Articles
Pemantapan Kesiapan Guru dan Pelatihan Literasi Digital pada Implementasi Kurikulum Merdeka
Ayu Rizki Septiana;
Moh. Hanafi
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/joongki.v1i3.832
Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di SD Negeri 1 Sidem Desa Sidem Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung. Guru-guru di SD tersebut menjadi sasaran pengabdian kepada masyarakat ini yang bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait pengimplementasian Kurikulum Merdeka serta pelatihan tentang pentingnya literasi digital dalam kurikulum Merdeka. Hasilnya menunjukkan bahwa guru-guru SD Negeri 1 Sidem masih memerlukan pendampingan untuk memantapkan kesiapan guru-guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka juga menuntut guru untuk beradaptasi dengan teknologi. Selanjutnya, pelatihan literasi digital menujukkan bahwa untuk menjadi guru yang unggul utamanya dalam menghadapai kebaharuan Kurikulum Merdeka, guru-guru harus memiliki empat pilar literasi digital yaitu digital skills, digital culture, digital ethic dan digital safety.
PELATIHAN PENGAJARAN PRONUNCIATION BAGI TENTOR BAHASA INGGRIS DI PONDOK PESANTREN TERPADU AL KAMAL
Septiana, Ayu Rizki;
Hanafi, Moh
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 02 (2022): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, Juli 2022
Publisher : Sean Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58471/pkm.v1i02.336
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan tentang pengajaran bagi tentor Bahasa Inggris di Pondok Pesantren Terpadu Al Kamal. Mengajarkan pronunciation kepada siswa yang bukan penutur asli bahasa Inggris mempunyai beragam tantangan.Sebagian guru mungkin merasa bahwa mereka tidak mempunyai cukup waktu untuk memperhatikan setiap pelafalan murid yang ada dikelasnya. Oleh sebab itu, diperlukan tehnik yang dapat membantu siswa untuk lebih memahami bagaimana melafalkan kata dengan benar sehingga mereka pun bisa dengan mudah mempraktekkan sendiri pelafalan- pelafalan dalam bahasa Inggris. Dalam pelatihan ini, semua peserta pelatihan bekerja dalam kelompok. Ada beberapa kelompok kecil dimana peserta bisa mempraktekkan mengajar pronunciation sesuai materi yang diberikan pemateri. Ada lima materi yang disampaikan pada peserta pelatihan meliputi phonetic symbol, stress and intonation, drilling of minimal pair, repetition of voiced and voiceless sounds, penggunaan stress dan intonation yang baik dan penggunaan game dan tongue twister ebagai alternatif dalam pengajaran pronunciation.
PELATIHAN BAHASA INGGRIS BEREKUIVALENSI TOEFL BAGI SANTRI PONDOK PESANTREN TERPADU AL KAMAL
Hanafi, Moh;
Septiana, Ayu Rizki
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 02 (2022): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, Juli 2022
Publisher : Sean Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58471/pkm.v1i02.407
Berkaitan dengan komitmen Pondok Pesantren Terpadu Al Kamal untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris santri-santrinya, untuk itulah program ini dirancang sebagai upaya untuk memberikan sumbangan yang bermanfaat bagi masyarakat. Pelatihan Bahasa Inggris berekuivalensi TOEFL ini diharapkan dapat membantu para santri untuk memotivasi diri dan mengoptimalkan potensi yang mereka miliki dalam bahasa Inggris sehinga mereka dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi sekolah, dan terlebih lagi bagi pengembangan karir mereka sendiri. Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat ini mendapatkan sambutan positif dari pihak Pondok Pesantren Terpadu Al Kamal, terutama karena program ini sesuai dengan kebutuhan mereka. Bentuk sambutan positif tersebut antara lain terlihat dari partisipasi aktif, baik dari pihak sekolah maupun dari peserta pelatihan. Motivasi peserta pelatihan untuk mengikuti proses pelatihan cukup antusias. Hal ini menandakan adanya keinginan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam penguasaan Bahasa Inggris dan pemahaman akan pentingnya Bahasa Inggris, terutama berkaitan dengan TOEFL. Antusiasme ini juga tercermin dari peningkatan skor yang didapat oleh peserta pelatihan setelah mengikuti pelatihan selama 5 kali pertemuan, dengan 2 sesi pada masing-masing pertemuan. Selama kegiatan, peserta yang hadir mampu mencapai 80% dari 35 santri putri yang menjadi peserta pelatihan. Umumnya, mereka sangat antusias untuk belajar TOEFL karena menyadari pentingnya penguasaan Bahasa Inggris di era global.
