Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

SOSIALISASI DAMPAK ALIH FUNGSI KAWASAN HUTAN LINDUNG DI DISTRIK ABEPURA Musfira M.; Maria Patricia Pearlyn
JURNAL ABDIMAS DINAMIS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Abdimas Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat USTJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/abdimas.v1i1 Januari.564

Abstract

Kawasan hutan lindung merupakan wilayah penting dalam menjaga hutan dan cagar alamyang ada, tetapi rentan terhadap gangguan karena wilayah ini mudah berubah baik dalamskala temporal maupun spasial. Perubahan di wilayah hutan lindung dipicu karena adanyakegiatan seperti permukiman dan perumahan, lahan pertanian budidaya hutan konsevasisebagai tempat bangunan. Hal tersebut merupakan aktifitas manusia dalam menciptakanruang-ruang terbangun dan akhirnya sering mengakibatkan masalah dalam kawasanhutan yang sudah di lindungi.Hutan Lindung Kota Jayapura memiliki luas kurang lebih 6.634 Ha yang terletak di 4Distrik diantaranya Hutan Lindung Abepura di Distrik Abepura dan Heram, HutanLindung Pegunungan Djar di Distrik Muara Tami, hutan Lindung Bougenville di DistrikMuara Tami dan Hutan Lindung di Taman Wisata Alam Teluk Youtefa di Distrik JayapuraSelatan dan yang terakhir di Distrik Abepura, yaitu sepanjang ruas jalan ring roadJayapura-Sentani dan jalan Hamadi Holtekamp.Masyarakat yang berada di Distrik Abepura memanfatkan lahan hutan lindung yangtersedia sebagai ladang berkebun dan bermukim untuk memenuhi kebutuhannya. Aktifitasperladangan tersebut dilakukan ˃ 10 tahun dan merupakan kebiasaan masyarakat yangberada di tempat tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan pada kawasan hutan lindungabepura menunjukan bahwa pada daerah tempat bermukim sering terjadi banjir/longsordan sebagainya.
Problems, and Development Priority in Border Area: Muara Tami District, Jayapura Santosa, Endratno Budi; Musfira, Musfira
TATALOKA Vol 27, No 2 (2025): Volume 27 No. 2 May 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.2.116-127

Abstract

The Development from the Edge approach undertaken by the Jokowi administration has significantly impacted the East side of Indonesia's border with Papua New Guinea. While physical improvements and infrastructure development have brought positive changes, they also impacted socio-cultural aspects and created land ownership and usage issues. Transmigration programs applied in this area add complexity, mainly due to the unequal advantages that different communities receive. Understanding these problems is crucial for managing them effectively and guiding the area's development process. This study focuses on Muara Tami District in Jayapura, which has a distinct population and development compared to other areas. This study uses library research, interviews, and the Analytic Hierarchy Process (AHP) method to identify the most significant encountered problems, their causes, and alternative solutions that require immediate implementation. Field observations and secondary data support the analysis, and interviews with stakeholders from various government agencies provide multiple perspectives. The study finds that the transmigration program has more direct and positive impacts on the area than recent national strategic projects. Poor infrastructure services remain a significant issue, while the human resources capabilities aspect becomes a determining factor that helps or hampers better area development. The interviewees also prioritised collaboration among all involved actors to address these issues.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN KAYO PULAU DI KAMPUNG TAHIMA SOROMA DISTRIK JAYAPURA SELATAN KOTA JAYAPURA Flassy, Gabriel Frits D; Yanthy, Normalia Ode; Musfira, Musfira; Labok, Anna M; Wally, Johanes F
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 15 No 01 (2025): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v15i01.1520

Abstract

Kampung Tahima Soroma merupakan kampung adat pesisir di Kayo Pulau, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, yang dihuni oleh masyarakat asli Port Numbay. Permukiman kampung ini didominasi oleh rumah panggung di atas perairan, dengan akses terbatas terhadap infrastruktur dasar seperti air bersih, sanitasi, dan pengelolaan sampah. Meskipun letaknya strategis dan dekat dengan pusat kota, kampung ini menghadapi tantangan serius terkait kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan permukiman, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed methods) dan metode analisis deskriptif serta memperoleh data primer melalui penyebaran kuesioner, observasi lapangan, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat masih tergolong rendah hingga sedang, dengan indeks rata-rata 38%. Partisipasi tertinggi terlihat pada pemeliharaan jalan lingkungan yang berbasis norma adat, namun rendah pada aspek konservasi, pengelolaan sanitasi, dan pemanfaatan air bersih. Minimnya fasilitas dasar, rendahnya pendapatan warga, rendahnya kesadaran lingkungan, dan kurangnya pelibatan dalam perencanaan menjadi faktor penghambat utama. Penelitian ini merekomendasikan strategi peningkatan partisipasi melalui penyediaan sarana-prasarana, edukasi lingkungan, dan pendekatan berbasis budaya lokal.
DAMPAK PERUBAHAN KARAKTERISTIK LINGKUNGAN AKIBAT ALIH FUNGSI LAHAN DI DISTRIK MUARA TAMI KOTA JAYAPURA Alfons, Alfred Benjamin; Delaplata, Carolin Miranda; Musfira, Musfira
DINAMIS Vol 22 No 1.Juli (2025): Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jd.v22i1.Juli.1498

