Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN AGROIDUSTRI GULA AREN DI DESA HEGARWANGI KECAMATAN BANTARKALONG KABUPATEN TASIKMALAYA Trian Abdul Gofur; Dini Rochdiani; Rian Kurnia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 9, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v9i3.8431

Abstract

Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui : (1) Biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan agroindustri gula aren semangka dalam satu kali proses produksi di Desa Hegarwangi Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, (2) Besarnya R/C agroindustri gula aren yang dilakukan oleh pengrajin gula aren selama satu kali produksi di Desa Hegarwangi Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan studi kasus pada pengrajin gulan aren. Seluruh anggota pengrajin diambil sebagai sampel penelitian atau dilaksanakan sensus. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Biaya total pada agroindustri gula aren di Desa Hegarwangi Kecamatan Bantarkalong Kabupaten  Tasikmalaya Rp2,120.261,41, penerimaan Rp.4.374.000, dan pendapatan Rp.2.253.738,59,(2) Nilai R/C Ratio pada agroindustri gula aren di Desa Hegarwangi Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya sebesar 2,06 menunjukkan bahwa agroindustri tersebut menguntungkan dan layak untuk diusahakan, produksi agroindustri gula aren menghasilkan 243 kg dengan harga jual Rp 18.000./kg.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL AGROINDUSTRI KERIPIK PISANG (Studi Kasus pada Agroindustri Keripik Pisang Karya Ayu di Desa Pusakanagara Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis) Wahyudin Wahyudin; Trisna Insan Noor; Rian Kurnia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 10, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i1.8920

Abstract

Agroindustri keripik pisang “Karya Ayu” merupakan agroindustri yang memproduksi keripik pisang dan memasarkan produk tersebut ke berbagai daerah di wilayah Ciamis dan sekitarnya. Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan usaha pada usaha keripik pisang “Karya Ayu”. Untuk mengetahui hal tersebut maka diperlukan analisis kelayakan finansial terhadap produk agroindustri keripik pisang “Karya Ayu” dengan menggunakan beberapa analisa perhitungan kriteria investasi yaitu NPV, Net B/C, IRR dan Payback Period. Dari hasil perhitungan dengan kriteria investasi diperoleh nilai NPV lebih besar dari nol atau bernilai positif, yaitu  Rp. 553.532.413,- , Net B/C sebesar 2,89 lebih besar dari 1, IRR sebesar 64,30% lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku yaitu 12%, dan Payback Period atau jangka waktu pengembalian investasi yang dibutuhkan yaitu 1 tahun 9 bulan. Maka ditinjau dari segi aspek finansial agroindustri keripik pisang “Karya Ayu” layak untuk dijalankan.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI TANAMAN KUBIS Irna Ardiyanti Suwandy; Budi Setia; Rian Kurnia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 10, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i1.8522

