Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : SOLUSI

ANALISIS SISTEM INFORMASI UNTUK MENDUKUNG AKTIVITAS BISNIS Dian Triyani
Solusi Vol 8, No 4 (2009)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v8i4.1968

Abstract

Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhimya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya.Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik. Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.
GLOBALISASI DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENGEMBANGAN SDM Dian Triyani
Solusi Vol 6, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1317.922 KB) | DOI: 10.26623/slsi.v6i1.1912

Abstract

Arus  globalisasi  yang mengarah ke liberalisme  terus  melaju  yang melintasi  jalan  bebas hambatan.   Hakekatnya   globalisasi  yang tidak lain adalah   mobilitas  pasar  modal,  pasar  barang dan  pasar  kerja  akan  menjadi  semakin  tinggi dan intensif  antar  negara-negara di dunia,  sebab pasar modal dan barang   adalah persaingan sumber daya  manusia. Pasar barang  dan jasa yang kita  miliki saat  ini pun akan  mampu  bersaing  pada  pasar  global  bila mempunyai mutu  yang baik  dan harga yang bersaing (comparative and  competitive advantage). Peningkatan mutu barang  dan  jasa  tersebut   hanya  dapat  terjadi   bila didukung   oleh sumber  daya  manusia  (SDM) yang  berkualitas.   Teristimewa globalisasi  yang bermuara  pada  SDM  yang  kita kenal dengan Migrasi Tenaga Kerja Intemasional yang di Indonesia namanya Tenaga Kerja  Indonesia  (TKI). (Natali~ 2004)
ANALISIS PERSEPSI RESIKO E-COMMERCE DAN WEBSITE QUALITY DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI PELANGGAN DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN SEBAGAI VARIABEL MODERATING PADA PRODUK FASHION DI KOTA SEMARANG Lulus Prapti; Dian Triyani
Solusi Vol 16, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v16i3.2172

Abstract

E-commerce adalah jenis mekanisme bisnis elektronik yang berfokus pada transaksi bisnis berbasisindividu dengan menggunakan internet sebagai media untuk bertukar barang atau jasa. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis pengaruh persepsi risiko E-commerce dan kualitas situs web dalam meningkatkanpartisipasi pelanggan dengan tingkat kepercayaan sebagai variabel moderasi. Populasi penelitian ini adalah pembeli produk fashion di Semarang dengan sampel 96 responden.Dengan menggunakan teknik analisis regresi linier berganda, hasil yang diperoleh adalah bahwa persepsi risikoE-commerce berpengaruh negatif terhadap tingkat kepercayaan konsumen. Semakin tinggi risiko yang dihadapioleh konsumen, semakin rendah tingkat kepercayaan. Sementara kualitas situs web juga memiliki efek negatifpada tingkat kepercayaan. Semakin menarik tampilan produk di situs web, semakin rendah tingkat kepercayaankonsumen. Hal ini disebabkan kekhawatiran konsumen bahwa produk yang akan dibeli ternyata tidak sepertiyang ditawarkan di situs web. Sedangkan tingkat kepercayaan berpengaruh positif terhadap tingkat partisipasipelanggan.Kata kunci: persepsi risiko, kualitas situs web, tingkat kepercayaan, partisipasi pelanggan
MOTIVASI PEKERJA OJEK KONVENSIONAL DALAM PERSAINGAN BISNIS TRANSPORTASI ONLINE (STUDI PADA JASA OJEK PANGKALAN DI KECAMATAN NGALIYAN KOTA SEMARANG) Dian Triyani; Rr. Lulus Prapti NSS; Aprih Santoso
Solusi Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v16i1.2155

Abstract

ABSTRAK Ojek adalah transportasi umum informal di Indonesia yang berupa sepeda motor. Belumlama ini muncul sebuah terobosan baru dalam hal transportasi umum, yaitu ojek online yang bisadipesan melalui smartphone. Para pengguna ojek konvensional yang berpindah ke ojek onlinemembuat para tukang ojek konvensional mengeluh. Rumusan masalah penelitian ini adalahbagaimana motivasi pekerja ojek konvensional dalam menghadapi persaingan bisnis transportasi. Penelitian ini dilakukan di pangkalan-pangkalan ojek di kecamatan Ngaliyan. Fokus yangakan diteliti oleh peneliti adalah para tukang ojek konvensional di wilayah kecamatan Ngaliyan.Wawancara dilakukan terhadap lima orang tukang ojek konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kompensasi, komitmen, dan lingkungan kerja mempengaruhi motivasi pekerja ojek konvensional dalam mempertahankan pekerjaannya dandapat menghadapi persaingan bisnis transportasi. Semakin memadai kompensasi yang diterima,komitmen organisasi yang tinggi, dan lingkungan kerja yang baik maka pekerja semakintermotivasi untuk mempertahankan pekerjaannya.Kata kunci: kompensasi, komitmen, lingkungan kerja, motivasi 
KESETARAAN DAN KEADILAN GENDER DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL Dian Triyani
Solusi Vol 6, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1293.174 KB) | DOI: 10.26623/slsi.v6i1.1906

Abstract

Kesetaraan dan keadilan gender (KKG) sudah Menjadi Isu yang sangat Penting dan sudah menjadi komitmen bangsa-bangsa di dunia termasuk Indonesia sehingga seluruh Negara menjadi terikat dan harus melaksanakan komitmen tersebut. Isu gender di era global adalah masalah penindasan dan eksploitasi, kekerasan, dan persamaan hak dalam keluarga, masyarakat, dan Negara. Masalah yang sering muncul adalah perdagangan perempuan, dan pelacuran paksa, yang umumnya timbul dari berbagai factor yang saling terkait, antara lain dampak negative dari proses urbanisasi, relative tingginya angka kemiskinan dan pengangguran, serta rendahnya tingkat pendidikan.