Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : solusi

PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT DALAM TEKNOLOGI DAN INOVASI PRODUK UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN UMKM Edy Suryawardana; Dian Triyani; Raden Rara Lulus Prapti NSS
Solusi Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v16i2.2161

Abstract

Produsen pengolahan bandeng di Kota Semarang sudah mulai tumbuh dengan pesatmeskipun masih menggunakan cara-cara tradisional salah satunya di Kelurahan MirotoKecamatan Semarang Tengah dan Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari. Jenis olahanbandeng presto yang belum tergarap dengan maksimal adalah pengolahan hasil perikanan,terutama modifikasi produk misalkan pemindangan, otak-otak bandeng, abon bandeng danbandeng presto tanpa duri yang awet tahan lama dan higienis. Oleh karena itu diadakanlah PKMusaha kecil dan menengah dalam berbagai produk olahan pada bandeng presto “Barokah Hj.Sayati” dan bandeng presto “ABI” di kota semarang. Masalah yang ditemui di lapangan berkisar pada faktor sumberdaya manusia, faktorproduksi, faktor keuangan dan faktor pemasaran dan faktor kondisi fisik lokasi produksi. Targetdari pelaksanaan PKM bagi pelaku pengolah produk ikan bandeng adalah peningkatankemampuan mengelola usaha kecil dan menengah bandeng presto “Barokah Hj. Sayati” danbandeng presto “ABI” di Kota Semarang dalam aspek produksi melalui pengenalan teknologimesin giling pemisah daging-duri ikan bandeng, mesin penghancur daging-duri (spinner) sertamesin pengawet produk bandeng anti mikroba (vacoompack) maupun aspek manajemen yangmeliputi aspek keuangan dan pemasaran serta sumber daya manusia. Luaran dari pelaksanaan PKM diversifikasi produk olahan ikan bandeng adalah: dariaspek produksi, para pengelola usaha produk olahan ikan bandeng mampu menghasilkan produkdari ikan bandeng yang berkualitas baik dan tahan lama dengan harga jual yang dapat bersaingdi pasaran. Misalnya produk abon bandeng, pepes bandeng, bakso bandeng dan otak-otakbandeng; dari aspek keuangan, pengelola usaha produk olahan ikan bandeng mampu melakukanperencanaan keuangan untuk hasil produksi olahan yang dijual sekaligus dapat mengelolakeuangan pra produksi sampai dengan pasca produksi dengan baik; dari aspek pemasaran, parapengelola usaha produk olahan ikan bandeng mampu melakukan perencanaan pemasaran untukmenjual hasil produksi olahan, sehingga para pengelola usaha ini dapat memperoleh penghasilanyang lebih tinggi melalui pemasaran lokal maupun domestik; dari aspek sumber daya manusia,para pengelola usaha produk olahan ikan bandeng mampu melakukan perencanaan prosesproduksi, pengorganisasian tugas dan tanggung jawab pekerjaan, pelaksanaan pengolahanproduk dan pengawasan mutu produk, sehingga para pengelola usaha ini dapat memperolehhasil produksi yang lebih baik sekaligus dapat memasarkan secara handal produk olahan ikanbandeng. Mencermati permasalahan tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian KepadaMasyarakat (LPPM) USM melalui Fakultas Ekonomi tergerak untuk ikut partisipasimemberikan bantuan pendampingan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melaluipemberdayaan program pengolahan produk ikan bandeng presto yang berkualitas dan tahanlama. Dengan adanya produk olahan ikan bandeng akan mewujudkan peningkatan pada mutu dan pendapatan masyarakat khususnya di wilayah Kelurahan Miroto Kecamatan Semarang Tengah dan Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari Kota Semarang. Kata Kunci: Program Kemitraan Masyarakat, Olahan ikan bandeng Presto, Usaha Kecil danMenengah
ANALISIS SISTEM INFORMASI UNTUK MENDUKUNG AKTIVITAS BISNIS Dian Triyani
Solusi Vol 8, No 4 (2009)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v8i4.1968

Abstract

Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhimya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya.Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik. Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.
GLOBALISASI DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENGEMBANGAN SDM Dian Triyani
Solusi Vol 6, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1317.922 KB) | DOI: 10.26623/slsi.v6i1.1912

