Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN STATUS GIZI PADA LANSIA DI DESA BUKIT KEMUNING WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS SUKARAMAI TAHUN 2022 SITI HOTNA SIAGIAN; ERMA KASUMAYANTI
Jurnal Ners Vol. 6 No. 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v6i2.7625

Abstract

Negara Indonesia  merupakan negara yg menghormati  lansia. Maka perhatian besar harus diberikan kepada lansia agar tetap memiliki usia harapan hidup yg baik dengan  mendukung masalah kesehatan yg terjadi pada lansia terutama masalah status gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran hubungan dukungan keluarga dengan status gizi pada lansia di desa Bukit kemuning  wilayah kerja UPT  puskesmas Sukaramai  tahun 2022. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif Analitik yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan hubungan antar variabel, dengan variabel bebas dukungan keluarga dan variabel terkaitnya status gizi. Dalam penelitian  ini sampel diambil  menggunakan teknik Simple Random Sampling yaitu cara  pengambilan sampel dimana setiap anggota atau unit dari populasi mempunyai kesempatan yang sama  di Desa Bukit Kemuning yang berjumlah175 orang. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional.  Analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Hasil analisa bivariat diketahui ada hubungan yang bermakna antara hubungan dukungan keluarga dengan status gizi pada lansia  dengan p value 0,000 (p<0,05), Oleh karena itu, diharapkan bagi keluarga agar meningkatkan kepedulian kepada orang tua dengan cara selalu memperhatikan masalah kesehatan terutama gizi pada orang tuanya,  dengan cara interaksi antar anggota keluarga, sikap keterbukaan, perhatian, cinta, dan rasa persahabatan yang di berikan oleh keluarga.
PKM SOSIALISASI TENTANG MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) SESUAI USIA DAN KONDISI ANAK DI POSYANDU MEKAR DESA BUKIT KEMUNING KECAMATAN TAPUNG HULU KABUPATEN KAMPAR Erma Kasumayanti; Siti Hotna Siagian
COVIT (Community Service of Health) Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/covit.v2i2.9097

Abstract

Meeting nutritional needs can help increase growth and development in infants and children. In fact, many children aged less than two years experience growth and development disorders due to malnutrition from the time they are in the womb, mothers do not give exclusive breastfeeding, give complementary foods too early to breastfeed (MP-ASI) and the MP-ASI consumed by children does not contain enough children's nutritional needs. In the village of Bukit Kemuning it is known that early MP-ASI was given at the age of 0-6 months, besides that the MP-ASI given was not appropriate for the child's age. This socialization and education is provided as an effort to increase public knowledge in the provision of MP-ASI according to the stage and age of the child. This activity was carried out at the Posyandu Mekar, Bukit Kemuning Village, Tapung Hulu District, Kampar Regency on August 16 2022 involving pregnant women, mothers with children under the age of 2, posyandu cadres and professional staff. The number of participants who attended were 45 people. This activity starts from the preparation, implementation and evaluation stages of activities. Based on the results of the activity evaluation, it was found that there was an increase in the knowledge of parents and cadres about education about the provision of MP-ASI according to the age and condition of the child. It is expected that parents can provide MP-ASI according to the recommended age of the child and the MP-ASI given will meet the nutritional needs of the child so that the child's growth and development is normal according to the stages of its development. Keywords: Complementary Food for ASI, Outreach
PKM PENCEGAHAN COVID 19 DI ERA NEW NORMAL PADA MASYARAKAT DESA PULAU JAMBU KECAMATAN KUOK KABUPATEN KAMPAR Erma Kasumayanti; Dewi Sulastri Juwita; Endang Mayasari
COVIT (Community Service of Health) Vol. 1 No. 1 (2021): MARET 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/covit.v1i1.9538