The Relationship Between Students Listening to English Song Habit and Their Ability to Speak English Among Second Semester Students at English Department of Universitas Bhinneka PGRI
Oscar Andi Prastyo;
Ayu Rizki Septiana
Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61132/pragmatik.v2i3.922
This study aims to determine: the significant relationship between students' habit of listening to English songs and their ability to speak English among second semester students at English education Department of Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung in the academic year 2023/2024. The researcher used quantitative research. The study used the correlational design. The populations in this research were second semester students at Study Program of English Education at Universitas Bhinneka PGRI in the academic year of 2023/2024 which consist of 20 students. The researcher used questionnaire and speaking test as the techniques to collect the data for the research. The result of the analysis in this study show that Pearson Correlation was 0.423. It means that the relationship between listening to English song habits and their ability to speak English was in moderate correlation. Further, the significance value of hypothesis testing is 0.063 which is higher than 0.05. Thus, it can be concluded that Ho is accepted and Ha was rejected. In the other words, there is no significant correlation between listening to English song habits and their ability to speak English.
The Impact of Project Based Learning (PBL) Method on Motivation and Interest in English Learning Among Eleventh Graders at SMAN 1 Karangrejo
Safina Pramas Dinda;
Ayu Rizki Septiana
Transformasi Masyarakat : Jurnal Inovasi Sosial dan Pengabdian Vol. 1 No. 3 (2024): Juli : Transformasi Masyarakat : Jurnal Inovasi Sosial dan Pengabdian
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62383/transformasi.v1i3.272
This research is driven by the principles of Project Based Learning (PJBL). PJBL is an educational approach that utilizes real-world problems as the starting point for integrating new knowledge. The research question posed is whether the PJBL method affects motivation and interest in learning English among eleventh-grade students at SMAN 1 Karangrejo. The objective is to examine the impact of PJBL on motivation and interest in English learning at this school. This study employs a quantitative approach, specifically a non-experimental quasi-regression design, with data collection conducted via a questionnaire using purposive sampling. Data analysis involves descriptive statistics to determine mean values, followed by testing for normality assumptions. If the data meets normality criteria, Pearson correlation analysis is used to examine relationships between variables (X and Y1, X and Y2). Additionally, simple linear regression tests the effects of variables Y1 and Y2 on X. The findings indicate that implementing PJBL in English language education for eleventh-grade students is expected to enhance both motivation and interest in learning at SMAN 1 Karangrejo.
Pelatihan Bahasa Inggris Dasar pada Siswa SMP Islam Plus Hidayatut Thullab untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Inggris
Septiana, Ayu Rizki;
Hanafi, Moh.
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 10 (2024): Agustus
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59837/a61wve15
Pengabdian masyarakat ini merupakan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa dalam Bahasa Inggris, meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa dalam berbicara Bahasa Inggris. Kegiatan yang dilakukan berupa pelatihan yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan dengan sasaran siswa SMP Islam Plus yang tergabung dalam extrakulikuler English Class. Ada 40 siswa yang tergabung dalam English class tersebut dan mengikuti kegiatan English Basic Speaking Class. Dalam 4 pertemuan, siswa belajar beberapa topik untuk berbicara Bahasa Inggris diantaranya self-introduction, greetings, expression of thanks, expression of apologizing dengan berbagai metode. Setelah 4 kali pelatihan, kemampuan siswa mulai meningkat dan mereka lebih termotivasi serta lebih percaya diri dalam berbicara dalam Bahasa Inggris. Karena keterbatasan waktu, diharapkan English Basic Speaking Class memiliki keberlanjutan kegiatan untuk memaksimalkan kemampuan siswa dalam berbicara Bahasa Inggris.
