Zana Fitriana Octavia
Program Studi Gizi, Fakultas Psikologi Dan Kesehatan, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT KECUKUPAN SERAT, CAIRAN, DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN POLA DEFEKASI PADA REMAJA DI SMA N 14 SEMARANG Noviastuti, Ismy; Octavia, Zana Fitriana; Hayati, Nur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48469

Abstract

Pola defekasi adalah kebiasaan atau pola pengeluaran feses dari tubuh, meliputi frekuensi dan konsistensi feses. Morbiditas 20 besar penyakit di puskesmas kota Semarang tahun 2023, termasuk diare dan gastroenteritis terduga menular berjumlah 251.561 kasus. Ketidakseimbangan faktor-faktor yang memengaruhi pola defekasi memperburuk kondisi kesehatan gastrointestinal, sehingga meningkatkan risiko komplikasi gangguan pola defekasi seperti diare dan konstipasi. Faktor-faktor yang memengaruhi pola defekasi termasuk asupan serat, cairan, dan aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kecukupan serat, cairan, dan aktivitas fisik dengan pola defekasi (frekuensi dan konsistensi) pada remaja di SMA Negeri 14 Semarang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional study. Pengambilan data asupan serat dan cairan diperoleh dengan menggunakan formulir food recall 3x24 jam, aktivitas fisik diperoleh dari formulir physical activity level (PAL) 3x24 jam, dan pola defekasi memakai formulir stool diary dan bristol stool chart dengan waktu pengisian selama 7 hari. Analisis data bivariat dilakukan dengan uji Somers’d menggunakan program SPSS 26. Hasil analisis bivariat menunjukan tidak terdapat hubungan tingkat kecukupan serat dengan frekuensi defekasi (p = 0,333) dan konsistensi feses (p = 0,319), tidak terdapat hubungan tingkat kecukupan cairan dengan frekuensi defekasi (p = 0,130) dan konsistensi feses (p = 0,582). Ada hubungan aktivitas fisik dengan frekuensi defekasi (p = 0,038) dan konsistensi feses (p = 0,016). Kesimpulan berdasarkan uji statistik ditemukan ada hubungan aktivitas fisik dengan pola defekasi.
Hubungan Tingkat Kecukupan Zat Gizi Makro dengan Tingkat Kegemukan pada Wanita yang Menggunakan Kontrasepsi Hormonal Octavia, Zana Fitriana; Azzhira, Nisrina Claudy
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12704

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan gizi yang banyak terjadi pada wanita usia subur adalah malnutrisi. Kejadian obesitas dapat disebabkan oleh asupan zat gizi makro yang berlebihan. Penggunaan kontasepsi hormonal pada wanita usia subur dalam jangka panjang memiliki efek samping obesitas.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat kecukupan zat gizi makro dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonalMetode: Penelitian ini menggunakan desain cross- sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah 59 orang wanita usia subur berusia 30-35 tahun yang memiliki berat badan lebih dan mengggunakan kontrasepsi hormonal secara rutin. Tingkat kecukupan zat gizi makro diketahui melalui metode recall dan tingkat kegemukan dengan mengukur indeks massa tubuh. Perbedaan rerata antar kelompok dilakukan dengan uji Mann Whitney. Hubungan antar variabel diketahui melalui uji Sommers d’.Hasil: Terdapat perbedaan rerata persentase kecukupan zat gizi makro antara kelompok overweight dan obesitas (p<0,05). Tingkat kecukupan karbohidrat berhubungan dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal (0,006) dan Tingkat kecukupan lemak berhubungan dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal (0,013). Tingkat kecukupan protein tidak berhubungan dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal (0,167).Kesimpulan: Tingkat kecukupan karbohidrat dan lemak berhubungan dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi oral. Sedangkan tingkat kecukupan protein tidak berhubungan dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal
Uji Organoleptik Produk Eco-Enzyme dari Sampah Organik Octavia, Zana Fitriana; Zahroh, Fatimatuz; Hayati, Nur; Lestari, Puji; Sholichah, Farohatus
BIOEDUKASI (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 16, No 2 (2025): BIOEDUKASI, NOVEMBER 2025
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/bioedukasi.v16i2.12096

Abstract

Organic waste, such as food residues, can be processed into Eco-Enzyme, a product with various benefits. This study aims to produce Eco-Enzyme from organic waste and to conduct an organoleptic analysis of the resulting product. The research employed an experimental design for the production of Eco-Enzyme and a descriptive method for the organoleptic test. The Eco-Enzyme was made from vegetable and fruit waste mixed with palm sugar and water, then fermented for three months, with the container opened once every month. The results of the organoleptic test showed that most samples had a fermented aroma (60.29%), a light brown color (25%), and a constant volume (100%). The production process began with selecting organic waste, cutting it into small pieces, and then mixing it with palm sugar and water at a ratio of 1:3:10 (sugar:waste:water).
Hubungan Tingkat Kecukupan Zat Gizi Makro dengan Tingkat Kegemukan pada Wanita yang Menggunakan Kontrasepsi Hormonal Octavia, Zana Fitriana; Azzhira, Nisrina Claudy
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12704

