Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Tingkat Kebugaran Jasmani Anggota BKMF BolaBasket Irawati, Andi Febi; Andi Sahrul Jahrir; A.M.Fatwa Ananta Anshar
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 14 No. 4 (2024): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v14i4.1857

Abstract

Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat Kebugaran Jasmani Anggota BKMF bolabasket FIKK UNM. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anggota BKMF Bolabasket FIKK UNM. Subjek dari penelitian ini adalah atlet dari tim bola basket putra dari atlet bolabasket FIKK UNM dimana fokus penelitiannya pada tingkat kebugaran jasmani dengan jumlah sebanyak 20 atlet. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan survei dengan teknik pengumpulan data tes kebugaran TKJI. Analisis data menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian ini hasil data diketahui bahwa persentase hasil data diperoleh, yang memiliki klasifikasi baik sekali 0 orang (0%), klasifikasi baik sebanyak 16 orang (80%), klasifikasi sedang sebanyak 4 orang (20%), klasifikasi kurang sebanyak 0 orang (0%), klasifikasi kurang sekali sebanyak 0 orang (0%).
HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA SMK PENERBANGAN TECHNO TERAPAN MAKASSAR Andi Sahrul Jahrir
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v26i1.5805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola makan dengan tingkat kebugaran jasmani siswa SMK Penerbangan Techno Terapan Makassar. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya asupan gizi seimbang dalam mendukung kebugaran dan performa fisik remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel sebanyak 60 siswa dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata skor pola makan siswa adalah 80,83 (SD = 8,17) dengan rentang 62–96, sedangkan rata-rata skor kebugaran jasmani adalah 77,45 (SD = 9,25) dengan rentang 55–93. Sebanyak 36,7% siswa memiliki pola makan dalam kategori baik dan 35% memiliki kebugaran jasmani dalam kategori baik. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan yang signifikan antara pola makan dan kebugaran jasmani (r = 0,69; p < 0,001), dengan kontribusi sebesar 47,8% terhadap variasi tingkat kebugaran jasmani. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik pola makan siswa, semakin tinggi pula tingkat kebugarannya. Penerapan pola makan sehat perlu menjadi bagian penting dalam pembinaan kebugaran di sekolah.
EDUKASI TINGKAT KEBUGARAN PEMUDA KARANGTARUNA DENGAN PARTISIPASI AKTIVITAS OLAHRAGA DI KECAMATAN BATANG KABUPATEN JENEPONTO Aksir, Muh Ilham; Butsiarah; Andi Sahrul Jahrir; Andi Atssam Mappanyukki; Ainul Hidayah
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5741

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran pemuda Karang Taruna Kecamatan Batang Kabupaten Jeneponto tentang pentingnya kebugaran jasmani serta penerapan pola hidup sehat. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman anggota Karang Taruna terhadap konsep kebugaran jasmani dan cara pengukurannya yang benar. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap penyuluhan, pelatihan, simulasi, dan refleksi yang dilaksanakan secara partisipatif dan aplikatif. Kegiatan ini melibatkan tiga puluh peserta aktif yang mengikuti seluruh rangkaian pelatihan selama beberapa hari. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta terhadap kebugaran jasmani. Peserta mampu memahami konsep kebugaran, melakukan pengukuran sederhana, serta menerapkan latihan fisik yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Kegiatan ini juga menumbuhkan semangat hidup sehat, kerja sama sosial, dan tanggung jawab kolektif dalam menjaga kesehatan masyarakat. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa edukasi kebugaran jasmani berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup sehat di kalangan pemuda.
Effects of fundamental movement skills–based physical education on gross motor competence among children in Makassar Sufitriyono, Sufitriyono; Fatoni, Fatoni; Yani, Ahmad; Syafruddin, Muhammad Akbar; Andi Sahrul Jahrir; Musa Muhammad Musa Hashlol
Tanjungpura Journal of Coaching Research Vol. 4 No. 2 (2026): Tanjungpura Journal of Coaching Research
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tajor.v4i2.111251

Abstract

Background Gross motor competence is essential for children’s physical development and participation in physical activity and sport. However, physical education (PE) in many elementary schools provides limited opportunities for structured and progressive fundamental movement skills (FMS) practice, potentially constraining the development of locomotor and ball skills. Objectives This study examined the effects of an eight-week FMS-based PE program on gross motor competence among elementary school children in Makassar, Indonesia, compared with regular PE. Methods A controlled school-based pretest–posttest study involved 60 children aged 8–11 years, allocated to an intervention group (n = 30) or control group (n = 30). The intervention group completed an FMS-based program integrated into regular PE lessons and delivered by PE teachers twice weekly for eight weeks. The program emphasized progressive locomotor and ball-skill activities, increased practice opportunities, and cue-based feedback. The control group continued its usual PE lessons. Gross motor competence was assessed using the Test of Gross Motor Development–Third Edition (TGMD-3), comprising Locomotor, Ball Skills, and Total scores. Posttest outcomes were compared using analysis of covariance, adjusting for baseline scores. Effect sizes were expressed as partial eta squared (η²p) and Cohen’s d. Results The intervention group demonstrated greater improvement in the TGMD-3 Total score (45.00 ± 5.00 to 51.50 ± 4.80) than the control group (44.60 ± 4.70 to 46.10 ± 4.90). Adjusted analyses indicated a large intervention effect on the Total score (η²p = .35; d = 1.10). Substantial effects were also observed for Locomotor (η²p = .22; d = 0.95) and Ball Skills scores (η²p = .20; d = 0.90). Conclusion Integrating structured and progressive FMS instruction into routine, teacher-delivered PE improved children’s gross motor competence. This approach represents a feasible curriculum-enrichment strategy for elementary schools in urban Indonesian settings.