Abstract

Arus  globalisasi  yang mengarah ke liberalisme  terus  melaju  yang melintasi  jalan  bebas hambatan.   Hakekatnya   globalisasi  yang tidak lain adalah   mobilitas  pasar  modal,  pasar  barang dan  pasar  kerja  akan  menjadi  semakin  tinggi dan intensif  antar  negara-negara di dunia,  sebab pasar modal dan barang   adalah persaingan sumber daya  manusia. Pasar barang  dan jasa yang kita  miliki saat  ini pun akan  mampu  bersaing  pada  pasar  global  bila mempunyai mutu  yang baik  dan harga yang bersaing (comparative and  competitive advantage). Peningkatan mutu barang  dan  jasa  tersebut   hanya  dapat  terjadi   bila didukung   oleh sumber  daya  manusia  (SDM) yang  berkualitas.   Teristimewa globalisasi  yang bermuara  pada  SDM  yang  kita kenal dengan Migrasi Tenaga Kerja Intemasional yang di Indonesia namanya Tenaga Kerja  Indonesia  (TKI). (Natali~ 2004)
PENGARUH MOTIVASI, KOMPENSASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN (STUDI PADA CV ENGGAL JAYA SEMARANG) Areis Prassetiawan; Dian Triyani
Solusi Vol 16, No 4 (2018): SOLUSI
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.396 KB) | DOI: 10.26623/slsi.v16i4.1667

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji atau mengetahui seberapa besar pengaruh variabelmotivasi, kompensasi, dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja. Penelitian ini dilakukan terhadap karyawan CV Enggal Jaya Semarang. Tekhnik yangdigunakan dalam pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan tekhnik sampling jenuhatau sensus yaitu penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan menyebar kuesioner. Metode analisis datadilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan software SPSS 20. Tekhnik pengujian datayang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji validitas, uji reliabilitas dengan AlphaConcbranch. Uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, uji t, dan koefisien determinasi bergandadigunakan untuk menguji dan membuktikan hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukan dimana variabel Motivasi, Kompensasi, Lingkungan Kerjaberpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja. Dengan pengujian hipotesismenggunakan uji-t menunjukan bahwa ketiga variabel independen yang diteliti terbukti secarapositif dan signifikan mempengaruhi variabel dependen.Kata Kunci : Motivasi, Kompensasi, Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja.
ANALISIS PERSEPSI RESIKO E-COMMERCE DAN WEBSITE QUALITY DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI PELANGGAN DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN SEBAGAI VARIABEL MODERATING PADA PRODUK FASHION DI KOTA SEMARANG Lulus Prapti; Dian Triyani
Solusi Vol 16, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v16i3.2172

Abstract

E-commerce adalah jenis mekanisme bisnis elektronik yang berfokus pada transaksi bisnis berbasisindividu dengan menggunakan internet sebagai media untuk bertukar barang atau jasa. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis pengaruh persepsi risiko E-commerce dan kualitas situs web dalam meningkatkanpartisipasi pelanggan dengan tingkat kepercayaan sebagai variabel moderasi. Populasi penelitian ini adalah pembeli produk fashion di Semarang dengan sampel 96 responden.Dengan menggunakan teknik analisis regresi linier berganda, hasil yang diperoleh adalah bahwa persepsi risikoE-commerce berpengaruh negatif terhadap tingkat kepercayaan konsumen. Semakin tinggi risiko yang dihadapioleh konsumen, semakin rendah tingkat kepercayaan. Sementara kualitas situs web juga memiliki efek negatifpada tingkat kepercayaan. Semakin menarik tampilan produk di situs web, semakin rendah tingkat kepercayaankonsumen. Hal ini disebabkan kekhawatiran konsumen bahwa produk yang akan dibeli ternyata tidak sepertiyang ditawarkan di situs web. Sedangkan tingkat kepercayaan berpengaruh positif terhadap tingkat partisipasipelanggan.Kata kunci: persepsi risiko, kualitas situs web, tingkat kepercayaan, partisipasi pelanggan
PENDEKATAN HOLISTIK (HOLISTIC APPROACH) SEBAGAI UPAYA EFEKTIF PENGENTASAN KEMISKINAN: STUDI KASUS PADA TIGA KELUARGA MISKIN RR. Lulus Prapti NSS; Rahoyo Rahoyo; Dian Triyani
Solusi Vol 17, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.017 KB) | DOI: 10.26623/.v17i2.1455

