Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

EFEKTIVITAS PEMBERIAN TERAPI JUS PEPAYA DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI PIRING KABUPATEN INDRAGIRI HILIR TAHUN 2016 ERMA KASUMAYANTI
Jurnal Ners Vol. 1 No. 1 (2017): APRIL 2017
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.686 KB) | DOI: 10.31004/jn.v1i1.93

Abstract

Penyakit darah tinggi atau hipertensi telah menjadi penyakit yang umum diderita oleh banyak masyarakat Indonesia. Jika hipertensi terjadi secara berkepanjangan, maka akan meningkatkan resiko terkena sroke, serangan jantung dan gagal ginjal kronis. Adapun cara untuk menurunkan tekanan darah penderita hipertensi salah satunya dengan pengobatan herbal menggunakan jus pepaya mengkal karena kandungan kalium didalam buah pepaya dapat meningkatkan kerja jantung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian jus pepaya dalam menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Metode penelitian ini adalah quasi experiment, dengan menggunakan rancanagan one group pre-test-posttest. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi yang berkunjung ke Puskesmas yaitu sebanyak 460 orang. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 30 orang. Alat ukur yang digunakan adalah alat pengukur tekanan darah (sphygmanometer air raksa) dan lembar observasi. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji t-dependent. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan secara bermakna terhadap penurunan tekanan darah pasien hipertensi setelah diberikan jus pepaya dengan nilai p-value (0,000) < α (0,05), dengan rata-rata penurunan tekanan darah 10 mmHg sampai 30 mmHg. Hasil penelitian ini diharapkan kepada pasien hipertensi untuk dapat menggunakan terapi non farmakalogi dengan mengkonsumsi jus pepaya sebagai salah satu alternatif yang aman untuk menurunkan tekanan darah.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN INFEKSI NOSOKOMIAL PADA PENGELOLA LIMBAH MEDIS PADAT (CLEANING SERVICE) DI RSUD BANGKINANG TAHUN 2016 ERMA KASUMAYANTI
Jurnal Ners Vol. 1 No. 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.519 KB) | DOI: 10.31004/jn.v1i2.114

Abstract

Penyakit infeksi masih merupakan penyebab utama tinginya angka kesakitan dan kematian di dunia. Salah satu jenis infeksi adalah infeksi nosokomial.Infeksi nosokomial adalah infeksi yang diperoleh pasien, pengunjung, dan petugas.Salah satu petugas yang rentan dengan infeksi nosokomial ini adalah pengelola limbah medis padat (cleaning service).Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan infeksi nosokomial pada pengelola limbah medis padat diRSUD Bangkinang. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif. Teknik sampel yang digunakan adalah total sampling, populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 40cleaning service. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar checklist dan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas.Dari analisa bivariat juga didapatkanfaktor-faktor yang berhubungan dengan infeksi nosokomial adalah personal hygiene (p value = 0.002), pemakaian APD (p value = 0.011), imunisasi (p value = 0.001) dan pengetahuan (p value 0.003). Rekomendasi bagi pihak RSUD Bangkinang agar lebih memperhatikan dan memberikan ketersediaan alat pelindung diri, penyuluhan, serta pelatihan bagi pengelola limbah medis yang bersifat dua arah dan praktik agar cleaning service lebih tahu dan siap dalam mencegah infeksi nosokomial.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG AKAN MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS DI RUANGAN HEMODIALISIS RSUD BENGKALIS TAHUN 2016 ERMA KASUMAYANTI; MISWADI MISWADI
Jurnal Ners Vol. 2 No. 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.882 KB) | DOI: 10.31004/jn.v2i1.186