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan gizi yang banyak terjadi pada wanita usia subur adalah malnutrisi. Kejadian obesitas dapat disebabkan oleh asupan zat gizi makro yang berlebihan. Penggunaan kontasepsi hormonal pada wanita usia subur dalam jangka panjang memiliki efek samping obesitas.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat kecukupan zat gizi makro dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonalMetode: Penelitian ini menggunakan desain cross- sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah 59 orang wanita usia subur berusia 30-35 tahun yang memiliki berat badan lebih dan mengggunakan kontrasepsi hormonal secara rutin. Tingkat kecukupan zat gizi makro diketahui melalui metode recall dan tingkat kegemukan dengan mengukur indeks massa tubuh. Perbedaan rerata antar kelompok dilakukan dengan uji Mann Whitney. Hubungan antar variabel diketahui melalui uji Sommers d’.Hasil: Terdapat perbedaan rerata persentase kecukupan zat gizi makro antara kelompok overweight dan obesitas (p<0,05). Tingkat kecukupan karbohidrat berhubungan dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal (0,006) dan Tingkat kecukupan lemak berhubungan dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal (0,013). Tingkat kecukupan protein tidak berhubungan dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal (0,167).Kesimpulan: Tingkat kecukupan karbohidrat dan lemak berhubungan dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi oral. Sedangkan tingkat kecukupan protein tidak berhubungan dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal
Hubungan Tingkat Kecukupan Zat Gizi Makro dengan Tingkat Kegemukan pada Wanita yang Menggunakan Kontrasepsi Hormonal Octavia, Zana Fitriana; Azzhira, Nisrina Claudy
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12704

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan gizi yang banyak terjadi pada wanita usia subur adalah malnutrisi. Kejadian obesitas dapat disebabkan oleh asupan zat gizi makro yang berlebihan. Penggunaan kontasepsi hormonal pada wanita usia subur dalam jangka panjang memiliki efek samping obesitas.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat kecukupan zat gizi makro dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonalMetode: Penelitian ini menggunakan desain cross- sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah 59 orang wanita usia subur berusia 30-35 tahun yang memiliki berat badan lebih dan mengggunakan kontrasepsi hormonal secara rutin. Tingkat kecukupan zat gizi makro diketahui melalui metode recall dan tingkat kegemukan dengan mengukur indeks massa tubuh. Perbedaan rerata antar kelompok dilakukan dengan uji Mann Whitney. Hubungan antar variabel diketahui melalui uji Sommers d’.Hasil: Terdapat perbedaan rerata persentase kecukupan zat gizi makro antara kelompok overweight dan obesitas (p<0,05). Tingkat kecukupan karbohidrat berhubungan dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal (0,006) dan Tingkat kecukupan lemak berhubungan dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal (0,013). Tingkat kecukupan protein tidak berhubungan dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal (0,167).Kesimpulan: Tingkat kecukupan karbohidrat dan lemak berhubungan dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi oral. Sedangkan tingkat kecukupan protein tidak berhubungan dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal
Knowledge and Attitudes about Nutrition related to Snacking Practices in Madrasah Tsanawiyah Students Lestari, Puji; Octavia, Zana Fitriana
Journal of Health Education Vol 6 No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v6i2.40182

Abstract

Background: Snacks in students' social life are a means of socializing students with their friends. Students tend to consume less nutritious food. The practice of this student snack begins with the attitude of the students, which begins with the students' knowledge of nutrition. This study aims to analyze the relationship between knowledge and attitudes about nutrition on students' snacking practice. Methods: This study is a descriptive study with a cross-sectional research design. The research sample consisted of 133 students, who were students in grades 8 & 9 Mts Darul Ulum. Results: The results of the Spearman rho test, the relationship between nutritional knowledge and snacking practice (p = 0.084), the relationship between nutritional attitudes towards snacking practice (p = 0.013). Conclusion: Nutritional knowledge is not related to nutritional attitudes. Nutritional attitudes are related to snacking practices. KEYWORDS: Nutrition Knowledge; Snack Attitude; Snack Practices
The Relationship of Nutritional Status and Energy Adequacy with the Work Productivity of Class I Kedungpane Semarang Penitentiary Employees Nabila, Firda Ainun; Susilowati, Fitria; Octavia, Zana Fitriana
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 4 No. 1 (2024): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i1.51258

Abstract

Employee productivity is very important for a company. Employees who have good productivity will produce high-quality products or services. Nutritional status and energy adequacy are one of the factors that affect employee productivity. Energy intake will be the main source of energy for employees to do work. The more adequate energy intake will make the nutritional status close to normal. Determine the relationship between nutritional status and energy adequacy with the work productivity of employees of Class I Correctional Institution Kedungpane Semarang. This type of research uses observational analytics with a cross sectional approach. This research was conducted at the Class I Penitentiary Kedungpane Semarang. The sampling technique is consecutive sampling of 70 employees. The data measured are nutritional status with anthropometric measurements consisting of employee weight and height, energy adequacy with a 3x24 hour food recall instrument, and work productivity using a 3-day work time record. The results of bivariate tests using the Gamma test showed that there was a relationship between nutritional status and work productivity (p = 0.000), and there was a relationship between energy adequacy and work productivity (p = 0.024). There is a relationship between nutritional status and energy adequacy with the work productivity of Class I Kedungpane Semarang Penitentiary employees.