Abstract

AbstrakBerbagai program dan upaya pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan memang pernah digulirkan, antara lain Kredit Usaha Tani (1998) yang mencapai Rp8,4 triliun; Kredit Ketahanan Pangan (2000) yang mencapai 2,3 triliun; juga Program Pengembangan Kecamatan (PPK), Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) dan Jaring Pengaman Sosial.  Namun, berbagai upaya itu pun toh tak cukup signifikan mengurangi angka kemiskinan. Setidaknya, data di atas menunjukkan bahwa sejak 2002 sampai dengan 2007 angka kemiskinan tetap bertengger pada angka 16 – 18% sekalipun memang tinggal satu digit pada 2018.Tentu saja kita tidak boleh pesimis bahwa kemiskinan pada dasarnya memang bisa ditekan bahkan bisa dihapuskan. Muhammad Yunus, peraih Nobel Perdamaian 2006 telah membuktikannya di Bangladesh. Tetapi, melihat pengalaman selama 5 tahun terakhir, semua usaha yang dilakukan pemerintah belum memberikan hasil yang berarti.Pertanyaan lain yang muncul, mengapa semua program yang telah menyedot triliunan biaya tersebut tidak mampu membawa dampak signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan? Apakah program-program tanggap darurat (emergent) semacam beras miskin (raskin) dan bantuan langsung tunai (BLT) memang merupakan pendekatan strategis untuk pengentasan kemiskinan?Makalah ini berusaha memotret apa adanya kehidupan tiga keluarga miskin masing-masing Suji (65 tahun), Harni (55 tahun) dan Subadi (61 tahun) sebagai studi kasus. Dari deskripsi apa adanya mengenai kehidupan mereka akan dilakukan analisis untuk mengetahui aspek-aspek yang terkait dengan kemiskinan mereka. Kata kunci: pendekatan holistik, keluarga miskin
MOTIVASI PEKERJA OJEK KONVENSIONAL DALAM PERSAINGAN BISNIS TRANSPORTASI ONLINE (STUDI PADA JASA OJEK PANGKALAN DI KECAMATAN NGALIYAN KOTA SEMARANG) Dian Triyani; Rr. Lulus Prapti NSS; Aprih Santoso
Solusi Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v16i1.2155

Abstract

ABSTRAK Ojek adalah transportasi umum informal di Indonesia yang berupa sepeda motor. Belumlama ini muncul sebuah terobosan baru dalam hal transportasi umum, yaitu ojek online yang bisadipesan melalui smartphone. Para pengguna ojek konvensional yang berpindah ke ojek onlinemembuat para tukang ojek konvensional mengeluh. Rumusan masalah penelitian ini adalahbagaimana motivasi pekerja ojek konvensional dalam menghadapi persaingan bisnis transportasi. Penelitian ini dilakukan di pangkalan-pangkalan ojek di kecamatan Ngaliyan. Fokus yangakan diteliti oleh peneliti adalah para tukang ojek konvensional di wilayah kecamatan Ngaliyan.Wawancara dilakukan terhadap lima orang tukang ojek konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kompensasi, komitmen, dan lingkungan kerja mempengaruhi motivasi pekerja ojek konvensional dalam mempertahankan pekerjaannya dandapat menghadapi persaingan bisnis transportasi. Semakin memadai kompensasi yang diterima,komitmen organisasi yang tinggi, dan lingkungan kerja yang baik maka pekerja semakintermotivasi untuk mempertahankan pekerjaannya.Kata kunci: kompensasi, komitmen, lingkungan kerja, motivasi 
KESETARAAN DAN KEADILAN GENDER DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL Dian Triyani
Solusi Vol 6, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1293.174 KB) | DOI: 10.26623/slsi.v6i1.1906

Abstract

Kesetaraan dan keadilan gender (KKG) sudah Menjadi Isu yang sangat Penting dan sudah menjadi komitmen bangsa-bangsa di dunia termasuk Indonesia sehingga seluruh Negara menjadi terikat dan harus melaksanakan komitmen tersebut. Isu gender di era global adalah masalah penindasan dan eksploitasi, kekerasan, dan persamaan hak dalam keluarga, masyarakat, dan Negara. Masalah yang sering muncul adalah perdagangan perempuan, dan pelacuran paksa, yang umumnya timbul dari berbagai factor yang saling terkait, antara lain dampak negative dari proses urbanisasi, relative tingginya angka kemiskinan dan pengangguran, serta rendahnya tingkat pendidikan.
PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA: AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI (STUDI KASUS PADA DESA GINGGANGTANI, KECAMATAN GUBUG, KABUPATEN GROBOGAN) Ana Rokhati; Saifudin Saifudin; Dian Triyani
Solusi Vol. 18 No. 1 (2020): January
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v18i1.2100

