Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KAJIAN KARAKTERISTIK PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) PADA KORIDOR JALAN MT. HARYONO KOTA SEMARANG Wahjoerini Wahjoerini
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 6 No. 1 (2025): VOLUME 6 NOMOR 1 MARET 2025
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v6i1.10617

Abstract

Kemudahan aksesbilitas pada Koridor Jalan MT. Haryono Semarang menjadikan munculnya aktivitas fungsi baru di sepanjang koridor jalan seperti pola persebaran pedagang kaki lima yang menjadikan jalur pedestrian sebagai lokasi dagang mereka, parkir dibahu jalan meliputi aktivitas bongkar muat barang oleh pelaku usaha, serta pola sirkulasi kendaraan yang tidak teratur yang sering digunakan oleh kendaraan untuk melawan arus dan banyaknya kendaraan yang menyebrang tanpa memperhatikan rambu-rambu lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipologi PKL beberapa kategori meliputi tipologi pedagang yang berjualan di trotoar, tipologi pedagang yang berjualan di bahu jalan dan tipologi pedagang yang berjualan berpindah-pindah kemudian menganalisis karakteristik PKL. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu diskriptif kualitatif dengan pengamatan langsung dilapangan didukung kajian literatur dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik Pedagang Kaki Lima di koridor jalan MT. Haryono dari persimpangan Pasar Kambing - persimpangan Sompok Kota Semarang dipengaruhi oleh lokasinya yang strategis, waktu berdagang yang menyesuaikan keramaian lokasi baik pagi, siang hingga malam hari, sarana fisik perdagangan dan jenis dagangannya (tidak permanen dan dapat dipindah-pindah dengan menggunakan gerobak, dengan meja dan kursi yang setelah selesai berjualan bisa dibawa pulang kembali), serta pola penyebaran PKL mengelompok dan linear.
KUALITAS VISUAL ELEMEN PERANCANGAN KOTA PADA ALUN – ALUN KAUMAN SEMARANG Andhika Rizal Saputra; Wahjoerini Wahjoerini
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 6 No. 2 (2025): VOLUME 6 NOMOR 2 OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v6i2.12807

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk mendorong perkembangan pusat kegiatan yang merefleksikan identitas dan keragaman suatu kawasan. Dalam hal ini, perancangan kota menjadi bagian penting dari proses perencanaan fisik yang berorientasi pada kualitas estetika dan fungsional ruang kota. Mengacu pada teori Hamid Shirvani (1985) dalam The Urban Design Process, terdapat delapan elemen pembentuk fisik kota: land use, building form and mass, circulation and parking, open space, signages, pedestrian ways, support activity, dan preservation. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas visual elemen perancangan kota pada Kawasan Alun-Alun Kauman Semarang sebagai ruang publik hasil revitalisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada pengunjung dan pedagang kaki lima (PKL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap kualitas visual elemen perancangan kota terbagi merata antara kategori cukup (50%) dan baik (50%). Elemen dengan nilai rendah mencakup sirkulasi dan parkir, signages, serta jalur pejalan kaki, yang membutuhkan perbaikan dan peningkatan desain. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan elemen visual dalam menunjang keberfungsian dan daya tarik ruang publik, serta menjadi dasar perencanaan lanjutan guna meningkatkan kualitas kawasan secara menyeluruh.
KAJIAN POLA PEMANFAATAN RUANG TERBUKA PUBLIK TAMAN TIRTO AGUNG KOTA SEMARANG Wahjoerini Wahjoerini; Irsyad Maulana
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 7 No. 1 (2026): VOLUME 7 NOMOR 1 MARET 2026
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v7i1.14442

Abstract

Taman Tirto Agung Kota Semarang merupakan salah satu ruang terbuka publik yang sangat strategis, keberadaannya dapat menampung beragam aktivitas dan interaksi sosial masyarakat. Hal ini dapat mendorong munculnya sektor informal (Pedagang Kaki Lima) yang memanfaatkan trotoar, jalan penghubung, dan akses masuk Taman Tirto Agung, sehingga terjadi ketidaksesuaian pemanfaatan ruang dengan fungsi zonanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola pemanfaatan terbuka ruang publik Taman Tirto Agung berdasarkan pelaku aktivitas, jenis pemanfaatan ruang, dan waktu aktivitas dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Behavioral Mapping melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur pada hari kerja dan hari libur di sesi waktu pagi, siang, sore dan malam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kunjungan di Taman Tirto Agung lebih tinggi pada hari libur dibandingkan hari kerja di seluruh waktu pengamatan. Ruang terbuka publik Taman Tirto Agung dimanfaatkan untuk aktivitas aktif dan pasif oleh berbagai kelompok usia. Secara umum, pemanfaatan ruang telah sesuai dengan fungsi zonanya, meskipun masih ditemukan ketidaksesuaian pada waktu tertentu yang dapat menjadi bahan evaluasi ke depan.