Abstract

Ansietas atau kecemasan adalah suatu keadaan emosional yang tidak menyenangkan yang ditandai oleh rasa takut serta gejala fisik yang menegangkan serta tidak diinginkan, gejala tersebut merupakan respons terhadap stres yang normal dan sesuai, tetapi menjadi patologis bila tidak sesuai dengan tingkat keparahan stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang akan menjalani terapi hemodialisis di ruangan hemodialisis. Populasi penelitian ini seluruh pasien gagal ginjal kronik yang akan menjalani terapi hemodialisis di ruangan hemodialisis RSUD Bengkalis dengan sampel sebanyak 30 orang Penelitian dilakukan pada tanggal 28 Nopember s.d 03 Desember 2016. Jenis Penelitian ini bersifat analitik  dengan desain Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Analisis data yang digunakan adalah univariat (central tendency) dan bivariate (uji chi square). Hasil univariat lebih dari separuh responden mengalami cemas yaitu sebanyak 18 orang (60,0%), pengetahuan kurang sebanyak 20 orang (66,7%), pengalaman yang kurang sebanyak 21 orang (70%), dan tidak mendapat dukungan keluarga sebanyak 18 orang (60,0%) dan hasil bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p value 0,045), pengalaman ( p value 0,015), dan dukungan keluarga (p value 0,024) dengan kecemasan pasien gagal ginjal kronik di ruangan hemodialisis di RSUD Bengkalis. Di harapkan pihak rumah sakit terutama petugas agar memberikan dukungan pasien seperti memperbolehkan 1 orang keluarga terdekat untuk menemani pasien selama cuci darah berlangsung dan mendengarkan keluhan agar dapat membatu psikologis pasien yang akan menjalani terapi hemodialisis dan memberikan informasi berupa pengetahuan yang akan menjadikan pengalaman yang berharga bagi pasien sehingga secara emosional pasien tidak mengalami kecemasan
PENGARUH KONSUMSI EKSTRAK BIJI MAHONI TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA PULAU JAMBU WILAYAH KERJA PUKESMAS KUOK TAHUN 2018 ERMA KASUMAYANTI; ENO YULIA PUTRI
Jurnal Ners Vol. 2 No. 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.744 KB) | DOI: 10.31004/jn.v2i2.189

Abstract

Masalah kesehatan yang terjadi pada kalangan masyarakat saat ini adalah banyaknya penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).Hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal yang di tunjukan oleh tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg.  Adapun cara untuk menurunkan tekanan darah salah satunya dengan pengobatan herbal menggunakan biji mahoni. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi ekstrak biji mahoni (Swetenia mahagoni jacq) terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Pulau Jambu Wilayah Kerja Pukesmas Kuok Tahun 2018.Jenis penelitian ini menggunakan metode praeksperimen dengan rancangan one group pretest-postetst.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi yang ada di Desa Pulau Jambu Usia 45-55 tahun yang berjumlah 28 orang.Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah sebanyak 20 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dengan metode total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah  sphygmomanometer danlembar observasi. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisa univariat dan analisa bivariate. Dari hasil penelitian di dapatkan rata-rata tekanan darah sistolik sebelum diberikan ekstrak biji mahoni adalah 151.75 mmHg dan setelah diberikan ekstrak biji mahoni rata-rata sistolik menjadi 129.50 mmHg, sedangkan rata-rata tekanan darah diastol sebelum diberikan konsumsi ekstrak biji mahoni 93.25 mmHg dan setelah diberikan ekstrak biji mahoni diastol nya menjadi 79.00 mmHg. Hasil uji statistic didapatkan nilai p value 0,000, maka dapat disimpulkan ada pengaruh konsumsi ekstrak biji mahoni terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Pulau Jambu Wilayah Kerja Pukesmas Kuok Tahun 2018.Diharapkan bagi penderita hipertensi agar dapat mengkonsumsi ekstrak biji mahoni sebagai terapi non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah.
FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA PIODERMA PADA BALITA(1-5 TAHUN) DI DESA PULAU JAMBU WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUOK TAHUN 2018 ERMA KASUMAYANTI; NURPA NAIMAH
Jurnal Ners Vol. 3 No. 1 (2019): APRIL 2019
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.602 KB) | DOI: 10.31004/jn.v3i1.400