Abstract

Akuntansi pemerintahan memiliki tiga tujuan pokok, yaitu pertanggungjawaban, manajerial, dan pengawasan. Pertanggungjawaban yang dilakukan pemerintah merupakan perwujudan dari penyediaan informasi mengenai setiap tindakan atau kegiatan dan pengelolaan keuangan yang dilakukan pemerintah selama satu periode. Alokasi Dana Desa merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban pemerintah untuk meningkatkan pembangungan di tingkat pedesaan. Alokasi Dana Desa berasal dari pendapatan Transfer yang bersumber dari bagian dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh kabupaten/kota. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ginggangtani di Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan triangulasi sumber data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengukur akuntabilitas dan transparansi pengelolaan alokasi dana desa di Desa Ginggangtani. Hasil deskripsi didapat melalui pengukuran dengan membandingkan undang-undang Permendagri 113 tahun 2014 dengan kegiatan lapangan yang sesungguhnya.Hasil penelitian berdasarkan Permendagri 113 tahun 2014 menunjukkan bahwa secara garis besar pengelolaan alokasi dana desa di Desa Ginggangtani belum transparan dan akuntabel pada tahapan perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pengawasannya. Karena kurangnya antusiasme masyarakat desa untuk berpartisipasi dalam mengawasi pengelolaan alokasi dana desa, serta kurangnya pengetahuan tentang akuntansi pemerintah oleh sumber daya manusia yang berperan sebagai pengelola.Kata kunci : Alokasi Dana Desa (ADD), Akuntabilitas, Transparansi
PENGARUH KUALITAS PRODUK, PERSEPSI HARGA DAN LOKASI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN CAFE RIILFIANS AND BISTRO PATI Rikhi Wahyu Nugroho; Dian Triyani; Lulus Prapti N.S.S
Solusi Vol. 18 No. 2 (2020): April
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v18i2.2303

Abstract

Perkembangan jaman saat ini juga membuat masyarakat cenderung lebih memiliki kesibukan dan mobilitas yang tinggi. Mereka umumnya lebih sering menghabiskan waktu di luar rumah. Karena alasan kepraktisan dan kenyamanan, mereka biasanya sering mengunjungi tempat-tempat makan untuk berkumpul bersama keluarga dan teman,bertemuklien,atau hanya sekedar untuk bersantai ditengah kesibukan mereka.Penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul Pengaruh Kualitas Produk, Persepsi harga   dan Lokasi terhadap Keputusan pembelian   Konsumen Cafe Riilfians and Bistro Pati.                       Hasil penelitian mengenai pengaruh kualitas produk, persepsi harga   dan lokasi terhadap keputusan pembelian dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai     berikut : (1) Kualitas produk menjadi variabel yang terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan uji t sebesar 8.626 dengan sig. 0,000 < 0,05 dan hasil koefiensi regresinya (b2) positif sebesar 0,577, sehingga dapat disimpulkan adanya peningkatan kualitas produk maka akan meningkatkan keputusan pembelian. (2) Persepsi harga   menjadi variabel yang terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan uji t sebesar 4.950 dengan sig. 0,000 < 0,05 dan hasil koefiensi regresinya (b3) positif sebesar 0,286, sehingga dapat disimpulkan adanya peningkatan persepsi harga   maka akan meningkatkan keputusan pembelian Cafe Riilfians and Bistro Pati. (3) Lokasi menjadi variabel terbesar yang ketiga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan uji t sebesar 2.948 dengan sig. 0,004 < 0,05 dan hasil koefiensi regresinya (b4) positif sebesar 0,198, sehingga dapat disimpulkan adanya peningkatan lokasi maka akan meningkatkan keputusan pembelian Cafe Riilfians and Bistro Pati.  Kata Kunci: Kualitas Produk, Persepsi Harga, Lokasi, Keputusan Pembelian