsep perancangan green city untuk mencapai keberkelanjutan taman serta lingkungan di sekitar taman.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar konsep green city telah diterapkan di Taman Indonesia Kaya. Penerapan konsep green city di Taman Indonesia Kaya yaitu sebesar 82,8 %. Dimana ketersediaan vegetasi, fasilitas sosial dan budaya, energi terbarukan, pengelolaan sampah serta komunitas hijau sudah memenuhi konsep green city. Sedangkan fasilitas ekonomi, fasilitas penunjang, pengelolaan air dan transportasi ramah lingkungan belum seluruhnya memenuhi konsep green city.
Evaluasi Pemanfaatan Ruang Terbuka Publik Taman Hijau Kota Purwodadi Wahjoerini; Anggun Laras Sakti; Agus Sarwo Edy Sudrajat
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/weak3874

Abstract

Taman Hijau Kota Purwodadi merupakan salah satu ruang terbuka publik yang memiliki peran penting di wilayah Kabupaten Grobogan. Taman ini menjadi tempat beragam aktivitas sosial dan rekreasi bagi warga perkotaan serta memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meski demikian, pemanfaatannya belum maksimal, terutama karena keterbatasan fasilitas seperti tempat duduk, pencahayaan, dan jalur pejalan kaki, yang dapat mengurangi kenyamanan pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menilai fungsi sosial, ekonomi, dan ekologis taman tersebut. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan pendekatan analisis skor. Hasil kajian menunjukkan bahwa taman berfungsi sebagai ruang sosial, tempat berbagai kegiatan seperti olahraga, rekreasi, dan aktivitas komunitas. Di sisi ekonomi, taman mendukung usaha kecil, namun pemanfaatannya masih terbatas akibat kurangnya fasilitas seperti tempat khusus bagi pedagang kaki lima dan sarana pembuangan sampah. Dari aspek ekologis, taman masih perlu ditingkatkan, terutama dalam hal penghijauan dan pengelolaan limbah serta air. Evaluasi lanjutan menyoroti tantangan utama yang dihadapi, yakni minimnya fasilitas pendukung, sarana yang belum memadai, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan taman.
PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DALAM IDENTIFIKASI DAYA SERAP EMISI KARBON DI KECAMATAN TEMBALANG, KOTA SEMARANG Tiasa Adimagistra; Rizqy Ridho Prakasa; Wahjoerini Wahjoerini
Jurnal Pengembangan Rekayasa dan Teknologi Vol. 4 No. 2 (2020): November (2020)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jprt.v16i2.3011

Abstract

Pencemaran udara yang terjadi pada kawasan padat aktivitas seperti perkotaan umumnya disebabkan oleh kegiatan industri, moda transportasi kendaraan bermotor, asap limbah, dan limbah rumah tangga. Hubungan antara aktivitas tertentu juga dapat mempengaruhi tingkat pencemaran udara seperti pergerakan manusia dari suatu tempat ke tempat lain yang memanfaatkan moda transportasi seperti kendaraan bermotor. Menurut Shaheen (2007), sektor transportasi merupakan salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca yang paling utama. Penggunaan kendaraan bermotor pada kehidupan modern ini banyak membantu pergerakan manusia. Di sisi lain, penggunaan kendaraan bermotor berperan dalam pelepasan emisi ke lingkungan. Seperti yang terjadi di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, dimana banyak terdapat aktivitas penduduk seperti perdagangan jasa, pendidikan, dan beberapa sektor pemerintahan. Pada kawasan pendidikan yang cukup dominan penggunaan lahannya berkontribusi terhadap pencemaran udara karena terdapat pergerakan manusia dari dan ke kawasan pendidikan menggunakan kendaraan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi daya serap emisi karbon di Kecamatan Tembalang menggunakan analisis dalam Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode yang dilakukan adalah dengan menghitung potensi serap emisi karbon, emisi karbon wilayah, dan daya serap emisi karbon. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perencana maupun pemerintah (stakeholder) dalam menyusun kebijakan penataan ruang wilayah.
PENGARUH KEBERADAAN PT HWASEUNG INDONESIA TERHADAP EKONOMI MASYARAKAT DESA BANYUPUTIH KECAMATAN KALINYAMATAN KABUPATEN JEPARA Muhammad Nazilur Rohim; Wahjoerini Wahjoerini
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 4 No. 2 (2023): VOLUME 4 NOMOR 2 OKTOBER 2023
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v4i2.6703

Abstract

Pembangunan industri akan selalu disertai dengan berbagai macam perubahan dalam kehidupan masyarakat. Salah satuaspek yang terkena imbas dari adanya industri yaitu ekonomi. Jepara yang terkenal dengan kota ukir beberapa tahun terdapatberbagai macam industri. Sejak tahun 2014 Kabupaten Jepara banyak dibangun industri berskala besar yaitu industri garmendan industri manufaktur. Salah satu desa yang terdapat industri besar yaitu Desa Banyuputih, Kecamatan KalinyamatanKabpaten Jepara. Desa Banyuputih setelah adanya industri PT Hwaseung Indonesia menjadi salah satu pusat ekonomiwilayah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengaruh keberadaan PT Hwaseung Indonesia terhadapkondisi ekonomi masyarakat Desa Banyuputih terutama pada pendapatan dan kepemilkan aset. Penelitian ini menggunakanpendekatan kuantitatif serta metode analisis deskriptif dan analisis regresi linier. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukanterdapat pengaruh yang diakibatkan industri terhadap pendapatan dan kepemilikan aset. Pengaruh terhadap pendapatansebesar 75,1% yaitu masyarakat mengalami peningkatan yang didapatkan dari perubahan mata pencaharian, munculnyausaha sebagai fasilitas pendukung industri. Sementara pada kepemilikan aset pengaruhnya sebesar 71,2% dapat dilihat dariperubahan rumah masyarakat dari yang semula semi permanen menjadi permanen, dahulu lantai satu sekarang menjadilantai dua.