Abstract

Toddler age has a predisposing factor that makes it easy to get affected by pyoderma because at that age children begin to explore the surrounding environment such as: playing in the ground, dirty water, where the toddler does not understand the importance of maintaining personal hygiene or personal hygiene for that parents' attention is needed to control children's personal hygiene. The purpose of this study was to analyze personal hygiene, environmental sanitation, and history of skin diseases with pyoderma in toddlers (1-5 years) in Pulau Jambu Village, Kuok Puskesmas Work Area in 2018. This study used analytic research design with cross sectional design. The sample in this study were toddlers (1-5 years) as many as 58 people. data collection through questionnaires. Data processing using univariate and bivariate analysis with Chi-Square test. The results showed there was a relationship between personal hygiene with the incidence of pyoderma in infants (1-5 years) with p value = 0.003, there was a relationship between environmental sanitation and the incidence of pyoderma in infants (1-5 years) with p value = 0.010 while the results of the analysis in factors a history of skin disease showed no association with the incidence of pyoderma in toddlers (1-5 years). With this research the researcher expects health workers to educate about factors related to pyoderma as a form of prevention.
HUBUNGAN MOTIVASI DIRI DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN KEPATUHAN DIET PENDERITA DM TIPE 2 DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS BANGKINANG KOTA TAHUN 2019 ERMA KASUMAYANTI; BONITA RAHAYU
Jurnal Ners Vol. 3 No. 2 (2019): OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.397 KB) | DOI: 10.31004/jn.v3i2.404

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is one of the biggest global health emergencies in the 21st century. Diabetes mellitus is a genetic or hereditary disease that is difficult to cure but can be controlled with a 3 J diet program that is the number, type and schedule. Patient adherence to the diet program is one of the obstacles in patients with type 2 diabetes mellitus. Compliance is caused by many factors, one of which is self-motivation and support of health workers. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between self-motivation and support of health workers with diet compliance with DM type 2 sufferers in the Work Area of the Community Health Center of Bangkinang City. This research is a quantitative study with cross sectional design. The sample in this study were some patients with type 2 diabetes mellitus in the work area of the City Health Center Bangkinang, amounting to 86 people with a purposive sampling technique. Data processing using chi-square test. The results showed that there was a significant relationship between self-motivation (p value = 0,000) and support of health workers (p value = 0.020) with diet compliance of DM type 2 sufferers in the Bangkinang City Health Center Work Area. The results of this study are expected to be used by people with type 2 diabetes are expected to be able to comply with the correct diet according to diet 3j, namely the type, amount and schedule recommended by health workers, patients are expected to carry out healthy living behaviors.
HUBUNGAN PENDAPATAN KELUARGA DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA TAMBANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMBANG KABUPATEN KAMPAR TAHUN 2019 ERMA KASUMAYANTI
Jurnal Ners Vol. 4 No. 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v4i1.682

Abstract

The nutritional status of children under five is something that determines the level of community welfare and the quality of human resources. Poverty is one of the highest causes of malnutrition, with low income conditions causing families to be unable to meet nutritional needs that have an impact on fulfilling nutrition in infants. The purpose of this study was to analyze the relationship between family income and the nutritional status of children under five in the village of Tambang, the Work Area of the Tambang Health Center in Kampar district in 2019. This study used a cross sectional design. The population in this study were all mothers who had children under five in the village of Tambang, the working area of the Tambang Health Center in Kampar district in 2019 were 278 people. With a total sample of research as many as 74 people. Sampling is done by simple random sampling. The data collection tool used is a questionnaire. Data analysis uses univariate and bivariate analysis. The results of the study found that there is a relationship between family income and the nutritional status of children under five with a p-value of 0.002. The results of this study are expected for families to meet the nutritional needs of their toddlers with the use of existing land to increase food needs and the support of community health centers in providing counseling to mothers of toddlers, especially regarding toddler nutrition
PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP PENURUNAN SKALA INSOMNIA PADA LANSIA DI DESA BATU BELAH WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPAR TAHUN 2020 ALVIS KURNIAWAN; ERMA KASUMAYANTI; ADE DITA PUTRI
Jurnal Ners Vol. 4 No. 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v4i2.1120