Abstract

The Corona virus can cause disorders of the respiratory system, acute pneumonia and even cause death. This virus spreads very quickly and has spread to almost all countries, including Indonesia. Preventive efforts in the health protocol implemented by the community in breaking the chain of transmission of COVID 19 during the New Normal period, namely by getting used to using masks, washing hands with soap (handsanitanizer), maintaining distance (social distancing), staying away from crowds and avoiding traveling outside the area, especially the areas that have been declared as red zones. In Pulau Jambu Village, there is still low public awareness of compliance in implementing health protocols in the new normal era in preventing Covid-19. Many people still don't use masks in public places, don't pay attention to social distancing and still have low awareness of washing hands. Health promotion regarding the prevention of Covid-19 is carried out to increase public knowledge and awareness to decide the transmission of the Covid-19 virus. This activity starts from the preparation stage, implementation of activities. After the PKM was carried out on July 17 2020. The result was that there was an increase in public knowledge about how to prevent Covid 19. With this PKM activity it is hoped that the community can increase their awareness to improve health and prevent disease. Keywords: Covid -19, New Normal Era, Prevention
FAKTOR – FAKTOR  YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DINI PADA BAYI 0-6 BULAN DI DESA BUKIT KEMUNING WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS SUKARAMAI TAHUN 2022 Erma Kasumayanti; Siti Hotna; Endang Mayasari
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.13935

Abstract

Masa bayi merupakan masa kritis dalam kehidupan manusia, dimana bayi di usia 6 bulan pertama kelahiran hanya bisa diberikan ASI Ekslusif untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Namun  kenyataannya, banyak diantara bayi sebelum usia 6 bulan sudah diberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Pemberian MP-ASI dini dapat berdampak pada gangguan kesehatan bayi seperti gangguan pencernaan. Pemberian MP-ASI dini disebabkan  kurangnya pemahaman orang tua terhadap pemberian ASI Ekslusif, budaya dan dukungan keluarga yang salah dalam memberikan  MP-ASI pada bayi sebelum usia 6 bulan.  Jenis penelitian ini  adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan  di desa Bukit Kemuning yang berjumlah 92 orang. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling.   Pengumpulan data melalui kuesioner. Pengolahan data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan pemberian MP-ASI dini pada bayi 0-6 bulan  dengan p value=0,002, ada hubungan antara dukungan social keluarga dengan pemberian MP-ASI pada bayi 0-6 bulan  dengan p value =0,0001, ada hubungan pekerjaan dengan kejadian pemberian MP-ASI dini pada bayi 0-6 bulan dengan p value =0,005. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan peranan orang tua dan dukungan keluarga terhadap pentingnya pemberian ASI Ekslusif selama 6 bulan pertama dan dilanjutkan dengan pemberian MP-ASI sesuai usia anak sehingga kebutuhan nutrisi anak terpenuhi dan anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU YANG MEMILIKI BALITA TERHADAP PEMANFAATAN POSYANDU DI DESA EMPAT BALAI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUOK TAHUN 2022 Endang Mayasari; Erma Kasumayanti; Siti Hotna
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.14046

Abstract

Pemanfaatan posyandu adalah partisipasi ibu untuk membawa balitanya ke posyandu dan memanfaatkan berbagai pelayanan kesehatan di posyandu. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui Gambaran pengetahuan ibu yang memiliki balita dalam pemanfaatan posyandu oleh ibu balita. Desain penelitian ini adalah Deskriptif Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki balita di desa Empat balai Wilayah Kerja Puskesmas tahun 2022 yang berjumlah 57 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Pengambilan data di lapangan Analisa data yang digunakan adalah Univariat Hasil penelitian menunjukkan terdapat bahwa dari 67 responden, mayoritas ibu balita berusia yaitu 20-35 Tahun (59,7%). diketahui bahwa dari 67 responden, mayoritas tidak bekerja yaitu 52 orang (77,6%). 67 responden, memiliki pengetahuan baik sebanyak 56 orang ( 83,6%) Pengetahuan mempengaruhi keputusan untuk melakukan Tindakan termasuk keputusan pemanfaatan posyandu dalam mendeteksi pertumbuhan dan perkembangan balita
Faktor Sosiodemografi yang Berhubungan dengan Pengetahuan Personal Hygiene Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Pmb Nislawaty Desa Ridan Permai Kampar Tahun 2024 Erma Kasumayanti; Endang Mayasari; Nislawaty Nislawaty; Awari Susanti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46866