Grammatical Competence Across Different Learning Styles
Septiana, Ayu Rizki;
Hanafi, Moh
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i6.17043
Effective grammar instruction should integrate a variety of activities that cater to different learning styles. This research is intended to investigate students’ learning style, to investigate students’ grammatical competence and to find out whether any significant differences on students’ grammatical competence across different learning style. The design of this present research was convergent mix method which intended to analyze the data from quantitative and qualitative separately but complement each other. There were 15 students who became the sample of this research. In addition, in order to take the data, there were two instruments used, namely, grammar test and learning style questionnaire. The result of the questionnaire showed that the major preference of the learning style was visual learning style. Meanwhile, the grammar test showed the mean score of 86 or A- in average. Further, the result of hypothesis testing using One-way Anova on IbM SPSS 26 found that there is no significant difference on students’ grammatical competence among auditory, visual and kinesthetics learning styles.
Revealing The Correlation between Students’ Grammatical Competence and Speaking Performance
Hanafi, Moh;
Septiana, Ayu Rizki
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i6.17044
Grammatical competence and speaking performance are interrelated components of language proficiency. Developing both aspects requires a balanced approach to language instruction that integrates grammar learning with speaking practice. This research is intended to investigate the correlation between students’ grammatical competence and their speaking performance. There were 19 students who were taken as the sample of this study. To take the data, grammar test and speaking test were administered. The result showed that the grammar test of the students was 79.86 in average or B+. Meanwhile, the speaking test resulted on 73.47 in average or it can be categorized into B. Further, the test of Pearson Correlation Product moment revealed that the coefficient of the correlation was .468 which was at moderate positive correlation. In addition, the significance of the correlation resulted on 0.043. Since it is lower than the level of significance 0.05, it can be concluded that H0 is rejected. It means that there is a significant correlation on students’ grammatical competence and their speaking performance.
Kampus Mengajar Angkatan 8 dan Implikasinya pada Literasi dan Numerasi Siswa di SDN Bakalan
Septiana, Ayu Rizki;
Hanafi, Moh.;
Nisya, Firly Salsabilla Difa;
Ardhianti, Kiky;
Karimah, Umi Lina Adibatul
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59837/a4vg2d79
Artikel ini disusun untuk melaporkan hasil pengabdian kepada masyarakat yang merupakan kolaborasi antara Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan mahasiswa pada program Kampus Mengajar Angkatan 8 di SDN Bakalan. Ada empat program kerja yang disusun bersama dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa di SD tersebut, diantaranya adalah tongkrongan baca, NNT (nonton, nulis, tayangkan), puzzle numerasi dan math duel. Keempat program kerja tersebut diimplementasikan selama penugasan Kampus Mengajar dan hasilnya menunjukkan peningkatan kemampuan literasi sebesar 17% dan kemampuan numerasi sebesar 29%.
Pemantapan Kesiapan Guru dan Pelatihan Literasi Digital pada Implementasi Kurikulum Merdeka
Ayu Rizki Septiana;
Moh. Hanafi
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56799/joongki.v1i3.832
Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di SD Negeri 1 Sidem Desa Sidem Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung. Guru-guru di SD tersebut menjadi sasaran pengabdian kepada masyarakat ini yang bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait pengimplementasian Kurikulum Merdeka serta pelatihan tentang pentingnya literasi digital dalam kurikulum Merdeka. Hasilnya menunjukkan bahwa guru-guru SD Negeri 1 Sidem masih memerlukan pendampingan untuk memantapkan kesiapan guru-guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka juga menuntut guru untuk beradaptasi dengan teknologi. Selanjutnya, pelatihan literasi digital menujukkan bahwa untuk menjadi guru yang unggul utamanya dalam menghadapai kebaharuan Kurikulum Merdeka, guru-guru harus memiliki empat pilar literasi digital yaitu digital skills, digital culture, digital ethic dan digital safety.