Abstract

Lanjut usia (Lansia) adalah seseorang yang sudah mencapai usia 60 tahun keatas. Semakin bertambahnya usia, fungsi fisiologis mengalami penurunan yang menimbulkan berbagai masalah kesehatan salah satunya adalah Insomnia. Insomnia ditandai dengan adanya gangguan sulit untuk memulai tidur. Adapun salah satu cara untuk mengobati skala insomnia adalah dengan terapi senam lansia, Karena terapi senam lansia dapat memberikan sensasi relaksasi sehingga mengakibatkan terjadinya peningkatan oksigen dalam darah pada area yang digerakkan sehingga aktifitas sel meningkat dan akan mengurangi skala insomnia serta menunjang proses penyembuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap penurunan skala insomnia ada lansia di Desa Batu Belah Wilayah Kerja Puskesmas Kampar Tahun 2020. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan rancangan one group pretest–posttest design dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 35 orang. Dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner insomnia rating scale. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan uji T-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh terhadap penurunan skala insomnia pada lansia dengan p-value 0,000 (p
GAMBARAN KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II YANG MENDAPATKAN DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION (DSME) DI DESA SUNGAI PINANG WILAYAH KERJA UPT BLUD PUSKESMAS TAMBANG ERMA KASUMAYANTI; MAHARANI MAHARANI; NIA APRILLA
Jurnal Ners Vol. 5 No. 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v5i2.2707

Abstract

Penyakit Diabetes mellitus dapat menimbulkan komplikasi seperti kebutaan, serangan jantung, stroke, gagal ginjal, dan amputasi kaki, hal ini membutuhkan kemampuan manajemen diri pasien dan edukasi kesehatan sehingga penderita mampu mengontrol kadar gula darah menjadi normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar gula darah penderita diabetes mellitusTipe II yang mendapatkan Diabetes Self- Managenent Education (DSME) di Desa Sungai Pinang Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Tambang Tahun 2021. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Dalam penelitian  ini sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling yaitu mengambil keseluruhan populasi penderita DM Tipe II yang sudah mendapatkan edukasi DSME yang berjumlah 32 orang. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah Analisa Univariat. Dari hasil penelitian pada analisa univariat didapatkan bahwa  dari 32 Responden sebagian besar umur 45 tahun 12 orang (37.5%), sebagian besar jenis kelamin perempuan 18 orang (56.2%), sebagian besar pendidikan SMP 15 orang (46.9%), sebagian besar memiliki kadar gula darah tidak normal sebanyak 25% (78%). Dengan diketahuinya hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran tentang kadar gula darah responden sehingga diharapkan bagi responden untuk lebih  optimal dalam mengontrol kadar gula darah dengan menerapkan Diabetes Self Manajemen Education (DSME) sehingga kadar gula darah berada dalam rentang normal.                                     Kata kunci    : Diabetes Self Manajenemen Education, Kadar Gula Darah, DM Tipe II
GAMBARAN MOTIVASI KADER DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN POSYANDU DI DESA BUKIT KEMUNING WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS SUKARAMAI TAHUN 2021 ERMA KASUMAYANTI; NIA APRILLA; SITI HOTNA
Jurnal Ners Vol. 6 No. 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v6i1.3884

Abstract

Kader Posyandu merupakan salah satu faktor penentu dalam posyandu yang bertugas mengatur jalannya program posyandu, kader harus lebih menguasai tentang kegiatan yang harus dijalankan atau dilaksanakan, Motivasi yang tinggi dalam kegiatan Posyandu akan meningkatkan kinerja kader Posyandu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran motivasi kader dalam memberikan pelayanan posyandu di Desa Bukit Kemuning Wilayah kerja UPT Puskesmas Sukaramai tahun 2021. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling yaitu mengambil keseluruhan populasi yaitu kader posyandu di Desa Bukit Kemuning yang berjumlah 20 orang. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah Analisa Univariat. Dari hasil penelitian pada analisa univariat didapatkan bahwa dari 20 Responden sebagian besar tingkat pendidikan responden adalah SMA yaitu sebanyak 10 orang (50%), sebagian besar umur responden berada pada rentang 36 – 45 tahun yaitu sebanyak 10 orang (50%) dan pekerjaan responden 100 % adalah ibu rumah tangga, sebagian besar responden dengan masa menjadi kader yaitu lebih dari 5 tahun sebayak 16 kader ( 80%). Sebagian besar responden tidak ada mengikuti pelatihan kader sebanyak 12 orang (60%) sebagian kader memiliki motivasi tinggi dalam memberikan pelayanan posyandu di desa Bukit Kemuning yaitu 11 kader (55%). Dengan diketahuinya hasil penelitian ini diharapkan pihak puskesmas dapat memberikan pelatihan kader secara berkala agar kader lebih termotivasi dan meningkatkan kinerjanya dalam memberikan pelayanan sesuai dengan peran dan tugas kader pada kegiatan posyandu.