Abstract

Kubis (Brassica oleracea) biasa dikenal masyarakat dengan sebutan kol merupakan tanaman semusim yang berbentuk perdu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) faktor kekuatan dan kelemahan yang ada didalam pengembangan usahatani tanaman kubis (Brassica oleracea). (2) faktor peluang dan acaman yang ada didalam pengembangan usahatani tanaman kubis (Brassica oleracea). (3) Menentukan formulasi strategi yang tepat dalam upaya pengembangan usahatani tanaman kubis (Brassica oleracea). Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Sampel diambil secara purposive sampling kepada 17 responden. Data dianalisis menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Faktor kekuatan yang ada yaitu lahan pengembangan tersedia, pengalaman petani, kemampuan petani dan akses transportasi mudah. Faktor kelemahannya yaitu modal terbatas, kurang informasi pasar, sarana produksi terbatas. (2) Faktor peluang yang ada yaitu kondisi alam potensial, permintaan kubis semakin meningkat. Faktor ancaman yang ada yaitu serangan hama dan penyakit pada tanaman, peran penyuluh belum maksimal, teknologi belum maksimal dan fluktuasi harga. (3) Formulasi strategi yang tepat dari hasil analisis SWOT berdasarkan hasil penelitian berada pada kuadran I strategi yang diutamakan adalah strategi agresif (S-O), yaitu dengan memanfaatkan potensi yang ada untuk terus melakukan  usaha secara kontinyu  juga dengan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian dalam upaya meningkatkan produktivitas  kubis.
ANALISIS USAHATANI PENANGKARAN BENIH PADI (ORYZA SATIVA L) VARIETAS INPARI 32 Marwan Panca Subekti; Rian Kurnia; Muhamad Nurdin Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 10, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i1.8677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani penangkaran benih padi (Oryza sativa L) Varietas Inpari 32 per hektar per musim tanam di UPTD Benih Pertanian Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap; dan 2) Besarnya R/C usahatani penangkaran benih padi (Oryza sativa L) Varietas Inpari 32 per hektar per musim tanam di UPTD Benih Pertanian Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus pada UPTD Benih Pertanian Varietas Iinpari 32 di Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap. Adapun teknik penarikan sempel pada penelitian ini dilakukan secara sensus (sampling jenuh), yaitu pada 32 sampel petani penangkaran benih padi (Oryza sativa L) Varietas Inpari 32 di UPTD Benih Pertanian Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Besarnya biaya yang dikeluarkan pada usahatani penangkaran benih padi (Oryza sativa L) per hektar per musim tanam di UPTD Benih Pertanian Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap adalah sebesar Rp 13.809.641,75, penerimaan sebesar Rp 26.725.000, sehingga pendapatannya sebesar Rp 12.915.358,25. 2) Besarnya R/C usahatani penangkaran benih padi (Oryza sativa L) Varietas Inpari 32 per hektar per musim tanam di UPTD Benih Pertanian Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap sebesar 1,93.
KELAYAKAN USAHATANI MELON (Cucumis melo. L) HIDROPONIK DENGAN SISTEM IRIGASI TETES (Studi Kasus di Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis) Dalik Muldad Nurhamdajani; Dedi Herdiansah Sujaya; Rian Kurnia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.23326

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kesulitan petani dalam melakukan analisis usahatani melon hidroponik dengan sistem irigasi tetes sehingga kurang mengetahui kelayakan dari usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, tingkat penerimaan, serta pendapatan pada usahatani melon hidroponik dengan penerapan sistem irigasi tetes, sekaligus menilai kelayakan usahanya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif guna memperoleh informasi mengenai analisis usahatani melon hidroponik berbasis sistem irigasi tetes. Data yang dianalisis terdiri atas data primer dan data sekunder. Teknik analisis yang diterapkan adalah analisis deskriptif terhadap hasil kuesioner. Hasil penelitian menujukan bahwa : 1) Rata-rata biaya total usaha melon hidroponik dengan menggunakan sistem irigasi tetes dalam satu kali proses produksi milik bapak Hilman Firmanudin sebesar Rp. 12.560.771 sedangkan milik bapak Darif Haidarifan sebesar Rp. 38.618.507, dengan total penerimaan yang diperoleh dalam satu kali proses produksi milik bapak Hilman Firmanudin sebesar Rp. 31.500.000 sedangkan  milik bapak Darif Haidarifan sebesar Rp. 105.000.000. Dan pendapatan usaha melon hidroponik dengan menggunakan sistem irigasi tetes milik bapak Hilman Firmanudin sebesar Rp. 18.939.229 sedangkan milik bapak Darif Haidarifan sebesar Rp. 66.381.493. 2) Rata-rata nilai R/C usaha melon hidroponik dengan menggunakan sistem irigasi tetes sebesar 2,50 milik bapak Hilman Firmanudin dan R/C 2,71 milik bapak Darif Haidarifan. Dengan nilai R/C dari kedua responden pemilik usahatani melon hidroponik dengan sistem irigasi di Kecamatan Baregebeg dua-duanya memilik nilai R/C lebih dari 1 (satu), maka usaha melon hidroponik dengan menggunakan sistem irigasi tetes di Kecamatan Baregbeg layak untuk dijalankan.