Abstract

Personal hygiene penting bagi ibu hamil untuk mencegah infeksi yang dapat membahayakan ibu dan janin. Namun, masih banyak ibu hamil yang kurang memahami cara menjaga kebersihan diri selama kehamilan. Kurangnya pengetahuan ini dapat meningkatkan risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan personal hygiene pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 52 responden, yang diperoleh dengan teknik accidental sampling, yaitu ibu hamil yang hadir selama periode penelitian dan memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Dari hasil penelitian diketahui terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan personal hygiene (p<0,05). Faktor usia dan pekerjaan dan pendapatan keluarga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p>0,05). Pendidikan berhubungan dengan tingkat pengetahuan personal hygiene pada ibu hamil. Diperlukan peningkatan edukasi kesehatan, terutama bagi ibu dengan pendidikan rendah.
Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Tn. R Dengan Resiko Perilaku Kekerasan Melalui Terapi Mendengarkan Asmaul Husna Di Ruangan Sebayang Rumah Sakit JiwaTampan Provinsi Riau Natia Putri; Erma Kasumayanti; Ulia Nelma
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v2i2.48

Abstract

Skizofrenia atau gangguan mental adalah kondisi psikotik yang berpengaruh terhadap fungsi individu,termasuk berpikir, berkomunikasi, menerima, menafsirkan kenyataan, merasakan, dan menunjukkan emosi yang ditandai dengan pikiran kacau, delusi, halusinasi, dan perilaku maladaptive. Resiko perilaku kekerasan terjadi karena adanya perasaan marah yang diluapkan melalui tindakan secara verbal, fisik, maupun psikologis yang dapat membahayakan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Pasien yang mengalami skizofenia terutama dengan resiko perilaku kekerasan ditandai dengan beberapa gejala seperti marah tanpa sebab, sering mengurung diri dikamar, agresif atau mudah tersinggung, dan membanting barang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui asuhan keperawatan pada Tn.R dengan penerapan terapi mendengarkan asmaul husna pada penderita yang mengalami resiko perilaku kekerasan. Pengkajian ini dilakukan pada tanggal 12 Juni 2023, Klien Tn.R berumur 33 tahun dengan diagnosa keperawatan yaitu resiko perilaku kekerasan. Intervensi keperawatan dengan melakukan pemberian terapi asmaul pada Tn. R dengan resiko perilaku kekerasan. Hasil implementasi menunjukkan mampu melakukan intervensi yang disusun terkait terapi mendengarkan asmaul husna sesuai SAK jiwa sehingga hasil evaluasi diperoleh SP 1-4 dapat tercapai. Kesimpulan dari pemberian terapi mendengarkan asmaul husna terjadi peningkatan kemampuan klien dalam mengendalikan resiko perilaku kekerasan. Disarankan kepada perawat untuk menindaklanjuti dan mengulangi kembali strategi pelaksanaan resiko perilaku kekerasan pada klien.
Asuhan Keperawatan Pada Tn. R Dengan Pneumonia Di Ruang Pejuang RSUD Bangkinang Tahun 2024 Desti Aulia; Erma Kasumayanti
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i1.77