Abstract

Distrik Muara Tami merupakan wilayah strategis di Kota Jayapura yang mengalami pertumbuhan pesat dalam pembangunan permukiman dan infrastruktur. Namun, perubahan karakteristik lingkungan fisik akibat alih fungsi lahan dan minimnya sistem pengelolaan lingkungan telah memicu penurunan kualitas sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan penggunaan lahan terhadap kualitas air, udara, dan lahan di Distrik Muara Tami. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis spasial dan evaluasi data sekunder. Data utama berasal dari Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kota Jayapura tahun 2021 hingga 2023, serta interpretasi Citra Satelit Landsat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Indeks Kualitas Air (IKA) menurun dari 53,33 pada tahun 2021 menjadi 49,00 pada tahun 2023, yang mengindikasikan meningkatnya beban pencemar dari aktivitas domestik dan konversi lahan. Sementara itu, Indeks Kualitas Udara (IKU) mengalami peningkatan dari 88,61 menjadi 93,32. Namun, kondisi lokal masih menunjukkan potensi pencemaran akibat praktik pembakaran sampah yang dilakukan oleh masyarakat. Di sisi lain, nilai Indeks Kualitas Lahan (IKL) menurun dari 90,02 menjadi 88,03, yang disebabkan oleh berkurangnya tutupan vegetasi akibat konversi lahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa degradasi lingkungan di Distrik Muara Tami terjadi secara sistemik dan memerlukan kebijakan mitigasi berbasis data spasial dan partisipatif. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan strategi pengelolaan yang berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak untuk menjaga kualitas sumber daya alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN KAPAL PENUMPANG YANG MASUK PELABUHAN WAUPNOR KABUPATEN BIAK NUMFOR Ongirwalu, Yohana Jeltty; Sembor, Thelly Sula Hendrina; Musfira, Musfira; Kogoya, Otius; Nurmaningtyas, Anggia Riani
Jurnal PORTAL SIPIL Vol 14 No 1 (2025): PORTAL SIPIL
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jps.v14i1.1526

Abstract

Kapal merupakan salah satu transportasi laut yang banyak digunakan warga Kabupaten Biak Numfor mengingat karakteristik wilayahnya yang berupa kepulauan. Untuk mempertahankan minat warga dalam menggunakan transportasi laut, perlu juga diperhatikan tingkat pelayanan publik yang diberikan, baik menyangkut prasarana maupun sarananya, seperti kapal penumpang misalkan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau kualitas pelayanan kapal penumpang yang masuk di Pelabuhan Waupnor, Kabupaten Biak Numfor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatitf serta menggunakan metode deskriptif dalam analisisnya. Ada empat kapal penumpang yang berlabuh di Pelabuhan Waupnor yang diobservasi, yaitu: KM Ciremai, KM Sinabung, KM Sabuk Nusantara 58 dan KM Sabuk Nusantara 94. Sejumlah penumpang dari keempat kapal tersebut dijadikan sebagai responden dengan pengambilan sampel menggunakan metode slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat layanan keempat kapal penumpang yang masuk di Pelabuhan Waupnor berada pada kategori baik menurut para penumpang masing-masing kapal. Dari kelima faktor yang dinilai, keempat kapal penumpang mendapat penilaian terendah pada faktor Tanggapan (Responsiveness) sehingga setiap pengelola kapal penumpang diharapkan lebih meningkatkan layanannya pada aspek tersebut. Pelayanan yang diberikan oleh Kapal Perintis mendapat penilaian lebih baik dari Kapal Pelni yang menunjukkan bahwa walaupun berada pada kategori perintis akan tetapi layanan kapalnya sudah memadai.
STUDI PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BERSIH DI KAMPUNG PUAY, DISTRIK SENTANI TIMUR, KABUPATEN JAYAPURA Metusale Ranggafu; Musfira Musfira; Anna M Labok
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 16 No 01 (2026): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v16i01.1590

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat. Di tengah agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG-6, pemenuhan air bersih di wilayah-wilayah terpencil seperti Kampung Puay di Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, masih menjadi tantangan besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi eksisting penyediaan air bersih, mengidentifikasi faktor-faktor penghambat, serta merumuskan strategi pengelolaan yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, kuesioner, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar warga masih menggunakan air danau tanpa proses penjernihan, dan hanya sebagian kecil memanfaatkan air hujan atau sumur dangkal. Krisis air bersih diperparah oleh pencemaran lingkungan, rendahnya literasi sanitasi, dan belum terbentuknya lembaga pengelola air. Berdasarkan temuan tersebut, disusun strategi terpadu meliputi pendekatan teknis, kelembagaan, sosial-partisipatif, dan regulasi lokal.