Abstract

Pneumonia merupakan radang akut atau infeksi paru-paru yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur dan parasit yang menyerang jaringan paru dan sekitarnya. Gejala umum pada pasien dengan pneumonia yaitu adanya batuk, demam, hidung tersumbat, napas dangkal atau cepat, sulit bernapas, muntah, hilang nafsu makan, lemas, pada kasus ekstrim warna bibir dan kuku kebiruan atau abu-abu. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 03-05 Juni 2024. Subjek pada laporan kasus adalah Tn .R yang berusia 63 tahun dengan pneumonia. Pada saat pengkajian klien mengeluh batuk, sesak napas, demam tinggi, adanya keluhan nyeri pada dada, tubuh merasa lemas, nyeri kepala. Peneliti merumuskan masalah utama dengan diagnosa bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan produksi sputum yang berlebih. Dalam melaksanakan tindakan keperawatan Tn.R dengan pneumonia dilaksanakan sesuai rencana keperawatan yang telah disusun. Hasil kunjungan keperawatan selama 3 hari pada klien didapatkan masalah teratasi. Harapan peneliti dari penulisan laporan kasus ini agar mahasiswa, institusi pendidikan dan pihak RS dapat memberikan acuan dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien dengan pneumonia.
Asuhan Keperawatan Pada Ny. A Dengan Gastritis Di Ruang Pejuang RSUD Bangkinang Tahun 2024 Arsyita Bahri; Erma Kasumayanti
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i1.94

Abstract

Gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung. Peradangan ini menyebabkan lapisan lambung membengkak, yang pada akhirnya menyebabkan terbentuknya epitel dari lapisan lambung. Faktor yang menjadi resiko terjadinya gastritis diantaranya adalah kebiasaan merokok, pola makan tinggi lemak atau garam, pertambahan usia karena seiring waktu lapisan mukosa lambung akan mengalami penipisan dan melemah. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sampai melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gastritis di ruang Pejuang RSUD Bangkinang Tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif yang berbentuk studi kasus. Responden pada laporan kasus adalah Ny. A yang berusia 46 tahun dengan gastritis. Data yang didapatkan dengan wawancara, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pada saat pengkajian pasien mengatakan nyeri pada ulu hati, mual, muntah, tangan sebelah kanan terasa kebas, nafsu makan menurun, pasien tampak lemah dan lesu. Peneliti merumuskan masalah utama dengan diagnosa keperawatan nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis. Intervensi yang diberikan yaitu identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, intensitas nyeri, dan  skala nyeri. Dalam pelaksanaan tindakan keperawatan pada Ny. A dengan gastritis dilaksanakan sesuai rencana keperawatan yang telah disusun. Hasil kunjungan keperawatan selama empat hari pada klien yaitu masalah teratasi dan planning dihentikan. Harapan peneliti dari penulisan laporan kasus ini agar dapat memberikan acuan dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien dengan gastritis.
Pemberian Jus Buah Bit ( Beta Vulgaris L) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Putri Adira; Indrawati Indrawati; Erma Kasumayanti
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.172

Abstract

Hypertension can cause damage to the heart, blood vessels, kidneys, lungs, and motor and sensory nervous systems, and can even affect a person's mental health. Approximately 1 in 5 sufferers with hypertension are at high risk of losing their lives. The purpose of this scientific research is to provide nursing care to Mr. S in an effort to lower blood pressure in hypertensive patients through the administration of beetroot juice (beta vulgaris L) in Kualu Nenas Village. The subject of this research is Mr. S. The research took place from April 27 to 30, 2025. The data collection methods used include in-depth interviews with Mr. S and his family members, direct observation, physical examination, and blood pressure measurement. The tools used in data collection include family nursing assessment sheets and blood pressure measuring tools. The results of blood pressure measurements obtained during the assessment were 175/100 mmHg, with a pulse of 88 beats per minute, a respiratory rate of 20 times per minute, and a body temperature of 36.6℃. Mr. S's height is 160 cm and his weight is 70 kg. The action taken by the researcher regarding the problem faced by Mr. S was to provide beetroot juice therapy (beta vulgaris L). This research applied a case study design with a qualitative descriptive approach and identified the main nursing problems based on the results of the direct study. The case analysis showed a decrease in blood pressure after the patient consumed beetroot juice twice a day. It is hoped that the patient can continue to consume beetroot juice when blood pressure increases.